Subscribe to my feed

Tulisan yang tersimpan di Kategori ‘petuah’

Jejak kaki Tuhan

Friday, June 4th, 2010 |

Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.

Di akhir pemutaran adegan perjalanan hidupnya, pria itu menoleh ke belakang dan melihat jejak kaki yang masih membekas di pasir. Dia memperhatikan bahwa ada saat-saat tertentu dimana jejak kaki yang terlihat di pasir hanya ada satu, dan itu terjadi pada saat-saat terendah dan tersedih dalam hidupnya.

Karena penasaran, pria ini bertanya kepada Tuhan. “Boss, kamu bilang bahwa sekali aku berjanji untuk mengikutimu, kau akan selalu berjalan di sisiku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Tapi aku perhatikan ketika aku sedang dalam masalah dan terpuruk, hanya ada satu jejak kaki di pasir. Mengapa kau tega meninggalkanku di saat-saat aku sangat membutuhkanmu?”

Tuhan menjawab, “Kamu tahu kalau aku sayang umatku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mereka yang sudah mengikutiku. Di saat-saat kamu sedang mengalami penderitaan, dan kamu hanya melihat satu jejak kaki di pasir, sesungguhnya pada saat itu aku sedang menggendongmu supaya kamu bisa melaluinya.”

15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan

Friday, May 28th, 2010 |
  • Tuhan tidak akan bertanya berapa dan jenis kendaraan yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya berapa jumlah orang yang sudah kamu antar dengan kendaraan itu.
  • Tuhan tidak akan menanyakan berapa meter persegi luas rumah yang kamu tinggali, tapi Tuhan akan menanyakan berapa jumlah orang yang sudah kamu jamu dengan baik di rumah itu.
  • Tuhan tidak akan menanyakan seberapa bagus pakaian yang kamu simpan di dalam lemari, tapi Tuhan akan menanyakan seberapa sering kamu memberi pakaian kepada yang lebih membutuhkan.
  • Tuhan tidak akan menanyakan status sosialmu, tapi bagaimana kamu menunjukkan sikap sosialmu terhadap sesama.
  • Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah materi yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya apakah materi yang kamu punya itu telah mendikte hidupmu.
  • (…read more » )

Menghadapi masalah

Wednesday, March 17th, 2010 |

menghadapi masalah

Cerita ini dikutip dari buku “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa yang anda inginkan”. Barangkali bisa memberi kita sedikit inspirasi dan motivasi dalam menghadapi masalah.

“Bung Norman,” kawan saya menyapa.
“Tolong bebaskan saya dari masalah yang menindih hidupku ini, maka saya akan berikan anda seribu dollar uang kontan atas kebaikan jasa anda itu.”
Tentu saja saya bukanlah seorang yang suka menampik permintaan semacam itu. Maka saya pun merenungkan dan mempertimbangkan usul kawan saya itu dan muncul dengan satu pemecahan masalah yang lumayan juga. Sekurang-kurangnya cukup realistis sifatnya. Tetapi George nampaknya agak segan rupanya, sebab ia telah terlanjur menjanjikan 1000 dolar sebagai hadiah.

”Tidak apa George,” Norman berkata. “Saya tetap saja mau bantu kamu. Oleh sebab itu mari kita pecahkan bersama masalahnya. Kalau tidak salah anda ingin bebas dari segala masalah anda itu, bukan? Sampai habis dan tuntas?“
“Ya Betul,” Jawab George.
“Saya ingin lepas dari segala masalah yang saya hadapi dalam hidup ini. Saya sudah bosan dan kapok dalam menghadapi cobaan, ujian dan kemelut dalam hidup ini. Saya ingin bebas untuk selama-lamanya.”
”Baiklah George, saya sudah punya jawabannya”, kata norman. Akan tetapi saya sangsi apakah kau mau menerima jawaban saya atau tidak. Dengarkan! Beberapa waktu lalu saya sedang melakukan tugas profesionalku, dimana saya harus berhadapan dengan pemimpin kelompok orang-orang yang yang lebih dari puluhan ribu jumlahnya. Dan tak seorang pun dari mereka memiliki masalah kehidupan.”

Wajah George langsung cerah, matanya berbinar-binar kegirangan karena keingintahuannya. ”Nah itulah tempat yang cocok bagi saya. Antarkanlah saya ke tempat itu teman”. Ujar si George girang.
“Baiklah,” jawab Norman. ”Tetapi tempat yang saya maksud adalah perkuburan. Dan memang itulah kenyataannya George. Bahwa di perkuburan itu tak ada seorang pun yang menghadapi masalah hidup. Bagi orang yang sudah menjadi penghuni di kuburan tidak akan pernah merasa cemas karena hidup yang penuh masalah itu telah berlalu bagi mereka. Mereka telah istirahat dari tugas dan pekerjaannya tiap hari. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita baca dalam koran atau surat kabar atau bahkan apa yang kita lihat di televisi mereka sudah tidak peduli. Mereka tak punya masalah lagi dengan kehidupan, mereka beralih masalah pada hidup mereka di alam kubur. Karena memang mereka bukanlah orang hidup dan mereka adalah orang yang sudah mati.” Tegas Norman kepada George.

(…read more » )

Dilempar batu sama malaikat

Thursday, March 11th, 2010 |

dilempar batu

Seorang eksekutif muda sedang mengendarai mobilnya menyusuri jalanan sepi di sekitar tempat tinggalnya. Dia kelihatan sedang buru-buru sampai dia tidak menghiraukan seorang anak kecil di pinggir jalan yang melambaikan kedua tangannya seolah ingin memanggil dia. Tidak jauh setelah dia melewati anak kecil yang berdiri itu, tiba-tiba sebongkah batu melayang dan mengenai kaca mobilnya. Eksmud itu pun terkejut dan menghentikan mobilnya. Dia keluar dan menghampiri anak kecil yang berdiri tadi, “Apa kamu yang melempar mobilku tadi?”

Anak itu mengakui perbuatannya dan langsung meminta maaf. “Maaf om, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya sudah memanggil orang-orang yang lewat tapi tak ada yang mau berhenti, jadi terpaksa saya melempar dengan batu supaya om mau berhenti.” Dengan masih menitikkan air mata, anak itu menunjuk ke adiknya yang cacat dan terjatuh di pinggir trotoar. “Dia itu adik saya, dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat untuk mengangkatnya. Maukah om membantu mengangkatnya kembali ke kursi roda?”

Eksmud yang sedikit terhenyak itu akhirnya mendekati anak kecil yang terjatuh itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Dia mengambil sapu tangan dan membersihkan luka di tangan anak itu. Anak kecil yang melempar batu tadi mengucapkan terima kasih dan pelan-pelan mendorong kursi roda saudaranya meninggalkan eksmud itu. Eksmud itu masih terdiam dan buru-buru mengambil smartphone lalu menuliskan sesuatu di status facebooknya, “bt ndengerin bencong ngamen di bis“. uppssss salah ding!! itu alex yang udah gak lebay……maksudnya seperti ini, “Don’t go through life so fast that someone has to throw a brick at you to get your attention!

Tuhan dengan cara yang misterius (mungkin dengan sedikit bantuan malaikat-Nya) selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.

Mengeluh

Sunday, March 7th, 2010 |

Barangkali sebelumnya anda sudah pernah membaca cerita ini. Barangkali anda juga menganggap kalau cerita ini basi. Tapi saya ceritakan lagi di sini biar tambah basi Yawn

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada di sampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu dan akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya yang selalu setia.

Kekasihnya bertanya kepada gadis itu, ”Sayang… sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria kekasihnya itu yang selama ini sudah sangat setia mendampingi hidupnya sewaktu dia masih dalam keadaan buta. Dan akhirnya si pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.”

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

Petuah : NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya!!!

Kisah Jenderal dan Prajurit

Friday, November 6th, 2009 |

Dikisahkan ada seorang jenderal di kisah Tiga Negara di Negeri Tiongkok ketika pertempuran Tiga Negara berlangsung. Bila dia melewati suatu desa, maka di desa itu dia merekrut dan mengajak bergabung laki-laki yang sudah cukup umur untuk bergabung. Dan bila setiap 3 sampai 5 tahun lagi ketika jenderal itu melewati desa-desa itu, dia kembali merekrut calon pasukan untuk diajak bertempur. Suatu ketika ada seorang prajuit berkuda yang membawa surat dari para prajurit di medan perang yang masih hidup untuk keluarga di desa masing-masing. Ketika kurir ini memasuki desa, maka para penduduk mulai berkumpul di balai desa dari ibu-ibu sampai para manula yang berjalan harus dibantu tongkat, untuk mendapatkan kabar tentang keluarga mereka yang ikut perang. Memang ada beberapa penduduk desa yang masih buta huruf, sehingga harus dibantu prajurit untuk membacakan surat dari anaknya.

Di salah satu surat yang dibacakan kepada seorang ibu, surat itu memberitahukan kalau anak ibu itu masih selamat di pertempuran, setelah mengalami kejadian yang paling mengerikan. Ketika itu, pasukan sang jenderal mundur kembali ke baraknya. Anak dari ibu itu, ketika berjalan bersama pasukannya untuk kembali, kakinya tidak sengaja terkena perangkap yang ada racunnya yang dipasang oleh musuh di tanah. Kaki prajurit itu robek, darah sedikit demi sedikit keluar dari luka itu. Prajurit itu tetap berjalan mengikuti prajurit yang lain untuk pulang ke barak. Tanpa disadarinya nanah akibat dari racun yang masuk melalui luka mulai keluar sedikit demi sedikit. (…read more » )

Berapa Gaji Ayah

Monday, October 5th, 2009 |

Cerita ini dikirim oleh seorang teman di milis. Saya yakin teman saya ini juga copas entah dari mana. Mungkin juga saya orang yang kesekian ribu yang meng-copas cerita ini. Barangkali juga nanti ada yang meng-copas cerita ini dari blog saya. Ahh itu nggak penting. Yang jelas saya cuma ingin berbagi.

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”
(…read more » )

Find entries :


BALI HEAVEN is a Bali Villa Agent which gives you fantastic value! We provide all type villas in bali in almost all area, Here you can find private beachfront villas or hidden away villas with paddys view or luxurious villa on the top of the hill with stunning view to the ocean, all are trully heaven on earth.