Tulisan yang tersimpan di Kategori ‘Surat kaleng’
Monday, July 19th, 2010 |
Menunggu itu nikmat? Gak salah pakdhe? Gak gak salah kok…menunggu emang nikmat, kalo tau triknya. Berikut ini tips untuk mengurangi bt (bukan Butuh Tatih tayang) akibat menunggu.
1. Angkat jari telunjuk kanan lalu bersihkan. Kalo jari telunjuk anda berdiameter >1,5cm, boleh diganti dengan jari kelingking.
2. Setelah bersih, masukkan jari anda ke lubang hidung sebelah kanan. Setelah di dalam, goyang-goyang ujung jari dan rasakan apakah ada sesuatu yang mengganjal. Kalau ada, dengan menggunakan ujung kuku cobalah pancing benda tersebut. Setelah terpancing, tariklah IHO (Identified Hidden Object) tersebut dari tempat persembunyiannya. Setelah terpancing keluar, buang objek tersebut dengan cara disentil. Tapi hati-hati, harap perhatikan keadaan sekitar, kalau ramai anda harus melakukannya dengan diam-diam kalo tidak ingin dibilang jorok. Kalau tetap tidak memungkinkan, ada alternatif lain, anda bisa menempelkan benda tersebut di bawah kursi, di balik meja, atau yang lebih ekstrim, usapin di atas kepala.
3. Ulangi langkah 1 dan 2 untuk memastikan hidung anda sudah bersih dari IHO.
4. Ulangi langkah 1-3 untuk jari tangan kiri dan lubang hidung sebelah kiri.
5. Setelah melakukan langkah 1-4, tapi yang anda tunggu tak kunjung datang, lakukan lagi langkah 1-4.
Semoga tips gak penting ini bermanfaat.
Note: Postingan ini ditulis, (eh salah ding… bukan ditulis tapi diketik, eh salah lagi dink…kalo diketik kan makai jari kanan dan kiri,tapi ini cuma makai jempol, jadi lebih cocok disebut dipencet) dari HP. HP-nya soner, browsernya opera mini versi 5.0.19693, jempolnya yamaha 5 tak.
Note lagi: Setelah selesai memencet tulisan ini, yang saya tunggu juga tak kunjung datang. 
Posted in Surat kaleng | 3 Comments »
Friday, June 25th, 2010 |
25 juni 2009, pertama kali saya learning by doing untuk nge-blog. Waktu itu masih numpang nginep di rumah pakdhe-pakdhe yang baik hati di wordpress.com dengan nama domain manikarum.wordpress.com. Tanpa bermodal literatur atau tutorial tentang blog, hanya sebungkus rokok dan segelas kopi ditambah rasa percaya diri bahwa saya ini bukan seorang sarjana, jadi kalaupun melakukan kesalahan masih bisa dimaklumi dan gak malu-maluin, akhirnya selesai sudah proses pembuatan blog berikut postingan perdananya yang berjudul “Pdf It!“. Karena prosesnya yang spontan, saya pun bingung blog ini diisi apa dan mau dibawa kemana, seperti kata band Armada “mau dibawa kemana hubungan kita….“, maka tagline-nya saya tulis aja “Blog seng rapatinggena“, atau blog yang gak jelas (sampai sekarang pun masih gak jelas). Dan satu pelajaran yang saya petik, ternyata membuat blog itu mudah, semudah menarik upil dari tempat persembunyiannya hanya dengan satu jari kelingking. Barangkali yang agak susah itu membuang upil yang sudah terjerat, mau dibuang di lantai begitu saja, gak enak takut ada yang ngeliatin. Ya akhirnya terpaksa ditempelin (atau dipaksa nempel, soalnya kadang-kadang upil punya daya tarik-menarik dengan jari kita, jadi susah lepas) di balik kursi atau di tembok. Atau dengan bahasa yang lebih ilmiah, yang susah itu me-maintain bagaimana supaya sebuah blog bisa terus di-update secara berkala tanpa mengandung duplicate content atau malah copy paste dari blog lain. (…read more » )
Posted in Surat kaleng | 4 Comments »
Wednesday, June 9th, 2010 |
Seperti hari-hari kemarin, malam ini saya meluangkan waktu untuk menonton Opera Van Java, meski seperti hari-hari kemarin juga, nontonnya hanya setengah durasi (maklum TV saya agak penyakitan, bikin mata sakit kalo dipelototin lama-lama). OVJ edisi 7.6.2010 menghadirkan bintang tamu yuni shara dan unang bagito. Gak ada yang istimewa, kecuali satu adegan dimana azis dan yuni berpura-pura gagu. Di mana istimewanya?
Yang ini sangat subjektif. Dari dulu saya kurang suka kalau ada acara lucu-lucuan yang menampilkan pemainnya berpura-pura menjadi orang cacat, entah itu tuna wicara, tuna rungu, tuna netra, dan lain sebagainya. Yang paling parah acara terbaru yang tayang di global tv, the 3 mas ketir, dimana ketiga pemain utamanya menampilkan orang-orang cacat, yang satu buta, satu lagi tuli, dan satunya lagi gagu. The most I hated tv show. Bahkan kalau ada adegan yang lucu sekalipun, saya tetap susah sekali untuk ketawa. Bukan karena saya gak suka dengan pemainnya, atau karena lagi sakit gigi, juga bukan karena syaraf ketawa saya udah putus. Tapi lebih karena peran yang dimainkan. Cacat kok ditertawakan…. (…read more » )
Posted in Surat kaleng | 3 Comments »
Tuesday, June 1st, 2010 |
Sedikit kaget sewaktu saya membaca status dari seorang teman di facebook yang mengecam tindakan israel yang telah menyerang kapal bermuatan bantuan kemanusiaan untuk warga gaza. Bahkan saya tidak diberi laporan bilamana kapal mavi marmara telah bertolak dari turki menuju gaza (tv saya penyakitan, jadi jarang nonton berita). Tidak lama setelah itu, ada teman yang lain juga menulis status senada di temboknya. Berbekal rasa penasaran, saya pun membuka situs portal berita dari hape. Oooo, jadi begitu….salah satu dari iring-iringan kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga gaza telah diserang oleh serdadu israel. Kapal yang diserang itu merupakan kapal yang terbesar dan di dalamnya juga ada 12 penumpang dari indonesia. Kabar yang masih simpang siur menyebutkan sedikitnya ada 10 korban meninggal dan belasan lainnya terluka.
Saya langsung membuka facebook dan menulis di tembok saya seperti ini,
andai bisa menghidupkan kembali hitler,akan kuhidupkan dia dan kuamanatkan dia u/ menggelar holocaust versi 2 terhadap serdadu2 israel
(…read more » )
Posted in Surat kaleng | 5 Comments »
Monday, May 24th, 2010 |
Ini cerita yang sama sekali gak penting, meski nyata. Lima hari yang lalu, ada nomor tak terdaftar di phonebook menelpon ke hape saya. Setelah saya angkat, ternyata cowok dan dia bertanya saya ini siapa. Saya jawab ‘kiki’, lalu saya tanya balik namanya. Dia menyebut namanya dan mengatakan kalau dia salah sambung. Ya sudah, itu biasa. Tiga jam setelah itu, nomor yang sama mengirim SMS. Dia memanggil saya dengan nama belakang saya, padahal hanya orang-orang terdekat yang tahu nama paling belakang saya. Dan setelah saya baca, ternyata isi pesannya gak sopan, jadi gak bisa saya tempel di sini. Tapi dari pesannya itu, saya menangkap kesan kalau orang ini gay. Karena gak suka dengan isi pesannya, saya gak membalas dan pesannya langsung saya hapus. Malam harinya, nomor yang sama sms lagi, dia memperkenalkan diri dan bilang kalau tadi dia salah kirim sms. Dua kali dia sms, dan saya gak balas sama sekali. Dia juga sempat menelpon, tapi saya cuekin. Keesokan harinya, dia menelpon lagi. Kali ini saya terima. Dia memperkenalkan diri lagi, begitu juga saya. Kemudian dia menanyakan hal-hal yang menurut saya kurang lumrah ditanyakan kepada orang yang baru dikenal. Saya jawab sekedarnya dan mengatakan saya lagi sibuk jadi gak bisa lama-lama terima telpon yang gak penting. Malam harinya dia nelpon lagi, saya angkat tapi gak ngomong, hape saya taruh di lantai. Keesokan harinya lagi, kemuakan saya mencapai puncaknya. Dia mengirim MMS yang isinya foto alat kelaminnya, diberi keterangan kalau itu kepunyaan dia. Nggilani puooolll…… saya mau muntah tapi gak ada yang bisa dimuntahkan, kecuali kemuakan. Saya langsung balas, “fuck your self!aku bukan gay”. Tapi ternyata dia ini pantang menyerah -harusnya dia hidup di zaman kolonialisme, atau jadi tentara nippon sekalian biar gak gampang menyerah pada sekutu-. Dia kirim sms lagi, isinya lebih persuasif dan penuh rayuan. Saya gak balas, dan dia kirim mms lagi. Tapi kali ini saya gak buka mms dari dia, melainkan langsung saya hapus. Tapi dasar keras kepala, keesokan harinya dia nelpon lagi, tapi gak saya gubris. Dan dia kirim mms lagi.…. dan lagi. Tapi lagi-lagi langsung saya hapus.
Sekali sudah saya beritahu kalau saya ini bukan gay, harusnya dia sadar dan gak gerilya lagi, atau nyari mangsa lain kalau emang udah gak tahan. Dan saya gak ada rencana untuk jadi gay, setahun lagi, 5 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sampai mati saya gak ada rencana untuk jadi gay. Naudzubillah min dzalik.
Posted in Surat kaleng | 4 Comments »
Friday, May 21st, 2010 |
Dulu sewaktu masih jadi mahasiswa, saya pernah berlangganan harian kompas edisi cetak dengan harga khusus mahasiswa yang lebih rendah daripada harga biasa. Tapi meski begitu, saya waktu itu belum begitu perkasa untuk membayar seorang diri jadi saya patungan dengan seorang sahabat yang tempat tinggalnya (kos) berjarak sekitar 25 km dari tempat kos saya. Sebut saja sahabat saya ini namanya rossi, mengingat dia ini tergila-gila sama valentino rossi, sampai-sampai dia memodifikasi motor suzuki sprinternya supaya bisa ditunggangi dan berjalan hanya dengan satu tangan kiri memegang setang. Lha terus kalau nge-gas gimana? Dengan menarik kabel gas langsung dari karburator, lebih efisien karena kabel gas tidak perlu ditarik sampai ke setang, jadi seperti orang menunggang kuda. Beneran ini nyata…..dan hanya rossi yang bisa melakukan itu. Tapi sayang belum bisa sambil baca koran.
Keajaiban itu terjadi sebelum kami sepakat untuk berlangganan koran kompas. Yang menandatangani formulir berlangganan adalah rossi dan setiap hari koran diantar ke tempat kos rossi oleh tukang kirim atau loper yang juga mahasiswa sekampus dengan kami. Skenarionya, koran diantar ke tempat rossi setiap hari. Dan setelah 2 atau 4 hari, koran -koran yang sudah lampau itu dibawakan oleh rossi ke tempat saya. Atau kalau tidak begitu, saya yang berkunjung ke tempat rossi untuk membaca koran-koran yang sudah berumur 2 sampai 4 hari itu. Jadi koran yang saya baca selalu kehilangan kehangatannya. Iya kalau pisang goreng masih bisa digoreng lagi….lha kalau koran apa bisa dicetak lagi biar tetap hangat. Tapi saya LA light (baca: enjoy aja) menikmati hidangan yang agak basi itu, bahkan sampai berbulan-bulan. (…read more » )
Posted in Surat kaleng | 3 Comments »
Thursday, April 29th, 2010 |

Hari ini diperingati sebagai hari bumi, jadi saya ingin mengucapkan selamat hari bumi, tapi saya bingung ucapan itu harus saya tujukan kepada siapa, atau barangkali ke mana. Kepada bumi atau kepada seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di atas bumi, atau kepada dua-duanya. Kalau hari kartini diperingati oleh seluruh perempuan Indonesia untuk mengenang jasa, semangat dan pengorbanan ibu kita kartini, terus apakah hari bumi diperingati oleh manusia untuk mengenang bumi? Bumi kan belum tamat riwayatnya, kenapa juga harus diperingati? Di mana-mana banyak slogan “SAVE THE EARTH”, “SAVE OUR PLANET”, “SAVE THE PLANET EARTH”, dan slogan-slogan senada yang intinya berupa ajakan untuk menyelamatkan bumi. Lho emangnya bumi mau ‘the end‘ sampai perlu diselamatkan?
Sejarah memang telah bercerita kepada kita bagaimana bumi kita sering berada dalam situasi yang darurat, baik lewat kisah (yang konon katanya) nyata atau lewat kisah sci-fi hasil imajinasi pendekar hollywood. Ada kisah di zaman Nabi Nuh tentang bencana air bah yang belum ada tandingannya sampai sekarang, jatuhnya asteroid raksasa di Chixulub (Meksiko) yang konon katanya menimbulkan gempa di atas 10 SR, menciptakan tanah longsor seluas benua dan menyebabkan kepunahan lebih dari separuh spesies di planet bumi (termasuk kepunahan dinosaurus). (…read more » )
Posted in Surat kaleng | 3 Comments »