Cintaku di perantauan
Ada undangan lomba Parade Puisi Cinta dari Pakdhe Cholik. Saya yang merasa bukan jagoan dalam dunia tulis menulis puisi, bukan pula jagoan dalam menaklukkan hati wanita, apalagi rembulan, akhirnya terpaksa juga bikin puisi, puisi cinta lagi….
Cintaku di perantauan
cintaku di perantauan
meski bukan di ujung dunia
bukan dunia yang berhiruk pikuk
melainkan bermeditasi
sebuah wajah yang tersembunyi dari gemerlap kotadi sini kusiapkan singgasana mungil
hanya hak seorang
yaitu kamu
yang menanti dipinang olehku
bukan pinangan seorang pangerandi sini
nyala kecil telah kusiapkan
menuntun langkahmu kembali
agar tak berpaling
dari hati yang bertulus
dari hati yang berikhlas
bukan hati yang bermain-mainsudahkah waktu mengikat janji?
semenjak hari kedatanganmu
bagai sebuah oase di gurun atacama
sejuk menyegarkan
dan aku anggap itu keajaibanbukan cintamu yang menghidupiku
bukan sayangmu yang memanjakanku
bukan sentuhanmu yang menyemangatiku
bukan bisikmu yang menyihirku
hanya keajaibanmu
menyulap dunia hitam putihku
menjadi rona warna pelangi
yang menghampar di langit imajikutunggulah aku
aku juga menunggumu
saat janji itu tiba
keajaiban tak juga henti
bagai hujan runtuh di cherrapunjee
berhari-hari
dan selamanyasetialah padaku
cintaku di perantauan
:: Buat temen-temen blogger yang merasa jago ato gak jago nulis puisi tapi belum dapat undangan, gak usah sungkan-sungkan, buruan daftar di Parade Puisi Cinta. Ditunggu sama Pakdhe dan temen-temen blogger yang lain lho….





18 Responses to “Cintaku di perantauan”
By Pakde Cholik on Dec 6, 2009 | Reply
Wah sedang dalamm penantian ya mas.
Saya catat sebagai peserta
Terima kasih atas partisipasinya dan juga bantuan mengumumkan Parade Puisi Cinta.
Salam hangat dari Surabaya
[Reply]
manik arum reply:
December 7th, 2009 at 20:38
@Pakde Cholik, terima kasih kembali pakdhe
salam sejuk dari denpasar dan sekitarnya
[Reply]
By ramudeng on Dec 7, 2009 | Reply
puisinya keren mas, salam kenal mas.
[Reply]
manik arum reply:
December 7th, 2009 at 20:42
@ramudeng, terima kasih….puisi ‘cinta gila’-nya juga bagus,temanya paling beda,puisi cinta tp gak melow…..tapi kok sy gak bisa nulis komen ya?
[Reply]
ramudeng reply:
December 8th, 2009 at 18:18
@manik arum, saya haramkan ngomen disono mas
[Reply]
By littleucrit on Dec 7, 2009 | Reply
so.. so.. so.. so touchy..
sampe merinding nih…
[Reply]
manik arum reply:
December 7th, 2009 at 20:44
@littleucrit, emang ada apanya kok sampe merinding?
[Reply]
By echi on Dec 8, 2009 | Reply
emang berani nikah?
[Reply]
manik arum reply:
December 8th, 2009 at 21:38
@echi, berani donk….kan udah ngantongi “tips berani nikah” dari haji ochat
[Reply]
By makelar on Dec 8, 2009 | Reply
cuit cuit…….
pasti buat si ibu dokter nich
[Reply]
By alisnaik on Dec 8, 2009 | Reply
selamat pagi. saya datang lagi.
cakep puisinya, mas.
emm..
gurung atacama dan lokasi bernama cherrapunjee itu ada di mana ya ??
terima kasih dan mohon maaf
[Reply]
manik arum reply:
December 9th, 2009 at 22:57
@alisnaik, silahkan dibaca disini
[Reply]
By Juri PPC on Dec 9, 2009 | Reply
pakde bilang disini ada anak rantau yang puitis
[Reply]
manik arum reply:
December 9th, 2009 at 23:12
@Juri PPC, anak rantau iya…tapi kalo puitis?kayaknya belum nyampe ke level itu
[Reply]
By Alin on Dec 22, 2009 | Reply
Ah! Masnya merendah gt. . . Puisinya mantap. Dalam bngt mknanya. Mata q hangat nih. . . ‘(. Trharu, merinding, pokoknya sip!
[Reply]
manik arum reply:
December 23rd, 2009 at 19:45
@Alin,
haduuhh….aku baca komentarnya jd ikutan terharu
[Reply]
denoque reply:
December 25th, 2009 at 07:38
Terharu n brmakna. haduuhh… maz ini puitis bgt. bu dokter psti bangga. truz brkarya…
[Reply]
By manik arum on Jan 1, 2010 | Reply
[Reply]