Skip to content




Lebaran Kali Ini Tidak Pulang

Surabaya, ke sana seharusnya saya pulang setidaknya tiap lebaran. Tapi idul fitri tahun 1430H ini saya tidak menunaikannya. Bukan karena tidak ada dana untuk pulang, atau waktu yang tidak mengijinkan, juga bukan karena malu karena belum punya gandengan dan gendongan. Tapi lebih karena saya tidak ingin terjebak dalam tradisi mudik yang menurut saya agak dipaksakan. Itu saja. Dan jumlah pemudik sepeda motor dari tanah bali menuju tanah jawa terpaksa harus berkurang satu karena ketidakhadiran saya. Tapi the show must go on, ada saya apa tidak, itu tidak berpengaruh. Para pemudik itu, dengan sadar mengetahui bahwa perjalanan mereka tidak akan mulus, terutama di pelabuhan gilimanuk mau menyeberang ke pelabuhan ketapang banyuwangi, tapi mereka seperti sudah kehilangan kapoknya, “yaa…setahun sekali mas”.

Saya masih ingat pengalaman tahun kemarin. Ketika itu saya berangkat naik motor dari denpasar sekitar jam 5 pagi bersama seorang kawan. Setelah diselingi beberapa kali istirahat di tempat grak..!, akhirnya sampai juga di area pelabuhan gilimanuk sekitar jam 10. Di depan saya sudah terlihat berjubelan pemudik sepeda motor yang sudah tiba lebih dulu di TKP entah dari jam berapa. Prediksi saya, paling 3 atau 4 jam pasti sudah naik kapal. Tapi prediksi jauh meleset. Sekitar jam 9 malam, saya bersama motor yang tidak pernah mengeluhkan pantat saya yang keras dan berkali-kali saya kasih kentut baru dapat kesempatan naik kapal, dan sekitar 1 jam berikutnya saya sudah menginjak tanah jawa. Sesampai di banyuwangi, kawan saya mengajak untuk menginap dulu di hotel barang semalam, daripada nanti kehilangan keseimbangan di jalan. Usulan saya terima, karena saya sendiri juga memang kepayahan.

Saya juga masih ingat ketika masih terjebak di barisan antrian. Saya mendengar cas cis cus kalau ada bayi yang meninggal di gendongan ibunya, dan cas cis cus itu memang benar adanya. Dengan mata sendiri, saya juga melihat ada 3 orang pingsan di atas motor. Bahkan ibu tiri pun tak sekejam tradisi mudik. Tapi dasar orang jawa, dapat musibah yang bagaimanapun, tetap masih untung, untung waktu ngantri tidak turun hujan batu, atau untung kapalnya tidak tenggelam. Kalaupun kapalnya tenggelam (semoga tidak pernah terjadi), masih untung tenggelamnya di air, bukan di pasir hisap. Sehingga tetap saja lebaran berikutnya mereka tidak kehilangan semangat mudik. Memang, pada waktu lebaran akan ada begitu banyak cinta sehingga kita bisa tenggelamnya di dalamnya.

“Selamat hari raya idul fitri buat para pemudik, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah selalu menyertai perjalanan mudik kalian. Buat yang bukan pemudik, selamat hari raya idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin juga.”

Sebenarnya ada pertanyaan yang ingin saya ajukan buat para pemudik. Apakah mudik itu mereka lakukan benar-benar karena rindu dengan kampung halaman dan ingin sungkem dengan keluarga? Atau karena mengikuti tren saja, takut di-cap sebagai malin kundang oleh tetangga dan kerabat kalau tidak sowan ke kampung halaman? Mungkin ada juga orang yang benar-benar rindu dengan kampung halaman, tapi karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan, mereka merayakan lebaran tidak bersama sanak saudara.

Mungkin itu yang dirasakan oleh 11 keluarga yang pernah saya jumpai di sebuah hotel di cakranegara mataram, pulau lombok. 11 keluarga itu merupakan pengungsi dari irak, dan hampir semua anak-anak mereka itu masih kecil. Menurut pengelola hotel, mereka sudah 2 tahun menghuni di situ dengan dibiayai oleh PBB, entah sampai kapan. Selama 3 hari 3 malam menginap di hotel itu, saya perhatikan mereka selalu terlihat bahagia, bahkan selalu tersenyum dan bertingkah genit kalau berpapasan dengan saya. Beberapa kali mereka menghampiri dan mencoba mengajak bicara, tapi karena tidak mengerti bahasa mereka, saya cuma manggut-manggut saja. Sebenarnya saya ingin membawa pulang salah satu diantara mereka, tapi tentu saja mereka adalah malaikat kecil bagi orang tua mereka. Mereka adalah harta yang paling berharga bagi orang tua mereka, dan saya tidak ingin merampasnya.

“Selamat hari raya idul fitri buat kalian, anak-anak pengungsi dari irak. Mohon maaf kalau aku punya kesalahan waktu itu. Sungguh senyum kalian tidak hanya membahagiakan diri kalian sendiri, tapi juga membahagiakan aku dan membuatku mensyukuri kehidupan masa kecilku. Doaku untuk kalian.”

pengungsi irak di cakranegarapengungsi irak di cakranegara

Posted in Surat kaleng.

Tagged with , , .


Baca juga ya...


4 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. litleucrit says

    podho mas… aku yo gak mudik..

    minal aidin wal faidzin…

  2. kawanlama95 says

    sebaiknya tradisi silahturahim keluarga di biasakan tidak hanya lebaran, tapi kapanpun. kami tidak ada tradisi mudik dikeluarga kami, tapi terbiasa dengan kapan saja. nenek aku sendiri seringkali ke anak-anaknya . dan ibuku bisa setahun 2 kali di luar lebaran jadi memang sudah terbiasa pulkam.

    • manik arum says

      betul tu mas…yang penting esensi silahturahimnya,bukan momennya

  3. Родион Кузьмин says

    Наверное, это один из интереснейших блогов, которые я когда-либо видел Smile. Занимательные статьи, Интересные комментарии. Так держать! Smile



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

Click to Insert Smiley

SmileBig SmileGrinLaughFrownBig FrownCryNeutralWinkKissRazzChicCoolAngryReally AngryConfusedQuestionThinkingPainShockYesNoLOLSillyBeautyLashesCuteShyBlushKissedIn LoveDroolGiggleSnickerHeh!SmirkWiltWeepIDKStruggleSide FrownDazedHypnotizedSweatEek!Roll EyesSarcasmDisdainSmugMoney MouthFoot in MouthShut MouthQuietShameBeat UpMeanEvil GrinGrit TeethShoutPissed OffReally PissedMad RazzDrunken RazzSickYawnSleepyDanceClapJumpHandshakeHigh FiveHug LeftHug RightKiss BlowKissingByeGo AwayCall MeOn the PhoneSecretMeetingWavingStopTime OutTalk to the HandLoserLyingDOH!Fingers CrossedWaitingSuspenseTremblePrayWorshipStarvingEatVictoryCurseAlienAngelClownCowboyCyclopsDevilDoctorFemale FighterMale FighterMohawkMusicNerdPartyPirateSkywalkerSnowmanSoldierVampireBabak belurGhostSkeletonFemaleMaleHeartBroken HeartRoseDead RosePeaceYin YangBenderaMoonStarSunCloudyRainThunderUmbrellaRainbowMusic NoteAirplaneCarIslandAnnouncebrbMailCellPhoneCameraFilmTVClockLampSearchCoinsComputerConsolePresentSoccerCloverPumpkinBombHammerKnifeHandcuffsPillPoopCigarette