<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; petuah</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/category/petuah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 05:22:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Elang dan Kalkun</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 07:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Konon di zaman dulu kala, kalkun merupakan burung yang jago terbang layaknya elang. Elang dan kalkun memang dulu telah menjadi sahabat yang baik. Di manapun berada, kedua burung ini selalu pergi bersama, dalam suka maupun duka. Suatu hari ketika mereka terbang, kalkun mengajak elang untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Elang pun menyetujui ajakan kalkun. Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/04/elang-kalkun.jpg" alt="Elang dan Kalkun" width="450" /></center></p>
<p>Konon di zaman dulu kala, kalkun merupakan burung yang jago terbang layaknya elang. Elang dan kalkun memang dulu telah menjadi <a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">sahabat yang baik</a>. Di manapun berada, kedua burung ini selalu pergi bersama, dalam suka maupun duka. </p>
<p>Suatu hari ketika mereka terbang, kalkun mengajak elang untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Elang pun menyetujui ajakan kalkun. Jadi kedua burung itu pun terbang rendah untuk berburu mangsa. Dan ketika mereka melihat sekawanan binatang sedang berkumpul untuk makan, mereka pun mendarat di dekatnya. Di situ ada seekor sapi yang sedang lahap memakan jagung, dan sewaktu dia memperhatikan kedua burung itu, sapi itu berkata, &#8220;Selamat datang, silahkan cicipi jagung manis ini, mari mari&#8221;. Sambutan sapi itu membuat kedua burung yang bersahabat ini terkejut. Mereka tidak biasa menjumpai ada hewan yang rela berbagi makanan dengan hewan lain. Elang bertanya, &#8220;Kamu kok rela sih membagi makananmu buat kami?&#8221;. Sapi menjawab, &#8220;Kami punya stok banyak makanan di sini. Petani kami memberikan kami apapun yang kami inginkan&#8221;. Kalkun kemudian menanyakan lebih jauh tentang petani mereka. Sapi berkata, &#8220;Ya, petani menumbuhkan sendiri semua makanan untuk kami. Dan kami sama sekali nggak perlu bekerja untuk makanan&#8221;. Kalkun menimpali, &#8220;Maksud kamu petani memberimu makanan tanpa kamu perlu bekerja?&#8221;. &#8220;Aku tadi juga bilang gitu bro&#8221;, sapi menjawab, &#8220;Dan tidak hanya itu, petani juga memberi kami tempat tinggal cuma-cuma&#8221;.<br />
<span id="more-597"></span><br />
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
/* LinkUnit-468x15 */
google_ad_slot = "6147791080";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 15;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
<br />
Mendengar penjelasan sapi, elang dan kalkun terkejut bukan kepalang. Selama ini mereka harus bekerja keras untuk makan. Tapi sapi ini enak sekali bisa dapat semuanya dengan sangat mudah. Lalu berkatalah kalkun kepada elang, &#8220;Mungkin kita harus tinggal di sini bung. Kita bisa dapat makan gratis tiap hari, nggak pake kerja bro. Terus gudang yang di sana itu kayaknya cocok buat jadi tempat tinggal, kita bisa bikin sarang di sana.&#8221; Mendengar usul kalkun, elang mulai tergoda, &#8220;Aku nggak tahu, memang kayaknya sangat menggoda. Tapi aku masih suka terbang tinggi dan bebas menjelajah langit luas.&#8221;</p>
<p>Setelah berpikir lebih dalam, kalkun akhirnya memutuskan untuk menetap di tempat itu. Namun elang memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Ia masih cinta dengan <a href="http://manikarum.com/2010/08/logo-google-menyambut-kemerdekaan-ri-ke-65/" title="Logo Google menyambut kemerdekaan RI ke 65">kemerdekaannya</a>. Ia masih menikmati tantangan rutin yang membuatnya tetap hidup. Akhirnya mereka pun berpisah, elang melanjutkan penerbangannya untuk petualangan baru, sedang si kalkun tinggal bersama si sapi dan kawan-kawannya.</p>
<p>Semuanya berjalan baik dan sesuai harapan bagi si kalkun. Ia mendapat tempat tinggal nyaman dan makanan gratis setiap harinya. Karena tidak pernah bekerja, berubahlah ia menjadi burung yang sangat gemuk dan malas.</p>
<p>Suatu ketika, ia mendengar istri petani berkata kepada suaminya bahwa lebaran sebentar lagi datang, dan ia mengusulkan supaya kalkun yang gemuk itu disembelih untuk dijadikan hidangan di acara open house nanti. Mendengar hal itu, si kalkun mulai resah dan berpikir untuk meninggalkan tempat itu. Kalkun pun memutuskan untuk pergi dari situ dan mencari si elang kawan lamanya. Namun ketika ia berusaha untuk terbang, ia sadar bahwa kini tubuhnya terlalu gemuk. Sekuat apapun ia mengepakkan sayapnya, tubuhnya tidak mau terbang. Ia pun lelah dan pasrah.</p>
<p>Akhirnya <a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">hari lebaran</a> pun tiba. Jadilah kalkun yang malang itu sebagai hidangan nikmat untuk sanak saudara dan tamu-tamu pak petani yang datang. Sedangkan si elang masih memiliki kebebasan untuk terbang mengikuti kehendaknya, menjalani tantangan demi tantangan demi mempertahankan hidupnya.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Seribu Cermin</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 06:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Setiap wajah yang kita jumpai adalah seperti pantulan dari wajah kita sendiri, dan wajah yang bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang kita jumpai?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/04/rumah-seribu-cermin.jpg" alt="Rumah Seribu Cermin" width="400" /></center></p>
<p>Dikisahkan di sebuah desa yang terpencil di negeri pelangi, ada sebuah rumah yang dikenal dengan sebutan &#8220;Rumah Seribu Cermin&#8221;. Diberi sebutan demikian karena memang di dalam rumah itu terdapatlah seribu cermin disusun sedemikian rupa sehingga siapa saja yang masuk ke rumah, ia tidak melihat sesuatu yang lain melainkan pantulan dirinya sendiri.</p>
<p>Di suatu hari, ada seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan sore di desa itu. Ketika anjing itu melintasi rumah seribu cermin, dia tertarik, penasaran, lalu memutuskan untuk memasukinya sekedar melihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat ceria, anjing itu berhasil masuk ke dalam rumah. Sebelum melangkah lebih jauh, ia terkejut setelah melihat begitu banyak anjing-anjing dengan wajah yang ceria. Ia mengibaskan ekor dan mengangkat kedua telinganya. Dan anjing yang dilihatnya pun ikut mengibaskan ekor dan mengangkat telinga. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing itu pun balas tersenyum seakan menyambut kedatangannya. Ia berkata, &#8220;Tempat ini menyenangkan, aku harus berkunjung lagi ke sini suatu saat.&#8221;<br />
<span id="more-596"></span><br />
Tak berapa lama setelah anjing kecil yang ceria itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun berbeda dengan anjing sebelumnya, anjing yang satu ini wajahnya terlihat murung dan tidak bersahabat. Anjing ini pun rupanya juga penasaran dengan rumah itu dan memasukinya. Ketika sudah berada di dalam rumah, ia terkejut setelah melihat seribu wajah anjing yang terlihat murung dan seakan tidak suka dengan kehadirannya. Segera saja ia menyalak keras-keras. Dan suaranya pun terpantul sehingga seolah-olah seribu wajah anjing itu membalas gonggongannya. Ia pun ketakutan dan cepat-cepat keluar dari rumah itu. &#8220;Tempat ini luar biasa tidak bersahabat, aku takkan pernah kembali lagi ke sini&#8221;, pikir anjing itu.</p>
<blockquote><p>Setiap wajah yang kita jumpai adalah seperti pantulan dari wajah kita sendiri, dan wajah yang bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang kita jumpai?</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/7-situs-warisan-dunia-di-indonesia/" title="7 Situs Warisan Dunia di Indonesia">7 Situs Warisan Dunia di Indonesia</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/lain-pecalang-lain-fpi/" title="Lain Pecalang Lain FPI">Lain Pecalang Lain FPI</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukur adalah doa yang mustajab</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/berdoa.jpg" align="aligncenter" alt="Bersyukur adalah doa yang mustajab" width="400" /><p class="wp-caption-text">Bersyukur adalah doa yang mustajab</p></div></center></p>
<p>INI bukan soal salah atau benar. Tapi soal SIKAP HATI di hadapan Allah: antara orang yang ‘senang meminta’ dan ‘senang bersyukur’. Yang senang meminta, sedang menghadirkan ‘kesempitan hidup’ ke dalam jiwanya. Sedangkan yang senang bersyukur, sedang menghadirkan ‘kelapangan hidup’.<br />
Apalagi, TERKABULNYA sebuah PERMINTAAN dalam doa itu ternyata banyak SYARATNYA. Yaitu: (1) hanya jika meminta kepada Allah, (2) hanya bagi yang memenuhi segala perintah-Nya, (3) hanya bagi yang beriman kepada-Nya, (4) Masih ditambah: mudah-mudahan sudah benar prosesnya. Yang demikian itu diceritakan dalam ayat berikut ini.<br />
<span id="more-554"></span><br />
QS. Al Baqarah (2): 186</p>
<blockquote><p>Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku MENGABULKAN permohonan orang yang berdoa APABILA ia memohon (hanya) kepada-Ku, maka HENDAKLAH mereka itu MEMENUHI (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka BERIMAN kepada-Ku, MUDAH-MUDAHAN mereka berada dalam (proses) yang benar.</p></blockquote>
<p>BANDINGKAN dengan orang yang bersyukur. Allah tidak menuntut persyaratan apa pun. Bahkan langsung memberikan JAMINAN. Bahwa barangsiapa bersyukur, Allah PASTI akan <a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat itu nikmat">menambah kenikmatan</a> atas apa yang disyukurinya itu. Pokoknya, pandai bersyukur, pasti dapat nikmat..! Ga pakai minta, atau ‘nyuruh’, apalagi ‘mendikte’ segala … <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p>
<p>QS. Ibrahim (14): 7</p>
<blockquote><p>Dan ketika <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Tuhanmu</a> menginfomasikan: “SUNGGUH jika kamu bersyukur, PASTI Kami TAMBAH (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (kufur), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.</p></blockquote>
<p>Hmm.., jadi bersyukur itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta. Meskipun, tentu saja, semua itu boleh-boleh aja. Lha wong yang mengabulkan doa itu bukan saya, tapi DIA… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /></p>
<p>[<em>as read <a href="http://manikarum.com/2010/05/plugin-wordpress-yang-made-in-indonesia/" title="Plugin wordpress yang made in indonesia">on facebook</a></em>]</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kematian dan baterai rusak</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Nilai sebuah kehidupan terletak sejauh mana ia telah memberi manfaat kepada sekitarnya, sesuai fungsi dan perannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/battery-notebook.png" alt="kematian dan baterai rusak" width="250"/></center></p>
<p>KEMATIAN ibarat rusaknya baterai sebagai sumber listrik dari sebuah laptop. Hardwarenya yang Pentium-4 ataupun Centrino masih utuh. Softwarenya yang canggih-canggih juga masih utuh. Tapi karena listriknya sudah turned off, maka ‘badan’ dan ‘jiwa’ komputer itu pun sudah tak berfungsi lagi. Karena ‘ruh’ telah terlepas darinya, tak menghidupi ‘badan’ dan ‘jiwanya’.</p>
<p>Maka nilai sebuah laptop bukanlah pada seberapa canggih atau mahal ‘badan’ dan ‘jiwanya’. Juga bukan pada cepat atau tidaknya ‘sang listrik’ meninggalkannya. Melainkan seberapa besar komputer itu telah memberikan manfaat kepada sekitarnya, sesuai dengan fungsi dan perannya.</p>
<p>[<em>diambil dari page FB</em>]</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/05/shortcut-format-painter-di-ms-excel-dan-word/" title="Shortcut Format Painter di MS Excel dan Word">Shortcut Format Painter di MS Excel dan Word</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soichiro Honda</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 13:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Gagal merupakan ungkapan yang sangat menakutkan. Semua orang berusaha untuk berhasil dalam kehidupan dan menjauhi kegagalan. Namun, benarkah kegagalan selalu menakutkan dan harus dihindari? Kenyataannya, banyak orang sukses justru setelah digembleng oleh serangkaian kegagalan. Dan salah satunya adalah Soichiro Honda, pendiri Honda Motor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gagal merupakan ungkapan yang sangat menakutkan. Semua orang berusaha untuk berhasil dalam kehidupan dan menjauhi kegagalan. Namun, benarkah kegagalan selalu menakutkan dan harus dihindari? Kenyataannya, banyak orang sukses justru setelah digembleng oleh serangkaian kegagalan.</p>
<p>Oleh karena itu, kegagalan tidak perlu menjadi momok. Bahkan kegagalan bisa menjadi <a title="Guru ketok magic" href="http://manikarum.com/2010/04/guru-ketok-magic/">guru terbaik</a> dalam meraih keberhasilan. Kuncinya terletak pada sikap mental positif kita dalam menghadapi segala kejadian dalam kehidupan. Sikap positif yang melahirkan jiwa dan etos kerja yang tinggi dan pantang menyerah menghadapi gelombang cobaan serta tantangan.</p>
<h3>Berbagai Kegagalan Membuat Soichiro Honda Mencapai Sukses</h3>
<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/honda.jpg" alt="Soichiro Honda" /></center>Kisahnya sangat terkenal, dan sering dijadikan bahan untuk melejitkan motivasi. Bahkan mirip legenda.</p>
<p>Soichiro Honda adalah pendiri Honda Motor. Dilahirkan tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di distrik Shizuoka, wilayah Jepang Tengah. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu, kota terbesar di provinsi itu.<br />
<span id="more-552"></span><br />
Ayahnya bernama Gihei Honda seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda, dan akhirnya membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun tempat kelahiran Soichiro. Ibunya bernama Mika. Soichiro adalah anak sulung dari sembilan bersaudara, namun hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat, rendah gizi dan lingkungan yang kumuh.</p>
<p>Sebelum sukses membesarkan perusahaan Honda, Soichiro telah banyak mengalami pahitnya kegagalan. Saat masih belajar di bangku sekolah, ia bukanlah siswa cerdas dan brilian. Biasa saja. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, bahkan selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda.”, ungkap Soichiro.</p>
<h3>Minat yang Besar kepada Mesin</h3>
<p>Minatnya pada mesin memang sangat besar. Ia memperhatikan bagaimana ayahnya bekerja memperbaiki mesin pertanian. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di dekat mesin-mesin ini, Soichiro betah berdiam diri berjam-jam, memperhatikan bagaimana mesin bekerja.</p>
<p>Pada usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya karena ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki.</p>
<p>Di bulan Maret 1922, saat usianya 16 tahun, Soichiro diantar ayahnya ke Tokyo untuk bekerja di Art Shokai Company. Bos perusahaan ini sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di perusahaan Art, menambah wawasannya tentang permesinan.</p>
<p>Dari sinilah pengetahuannya tentang mesin semakin berkembang. Ia mencuri-curi waktu pada saat bengkel tutup untuk melihat dan menganalisa mesin mobil. Apalagi ketika ia menemukan sebuah buku tentang mesin di perpustakaan, ia rela mengumpulkan uang gajinya hanya untuk menyewa buku tersebut. Buku yang pertama ia baca adalah Sistem Pembakaran Dalam.</p>
<p>Pada saat berusia 21 tahun, bos perusahaan Art mengusulkan agar Shoichiro membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini diterima dengan senang hati.</p>
<p>Di Hamamatsu prestasi kerjanya semakin membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga dapat kembali normal. Karena itu, jam kerjanya sering hingga larut malam, bahkan terkadang sampai subuh.</p>
<p>Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak mampu meredam goncangan dengan baik. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Kelak saat usianya 30 tahun, Honda menandatangani hak patennya yang pertama.<br />
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
/* LinkUnit-468x15 */
google_ad_slot = "6147791080";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 15;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
</p>
<h3>Ring Piston Karya Honda Ditolak Toyota</h3>
<p>Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, dengan membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Pada tahun 1934, Soichiro berencana membuat mobil sendiri. Bukan mengambil mesin mobil dari merek-merek terkenal di masa itu. Niat itu pun ia jalani dengan terlebih dahulu membuat ring piston. Di tahun 1935, tepat disamping bengkel Art ia membuat papan nama Pusat Penelitian Ring Piston Art.</p>
<p>Di tahun yang sama, Soichiro menikah dengan Sachi, seorang wanita berpendidikan. Kehadiran Sachi yang berpendidikan, bagi Soichiro yang tidak menjalani pendidikan formal menjadi sangat besar artinya. Sachi tidak hanya berperan sebagai istri, tapi juga guru yang mengajarkan tata krama dan ilmu-ilmu dasar. Tapi yang paling besar artinya adalah bagaimana Sachi mengerti tentang minat Soichiro pada bidang teknik.</p>
<p>Pada tahun 1938, Soichiro Honda yang kala itu masih dalam keadaan miskin memiliki keinginan untuk mendesain ring piston yang dijual dan dibuat untuk Toyota Corporation. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring piston buatan Soichiro selalu gagal, karena ia sama sekali tak mengerti <a title="masalah" href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/">masalah</a> pencampuran logam. Ring piston buatannya selalu patah atau menggores dinding silinder. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual.</p>
<p>Soichiro selalu mengingat reaksi teman-teman kerjanya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel. Karena kegagalan itu, Honda sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal ring piston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.</p>
<p>Akhirnya ia datang ke Sekolah Tinggi Hamamatsu jurusan mesin, dan diberitahu bahwa ada campuran lain yang diperlukan untuk membuat ring piston, diantaranya silikon. Dengan informasi yang ia terima, akhirnya ia punya tekad yang bulat untuk melanjutkan kuliah, walaupun saat itu Soichiro sudah berumur 28 tahun.</p>
<p>Setiap hari ia berangkat kuliah dan pada malam harinya ia mendesain sampai lengannya cacat. Sekalipun ia telah mengalokasikan dananya untuk riset pembuatan ring pistone tersebut, tapi ternyata semua itu belumlah cukup, sampai ia pernah menjual perhiasan istrinya.</p>
<p>Namun setelah dua tahun menjadi mahasiswa, Honda dikeluarkan karena jarang masuk kuliah. “Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya.”, ujar Honda. Kepada Rektor, ia jelaskan maksud mengikuti kuliah bukan mencari ijasah, melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.</p>
<p>Setelah bertahun-tahun akhirnya Honda berhasil mendesain ring piston sesuai kriteria Toyota. Sayangnya, Toyota masih menolak. Soichiro tidak putus asa. Ia terus berusaha menciptakan ring piston dengan kualitas terbaik.</p>
<h3>Kegagalan Bertubi-tubi</h3>
<p>Berkat kerja kerasnya, desain ring piston akhirnya berhasil diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Malang nasib Honda, niatan itu harus kandas. Pemerintah Jepang tidak memberikan pinjaman dana. Ia tidak kehabisan akal, dikumpulkannya modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.</p>
<p>Bengkel yang ia dirikan akhirnya berproduksi secara resmi pada tahun 1941 setelah ada investor dari Toyota. Pada tahun 1945, tepatnya setelah perang dunia kedua, Jepang menjadi negara rendah karena kalah perang. Kemalangan ikut menimpa Soichiro, pabriknya terbakar dua kali. Dampaknya, kehidupan Soichiro menjadi terlunta-lunta. Ia tak mengerjakan pekerjaan apapun saat itu. Tidak ada niat lagi untuk membangun pabrik, bahkan ia hanya ingin belajar bermain suling.</p>
<p>Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, <a title="Bencana alam terdahsyat sepanjang sejarah" href="http://manikarum.com/2009/12/bencana-alam-terdahsyat/">gempa bumi</a> meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Piston ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang dunia kedua, Jepang kekurangan persediaan bensin.<br />
<!-- BEGIN SMOWTION TAG - 468x60 - blog e manik arum: hobbies - DO NOT MODIFY -->
<p style="text-align:center;">
<script type="text/javascript"><!--
smowtion_size = "468x60";
smowtion_section = "1298485";
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://ads.smowtion.com/ad.js">
</script>
</p>
<!-- END SMOWTION TAG - 468x60 - blog e manik arum: hobbies - DO NOT MODIFY --></p>
<h3>Bangkit Lewat Pabrik Motor</h3>
<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/honda-atype.jpg" alt="Soichiro Honda" /></center></p>
<p>Kondisi ekonomi Jepang semakin porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk <a title="Pembeli istimewa" href="http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/">membeli makanan</a> bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Dari sini Honda ingin mendirikan pabrik motor. Namun masalahnya kembali kepada modal usaha.</p>
<p>Ia menyurati 18.000 pemilik toko sepeda. Ia menyodorkan penemuan baru dan berhasil menarik simpati 5.000 pemilik toko yang bersedia memberinya modal. Tapi ternyata sepeda motornya masih belum terjual laris, sebab terlalu besar. Oleh karena itu, ia merampingkan dan mengubah menjadi The Super Cub. Akhirnya ia sukses dan mendapatkan penghargaan Emperor’s Award dari Pemerintah Jepang.</p>
<p>Sejak mendirikan pabrik motor itulah, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda terus berkembang hingga akhirnya merambah ke mobil, dan mesin-mesin lainnya. Motor dan mobil Honda telah menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia hingga saat ini.</p>
<h3>Hidup Sederhana, Tidak Memberikan Warisan Harta kepada Anak</h3>
<p>Soichiro Honda adalah seorang pimpinan perusahaan yang sangat sederhana dan bersahaja, sebagaimana tipe pemimpin Jepang lainnya. Di perusahaan barunya ini, ia mengenakan seragam sebagaimana dikenakan karyawan biasa, kemeja dan topi putih. Dia lebih suka bekerja di bengkel, meskipun tersedia ruangan representatif di perusahaannya. Honda memimpin 23.000 pegawai dan membawahi 43 perusahaan di 28 negara, enam di antaranya ada di <a title="Hibakusha" href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/">Jepang</a>.</p>
<p>Soichiro tidak memiliki harta pribadi. Dia tinggal dalam sebuah rumah sederhana. Kegemarannya melukis di atas kain sutra dan bermain golf. Barangnya yang berharga adalah sebuah helikopter dan mobil biasa. Penghasilannya dipakai untuk penelitian dan bea siswa kaum muda. Dia bahkan tak memberi warisan kepada anak-anaknya.</p>
<p>“Warisan paling berharga yang dapat saya berikan adalah membiarkan mereka sanggup berusaha sendiri.”, katanya.</p>
<p>Tokoh sederhana ini, meninggal pada tanggal 5 Agustus 1991 dalam usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap penyakit lever. Meninggalkan istrinya, Sachi dan seorang anak laki-laki serta dua anak perempuan.</p>
<p>Soichiro Honda berpesan, jangan hanya melihat sisi keberhasilannya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihat pula kegagalan-kegagalan yang pernah dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya.”, tuturnya. Ia memberikan <a title="Kategori petuah" href="http://manikarum.com/category/petuah/">petuah</a> ketika Anda mengalami kegagalan, mulailah bermimpi, mimpikanlah hal baru.</p>
<p><em>Sumber: http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1816#more-1816</em></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 05:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah kala, ada seorang raja yang gemar berburu. Suatu ketika saat berburu, jarinya terluka. Tabibnya yang tua merawat jari itu. Raja yang gelisah bertanya, &#8220;Gimana pakdhe, jariku baik-baik aja kan?&#8221;. Tabibnya menjawab, &#8220;Baik atau buruk, siapa yang tahu?&#8221; Beberapa hari kemudian, jari itu terinfeksi hingga jadi bengkak. Raja kembali menemui tabibnya dengan panik, &#8220;Gimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sebuah kala, ada seorang raja yang gemar berburu. Suatu ketika saat berburu, jarinya terluka. Tabibnya yang tua merawat jari itu. Raja yang gelisah bertanya, &#8220;Gimana pakdhe, jariku baik-baik aja kan?&#8221;. Tabibnya menjawab, &#8220;Baik atau buruk, siapa yang tahu?&#8221;</p>
<p>Beberapa hari kemudian, jari itu terinfeksi hingga jadi bengkak. Raja kembali menemui tabibnya dengan panik, &#8220;Gimana nih? Jariku baik-baik aja kan?&#8221;. Tabibnya menjawab, &#8220;Baik atau buruk, siapa yang tahu?&#8221;</p>
<p>Jawaban tabib tersebut tidak membuat raja terkesan sama sekali, namun ia hanya bisa mempercayai tabibnya. Beberapa hari kemudian luka itu sudah begitu parahnya hingga tabib harus memotong jarinya atau diamputasi. &#8220;Kenapa gak bilang kalau bakalan tambah buruk sih?!!&#8221;. Raja murka dan menjebloskan tabibnya ke penjara karena tidak bisa menyelamatkan jarinya. &#8220;Nah sekarang gimana rasanya di penjara pakdhe, bagus kan?!&#8221;. Tabib menjawab, &#8220;Bagus atau enggak, siapa yang tahu?&#8221;. &#8220;Dasar tabib sinting!!&#8221;, raja mendengus.<br />
<span id="more-531"></span><br />
Setelah luka jarinya yang telah diamputasi sembuh, raja kembali berburu. Kali ini ia mengejar buruannya sampai ke pelosok rimba, terpisah dari rombongannya, dan ia ditangkap oleh suku penghuni rimba. Mereka menangkapnya untuk dikorbankan kepada dewa-dewa mereka. Bukan kepalang takutnya sang raja. Akan tetapi, tepat ketika raja nyaris dikorbankan, mereka melihat jari tangannya kurang satu. Suku rimba itu berkata, &#8220;Wah kayaknya kita nggak bisa mengorbankan kamu nih..soalnya cacat sih, cari yang lain aja!&#8221;. Jadi mereka melepaskannya.</p>
<p>Ketika raja berhasil pulang ke kerajaannya, ia berpikir &#8220;Wow&#8230;untung. Jika jariku lengkap, aku pasti dah tamat&#8230;<a href="http://manikarum.com/2010/02/the-end/" title="The end">the end</a>!&#8221;. Lalu ia menemui tabib di penjara, &#8220;Luar biasa pakdhe!! Jariku emang ilang, tapi siapa yang tahu kalo justru baik buatku. Makasih banyak pakdhe! Sekarang pakdhe boleh keluar dari penjara!&#8221;. Raja melanjutkan, &#8220;Aku menyesal karna udah berbuat buruk memenjarakan pakdhe.&#8221; Tabib itu menyeletuk, &#8220;Apanya yang buruk?? Lha justru itu bagus buat saya, karena kalo saya nggak dipenjara, saya pasti ikut berburu dengan raja. Suku rimba akan menangkap saya dan karena jari saya lengkap, pastilah saya yang dikorbankan!!&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sahabat terbaik</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 15:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika di India kuno, hiduplah seorang guru yang telah tua. Pada zaman itu jumlah sekolah belum banyak, dan hanya ada satu guru dan banyak siswa dalam satu sekolah. Guru ini pun mengajarkan banyak hal. Guru ini sangat tersohor dan punya banyak murid, namun dia juga memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika di India kuno, hiduplah seorang guru yang telah tua. Pada zaman itu jumlah sekolah belum banyak, dan hanya ada satu guru dan banyak siswa dalam satu sekolah. Guru ini pun mengajarkan banyak hal. Guru ini sangat tersohor dan punya banyak murid, namun dia juga memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dan semua murid laki-laki menyukai putrinya itu. Suatu hari, guru itu datang dan mengumumkan,</p>
<p>&#8220;Dengar, sudah saatnya putriku untuk menikah, dan aku tahu kalian semua menyukainya. Menurut tradisi, dia seharusnya menikahi salah satu dari muridku. Jadi untuk menemukan siapa dari kalian yang akan menikahinya, aku akan memberi kalian sebuah ujian. Ini adalah <a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian saringan tiga kali">ujian kebijaksanaan</a> dan kepatuhan, namun ujian ini juga akan <a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">memecahkan masalahku</a>, yaitu membelikan rumah untuk putriku. Jadi yang harus kalian lakukan adalah, minggu depan kalian masing-masing harus pergi ke desa-desa di sekitar sini, mengendap-endaplah ke dalam rumah penduduk dan curilah apapun yang kalian bisa. Tapi pastikan tak seorang pun melihat kalian. Barangsiapa yang mencuri paling banyak selama tujuh hari, karena kepatuhan dan kebijaksanaannya ia boleh menikahi putriku.&#8221;</p>
<p>Tentu saja para murid begitu terkejut, guru meminta mereka mencuri?! Namun mereka semua menyukai putri sang guru, jadi mereka berpikir, &#8220;cinta adalah yang terpenting, aku akan lakukan apapun <a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">demi cinta</a>&#8220;. Dan hari dimulainya ujian itu pun tiba, mereka berlomba-lomba mencuri sebanyak-banyak selama seminggu. Pada akhir hari ketujuh semua murid berkumpul untuk melihat siapa yang menang.<br />
<span id="more-525"></span><br />
Guru mengumumkan, &#8220;Kalian telah melakukan ujian ini dengan sangat baik. Kalian telah mencuri begitu banyak barang, ada cukup banyak di sini untuk pasangan mempelai manapun untuk memulai penghidupan yang baik. Namun sebelum aku mengumumkan siapa yang mencuri paling banyak, adakah diantara kalian yang belum mencuri sama sekali?&#8221;</p>
<p>Salah seorang murid mengangkat tangannya. Guru menatap murid tersebut dan menghardiknya. &#8220;Mengapa kamu tidak melakukannya wahai pemuda yang tidak patuh?&#8221;. Murid muda ini berdiri dan berkata, &#8220;Tapi saya patuh, guru. Saya mengikuti semua perintah guru.&#8221;. &#8220;Kalau begitu kenapa kamu tidak mencuri?&#8221;. &#8220;Saya sudah mengendap-endap  memasuki desa pada malam hari, lalu menunggu penghuninya terlelap. Lalu saya masuk ke dalam dan melihat benda berharga mereka. Dan ketika saya hendak mengambilnya, saya ingat guru berkata bahwa jangan mengambilnya jika ada yang memperhatikan. Dan saya menyadari ada yang memperhatikan, yaitu saya sendiri. Saya melihat diri saya mencuri, itu sebabnya saya tidak bisa mencuri apa pun.&#8221;</p>
<p>Guru itu berkata, &#8220;Akhirnya&#8230;aku menemukan seorang murid yang bijaksana sedangkan sisanya hanya murid dungu. Kalian bisa mengembalikan barang itu, sebab aku sudah memberitahu penduduk desa sebelumnya dan mereka sudah tahu kalian akan datang untuk mencuri. Mereka tidak akan melukai kalian ketika kalian mengembalikan barang itu. Aku sudah cukup kaya, aku hanya ingin tahu siapa siswa yang paling bijaksana, yang mengetahui kapanpun mereka berbuat salah selalu ada orang yang melihatnya, dan dia tidak akan pernah berani mengkhianati putriku sebab akan selalu ada orang yang mengawasi.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/lain-pecalang-lain-fpi/" title="Lain Pecalang Lain FPI">Lain Pecalang Lain FPI</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerbau dan harimau</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 02:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Ada seekor kerbau besar yang berteman dengan seorang anak kecil. Si kerbau selalu menuruti perintah dari si anak dan tidak pernah membantah. Pekerjaan sehari-hari si kerbau membajak sawah kepunyaan orang tua si anak kecil sebelum kemudian si anak memandikan kerbau itu di sore harinya. Di suatu siang yang panas, ketika kerbau itu beristirahat di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/01/kerbau-dan-harimau.png" width="400" height="321" alt="Kerbau dan harimau" title="Kerbau dan harimau" /><p class="wp-caption-text">Kerbau dan harimau</p></div>
<p>Ada seekor kerbau besar yang berteman dengan seorang anak kecil. Si kerbau selalu menuruti perintah dari si anak dan tidak pernah membantah. Pekerjaan sehari-hari si kerbau membajak sawah kepunyaan orang tua si anak kecil sebelum kemudian si anak memandikan kerbau itu di sore harinya. Di suatu siang yang panas, ketika kerbau itu beristirahat di bawah pohon yang rindang dan si anak kecil pulang untuk makan siang, datang seekor harimau menghampiri si kerbau. Harimau itu berkata, &#8220;Hai bro&#8230;.gimana kabarmu? sehatkah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu, kalau nggak sehat aku nggak akan membajak sawah hari ini.&#8221;, jawab si kerbau.</p>
<p>Harimau melanjutkan, &#8220;Aku selalu perhatikan kamu dan anak kecil itu dari jauh, dan aku heran&#8230;..kenapa kamu selalu nurut ama anak kecil itu. Kalau kamu mau, sebenarnya kamu bisa menendangnya hingga jatuh.&#8221;</p>
<p>Kerbau hanya tersenyum dan menjawab, &#8220;Dia punya sesuatu yang aku dan kamu nggak punya&#8230;.dan sesuatu itu yang membuat aku menghormatinya.&#8221;<span id="more-486"></span></p>
<p>&#8220;Emang apaan itu?&#8221;, harimau penasaran.</p>
<p>&#8220;Dia punya akal, sedangkan kita tidak&#8230;&#8221;, jawab si kerbau.</p>
<p>&#8220;Apa itu akal?&#8221;</p>
<p>Sebelum kerbau sempat menjawab, datanglah si anak kecil menghampiri mereka. Sekonyong-konyong si harimau bertanya, &#8220;Hai bro&#8230;kerbau bilang kamu punya sesuatu yang aku dan kerbau nggak punya, yaitu akal&#8230;emang seperti apa akal itu?&#8221;</p>
<p>Anak kecil itu menjawab, &#8220;Nggak aku bawa&#8230;.tadi kutinggal di rumah. Emang kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku penasaran aja&#8230;kerbau bilang dia selalu nurut kamu karna kamu punya itu. Maukah kau mengambilnya dan menunjukkannya padake?&#8221;, pinta harimau.</p>
<p>&#8220;Bisa aja&#8230;tapi nanti kamu kabur setelah aku mengambilnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku kabur??? nggak bakalan dehh&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bener nih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;aku tunggu di sini, dan aku janji nggak akan kabur.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baiklah..&#8221;. Si anak kecil pun melangkah menuju rumahnya. Tapi baru beberapa langkah diambil, dia berbalik arah dan berkata, &#8220;Tapi kalau janji aja gampang&#8230;.sekarang kamu janji, tapi siapa yang bisa jamin nanti kamu nggak kabur. Gimana kalau kamu aku ikat di pohon itu supaya kamu nggak bisa kabur?&#8221;</p>
<p>Saking penasarannya, harimau pun mengikuti saran anak itu. Dibiarkannya tubuhnya diikat di batang pohon oleh si anak kecil. Setelah terikat, si anak kecil meminta harimau untuk menunggu. Kemudian anak kecil itu pergi menuju rumahnya sambil bersiul.</p>
<p>10 menit berlalu. 15 menit, 30 menit hingga 1 jam harimau menunggu tapi anak kecil itu tak kunjung datang. Harimau mulai resah dan tak nyaman. Dia pun berusaha melepaskan ikatannya, tapi rupanya ikatan anak kecil itu lebih kuat dari yang dia sangka. Hingga hari beranjak sore, anak itu tak juga kelihatan, harimau pun meminta pada si kerbau untuk memanggilkan anak kecil itu. Kerbau hanya menjawab sambil tertawa, &#8220;Kena deh kamu&#8230;itulah akal manusia.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam atau bebek</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 06:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di hutan. Tatkala mereka menikmati kebersamaan, tiba-tiba terdengar suara di kejauhan. Mereka berdebat tentang suara apakah itu. Si suami akhirnya sadar, siapa yang peduli itu suara apa, bukankah jauh lebih penting menjaga keharmonisan mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan ketika malam baru seumur jagung. Mereka sedang menikmati kebersamaan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, &#8220;kuek kuek&#8230;.kuek&#8221;</p>
<p>&#8220;Ayam siapa itu ya&#8230;malam-malam begini masih keluyuran? O, barangkali mungkin karena sekarang weekend ya?&#8221;, kata si istri.</p>
<p>&#8220;Ayam? Bukan sayang&#8230;itu suara bebek.&#8221;, jawab si suami.</p>
<p>&#8220;Garing ah becandanya&#8230;.udah jelas-jelas itu suara ayam.&#8221;, si istri bersikeras.</p>
<p>Si suami menyabar-nyabarkan diri, &#8220;Bukan sayang&#8230;itu bebek, kalau ayam itu suaranya kukuruyuuuk. Kalau kuek kuek itu bebek!&#8221;</p>
<p>Si istri masih kekeuh kalau itu suara ayam, &#8220;Terserahlah&#8230;.aku yakin itu suara ayam.&#8221;</p>
<p>Hening sejenak sebelum akhirnya suara itu terdengar lagi, &#8220;kueek kuek&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tu kan&#8230;itu suara ayam.&#8221; kata si istri.</p>
<p>&#8220;Dengar yaa&#8230;.itu suara bebek, b-e be b-e be k&#8230;.BEBEK!&#8221;, kata si suami yang mulai geregetan.</p>
<p>&#8220;Tapi itu ayam&#8230;&#8221;<br />
<span id="more-462"></span><br />
&#8220;Kamu ini! Itu jelas-jelas buueebeeeek!&#8221;, si suami terlihat mulai marah.</p>
<p>Si istri yang sudah hampir menangis berkata, &#8220;Tapi itu ayam.&#8221;</p>
<p>Si suami melihat air mata yang mengembang di pelupuk mata istrinya, dan teringat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan berkata dengan mesra, &#8220;Maafkan aku sayang&#8230;sudah jangan menangis.&#8221;</p>
<p>&#8220;Siapa yang menangis&#8230;orang cuma menjatuhkan air mata kok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kayaknya kamu benar&#8230;itu suara ayam.&#8221;, si suami berkata dengan lembut.</p>
<p>&#8220;Terima kasih sayang.&#8221;, kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya. Dan mereka pun terlihat mesra seperti sebelumnya.</p>
<p>&#8220;kueek kueek&#8230;&#8221;, terdengar lagi suara itu mengiringi kebersamaan mereka.</p>
<p>Si suami akhirnya sadar, siapa yang peduli itu suara ayam atau bebek, bukankah jauh lebih penting menjaga kehangatan cinta dan keharmonisan mereka. Lagipula jangan-jangan itu memang suara ayam 007 yang lagi menyamar menjadi bebek.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/lain-pecalang-lain-fpi/" title="Lain Pecalang Lain FPI">Lain Pecalang Lain FPI</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak kaki Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.</p>
<p>Di akhir pemutaran adegan perjalanan hidupnya, pria itu menoleh ke belakang dan melihat jejak kaki yang masih membekas di pasir. Dia memperhatikan bahwa ada saat-saat tertentu dimana jejak kaki yang terlihat di pasir hanya ada satu, dan itu terjadi pada saat-saat terendah dan tersedih dalam hidupnya.</p>
<p>Karena penasaran, pria ini bertanya kepada Tuhan. &#8220;Boss, kamu bilang bahwa sekali aku berjanji untuk mengikutimu, kau akan selalu berjalan di sisiku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Tapi aku perhatikan ketika  aku sedang dalam masalah dan terpuruk, hanya ada satu jejak kaki di pasir. Mengapa kau tega meninggalkanku di saat-saat aku sangat membutuhkanmu?&#8221;</p>
<p>Tuhan menjawab, &#8220;Kamu tahu kalau aku sayang umatku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mereka yang sudah mengikutiku. Di saat-saat kamu sedang mengalami penderitaan, dan kamu hanya melihat satu jejak kaki di pasir, sesungguhnya pada saat itu aku sedang menggendongmu supaya kamu bisa melaluinya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 05:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah teman yang kamu miliki, tapi Tuhan akan menanyakan berapa orang yang telah menganggapmu sebagai sahabat sejati.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Tuhan tidak akan bertanya berapa dan jenis kendaraan yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya berapa jumlah orang yang sudah kamu antar dengan kendaraan itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa meter persegi luas rumah yang kamu tinggali, tapi Tuhan akan menanyakan berapa jumlah orang yang sudah kamu jamu dengan baik di rumah itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa bagus pakaian yang kamu simpan di dalam lemari, tapi Tuhan akan menanyakan seberapa sering kamu memberi pakaian kepada yang lebih membutuhkan.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan status sosialmu, tapi bagaimana kamu menunjukkan sikap sosialmu terhadap sesama.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah materi yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya apakah materi yang kamu punya itu telah mendikte hidupmu.</li>
<p><span id="more-414"></span></p>
<li>Tuhan tidak akan bertanya berapa gaji paling tinggi yang pernah kamu terima, tapi bagaimana caramu untuk mendapatkan gaji yang tinggi itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan bertanya seberapa sering kamu bekerja lembur, tapi Tuhan akan bertanya apakah itu kamu lakukan untuk keluarga dan orang-orang yang kamu sayangi.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa sering kamu mendapatkan promosi dalam pekerjaan, tapi seberapa sering kamu mempromosikan orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu dirimu sendiri, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah teman yang kamu miliki, tapi Tuhan akan menanyakan berapa orang yang telah menganggapmu sebagai sahabat sejati.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa yang sudah kamu lakukan untuk melindungi hak-hakmu, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk melindungi hak-hak orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa tinggi jabatanmu dalam pekerjaan, tapi apakah kamu sudah melakukan pekerjaanmu dengan sepenuh hati.</li>
<li>Tuhan tidak akan bertanya bagaimana kamu diperlakukan oleh tetanggamu, tapi Tuhan akan bertanya bagaimana kamu memperlakukan tetanggamu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa warna kulitmu, tapi Tuhan akan menanyakan bagaimana isi dari karaktermu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa kali tindakanmu yang sesuai dengan apa yang kamu ucapkan, tapi berapa kali tindakanmu bertentangan dengan apa yang kamu ucapkan.</li>
</ul>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/menghadapi-masalah.jpg" width="400" height="328" alt="menghadapi masalah" title="menghadapi masalah"/></p>
<p>Cerita ini dikutip dari buku “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa yang anda inginkan”. Barangkali bisa memberi kita sedikit inspirasi dan motivasi dalam menghadapi masalah.</p>
<blockquote><p>“Bung Norman,” kawan saya menyapa.<br />
“Tolong bebaskan saya dari masalah yang menindih hidupku ini, maka saya akan berikan anda seribu dollar uang kontan atas kebaikan jasa anda itu.”<br />
Tentu saja saya bukanlah seorang yang suka menampik permintaan semacam itu. Maka saya pun merenungkan dan mempertimbangkan usul kawan saya itu dan muncul dengan satu pemecahan masalah yang lumayan juga. Sekurang-kurangnya cukup realistis sifatnya. Tetapi George nampaknya agak segan rupanya, sebab ia telah terlanjur menjanjikan 1000 dolar sebagai hadiah.</p>
<p>”Tidak apa George,” Norman berkata. “Saya tetap saja mau bantu kamu. Oleh sebab itu mari kita pecahkan bersama masalahnya. Kalau tidak salah anda ingin bebas dari segala masalah anda itu, bukan? Sampai habis dan tuntas?“<br />
&#8220;Ya Betul,” Jawab George.<br />
“Saya ingin lepas dari segala masalah yang saya hadapi dalam hidup ini. Saya sudah bosan dan kapok dalam menghadapi cobaan, ujian dan kemelut dalam hidup ini. Saya ingin bebas untuk selama-lamanya.”<br />
”Baiklah George, saya sudah punya jawabannya”, kata norman. Akan tetapi saya sangsi apakah kau mau menerima jawaban saya atau tidak. Dengarkan! Beberapa waktu lalu saya sedang melakukan tugas profesionalku, dimana saya harus berhadapan dengan pemimpin kelompok orang-orang yang yang lebih dari puluhan ribu jumlahnya. Dan tak seorang pun dari mereka memiliki masalah kehidupan.”</p>
<p>Wajah George langsung cerah, matanya berbinar-binar kegirangan karena keingintahuannya. ”Nah itulah tempat yang cocok bagi saya. Antarkanlah saya ke tempat itu teman”. Ujar si George girang.<br />
“Baiklah,” jawab Norman. ”Tetapi tempat yang saya maksud adalah perkuburan. Dan memang itulah kenyataannya George. Bahwa di perkuburan itu tak ada seorang pun yang menghadapi masalah hidup. Bagi orang yang sudah menjadi penghuni di kuburan tidak akan pernah merasa cemas karena hidup yang penuh masalah itu telah berlalu bagi mereka. Mereka telah istirahat dari tugas dan pekerjaannya tiap hari. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita baca dalam koran atau surat kabar atau bahkan apa yang kita lihat di televisi mereka sudah tidak peduli. Mereka tak punya masalah lagi dengan kehidupan, mereka beralih masalah pada hidup mereka di alam kubur. Karena memang mereka bukanlah orang hidup dan mereka adalah orang yang sudah mati.” Tegas Norman kepada George.</p></blockquote>
<p> <span id="more-385"></span><br />
Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah. Seperti intan dan arang, meskipun keduanya tercipta dari unsur yang sama yaitu karbon, tapi intan yang jauh lebih sering &#8220;dihadang masalah&#8221; dan lebih tangguh dalam &#8220;menghadapi masalah&#8221; memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada arang.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Mario Teguh juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya memperlakukan masalah. Jika kita beranggapan masalah-masalah kita bersifat permanen dan tak bisa dipecahkan, maka seolah-olah permanenlah penderitaan kita. Jika kita memandang bahwa segala upaya kita tidak akan mengeluarkan kita dari masalah, maka lemahlah upaya kita untuk memperbaiki keadaan. Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita, dan kehilangan pandangan dari keuntungan jangka panjang, yang dihasilkan oleh upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang penting dan yang prioritas. Dengan analoginya Mario Teguh mengatakan, tidak dibutuhkan air yang banyak untuk menenggelamkan kita, hanya segelas air, yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk ke pernafasan kita.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilempar batu sama malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan dengan cara yang misterius selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/dilempar-batu.gif" width="300" alt="dilempar batu" title="dilempar batu" style="background:none;border:none;"/></p>
<p>Seorang eksekutif muda sedang mengendarai mobilnya menyusuri jalanan sepi di sekitar tempat tinggalnya. Dia kelihatan sedang buru-buru sampai dia tidak menghiraukan seorang anak kecil di pinggir jalan yang melambaikan kedua tangannya seolah ingin memanggil dia. Tidak jauh setelah dia melewati anak kecil yang berdiri itu, tiba-tiba sebongkah batu melayang dan mengenai kaca mobilnya. Eksmud itu pun terkejut dan menghentikan mobilnya. Dia keluar dan menghampiri anak kecil yang berdiri tadi, “Apa kamu yang melempar mobilku tadi?”</p>
<p>Anak itu mengakui perbuatannya dan langsung meminta maaf. “Maaf om, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya sudah memanggil orang-orang yang lewat tapi tak ada yang mau berhenti, jadi terpaksa saya melempar dengan batu supaya om mau berhenti.” Dengan masih menitikkan air mata, anak itu menunjuk ke adiknya yang cacat dan terjatuh di pinggir trotoar. “Dia itu adik saya, dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat untuk mengangkatnya. Maukah om membantu mengangkatnya kembali ke kursi roda?”</p>
<p>Eksmud yang sedikit terhenyak itu akhirnya mendekati anak kecil yang terjatuh itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Dia mengambil sapu tangan dan membersihkan luka di tangan anak itu. Anak kecil yang melempar batu tadi mengucapkan terima kasih dan pelan-pelan mendorong kursi roda saudaranya meninggalkan eksmud itu. Eksmud itu masih terdiam dan buru-buru mengambil smartphone lalu menuliskan sesuatu di status facebooknya, &#8220;bt ndengerin bencong ngamen di bis“. <em>uppssss salah ding!! itu alex yang udah gak lebay</em>&#8230;&#8230;maksudnya seperti ini, &#8220;<strong>Don&#8217;t go through life so fast that someone has to throw a brick at you to get your attention!</strong>”</p>
<p>Tuhan dengan cara yang misterius (mungkin dengan sedikit bantuan malaikat-Nya) selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengeluh</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali sebelumnya anda sudah pernah membaca cerita ini. Barangkali anda juga menganggap kalau cerita ini basi. Tapi saya ceritakan lagi di sini biar tambah basi  <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/yawn.png' alt='Yawn' title='Yawn' class='tse-smiley' /> </p>
<p>Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada di sampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu dan akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya yang selalu setia.</p>
<p>Kekasihnya bertanya kepada gadis itu, ”Sayang… sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria kekasihnya itu yang selama ini sudah sangat setia mendampingi hidupnya sewaktu dia masih dalam keadaan buta. Dan akhirnya si pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.”</p>
<p>Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia. </p>
<p><strong>Petuah</strong> : NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya!!!</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Jenderal dan Prajurit</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita yang diceritakan oleh Tung Desem Waringin. Yang dimaksudkan di sini adalah apakah bisa, kita sebagai pemimpin membuat bawahan kita, anak buah kita, pegawai kita benar-benar berjuang untuk kita membela kita sampai titik darah penghabisan? Apakah kita bisa menjadi pemimpin seperti itu yang memotivasi bawahan kita untuk menghasilkan kinerja yang luar biasa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan ada seorang jenderal di kisah Tiga Negara di Negeri Tiongkok ketika pertempuran Tiga Negara berlangsung. Bila dia melewati suatu desa, maka di desa itu dia merekrut dan mengajak bergabung laki-laki yang sudah cukup umur untuk bergabung. Dan bila setiap 3 sampai 5 tahun lagi ketika jenderal itu melewati desa-desa itu, dia kembali merekrut calon pasukan untuk diajak bertempur. Suatu ketika ada seorang prajuit berkuda yang membawa surat dari para prajurit di medan perang yang masih hidup untuk keluarga di desa masing-masing. Ketika kurir ini memasuki desa, maka para penduduk mulai berkumpul di balai desa dari ibu-ibu sampai para manula yang berjalan harus dibantu tongkat, untuk mendapatkan kabar tentang keluarga mereka yang ikut perang. Memang ada beberapa penduduk desa yang masih buta huruf, sehingga harus dibantu prajurit untuk membacakan surat dari anaknya.</p>
<p>Di salah satu surat yang dibacakan kepada seorang ibu, surat itu memberitahukan kalau anak ibu itu masih selamat di pertempuran, setelah mengalami kejadian yang paling mengerikan. Ketika itu, pasukan sang jenderal mundur kembali ke baraknya. Anak dari ibu itu, ketika berjalan bersama pasukannya untuk kembali, kakinya tidak sengaja terkena perangkap yang ada racunnya yang dipasang oleh musuh di tanah. Kaki prajurit itu robek, darah sedikit demi sedikit keluar dari luka itu. Prajurit itu tetap berjalan mengikuti prajurit yang lain untuk pulang ke barak. Tanpa disadarinya nanah akibat dari racun yang masuk melalui luka mulai keluar sedikit demi sedikit.<span id="more-337"></span></p>
<p>Langkah semakin berat karena di sekitar luka di kaki mulai terasa sakit yang tak terkirakan. Langkah semakin berat, kaki semakin sulit untuk digerakkan dengan leluasa. Nanah yang bercampur dengan darah mulai membanjir keluar dikarenakan sobekan luka yang semakin besar karena kaki terus dipaksa berjalan. Harus terus dipaksa berjalan karena kalau berhenti berbahaya sekali karena ini masih wilayah kekuasaan musuh. Berbahaya kalau tiba-tiba ada musuh menyusul dari belakang. Titik pandangan pasukan yang paling belakang semakin hilang karena tidak bisa menyusul teman-teman yang semakin jauh. Padahal luka semakin sakit rasanya. Darah dan nanah mulai membanjir keluar dari luka. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara derap kuda yang semakin mendekat. Siapakah yang datang mendekat? Ternyata suara itu datang dari arah depan. Mulai terlihat sedikit demi sedikit yang datang adalah sang jenderal yang menunggangi kudanya. Sang jenderal menarik tangan prajurit yang terluka, membantunya untuk menaiki kudanya. Setelah itu, sang Jendral memacu kudanya mengarah ke barak pasukan. Semakin cepat kuda itu berlari, sehingga melewati barisan pasukan demi pasukan sehingga dapat menyalip seluruh pasukan yang sedang menuju kembali ke barak. Setelah menjadi yang tiba pertama kali di barak sang jenderal membantu prajurit yang terluka untuk turun dari kudanya sampai akhirnya prajurit muda itu bisa mendapatkan tempat duduk.</p>
<p>Setelah itu jenderal itu membuka sepatu milik prajurit yang terluka itu di sebelah yang sudah robek, yang bercampur darah dan nanah yang sangat banyak. Jendral itu membantu membasuh kaki si prajurit dengan air bersih dan setelah itu sang jenderal berusaha mengeluarkan racun di kaki prajurit itu dengan dihisap dengan mulutnya sendiri. Tiba-tiba ibu yang dibacakan surat dari anaknya ini berteriak histeris : &#8220;Anakku sudah mati, sudah mati anakku!!!!&#8221; Sang pembaca berita bengong dan bertanya &#8220;Ibu, anak ibu masih hidup, dia sekarang masih ada di barak&#8221;. &#8220;Kenapa dibilang sudah mati?&#8221;. Ibu itu yang masih histeris karena sedih berkata, &#8220;karena persis terjadi seperti bapaknya dahulu. Bapaknya dulu terkena panah beracun di lengannya dan ditolong oleh sang jenderal seperti dia menolong anakku. Karena perlakuan jenderal pada suamiku, maka dia berjuang dengan berani mati membela pasukan jenderal, sehingga akhirnya bapaknya anakku itu tewas di pertempuran. Maka akan samalah nasib anakku dengan bapaknya, akan berani mati bertempur di medan peperangan.&#8221; </p>
<p>Ini adalah cerita yang diceritakan oleh Tung Desem Waringin. Yang dimaksudkan di sini adalah apakah bisa, kita sebagai pemimpin membuat bawahan kita, anak buah kita, pegawai kita benar-benar berjuang untuk kita membela kita sampai titik darah penghabisan? Apakah kita bisa menjadi pemimpin seperti itu yang memotivasi bawahan kita untuk menghasilkan kinerja yang luar biasa?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Gaji Ayah</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 14:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini dikirim oleh seorang teman di milis. Saya yakin teman saya ini juga copas entah dari mana. Mungkin juga saya orang yang kesekian ribu yang meng-copas cerita ini. Barangkali juga nanti ada yang meng-copas cerita ini dari blog saya. Ahh itu nggak penting. Yang jelas saya cuma ingin berbagi. Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini dikirim oleh seorang teman di milis. Saya yakin teman saya ini juga copas entah dari mana. Mungkin juga saya orang yang kesekian ribu yang meng-copas cerita ini. Barangkali juga nanti ada yang meng-copas cerita ini dari blog saya. Ahh itu nggak penting. Yang jelas saya cuma ingin berbagi.</p>
<blockquote><p>Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.</p>
<p>&#8220;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, &#8220;Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?&#8221;<br />
&#8220;Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?&#8221;<br />
&#8220;Ah, enggak. Pengen tahu aja&#8221; ucap Sarah singkat.<br />
&#8220;Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?&#8221;<br />
<span id="more-321"></span></p>
<p>Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.<br />
&#8220;Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000 untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000 dong&#8221; katanya.<br />
&#8220;Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur&#8221;, perintah Andrew.</p>
<p>Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, &#8220;Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000 enggak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah&#8221;.<br />
&#8220;Tapi Papa&#8230;&#8221;</p>
<p>Kesabaran Andrew pun habis. &#8220;Papa bilang tidur!&#8221; hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.<br />
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000 di tangannya.</p>
<p>Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, &#8220;Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000 lebih dari itu pun Papa kasih&#8221; jawab Andrew.</p>
<p>&#8220;Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini&#8221;.<br />
&#8220;lya, iya, tapi buat apa ?&#8221; tanya Andrew lembut.<br />
&#8220;Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000 tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000 maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000 makanya aku mau pinjam dari Papa&#8221; kata Sarah polos.</p>
<p>Andrew pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk &#8220;membeli&#8221; kebahagiaan anaknya.</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujian Saringan Tiga Kali</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 14:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah baca cerita ini, tapi lupa entah di mana. Jadi biar isi ceritanya gak ikutan lupa, saya ceritakan kembali dengan bahasa saya sendiri. Suatu hari seorang pria menemui Sokrates dan berkata, “Tahu tidak apa yang baru saja saya dengar tentang teman anda?” “Anda nanya saya, lha saya nanya siapa?,” jawab Sokrates. “Kalau begini situ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah baca cerita ini, tapi lupa entah di mana. Jadi biar isi ceritanya gak ikutan lupa, saya ceritakan kembali dengan bahasa saya sendiri.</p>
<p>Suatu hari seorang pria menemui Sokrates dan berkata, “Tahu tidak apa yang baru saja saya dengar tentang teman anda?”<br />
“Anda nanya saya, lha saya nanya siapa?,” jawab Sokrates.</p>
<p>“Kalau begini situ saya beritahu.ehh..maksud saya kalau begitu sini saya beritahu.”</p>
<p>“Eits…tunggu dulu“, Sokrates menyergah pria itu dengan bergaya seperti alfito deannova yang menyergah narasumbernya untuk memberi komentar dan mempersilahkan commercial break lewat. Sokrates mengeluarkan rokok klobotnya dan menciumi aromanya sebelum dinyalakan.</p>
<p>“Sebelum anda memberitahu saya, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil yang saya sebut ujian SARINGAN TIGA KALI.” Sokrates berkata sambil mengacungkan tiga jarinya, jempol, jari telunjuk dan jari kelingking.<span id="more-270"></span></p>
<p>“Saringan tiga kali?” tanya pria itu.</p>
<p>“Yoi.” Lanjut Sokrates, “Sebelum anda bercerita tentang teman saya, ada baiknya kalau anda meluangkan waktu sejenak untuk menyaring apa yang akan anda katakan. Saringan yang pertama yaitu tentang KEBENARAN. Saya ingin tanya, sudah pastikah anda bahwa apa yang akan anda ceritakan kepada saya itu sesuatu yang benar?”</p>
<p>“Tidak”, pria itu menjawab. “Sebenarnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukan pada anda.”</p>
<p>“Mmmm…jadi anda tidak tahu apakah yang ingin anda ceritakan itu benar atau tidak. Sekarang kita coba saringan yang kedua yaitu tentang KEBAIKAN. Apakah yang ingin anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?” Sokrates bertanya.</p>
<p>“Tidak, justru sebaliknya, saya ingin mengatakan sesuatu yang buruk tentang teman anda.” jawab pria itu.</p>
<p>Sokrates mengelus-elus dagunya. “Jadi anda ingin mengatakan sesuatu yang buruk tentang teman saya dan anda juga tidak yakin kalau itu benar atau tidak. Mungkin anda masih bisa melewati saringan yang ketiga yaitu tentang KEGUNAAN. Apakah yang ingin anda beritahukan pada saya itu akan berguna buat saya?”</p>
<p>Pria itu menjawab, “Sepertinya sih tidak.”</p>
<p>“Kalau begitu mari kita simpulkan”, kali ini Sokrates bergaya seperti mario teguh dengan mengeluarkan PDA-nya.</p>
<p>“Sahabat super…jika apa yang akan anda katakan pada saya itu tidak pasti kebenarannya, tidak baik dan bahkan tidak ada gunanya buat saya, lalu kenapa anda ingin menceritakannya pada saya?”</p>
<h3><strong>Petuah:</strong></h3>
<p>Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, atau kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita yang Tertunda</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 03:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia mempunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.&#8221; Dia senang  membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia mempunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.&#8221; Dia senang  membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan. Ketika ditanya untuk melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, &#8220;Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku menyelesaikan sekolah.&#8221;</p>
<p>Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.  Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. <span id="more-238"></span>Si guru berkata, &#8220;Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya.&#8221; Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, &#8220;Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya si dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku.&#8221;</p>
<p>Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, “Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda.&#8221;</p>
<p>Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan. Kebiasaan menunda dari waktu ke waktu, dapat membuat seseorang yang pada awalnya bersemangat bermimpi, akan kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Sebab, menunda sebenarnya hanya akan mengubur kesempatan demi kesempatan yang ada untuk mewujudkan impian. Karena itu, cita-cita selamanya akan menjadi khayalan belaka jika kita tidak memulainya dengan rencana! Dan, yang utama, rencana tanpa tindakan nyata juga hanya akan jadi bualan semata. Mari, selagi masih ada waktu, gunakan sebaik-baiknya waktu kita untuk menyusun kehidupan dan meraih kesempatan, demi menggapai cita-cita.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gema</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/gema/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/gema/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 23:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221; Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;</p>
<p>Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia dapat, si bocah itu berteriak lagi, &#8220;Pengecut!&#8221;. Lagi-lagi dia mendapat balasan, &#8220;Pengecut!&#8221;.<br />
Si bocah lalu melihat ayahnya dan bertanya, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Sia ayah tersenyum dan berkata, &#8220;Perhatikan baik-baik&#8221;. Si ayah kemudian berteriak, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Suara yang keluar dari gunung itu membalas, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Si bocah terkejut tapi belum mengerti.<span id="more-132"></span></p>
<p>Si ayah lalu menjelaskan, &#8220;Orang-orang bilang itu gema, tapi sesungguhnya itulah hidup. Hidup memberimu kembali apa yang kamu katakan dan apa yang kamu lakukan. Hidup kita adalah refleksi dari tindakan kita. Jika kamu menginginkan banyak cinta dalam hidupmu, ciptakan lebih banyak cinta dalam hatimu. Jika kamu ingin orang-orang di sekitarmu peduli denganmu, maka kau harus lebih peduli lagi dengan mereka. Hidup akan memberikanmu apapun yang sudah kamu berikan kepadanya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/gema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembeli Istimewa</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 12:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di atas mengingatkan kita untuk mengubah sikap kita yang mungkin selama ini salah dalam menilai seseorang. Jika kita adalah seorang penjual yang profesional, tentunya kita akan memperlakukan setiap orang dengan baik karena siapapun orangnya, mereka patut menerima penghargaan dan pelayanan yang terbaik. Mari mulai hari ini kita belajar untuk bersikap simpatik dan ramah meskipun kelihatannya orang-orang yang kita layani adalah pribadi yang `kecil dan sederhana`. Bila kita ingin dihargai orang lain maka kita perlu menghargai mereka lebih dulu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, seorang pengemis mendatangi sebuah toko kue yang cukup terkenal. Toko itu menjual kue manju, kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau. Sementara pelayan toko membungkus kue manju itu, pemilik toko datang dan meminta bungkusan tersebut. `Biar saya sendiri yang menyerahkan kepadanya` katanya seraya memberikan bungkusan kue manju tersebut kepada si pengemis lalu mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badan. <span id="more-117"></span></p>
<p>Karena merasa heran, si pelayan bertanya, `Pak, mengapa Bapak mau menyerahkan sendiri kue itu? padahal selama ini Bapak tidak pernah melakukannya terhadap pembeli lain bahkan pada langganan pun tidak.` Pemilik toko pun menjawab, `Selama ini pelanggan kita adalah orang-orang kaya tetapi hari ini kita patut bersyukur karena toko ini dikunjungi oleh pembeli istimewa.</p>
<p>Orang tadi pasti sudah bersusah payah mengumpulkan uang untuk membeli kue manju kita dan ia patut mendapatkan perlakuan yang istimewa. `Pemilik toko kue itu bernama Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang cukup terkenal.</p>
<p>Cerita di atas mengingatkan kita untuk mengubah sikap kita yang mungkin selama ini salah dalam menilai seseorang. Jika kita adalah seorang penjual yang profesional, tentunya kita akan memperlakukan setiap orang dengan baik karena siapapun orangnya, mereka patut menerima penghargaan dan pelayanan yang terbaik. Mari mulai hari ini kita belajar untuk bersikap simpatik dan ramah meskipun kelihatannya orang-orang yang kita layani adalah pribadi yang `kecil dan sederhana`. Bila kita ingin dihargai orang lain maka kita perlu menghargai mereka lebih dulu.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Serigala</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/dua-serigala/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/dua-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 10:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sesepuh dari suku apache sedang mengajarkan kehidupan kepada cucu-cucunya. Dia berkata kepada mereka, &#8220;di dalam diriku sedang terjadi pertempuran yang sangat mengerikan antara dua serigala. Serigala yang satu mewakili ketakutan, kemarahan, rasa iri, penderitaan, penyesalan, ketamakan, kesombongan, dendam, rasa bersalah, kebohongan, kebanggaan yang palsu dan ego. Sedangkan serigala yang satu lagi mewakili kegembiraan, damai, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang sesepuh dari suku apache sedang mengajarkan kehidupan kepada cucu-cucunya. Dia berkata kepada mereka, &#8220;di dalam diriku sedang terjadi pertempuran yang sangat mengerikan antara dua serigala. Serigala yang satu mewakili ketakutan, kemarahan, rasa iri, penderitaan, penyesalan, ketamakan, kesombongan, dendam, rasa bersalah, kebohongan, kebanggaan yang palsu dan ego. Sedangkan serigala yang satu lagi mewakili kegembiraan, damai, cinta, harapan, rasa untuk berbagi, ketenangan, kerendahan hati, kebaikan, persahabatan, kemurahan hati, kebaikan dan keyakinan. Dan pertarungan ini juga ada di dalam diri kalian, dan diri setiap orang.&#8221;</p>
<p>Mereka berpikir sejenak dan salah satu dari mereka bertanya, &#8220;serigala yang mana yang akan menang?&#8221;</p>
<p>Sesepuh menjawab dengan singkat, &#8220;yang kalian beri makan setiap hari.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/dua-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kura-kura</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/06/kura-kura/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/06/kura-kura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[kura-kura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Ada sekelompok kura-kura memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasarnya kura-kura dari sananya memang serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka membutuhkan waktu tujuh tahun. Akhirnya kelompok kura-kura ini meninggalkan sarang mereka, untuk pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka. Baru tahun kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok. Selama enam bulan mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sekelompok kura-kura memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasarnya kura-kura dari sananya memang serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka membutuhkan waktu tujuh tahun. Akhirnya kelompok kura-kura ini meninggalkan sarang mereka, untuk pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka. Baru tahun kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok. Selama enam bulan mereka membersihkan tempat itu, membongkar semua keranjang perbekalan piknik dan membenahi tempat itu. Lalu mereka baru sadar dan lihat bahwa ternyata mereka lupa membawa garam. Astaga,..sebuah piknik tanpa garam?! Mereka berteriak dan sepakat bahwa ini bisa menjadi sebuah bencana luar biasa. Setelah panjang lebar berdiskusi,seekor kura-kura hijau diputuskan terpilih untuk mengambil garam di rumah mereka.meskipun ia termasuk kura-kura tercepat dari semua kura-kura yang lambat, si kura-kura hijau mengeluh, merengek, menangis dan meronta-ronta dalam batoknya tanda tak suka dengan tugas yang diberikan kepadanya.<span id="more-47"></span></p>
<p>Namun atas desakan semua pihak akhirnya dengan terpaksa dia bersedia pergi tapi dengan sebuah syarat, bahwa tidak satupun dari mereka boleh makan sebelum dia kembali membawa garamnya. Mereka setuju dan si kura-kura hijau ini berangkatlah. Tiga tahun lewat dan kura-kura hijau itu masih blm kembali.lima tahun ,..enam tahun ,..lalu masuk tahun ke tujuh kepergiannya, seekor kura-kura tua sudah tak kuat menahan laparnya. Lalu dia mengumumkan bahwa ia begitu lapar dan mengajak lainnya untuk makan dan mulailah dia membuka kotak perbekalan. Pada saat itu juga muncul kura-kura hijau dari balik akar pohon dan berteriak keras;`Lihat!!benar kan!? Aku tahu kalian pasti tak sabar menungguku,kalau begini caranya aku tidak mau pergi mengambil garam`</p>
<p>Sementara orang sering memboroskan waktu sekedar untuk menunggu hingga orang lain memenuhi harapannya. Dan sebaliknya, dia juga sering begitu kuatir, prihatin, sering-sering malah terlalu memperdulikan apa yang dikerjakan orang lain sampai-sampai dan bahkan tak ada apapun yang dia perbuat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/06/kura-kura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

