ibu bukan wanita terhebat, bukan wanita terbaik, bukan wanita heroik selayak wonder woman. Tapi di atas segalanya, ibu adalah wanita paling tulus, paling ikhlas melindungi, merawat dan menumbuhkanku. Tak henti mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya, meski aku dan saudaraku sering berkata “tidak” pada ibu. Ibu pernah cerita, dulu sewaktu masih mengandung aku, ibu sering melakukan puasa. Bukan karena ingin menjalani sunnah rasul, tapi lebih karena ingin berkompromi dengan keadaan yang agak menyesakkan waktu itu. Ibuku memang bukan seorang pemeluk agama yang teramat taat, tapi semoga semua kebaikannya bisa jadi nilai tersendiri dan bisa melipatgandakan nilai ibadahnya yang tak seberapa.



