Sekitar jam enam tiga puluh sore tadi waktu indonesia bagian bali, di tempat aku tinggal (tepatnya di renon banjar mandalasari) dapat giliran pemadaman listrik bergilir. Ini sudah yang keempat kalinya tempatku dapat giliran semenjak pe el en mencanangkan gerakan pemadaman listrik bergilir nasional.
Bagi sebagian orang, pemadaman listrik di sore hari mungkin dianggap sebagai bencana yang harus diwaspadai. Itu terlihat dari beberapa kawan yang sengaja mengungsi ke tempatku kalau di tempatnya dapat giliran pemadaman listrik. Bagiku juga sama, pemadaman listrik merupakan bencana, karena aku nggak bisa nonton spongebob dan naruto. Tapi tak apalah…toh nggak setiap hari ada pemadaman. Lagipula, untung pe el en mencanangkan gerakan pemadaman listrik bergilir nasional, bukan gerakan penyalaan listrik bergilir nasional. Kalau penyalaan listrik pake digilir, gimana jadinya ya? mungkin banyak ibu-ibu yang ngantri di bidan setiap hari, sampe-sampe bidannya ngasih bonus, “setiap ibu yang melahirkan di tempat saya sampe lima kali, akan mendapat bonus satu kali melahirkan gratis sambil ditemani antonio banderas”. Lha emang apa hubungannya listrik ma bidan? hmmm…..jawabannya ada di dalam imajinasimu.

nggak bisa nonton spongebob, naruto, ninja warrior. ugh
kalau mati lampu di malam hari, udah hujan juga.
paling enak ya tidur
Wkwkwk, mati lampu? Bidan? Imaginasi? Udah tak bales komenya di postingku om.
segera terbang ke sana…