Ada undangan lomba Parade Puisi Cinta dari Pakdhe Cholik. Saya yang merasa bukan jagoan dalam dunia tulis menulis puisi, bukan pula jagoan dalam menaklukkan hati wanita, apalagi rembulan, akhirnya terpaksa juga bikin puisi, puisi cinta lagi….
Cintaku di perantauan
cintaku di perantauan
meski bukan di ujung dunia
bukan dunia yang berhiruk pikuk
melainkan bermeditasi
sebuah wajah yang tersembunyi dari gemerlap kotadi sini kusiapkan singgasana mungil
hanya hak seorang
yaitu kamu
yang menanti dipinang olehku
bukan pinangan seorang pangerandi sini
nyala kecil telah kusiapkan
menuntun langkahmu kembali
agar tak berpaling
dari hati yang bertulus
dari hati yang berikhlas
bukan hati yang bermain-mainsudahkah waktu mengikat janji?
semenjak hari kedatanganmu
bagai sebuah oase di gurun atacama
sejuk menyegarkan
dan aku anggap itu keajaibanbukan cintamu yang menghidupiku
bukan sayangmu yang memanjakanku
bukan sentuhanmu yang menyemangatiku
bukan bisikmu yang menyihirku
hanya keajaibanmu
menyulap dunia hitam putihku
menjadi rona warna pelangi
yang menghampar di langit imajikutunggulah aku
aku juga menunggumu
saat janji itu tiba
keajaiban tak juga henti
bagai hujan runtuh di cherrapunjee
berhari-hari
dan selamanyasetialah padaku
cintaku di perantauan
:: Buat temen-temen blogger yang merasa jago ato gak jago nulis puisi tapi belum dapat undangan, gak usah sungkan-sungkan, buruan daftar di Parade Puisi Cinta. Ditunggu sama Pakdhe dan temen-temen blogger yang lain lho….

Wah sedang dalamm penantian ya mas.
Saya catat sebagai peserta
Terima kasih atas partisipasinya dan juga bantuan mengumumkan Parade Puisi Cinta.
Salam hangat dari Surabaya
@Pakde Cholik, terima kasih kembali pakdhe
salam sejuk dari denpasar dan sekitarnya
puisinya keren mas, salam kenal mas.
@ramudeng, terima kasih….puisi ‘cinta gila’-nya juga bagus,temanya paling beda,puisi cinta tp gak melow…..tapi kok sy gak bisa nulis komen ya?
@manik arum, saya haramkan ngomen disono mas
so.. so.. so.. so touchy..
sampe merinding nih…
@littleucrit, emang ada apanya kok sampe merinding?
emang berani nikah?
@echi, berani donk….kan udah ngantongi “tips berani nikah” dari haji ochat
cuit cuit…….
pasti buat si ibu dokter nich
selamat pagi. saya datang lagi.
cakep puisinya, mas.
emm..
gurung atacama dan lokasi bernama cherrapunjee itu ada di mana ya ??
terima kasih dan mohon maaf
@alisnaik, silahkan dibaca disini
pakde bilang disini ada anak rantau yang puitis
@Juri PPC, anak rantau iya…tapi kalo puitis?kayaknya belum nyampe ke level itu
Ah! Masnya merendah gt. . . Puisinya mantap. Dalam bngt mknanya. Mata q hangat nih. . . ‘(. Trharu, merinding, pokoknya sip!
@Alin,
haduuhh….aku baca komentarnya jd ikutan terharu
Terharu n brmakna. haduuhh… maz ini puitis bgt. bu dokter psti bangga. truz brkarya…