Skip to content




Cita-cita saya ingin jadi pengemis

Harus saya akui, saya ini orangnya agak pilih-pilih kalau mau ngasih sedekah ke pengemis. Kalau pengemisnya ibu-ibu yang menggendong anaknya yang masih balita atau laki-laki yang masih perkasa walaupun gak minum obat kuat, saya ogah ngasih. Bukan karena saya ada keturunan pak ogah, tapi pertama karena saya berpikir, apa ya pantas kalau saya ngasih ke pengemis laki-laki yang mungkin masih kuat kalau disuruh mengayuh becak bangil-surabaya pp (via tol). Yang kedua, pengemis ibu-ibu yang menggendong bayinya, ini yang saya lebih gak suka lagi, kenapa harus mengajak bayinya untuk meminta-minta? Mungkin dikiranya orang akan lebih kasihan karena lihat bayinya? Orang lain mungkin, kalau saya….NO WAY! Dalam hati saya berpikir, “kenapa gak dijual aja bayinya sekalian?” Mungkin kalau ada orang yang teramat baik hatinya mau mengasuh bayinya itu sampai besar, sepertinya si ibu tidak akan mau memberikannya. Mungkin bukan karena sayang, tapi karena dia takut kehilangan ujung tombak dalam mencari nafkah, seperti tuan krab yang takut kehilangan spongebob.

Pernah ada seorang pengemis yang datang ke kantor, seorang anak perempuan. Waktu itu saya kasih sekedarnya. Tidak berselang lama, datang lagi 2 orang, seorang bapak-bapak yang masih terlihat segar bugar bersama seorang anak laki-laki. Wah kalau ini keterlaluan, ini orang gak bisa nyari kerja atau memang gak mau kerja? Saya cuekin aja, saya gak mau berbohong dengan mengatakan “gak ada pak”. Tapi orang ini masih saja menunggu. Beberapa saat kemudian, teman sekantor saya menawari orang itu untuk kerja di desa mengurus kebunnya. Tapi orang itu diam saja, tidak mengatakan mau, juga tidak mengatakan tidak mau. Dalam hati saya berpikir, “ini orang dasarnya emang males, gak mau kerja. kalau dia mau kerja, dia pasti terima tawaran teman saya, kan kesempatan belum tentu datang dua kali”.

Tapi itu bukan urusan saya. Barangkali pihak yang berwenang juga capek mengurusi. Satu waktu mereka ditertibkan, diberi penyuluhan dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Tapi gak berapa lama ujug-ujug nongol lagi di kota. Mungkin bukan salah yang ngasih penyuluhan, pak Mario Teguh sekalipun kalau diundang untuk mengisi acara penyuluhan belum tentu bisa menyadarkan pengemis-pengemis itu, bisa-bisa cuma bikin tambah lebar lapangan udara di bagian depan kepalanya (piss pak mario hehehehh…..kabarnya luigi gimana pak?).

Pernah juga, jam 12 malam lewat sewaktu saya nongkrong di pinggir sebuah jalan di kota denpasar, ada sebuah taksi berhenti tidak jauh dari tempat saya nongkrong. Saya menduga yang keluar pasti kupu-kupu malam, walaupun di daerah itu bukan tempat mangkalnya. Tapi ternyata saya keliru, dan saya pun mendendangkan lagunya Ruth Sahanaya (……namun ku keliru telah membunuh cinta dia dan dirimu…..). Saya tercengang, ternyata suara saya jelek abisss…… maksudnya, saya tercengang karena ternyata yang keluar dari taksi itu adalah pengemis perempuan bersama 1 anak perempuan dan 1 bayi yang digendongnya. Dalam hati saya berpikir, “negara macam apa ini? pengemis aja naik taksi, seperti pekerja kantoran yang habis kerja lembur”. Kalau ada yang berpikir ini fitnah, silahkan. Tapi saya yakin saya melihat dengan mata sendiri. Dan dari informasi yang saya dapat, ternyata di daerah itu ada semacam basecamp-nya pengemis. Tidak jelas apakah mereka tinggal di situ secara independen atau ada semacam koordinator atau penadahnya.

cita-cita saya ingin jadi pengemis

Dalam hati saya berpikir lagi, hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, “besok kalau sudah besar mau jadi apa?”, “cita-cita saya ingin jadi pengemis”. Ibu guru pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan. Horeeeee….. tepuk tangan donk

Tepuk tangan juga buat bapak Mario Teguh yang memperkenankan (emang kapan minta izinnya ya???) tulisannya saya kutip,

REZEKI SUDAH DITETAPKAN OLEH TUHAN, BUKAN PADA JUMLAHNYA, TAPI PADA CARANYA.
Dia yang malas, dimalasi oleh rezeki.
Dia yang baik hati, rajin dan jujur – sering dikunjungi oleh rezeki yang kangen.
Dan dia yang bermanfaat bagi sesama, rezekinya langsung dan khusus menjadi urusan Tuhan.
SEBELUM MENYALAHKAN REZEKI, sebaiknya kita MEMERIKSA KETEPATAN SIKAP.
KITA adalah JIWA YANG ASLINYA BEREZEKI BAIK.

Setelah saya pikir-pikir lagi, di atas saya berulang kali mengatakan “dalam hati saya berpikir”. Padahal yang dipakai mikir kan otak ya…apa otak saya terlalu malas untuk diajak berpikir?

Posted in Surat kaleng.

Tagged with , , , .


Baca juga ya...


5 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. azzaam says

    Pengemis sekarang pinter-pinter, lebih tahu mana daerah lokasi strategis. Ada pengemis yang ngaku sehari dapet 500ribu, nah.. sebulan berapa? Wajar saja kalo nantinya anak TK lebih milih cita2 jadi pengemis dibanding pegawai negri, ROTFL

  2. Anonymous says

    emg hebat dilahirkan spt penulis, bisa berpikir menggunakan hati aja analisanya begitu tajam, bagaimana klo sdh otaknya yg bekerja???
    Bravo Om

  3. Jrs Yusuf says

    gambarnya mantap bung, pengemis bisa punya laptop…

    apalagi cak, kalo idul fitri (mau cerita Smile )

    waktu itu idul fitri saya berangkat menuju masjid untuk melaksanakan sholat idul fitri… di tengah perjalanan ada mobil pick up yang membawa banyak orang yang gak kelihatan miskin dan pakai baju rapi… orang-orang itu diturunkan di sebuah pos deket rel kereta api.. lalu orang-orang itu langsung “macak” atau berias diri bak seorang yang miskin.. lalu mereka pergi menuju masjid, bukannya sholat, tapi mencari tempat-tempat untuk MENGEMIS… wew itukah wajah negeri tercinta ini ? Big Frown

    • manik arum says

      wow….sampe segitunya yaa…barangkali juga ada pelatihan untuk menjadi pengemis profesional, dan yg mas liat itu hanya ujian prakteknya. yg lulus dapet sertifikat dan boleh bekerja sendiri ato membuka usaha sendiri, yg ga lulus harus mengulang lagi lebaran taun depan

  4. Anonymous says

    Macet Jalan Tol Frown Frown



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

Click to Insert Smiley

SmileBig SmileGrinLaughFrownBig FrownCryNeutralWinkKissRazzChicCoolAngryReally AngryConfusedQuestionThinkingPainShockYesNoLOLSillyBeautyLashesCuteShyBlushKissedIn LoveDroolGiggleSnickerHeh!SmirkWiltWeepIDKStruggleSide FrownDazedHypnotizedSweatEek!Roll EyesSarcasmDisdainSmugMoney MouthFoot in MouthShut MouthQuietShameBeat UpMeanEvil GrinGrit TeethShoutPissed OffReally PissedMad RazzDrunken RazzSickYawnSleepyDanceClapJumpHandshakeHigh FiveHug LeftHug RightKiss BlowKissingByeGo AwayCall MeOn the PhoneSecretMeetingWavingStopTime OutTalk to the HandLoserLyingDOH!Fingers CrossedWaitingSuspenseTremblePrayWorshipStarvingEatVictoryCurseAlienAngelClownCowboyCyclopsDevilDoctorFemale FighterMale FighterMohawkMusicNerdPartyPirateSkywalkerSnowmanSoldierVampireBabak belurGhostSkeletonFemaleMaleHeartBroken HeartRoseDead RosePeaceYin YangBenderaMoonStarSunCloudyRainThunderUmbrellaRainbowMusic NoteAirplaneCarIslandAnnouncebrbMailCellPhoneCameraFilmTVClockLampSearchCoinsComputerConsolePresentSoccerCloverPumpkinBombHammerKnifeHandcuffsPillPoopCigarette