Indonesian please!

Di suatu hari, saya pernah mampir ke sebuah apotek di daerah kerobokan badung bali. Setelah saya masuk ke dalam, ternyata di situ ada pembeli yang sedang dilayani sama SC-nya. Saya pun menunggu di ruang tunggu yang kursinya empuk sambil baca koran. Tidak lama, seorang bule cowok muda masuk dan bertanya ke SC dalam bahasa inggris. Karena SC kurang ngeh berbahasa inggris, dia pun memanggil temannya yang ada di dalam. Temannya yang ternyata apoteker dan ngeh bahasa inggris ini akhirnya keluar dan melayani si bule dalam bahasa inggris. Sekitar 5 menit, keperluan si bule pun selesai dan dia pun keluar.

Sambil pura-pura membaca koran, pikiran saya bertanya-tanya, orang indonesia kalau sowan atau hijrah ke luar negeri harus berbahasa inggris ketika berkomunikasi dengan orang sana. Itu bisa dimaklumi, karena orang indonesia di sana statusnya adalah pendatang dan minoritas, jadi mau nggak mau harus menyesuaikan diri. Sedangkan kalau orang bule yang travelling ke indonesia, mereka tetap saja maksa berbahasa inggris kalau berinteraksi dengan orang pribumi. Harusnya mereka berbahasa indonesia donk…..mereka kan tamu di sini, syukur-syukur kalau mereka bisa berbahasa bali. Sama seperti saya sebagai orang jawa yang merantau ke bali. Kan nggak mungkin kalau saya berinteraksi dengan orang bali menggunakan bahasa jawa.

Seseorang pasti berdalih, bahasa inggris kan bahasa universal yang sudah diterima oleh penduduk bumi sebagai bahasa internasional. Karena agak merepotkan kalau setiap negara memaksakan bahasanya sendiri-sendiri ketika berinteraksi dengan negara yang berbeda bahasa. Seperti bahasa indonesia yang menjadi bahasa nasional di indonesia, bahasa nasional itulah yang dipakai ketika ada orang jawa berinteraksi dengan orang bali. Di indonesia, itulah bahasa pemersatu seluruh suku yang ada di nusantara. Bahasa inggris mungkin juga diakui sebagai bahasa pemersatu seluruh penduduk bumi. Tapi kenapa harus bahasa inggris? Menurut wikipedia, sebagian besar populasi manusia berdiam di benua asia (61%), sisanya berada di Amerika (14%), Afrika (13%), Eropa (12%), dan hanya 0.3% di Australia. Seharusnya ya bahasa mayoritas di asia itu yang ditetapkan sebagai bahasa universal, yang penggunanya lebih banyak. Kalau bahasa inggris jadi bahasa internasional, enak donk bayi-bayi yang lahir di negara yang berbahasa inggris, tidak perlu belajar lagi, sebab dari kecil sudah dididik berbahasa inggris. Lha kita-kita ini yang dari kecil dibesarkan dengan bahasa indonesia atau malah bahasa daerah, harus belajar lagi ngomong inggris biar bisa berkomunikasi dengan orang luar. Tapi biar bagaimana, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang lebih punya kesempatan menguasai dunia. Mungkin karena itulah bahasa inggris bisa semena-mena jadi bahasa internasional.

Saya jadi berimajinasi, pada waktu bule yang tadi bertanya ke SC dalam bahasa inggris, tiba-tiba si SC menjawab dengan lantang, “speak in indonesian please!!! if you don’t, get the fuck out of here!

Ada lagi fakta yang cukup menarik yang saya baca di November Wrap-Up, per bulan november 2009, ternyata bahasa indonesia menempati urutan ketiga sebagai bahasa terbanyak pembangun blog di wordpress.com (tidak termasuk bahasa inggris), yaitu sebanyak 4,5% di bawah bahasa spanyol (7,6%) dan portugis (4.6%).

Bendera


About this entry