Saya suka mengucapkan kalimat yang dinyanyikan kang ebiet itu, jika saya mendapati suatu pertanyaan yang jawabannya entah bersembunyi di mana. Kebanyakan dari kita yang sering kurang kerjaan pasti pernah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang seperti itu, dan ujung-ujungnya kita akan bilang, ‘halaah..emboh gak eruh…’.
Saya pernah bertanya ke atasan saya tentang salah satu sistem yang berlaku di perusahaan tempat saya bekerja, dan sampai tulisan ini saya buat, saya sendiri belum ngeh dengan jawabannya. Waktu saya tanya, jawaban atasan saya cukup singkat tapi padat, ‘Hanya dewa yang tahu’. Dan Dewa hanya menjawab ‘Kita tidak sedang bercinta lagi’, lha terus apa hubungannya…J
Untuk mencari jawaban yang sederhana dan berada sangat dekat dengan kita saja kadang kita kesulitan untuk menemukannya. Apalagi yang jawabannya berada di luar dan sangat jauh dari jangkauan nalar kita. Kalau pernah menonton film Men In Black I yang dibintangi Will Smith, kita pasti akan terkesima dengan epilognya. Kira-kira adegannya seperti ini, pertama-tama kamera mengambil gambar sebuah kota dari atas atau tampak atas. Perlahan kamera itu bergerak menjauh secara vertikal, sehingga kota itu terlihat seperti sirkuit rangkaian listrik. Kamera itu terus bergerak menjauh sampai tidak kelihatan lagi rupa kotanya, yang terlihat hamparan warna hijau daratan dan biru lautan. Sampai kemudian kamera itu bergerak keluar angkasa sehingga kelihatan bumi yang berbentuk bola. Kamera terus menjauh dan memperlihatkan tata surya kita yang dikomandani matahari. Belum cukup sampai di situ, kamera terus menjauh sampai kelihatan galaksi bima sakti yang berbentuk saperti cakram. Sampai kemudian terlihat kumpulan galaksi, dan pada satu titik kamera memperlihatkan bahwa ternyata alam semesta kita berada di dalam sebuah kelereng yang sedang dimainkan oleh makhluk yang menurut standar estetika manusia dianggap kurang tampan. Luar biasa….
Sebelum saya menonton film itu, saya sudah pernah membayangkan hal yang seperti itu. Bahkan lebih dari itu. Saya membayangkan, selain ada level kehidupan di atas kita, juga ada level kehidupan yang berada di bawah kita yang menjalani hari-harinya di dalam sebuah objek yang kita sebut atom (atau mungkin quark yang katanya ukurannya lebih kecil lagi dari atom). Jangankan makhluk yang levelnya di atas atau di bawah kita, makhluk yang selevel dengan manusia saja hanya pernah saya jumpai dalam film the signs atau star trek. Dalam kehidupan nyata, saya sendiri belum pernah.
Kalau bayangan saya itu benar adanya, bahwa ada kehidupan di dalam makrokosmos dan mikrokosmos, apakah manusia bisa sekedar mengintip kehidupan mereka? Kalau bisa, apakah bisa manusia berinteraksi dengan mereka? Lalu bagaimana dengan makhluk lain yang berlainan dimensi dengan manusia, seperti jin, malaikat dan iblis, di mana posisi mereka? Kalau saya bertanya pada kang ebiet, beliau pasti akan menjawab, ‘….tanyakan pada rumput yang bergoyang’. (ma)

jinn setan iblis dll, ada ho cb km pake kamera cctv kayak dirumah michael jackson pasti ada bayangan yg lewat…hi hi,,hii…takut…..asli bulu kudukku merinding ho?atau km pinjam aja kameraku trus km foto pasti menangkap bayangan2 ……..disekitar kita akeh ho……………………..
seluruh jagat raya ini memang kelereng di hadapan-Nya