<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; Surat kaleng</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/category/surat-kaleng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Lebih baik menyalakan lilin</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 06:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Daripada mengeluhkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 402px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/candle2.jpg" width="392" alt="Lebih baik menyalakan lilin" title="Lebih baik menyalakan lilin" /><p class="wp-caption-text">Daripada mengeluhkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin</p></div></center></p>
<p>Sebelumnya saya ingin menulis begini di status facebook, &#8220;direktur adalah orang beruntung yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang tepat untuk dianggap berjasa dalam sukses perusahaan tanpa harus berbuat sesuatu yang istimewa&#8221;. Tapi tidak jadi. Bukannya takut, tapi seperti ada yang menjewer telinga saya.</p>
<p>Sekedar mengingatkan diri sendiri, bahwa menyalahkan orang lain itu jauh lebih mudah daripada menyalahkan diri sendiri. Ketika ada rasa ketidakpuasan yang menghampiri, seketika itu juga rasa ingin menghakimi datang, bahwa harus mereka yang salah, bukan saya, dan tidak boleh saya. Saya tidak merasa bodoh, tapi sepertinya saya juga tidak cukup cerdas untuk memahami jalan pemikiran orang lain, serta maksud dan tujuannya. Dan sepertinya saya juga tidak cukup bijak untuk berbaik prasangka terhadap ketegasan orang lain, yang barangkali membawa nilai-nilai yang belum saya miliki. Jadi, daripada mengeluhkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin.</p>
<blockquote><p>&#8220;Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.&#8221; [matius 7:1-2]</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balasan dari Mario Teguh</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/balasan-dari-mario-teguh/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/balasan-dari-mario-teguh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 16:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Belum seminggu saya menulis Krisis Pemikiran yang sempat saya muat juga di note facebook, pak mario teguh menyusul membuat tulisan yang seolah-olah ingin membalas tulisan saya. dan wes ewes ewesss&#8230;.silahkan baca selengkapnya disini. Saya sih yakin kalo pak mario teguh menulis seperti itu bukan karena beliau habis membaca tulisan saya, karena sepertinya di luaran sana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum seminggu saya menulis <a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Krisis Pemikiran</a> yang sempat saya muat juga di note facebook, pak mario teguh menyusul membuat tulisan yang seolah-olah ingin membalas tulisan saya.</p>
<p><a href="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/mario-teguh-status.png" target="_blank"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/mario-teguh-status.jpg" alt="status mario teguh" width="400" /></a></p>
<p>dan wes ewes ewesss&#8230;.silahkan baca selengkapnya di<a href="http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150600312139881&#038;id=52472954880<br />
" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Saya sih yakin kalo pak mario teguh menulis seperti itu bukan karena beliau habis membaca tulisan saya, karena sepertinya di luaran sana juga banyak orang yang mencemooh bahkan menghujat beliau. Dan sampai sekarang saya juga masih jadi pendengar setia ajaran beliau. Tetap tegas pak&#8230;jangan berhenti menyebarkan kebaikan.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/plugin-wordpress-yang-made-in-indonesia/" title="Plugin Wordpress yang made in Indonesia">Plugin Wordpress yang made in Indonesia</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/suara-jelek-aja-nggaya/" title="Suara jelek aja nggaya&#8230;">Suara jelek aja nggaya&#8230;</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/useful-google-chrome-extensions/" title="Useful Google Chrome Extensions">Useful Google Chrome Extensions</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/group-aneh-di-facebook/" title="Group aneh di Facebook">Group aneh di Facebook</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/balasan-dari-mario-teguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 03:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Membaca dan mendengar pemikiran orang lain itu bagus, tapi cuma sebatas membantu kita untuk membentuk pemikiran sendiri. Kalau ternyata pemikiran kita sendiri yang terbentuk itu bersesuaian dengan petuah-petuah bijak orang-orang besar, itu keniscayaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan membenarkan hal-hal yg biasa dilakukan, tapi biasakanlah untuk melakukan <a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian saringan tiga kali">hal-hal yg benar</a>. Masalahnya, bagaimana kita tahu kalau kita sudah melakukan hal yang benar? Gunakanlah hati nurani, karena hati nuranilah yang membedakan kita, homo sapiens dengan sapi-sapi yang berbaris rapi di bukit jimbaran di saat pagi dan petang tiba.</p>
<p>Bagaimana saya tahu kalau di bukit <a href="http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/" title="Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali">jimbaran</a> banyak sapi yang berbaris rapi? Karena dulu saya yang memberi komando, tapi sekarang tongkat komando itu sudah saya serah terimakan ke uci bing slamet, sehingga dia mendendangkan tembang &#8220;<em>di bukit indah berbunga kau mengajak aku ke sana, memandang alam sekitarnya karna senja tlah tiba&#8230;.</em>&#8220;.</p>
<p>Jangan keburu manggut-manggut mengiyakan apa yang saya katakan, karena bisa jadi apa yang saya katakan salah. Bisa jadi yang benar adalah &#8220;Jangan membiasakan untuk melakukan hal-hal yang benar, tapi benarkanlah hal-hal yang biasa dilakukan&#8221;. Atau, &#8220;Jangan menyalahkan hal-hal yang biasa dilakukan, tapi biasakanlah melakukan hal-hal yang salah&#8221;. Atau malah begini, &#8220;Jangan membenarkan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, tapi tidak biasakanlah untuk melakukan hal-hal yang benar&#8221;.<br />
<span id="more-559"></span><br />
Terserah ente aja gimana maunya. Kebenaran itu relatif bagi tiap orang. Sesuatu yang saya anggap benar itu biasanya bertolak dari kepercayaan, sedangkan kepercayaan itu sendiri berangkat dari kebiasaan. Dan kebiasaan pun berangkat dari stasiun gubeng, dimana pemain band yang suka main di situ juga mendendangkan bukit berbunga, &#8220;<em>bukit berbunga, tempat yang indah&#8230;di sana kita slalu datang berdua membagi cinta a a&#8230;</em>&#8220;. (cinta kok dibagi??emangnya gak bisa beli sendiri-sendiri kah?)</p>
<p>Kebenaran mutlak hanya <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan"><strong>milik tuhan</strong></a>. Sesungguhnya tuhan mengetahui apa yang ada di langit dan <a href="http://manikarum.com/2010/04/jangan-selamatkan-bumi/" title="Jangan selamatkan bumi">apa yang ada di bumi</a> dan bahwa sesungguhnya tuhan maha mengetahui segala sesuatu. Bagaimana saya tahu kalau tuhan maha mengetahui segala sesuatu? Di kitab ditulis begitu, masak gak percaya sama kitab jeh?.</p>
<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/krisis-pemikiran.jpg" align="aligncenter" alt="Berpikir kritis" width="250" /><p class="wp-caption-text">Berpikir kritis</p></div></center></p>
<p>Intinya, jangan sekonyong-konyong percaya dengan apa yang dikatakan oleh pak kyai, jangan mudah yakin dengan apa diajarkan oleh pak guru, jangan mudah setuju dengan instruksi atasan, apalagi haqul yakin dengan tukang marketing yang menawarkan investasi online berbasis HYIP yang menjanjikan balik modal dan profit dalam waktu kurang 3 bulan tanpa harus menderas keringat dan berpakaian formal. Kalau anda mendengar pak mario teguh berkata &#8220;life is having seriously fun&#8221; atau &#8220;hidup ini memang tidak mudah, tapi ia akan berlaku ramah jika engkau mengutamakan dua hal ini yaitu bla bla bla..&#8221;, menjawablah bahwa hidup tak semudah cocote mario teguh. Bahkan mungkin mario teguh sendiri pun belum tentu setuju dengan apa yang beliau sampaikan kepada <a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">sahabat-sahabat</a> supernya. Beliau memang dibayar untuk memberi motivasi dan menebar kalimat-kalimat super. Lagipula sepertinya tidak mungkin kalau beliau berkata, &#8220;udahlah bro&#8230;hidup luw itu emang sudah digariskan untuk susah sampai tua. ga usah berusaha jadi orang baik, tuhan gak akan mengubah nasib luw..se la ma nya,end.&#8221;. Kalau sekali pak mario secara sengaja atau tak sengaja berkata seperti itu, tak akan ada perusahaan atau organisasi mana pun yang mau mengontrak beliau, biar sampai tumbuh jambul kutub selatan di kepala beliau. Mungkin gak ya?? Segala sesuatu itu tidak pasti, karena tidak pasti itu maka segalanya mungkin. Curiga? Belum tentu.</p>
<blockquote><p>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 17:36)</p></blockquote>
<p>Bukan berarti apa yang dikatakan orang-orang itu tidak benar apalagi salah, tapi berpikir kritis dan skeptislah, tapi bukan pesimis. Membaca dan mendengar pemikiran orang lain itu bagus, tapi cuma sebatas membantu kita untuk membentuk pemikiran sendiri. Kalau ternyata pemikiran kita sendiri yang terbentuk itu bersesuaian dengan petuah-petuah bijak orang-orang besar, itu keniscayaan. Kalau ada yang menjadi manusia super karena tak pernah melewatkan acara mario teguh golden ways, itu keniscayaan. Kalau ada yang merasa hidupnya susah setelah antusias mengikuti program quantum ikhlas, itu keniscayaan, jangan menyalahkan erbe sentanu. Kalau ada yang merasa hidupnya tidak tenang karena banyak <a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">masalah</a> setelah mengikuti meditasi bersama ajahn brahm, itu juga keniscayaan. Terus apa yang tidak niscaya? Wallahu &#8216;alam, mungkin tidak ada.</p>
<blockquote><p>Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (QS 2:269)</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 06:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Ketombe itu bagaikan pupuk. Semakin banyak ketombe di kulit kepala, semakin subur pula kulit kepala. Dan semakin subur kulit kepala, semakin suburlah pemikiran-pemikiran yang berbuah dari dalamnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketombe itu bagaikan pupuk. Semakin banyak ketombe di kulit kepala, semakin subur pula kulit kepala. Dan semakin subur kulit kepala, semakin suburlah pemikiran-pemikiran yang berbuah dari dalamnya. Coba perhatikan, orang yang berpikir itu biasanya suka menggaruk-garuk kulit kepalanya. Secara tidak sadar, orang yang berpikir itu sebenarnya ingin menebar ketombenya supaya merata dan tidak terpusat di satu tempat, sehingga kesuburan pun bisa terdistribusi merata dan hasil akhirnya solusi cerdas pun muncul. Jadi <a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">bersyukurlah</a> orang-orang yang kulit kepalanya tak pernah bersih dari ketombe, walaupun sudah mencoba shampo anti dandruff yang kata iklannya nomor satu di dunia. Apalagi nih&#8230;kalau di kulit kepalanya itu juga ada peternakan kutu. Wah&#8230;itu luar biasa banget sob. Kutu-kutu itu bagaikan <a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">kerbau</a> yang membajak sawah. Semakin banyak kutu, semakin gemburlah kulit kepala sehingga mudahlah ditanami dengan berbagai benih pemikiran, mulai dari ilmu filsafat, <a href="http://manikarum.com/category/musik/" title="Musik &#8226; Blog e Manik Arum">musik</a>, <a href="http://manikarum.wordpress.com" title="Blog Matematikus" target="_blank">matematika</a> sampai ilmu raja gombal. Selain itu, kutu-kutu juga punya tugas mendistribusikan ketombe secara merata di setiap jengkal kulit kepala. Jadi jangan malu lagi memakai baju berwarna gelap kalau anda berketombe. Itu tandanya anda menyimpan segudang pemikiran dan solusi cerdas untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.</p>
<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/krisis-ketombe.jpg" alt="Krisis ketombe" /></center><br />
&#8211;Salam beternak kutu dan menebar ketombe&#8211;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/" title="Terbiasa korupsi">Terbiasa korupsi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 11:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Cerita nyata ini terjadi pada pertengahan bulan oktober 2011. Pada tanggal 17 sampai 22, saya mengajukan cuti dengan alasan keperluan keluarga, karena memang dalam waktu seminggu itu saya dan istri juga adik saya yang tinggal di Palu berencana untuk pulang ke surabaya karena mau mengadakan acara syukuran pernikahan pada tanggal 20 oktober. Akad nikahnya sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita nyata ini terjadi pada pertengahan bulan oktober 2011. Pada tanggal 17 sampai 22, saya mengajukan cuti dengan alasan keperluan keluarga, karena memang dalam waktu seminggu itu saya dan istri juga adik saya yang tinggal di Palu berencana untuk pulang ke surabaya karena mau mengadakan acara syukuran pernikahan pada tanggal 20 oktober. Akad nikahnya sendiri sudah dilangsungkan tanggal 20 oktober 2010 (buat yang belum tahu silahkan baca di <a href="http://wedding.manikarum.com" target="_blank">wedding.manikarum.com</a>). Resepsi pernikahan juga sudah dilangsungkan di rumah istri di Depok. Tapi karena keterbatasan waktu dan dana, waktu itu di rumah saya di surabaya belum sempat mengadakan pesta, jadi rencananya ditunda sampai setahun. Singkat cerita, acara berjalan lancar sampai tanggal 22 tepatnya hari sabtu saya dan istri kembali ke habitat masing-masing di kalimantan, dan adik saya juga kembali ke Palu. Hari senin pagi atau pada tanggal 24, saya mendapat kabar dari istri kalau bapak saya meninggal. Seketika itu juga saya bersiap-siap untuk <a href="http://manikarum.com/2009/12/gatotkaca-who-could-fly/" title="Gatotkaca who could fly">terbang lagi</a> ke surabaya. Dan pada hari itu juga malamnya saya bersama istri dan adik saya yang dari Palu sampai dengan selamat di surabaya.<br />
<span id="more-544"></span><br />
Sewaktu kumpul-kumpul dengan saudara-saudara yang lain yang tinggal di luar daerah, sebagian besar beranggapan kalau rupa-rupanya bapak ingin ketemu dulu dengan semua anaknya, termasuk dengan menantunya sebelum pergi (saya pergi meninggalkan rumah untuk merantau sejak tahun 1999, adik saya juga setahun lebih merantau ke Palu). Mungkin anggapan itu nggak salah mengingat tingkat kebetulannya yang tinggi.</p>
<p>Saya sendiri punya pemikiran lain yang mungkin agak berbau omong kosong. Rupa-rupanya bapak sudah <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu malaikat bag 2">didatangi oleh malaikat</a> jauh-jauh hari, bahkan mungkin jauh-jauh bulan sebelum meninggal.<br />
&#8220;Pakdhe&#8230;njenengan ini bakalan meninggal tanggal 24 oktober tahun 2011. Nah sebelum tanggal itu tiba, njenengan ada permintaan terakhir po ra?&#8221;<br />
Si malaikat cukup pede membocorkan hal yang sensitif itu mengingat bapak sudah 6 tahun lebih terkena stroke, dan penyakit itu membuat bapak susah untuk bergerak dan berbicara. Jadi malaikat cukup yakin kalau bapak gak mungkin membocorkan tanggal kepergiannya.</p>
<p>Mendapat pertanyaan itu, bapak menjawab (cukup dalam hati) kalau beliau ingin ketemu sama semua anak-anaknya termasuk menantunya sebelum meninggal. Setelah mendengar jawaban bapak, malaikat mengabulkan permintaan itu dan segera menggelar rapat untuk menyusun skenario bagaimana caranya supaya anak-anaknya bapak yang pergi merantau bisa kumpul bareng sebelum bapak pergi. Meski jumlah malaikat yang hadir tidak memenuhi kuorum, keputusan diambil dan dibagi-bagilah tugas. </p>
<p>Dan ternyata ada <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu malaikat?">malaikat</a> yang bertugas untuk memberi ilham ke saya kapan saya harus menikah. Meski saya tidak merasa diberi ilham sama malaikat, tapi di awal tahun 2010 saya berkeputusan untuk mengajukan tanggal pernikahan. Saya memilih tanggal 20 oktober 2010 yang bertepatan pada hari rabu hanya karena itu tanggal cantik (selain 10 oktober). Kenapa di tahun 2010, kok nggak di tahun 2011, mengingat menurut adat biasanya setelah menggelar pesta di kediaman mempelai perempuan, acara dilanjutkan di kediaman mempelai pria. Nah&#8230;rupanya si malaikat paham betul kalau rejeki saya ini agak seret sehingga malaikat berpikir kalau kemungkinan besar saya akan menunda acara di surabaya sampai tahun depannya. Dan memang perhitungan malaikat tidak meleset. Setelah menikah tanggal 20 oktober 2010, saya dan istri kembali ke kalimantan. Baru setahun setelah itu atau hampir 2 bulan setelah <a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">hari raya</a> idul fitri 2011, kami pulang ke surabaya untuk menggelar acara yang tertunda itu. Jadi sepertinya kepulangan kami ke surabaya itu merupakan salah satu skenario yang sudah diplot oleh malaikat jauh-jauh hari sebelumnya, dengan tujuan supaya bapak bisa ketemu sama semua anak dan menantunya.</p>
<p>Sebelum peristiwa itu terjadi, saya percaya akan &#8216;prudentia dei&#8217;, bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan atau sia-sia. Dan setelah kejadian itu, saya makin percaya. Kadang kita memiliki rencana dan angan-angan apa yang akan kita lakukan dan apa yang ingin kita capai. Tapi ketika segala sesuatu berjalan di luar rencana dan cenderung tidak menguntungkan kita, tak perlu kita menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, apalagi menyalahkan tuhan beserta serdadu malaikatnya. Hiburlah diri sendiri dengan mengatakan bahwa tuhan mungkin sedang mempersiapkan skenario yang lebih indah dari yang kita bayangkan. <a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan</a> mungkin sedang mempersiapkan diri kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari yang kita inginkan. Atau mungkin tuhan sedang mempersiapkan diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih hebat. Wallahu &#8216;alam bishshawab.</p>
<blockquote><p>
Rabbanaa maa kholaqta haadzaa baatila -Ya tuhanku, tidak sia-sia segala yang engkau ciptakan ini-
</p></blockquote>
<p>Pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau ternyata itu belum cukup menghibur?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mental pengemis</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 06:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8216;kawanmu artis semua?&#8217; &#8216;keluargaku kan kaya tujuh turunan&#8217; &#8216;kamu kok ngemis?&#8217; &#8216;aku keturunan kedelapan&#8217;&#8221; Itu celotehan cicak menirukan salah satu iklan tv. &#8220;Jadi&#8230;..kalau mau berkawan dengan artis harus punya keluarga kaya? Atau yang namanya artis hanya mau berkawan dengan orang yang berasal dari keluarga kaya? Atau kalau mau jadi artis harus jadi orang kaya dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8216;kawanmu artis semua?&#8217;<br />
&#8216;keluargaku kan kaya tujuh turunan&#8217;<br />
&#8216;kamu kok ngemis?&#8217;<br />
&#8216;aku keturunan kedelapan&#8217;&#8221;</p>
<p>Itu celotehan cicak menirukan salah satu iklan tv. &#8220;Jadi&#8230;..kalau mau berkawan dengan artis harus punya keluarga kaya? Atau yang namanya artis hanya mau berkawan dengan orang yang berasal dari keluarga kaya? Atau kalau mau jadi artis harus jadi orang kaya dulu atau orang miskin dilarang jadi artis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu kan cuma iklan cak&#8230;loe kayak gak tau aja kalo yang namanya iklan itu isinya sampah semua.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya sihh&#8230;tapi biar sampah kalo ditata agak indah kan agak tenang dilihatnya dan harum dibaunya, seperti iklan yang mengatakan &#8216;menjalani hidup sepenuhnya di luar berawal dari dalam&#8217;.&#8221;<br />
<span id="more-541"></span><br />
&#8220;emang tai lo&#8230;bau&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;selain itu choy&#8230;.masak di sekuel kedua iklan itu pengemis digambarkan masih muda muda dan masih layak kerja? ini kan gak bener!!! seperti  inikah potret generasi muda indonesia, mengemis dijadikan mata pencaharian??&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho..kenapa gak cak? gak semua orang mau dan punya nyali untuk mengemis. Mengemis itu butuh keberanian yang luar biasa untuk menyingkirkan rasa malu, harus bisa membuang rasa gengsi dan ingin pamer. Dan yang penting biar gak jadi maling atau bromocorah. Sekarang coba bayangin&#8230;apakah selama ini negara menjamin setiap warganya untuk mendapat pekerjaan yang layak? Mereka harus berjuang sendiri untuk mencari kerja, dan untuk mendapat pekerjaan yang bisa membuat hidup mapan dibutuhkan pendidikan yang memadai, sedangkan sekolah yang bagus itu mahal. Hanya orang berduit yang bisa mendapat pendidikan yang bagus. Lha terus gimana donk? Di sini ilmu dan moral tu gak penting, yang penting ijazah. Jadi gak salah juga kan kalo banyak pengemis di sekitar kita?? Yang udah punya pekerjaan mapan aja banyak yang masih bermental pengemis kok&#8230;.lebih suka diberi daripada memberi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;.lo contohnya!!!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tau aja sih lo!!!!&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/" title="Terbiasa korupsi">Terbiasa korupsi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyemplung ke gorong-gorong</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 13:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Allah memberikan apa yang dibutuhkan hambanya, bukan apa yang diinginkannya. Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, sedang kita hanya memiliki keinginan bertubi-tubi tanpa tahu pasti apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup. Dan allah memberikan apa yang kita butuhkan supaya menjadi jalan buat kita untuk mencapai keinginan kita. Tinggal kita yang mengarahkan keinginan itu untuk berbelok ke kanan, kiri, lurus atau nyemplung ke gorong-gorong.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;wes ewes ewes&#8230;blah blah blah&#8230;koma titik&#8230;koma lagi terus titik&#8230;.lanjuuut&#8230;&#8230;..supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;, itu kalimat normatif yang sering keluar dari mulut narasumber yang sedang diwawancarai reporter, atau dari orang yang kedudukannya lebih tinggi daripada orang yang ditujukan dalam kalimat itu, misal guru kepada murid atau pejabat ke masyarakat banyak. Seperti juga ketika bapak polisi menjelaskan kepada awak media tentang pemeriksaan kendaraan di beberapa ruas jalan dan pintu masuk markas polisi. Mengingat bahwa kalimat itu keluar setelah ada kejadian ledakan bom di cirebon, dengan akal yang kurang sehat sekalipun saya bisa menangkap maksud dari kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;.</p>
<h3>Keinginan vs kebutuhan</h3>
<p>Tapi apakah sesuatu yang diinginkan itu adalah sesuatu yang juga dibutuhkan? Belum tentu, karena  apa yang kita inginkan biasanya melebihi dari apa yang kita butuhkan. Sebagai manusia, saya pribadi sering menginginkan sesuatu yang sebenarnya gak saya butuhkan. Nafsu dan egoisme seringkali menghadirkan lem perekat antara keinginan dan kebutuhan supaya sulit bagi saya untuk membedakannya. Dan bahwa keinginan itu kadang-kadang merupakan sesuatu yang acapkali menimbulkan konflik batin, memicu perdebatan antara makhluk yang berhiaskan lingkaran di kepalanya  <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/angel.png"/> dengan makhluk merah berseringai yang bertanduk <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/devil.png"/>. Keinginan juga lebih banyak mendorong manusia untuk memenuhi neraca di sisi kiri dengan pundi-pundi kejelekan. Bahkan tradisi budha mengatakan &#8216;<em>there is suffering in the world</em>&#8216;, dan bahwa &#8216;<em>all suffering is caused by wanting</em>&#8216;. Dalam islam juga diajarkan, bahwa dalam mengabulkan doa hambanya, <strong>allah memberikan apa yang dibutuhkan hambanya, bukan apa yang diinginkannya</strong>. Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, sedang kita hanya memiliki keinginan bertubi-tubi tanpa tahu pasti apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup. Dan allah memberikan apa yang kita butuhkan supaya menjadi jalan buat kita untuk mencapai keinginan kita. Tinggal kita yang mengarahkan keinginan itu untuk berbelok ke kanan, kiri, lurus atau nyemplung ke gorong-gorong.<br />
<span id="more-526"></span></p>
<h3>Nyemplung ke gorong-gorong</h3>
<p>Anggap misalnya jika keinginan itu diarahkan untuk nyemplung ke gorong-gorong. Dan kalau dirangkai dengan kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;, maka akan menjadi &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak &#8216;nyemplung ke gorong-gorong&#8217;&#8221;. Kata &#8220;tidak&#8221; yang pertama akan menegasikan kata &#8220;tidak&#8221; yang kedua, sehingga skor akhirnya menjadi, &#8220;<strong>supaya nyemplung ke gorong-gorong</strong>&#8220;.</p>
<p>Walau sepele, tapi kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221; selalu menggelitik ketiak saya yang subur ditumbuhi bulu. Contoh lain, misal anggota dewan dilarang membawa laptop, ipad, mesin jahit, pompa air atau perkakas lainnya yang memungkinkan dirinya untuk mengalihkan konsentrasi pada saat sidang, dengan alasan klasik yaitu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan -tentu saja yang dimaksud dengan hal-hal yang tidak diinginkan di sini adalah semisal nonton video porno saat sidang-. Tapi kalau melihat mentalitas anggota dewan yang gak lebih baik dari tuan krab, bisa menonton video gituan, chat dengan teman-teman fb yang haha hihi, atau ym-an dengan gadis genit penjaja rokok <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/kissing.png"/> pada saat sidang adalah sesuatu yang justru diinginkan. Jadi bisa diartikan sendiri arti kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;. Yang membuat aturan menginterpretasikan begini, tapi yang lain (<em>mungkin termasuk yang membuat aturan juga</em>) menginterpretasikan begitu. Mungkin gak salah kalau salah seorang guru sekolah saya dulu pernah berkata, &#8220;di indonesia itu aturan memang dibuat untuk dilanggar&#8221; (<em>semoga kelak guru saya yang salah</em>).</p>
<h3>Sepantasnya</h3>
<p>Jadi bukankah alangkah lebih elegan kalau kalimat normatif itu dimodif sedikit menjadi &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak sepatutnya atau sepantasnya&#8221;. Kalau sudah bicara patut atau pantas, yang dijadikan landasan pasti nilai-nilai agama atau mungkin juga nilai-nilai dalam tradisi kebudayaan kedaerahan. Dan itu biasanya sesuatu yang berisi dan mengajarkan kebaikan. Nah&#8230;.bulu ketiak saya belum henti bertumbuh dan makin menggelitik kalau ada yang mengatakan bahwa nyemplung ke gorong-gorong adalah perbuatan yang pantas dan patut dilestarikan dan dibudidayakan <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/babak-belur.png"/>. Tapi justru itu yang terjadi di republik indonesia tanah air beta.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 06:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Dan tampaknya semua surat dalam al-Quran telah disandikan dan kata-kata yang digunakan terkunci dengan kode matematis. Sehingga mustahil bagi manusia untuk membuat yang serupa atau memanipulasi isi dari al-Quran, bahkan satu kata saja. Seluruh keajaiban matematis memastikan bahwa setiap surat penting dan penyusunan ayat dan surat yang sedemikian rupa sehingga keajaiban itu pun bisa digali dengan akal sehat manusia beberapa ratus tahun setelah diturunkannya al-Quran. Keajaiban matematis yang bagaimanakah itu?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/04/keajaiban-matematis-alquran.jpg" title="Keajaiban matematis Al-Quran" alt="Keajaiban matematis Al-Quran"/></center></p>
<p>Saya memberi judulnya dengan kata &#8220;sedikit&#8221; bukan berarti <strong>keajaiban matematis</strong> yang terkandung dalam al-Quran berjumlah sedikit. Melainkan apa yang akan saya uraikan di sini barangkali hanya nol koma nol sekian persen dari total keajaiban matematis yang dipelihara oleh penciptanya dalam al-Quran. Bukti bahwa Allah menjaga kemurnian al-Quran sampai akhir zaman.</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [QS Al Hijr (15): 9]</p></blockquote>
<p>Dan tampaknya semua surat dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an" target="_blank" title="Al-Quran di Wikipedia">al-Quran</a> telah disandikan dan kata-kata yang digunakan terkunci dengan kode matematis. Sehingga mustahil bagi manusia untuk membuat yang serupa atau memanipulasi isi dari al-Quran, bahkan satu kata saja. Seluruh keajaiban matematis memastikan bahwa setiap surat penting dan penyusunan ayat dan surat yang sedemikian rupa sehingga keajaiban itu pun bisa digali dengan akal sehat manusia beberapa ratus tahun setelah diturunkannya al-Quran. Keajaiban matematis yang bagaimanakah itu? Sebelumnya mari tengok ayat berikut,</p>
<blockquote><p>Demi yang genap dan yang ganjil. [QS al-Fajr (89): 3]</p></blockquote>
<p><span id="more-520"></span><br />
Korosh Cemnishon dan Abdullah Jalghoom terinspirasi oleh ayat di atas untuk mempelajari surat dan ayat dalam al-Quran yang berkaitan dengan bilangan genap dan ganjil. Hasilnya membuktikan bahwa nomor surat dan ayat diatur dengan sangat cermat dan hampir mustahil kalau itu merupakan sebuah kebetulan belaka. Saya sudah memeriksa sendiri hasil utak-atik kedua peneliti tersebut, tapi jangan cepat percaya dengan apa yang saya sampaikan, melainkan silahkan dibuktikan sendiri.</p>
<p>Pertama, ambil al-Quran dan kalkulator (tidak perlu yang <em>scientific</em>) lalu jumlahkan nomor surat dengan jumlah ayat yang dikandungnya. Misalnya surat al-Fatihah bernomor surat 1 dan memiliki 7 ayat, jumlahkan 1 dengan 7 maka akan menghasilkan 8. Surat al-Baqarah bernomor surat 2 dan memiliki ayat sebanyak 286, jumlahkan 2 dan 286, sehingga didapat angka 288. Dan begitu seterusnya sampai surat yang ke-114, yaitu an-Naas. Kalau ada yang sudah menghitungnya sampai surat terakhir tapi lupa mencatat hasil-hasilnya, maka silahkan diulangi lagi menghitungnya, dan kali ini jangan lupa untuk mencatat hasilnya (<em>cape deeh&#8230;</em>). Setelah mendapatkan hasilnya, kelompokkan hasil perhitungan tersebut berdasarkan genap atau ganjil. Ringkasnya bisa dilihat di tabel di bawah ini,</p>
<style type="text/css">
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;text-align:center;width:20px;}
.tableizer-table th {background-color: #666; color: #FFF; font-weight: bold;text-align:center;}
</style>
<p><center></p>
<table class="tableizer-table">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th>Nomor surat</th>
<th>Jumlah ayat</th>
<th>Total</th>
<th>Genap</th>
<th>Ganjil</th>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>7</td>
<td>8</td>
<td>8</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>286</td>
<td>288</td>
<td>288</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>200</td>
<td>203</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>203</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>176</td>
<td>180</td>
<td>180</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>120</td>
<td>125</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>125</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>165</td>
<td>171</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>171</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>206</td>
<td>213</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>213</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>75</td>
<td>83</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>83</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>129</td>
<td>138</td>
<td>138</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>109</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>123</td>
<td>134</td>
<td>134</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>111</td>
<td>123</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>123</td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>43</td>
<td>56</td>
<td>56</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>52</td>
<td>66</td>
<td>66</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>99</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>128</td>
<td>144</td>
<td>144</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>111</td>
<td>128</td>
<td>128</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>110</td>
<td>128</td>
<td>128</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>98</td>
<td>117</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>117</td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>135</td>
<td>155</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>155</td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>112</td>
<td>133</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>133</td>
</tr>
<tr>
<td>22</td>
<td>78</td>
<td>100</td>
<td>100</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>23</td>
<td>118</td>
<td>141</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>141</td>
</tr>
<tr>
<td>24</td>
<td>64</td>
<td>88</td>
<td>88</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>25</td>
<td>77</td>
<td>102</td>
<td>102</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>26</td>
<td>227</td>
<td>253</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>253</td>
</tr>
<tr>
<td>27</td>
<td>93</td>
<td>120</td>
<td>120</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>28</td>
<td>88</td>
<td>116</td>
<td>116</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>29</td>
<td>69</td>
<td>98</td>
<td>98</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>30</td>
<td>60</td>
<td>90</td>
<td>90</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>31</td>
<td>34</td>
<td>65</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>65</td>
</tr>
<tr>
<td>32</td>
<td>30</td>
<td>62</td>
<td>62</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>33</td>
<td>73</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>34</td>
<td>54</td>
<td>88</td>
<td>88</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>35</td>
<td>45</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>36</td>
<td>83</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>37</td>
<td>182</td>
<td>219</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>219</td>
</tr>
<tr>
<td>38</td>
<td>88</td>
<td>126</td>
<td>126</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>39</td>
<td>75</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>40</td>
<td>85</td>
<td>125</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>125</td>
</tr>
<tr>
<td>41</td>
<td>54</td>
<td>95</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>95</td>
</tr>
<tr>
<td>42</td>
<td>53</td>
<td>95</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>95</td>
</tr>
<tr>
<td>43</td>
<td>89</td>
<td>132</td>
<td>132</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>44</td>
<td>59</td>
<td>103</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>103</td>
</tr>
<tr>
<td>45</td>
<td>37</td>
<td>82</td>
<td>82</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>46</td>
<td>35</td>
<td>81</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>81</td>
</tr>
<tr>
<td>47</td>
<td>38</td>
<td>85</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>85</td>
</tr>
<tr>
<td>48</td>
<td>29</td>
<td>77</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>77</td>
</tr>
<tr>
<td>49</td>
<td>18</td>
<td>67</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>67</td>
</tr>
<tr>
<td>50</td>
<td>45</td>
<td>95</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>95</td>
</tr>
<tr>
<td>51</td>
<td>60</td>
<td>111</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>111</td>
</tr>
<tr>
<td>52</td>
<td>49</td>
<td>101</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>101</td>
</tr>
<tr>
<td>53</td>
<td>62</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>54</td>
<td>55</td>
<td>109</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>109</td>
</tr>
<tr>
<td>55</td>
<td>78</td>
<td>133</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>133</td>
</tr>
<tr>
<td>56</td>
<td>96</td>
<td>152</td>
<td>152</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>57</td>
<td>29</td>
<td>86</td>
<td>86</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>58</td>
<td>22</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>59</td>
<td>24</td>
<td>83</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>83</td>
</tr>
<tr>
<td>60</td>
<td>13</td>
<td>73</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>73</td>
</tr>
<tr>
<td>61</td>
<td>14</td>
<td>75</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>75</td>
</tr>
<tr>
<td>62</td>
<td>11</td>
<td>73</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>73</td>
</tr>
<tr>
<td>63</td>
<td>11</td>
<td>74</td>
<td>74</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>64</td>
<td>18</td>
<td>82</td>
<td>82</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>65</td>
<td>12</td>
<td>77</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>77</td>
</tr>
<tr>
<td>66</td>
<td>12</td>
<td>78</td>
<td>78</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>67</td>
<td>30</td>
<td>97</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>97</td>
</tr>
<tr>
<td>68</td>
<td>52</td>
<td>120</td>
<td>120</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>69</td>
<td>52</td>
<td>121</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>121</td>
</tr>
<tr>
<td>70</td>
<td>44</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>71</td>
<td>28</td>
<td>99</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>99</td>
</tr>
<tr>
<td>72</td>
<td>28</td>
<td>100</td>
<td>100</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>73</td>
<td>20</td>
<td>93</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>93</td>
</tr>
<tr>
<td>74</td>
<td>56</td>
<td>130</td>
<td>130</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>75</td>
<td>40</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>76</td>
<td>31</td>
<td>107</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>107</td>
</tr>
<tr>
<td>77</td>
<td>50</td>
<td>127</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>127</td>
</tr>
<tr>
<td>78</td>
<td>40</td>
<td>118</td>
<td>118</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>79</td>
<td>46</td>
<td>125</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>125</td>
</tr>
<tr>
<td>80</td>
<td>42</td>
<td>122</td>
<td>122</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>81</td>
<td>29</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>82</td>
<td>19</td>
<td>101</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>101</td>
</tr>
<tr>
<td>83</td>
<td>36</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>84</td>
<td>25</td>
<td>109</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>109</td>
</tr>
<tr>
<td>85</td>
<td>22</td>
<td>107</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>107</td>
</tr>
<tr>
<td>86</td>
<td>17</td>
<td>103</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>103</td>
</tr>
<tr>
<td>87</td>
<td>19</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>88</td>
<td>26</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>89</td>
<td>30</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>90</td>
<td>20</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>91</td>
<td>15</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>92</td>
<td>21</td>
<td>113</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>113</td>
</tr>
<tr>
<td>93</td>
<td>11</td>
<td>104</td>
<td>104</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>94</td>
<td>8</td>
<td>102</td>
<td>102</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>95</td>
<td>8</td>
<td>103</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>103</td>
</tr>
<tr>
<td>96</td>
<td>19</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>97</td>
<td>5</td>
<td>102</td>
<td>102</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>98</td>
<td>8</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>99</td>
<td>8</td>
<td>107</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>107</td>
</tr>
<tr>
<td>100</td>
<td>11</td>
<td>111</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>111</td>
</tr>
<tr>
<td>101</td>
<td>11</td>
<td>112</td>
<td>112</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>102</td>
<td>8</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>103</td>
<td>3</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>104</td>
<td>9</td>
<td>113</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>113</td>
</tr>
<tr>
<td>105</td>
<td>5</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>106</td>
<td>4</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>107</td>
<td>7</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>108</td>
<td>3</td>
<td>111</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>111</td>
</tr>
<tr>
<td>109</td>
<td>6</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>110</td>
<td>3</td>
<td>113</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>113</td>
</tr>
<tr>
<td>111</td>
<td>5</td>
<td>116</td>
<td>116</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>112</td>
<td>4</td>
<td>116</td>
<td>116</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>113</td>
<td>5</td>
<td>118</td>
<td>118</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>114</td>
<td>6</td>
<td>120</td>
<td>120</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="background-color: #666;color: #FFF;">
<td><strong>6555</strong></td>
<td><strong>6236</strong></td>
<td>-</td>
<td><strong>6236</strong></td>
<td><strong>6555</strong></td>
</tr>
</table>
<p></p>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
google_ad_slot = "2421970414";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//--></script>
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"></script>
</center></p>
<p>Kalau kita melihat baris terakhir tabel di atas, ada sesuatu yang cukup menarik perhatian. Jika kita menjumlahkan seluruh nomor surat (1+2+3+&#8230;+114) maka akan menghasilkan angka <strong>6555</strong>. Angka ini sama dengan angka yang didapat jika kita menjumlahkan seluruh nomor surat dan jumlah ayat yang menghasilkan bilangan ganjil, yaitu 6555. Selain itu, jika kita menjumlahkan total ayat dalam al-Quran, maka kita akan mendapat angka <strong>6236</strong>, dan jumlah ini sama dengan angka yang kita dapat jika menjumlahkan nomor surat dan jumlah ayat yang menghasilkan bilangan genap. Perhitungan jumlah ayat di atas yang saya gunakan yaitu mengacu pada al-Quran versi Depag. Ada pendapat yang mengatakan kalau jumlah ayat dalam al-Quran ada 6234. Cerita lengkapnya silahkan baca <a href="http://www.message-of-god.com/English%202%20Fals%20Verses.htm" target="_blank" title="Two False Verses Removed from the Quran">Two False Verses Removed from the Quran</a>. Kalaupun jumlah ayat yang kita pakai dalam perhitungan sebanyak 6234, tetap tidak akan mengubah pola tabel di atas, karena 2 ayat yang kelebihan itu berada di bagian akhir surat 9 (ayat 128 dan 129, sehingga jumlah ayat yang dikandung surat at-Taubah ada 127). Bagaimana 2 ayat yang &#8220;bandel&#8221; itu bisa ketahuan? Jawabannya ada di keajaiban matematis lainnya yang menyegel al-Quran sepanjang masa (tidak saya bahas di sini, jadi untuk sementara anggap aja Depag yang benar).</p>
<p>Dari tabel bisa dilihat, bahwa terdapat <strong>60</strong> surat yang memiliki jumlah ayat genap dan <strong>54</strong> surat berjumlah ayat ganjil. Seperti diketahui, jumlah surat dalam al-Quran adalah 114 yang merupakan perkalian antara 6 dan 19. Kalau 19 diuraikan menjadi 10+9, maka didapat  6(10+9), sehingga menjadi 60+54, atau sama dengan jumlah surat yang jumlah ayatnya genap ditambah jumlah surat yang jumlah ayatnya ganjil. Kenapa harus 19? Al-Quran memiliki keistimewaan yang berkaitan dengan angka 19 seperti tertuang dalam surat al-Muddatstsir ayat 30. Silahkan pelajari di <a href="http://www.mathmiracle.com/html/" target="_blank" title="Math Miracle">Math Miracle</a>. Kebetulankah? Mungkin. Tapi coba tengok fakta yang ini, 30 dari 60 surat yang berjumlah ayat genap memiliki nomor surat genap dan sisanya bernomor surat ganjil. Contoh surat al-Baqarah yang memiliki jumlah ayat genap (286) dan bernomor surat genap (2). Sedangkan untuk surat yang ayatnya berjumlah ganjil terdiri dari 27 surat yang bernomor surat genap dan 27 surat bernomor ganjil.</p>
<p><center><br />
<table class="tableizer-table" width="420">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th colspan="4">114 Surat</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><strong>60</strong><br />(Surat dengan jumlah ayat genap)</td>
<td colspan="2"><strong>54</strong><br />(Surat dengan jumlah ayat ganjil)</td>
</tr>
<tr>
<td>30 surat bernomor genap</td>
<td>30 surat bernomor ganjil</td>
<td>27 surat bernomor genap</td>
<td>27 surat bernomor ganjil</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Masih kebetulan juga?</p>
<blockquote><p>Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. [QS Yaasiin (36): 36]</p></blockquote>
<p>Tuhan telah menciptakan segala sesuatu berpasangan, termasuk apa-apa yang tidak kita ketahui. Jika begitu, barangkali al-Quran juga disusun berpasangan. Sekali lagi kita pilah al-Quran menjadi 2 kelompok, (1)<strong>Surah homogen</strong>, yaitu surat yang memiliki nomor surat dan jumlah ayat yang sama-sama genap atau sama-sama ganjil, misal al-Fatihah dan al-Baqarah. Dan (2)<strong>Surat heterogen</strong>, yaitu surat yang bernomor genap dan jumlah ayatnya ganjil atau sebaliknya, bernomor ganjil dan jumlah ayatnya genap. Setelah dipilah-pilah, akan didapat hasil yang cukup istimewa. Ternyata dari 114 surat yang termuat dalam al-Quran, <strong>57</strong> diantaranya adalah surat homogen dan <strong>57</strong> surat heterogen. Dan kalau di-breakdown lagi, 30 dari 57 surat homogen memiliki nomor surat genap dan jumlah ayat genap, sisanya 27 surat memiliki nomor surat ganjil dan jumlah ayat ganjil. Di sisi lain, 30 dari 57 surat heterogen memiliki nomor surat genap dan jumlah ayat ganjil, sisanya 27 surat memiliki nomor surat ganjil dan jumlah ayat genap.</p>
<p><center><br />
<table class="tableizer-table" width="420">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th colspan="4">114 Surat</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><strong>Surat homogen</strong><br />(57 surat)</td>
<td colspan="2"><strong>Surat heterogen</strong><br />(57 surat)</td>
</tr>
<tr>
<td>30 surat bernomor genap dan jumlah ayat genap</td>
<td>27 surat bernomor ganjil dan jumlah ayat ganjil</td>
<td>30 surat bernomor genap dan jumlah ayat ganjil</td>
<td>27 surat bernomor ganjil dan jumlah ayat genap</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Jika misalnya ada surat yang tertukar, misal al-Fatihah tertukar dengan surat nomor dua al-Baqaraah. Akibatnya, ada penambahan dua surat heterogen dan pengurangan dua surat homogen. Demikian juga, jika terjadi penambahan atau pengurangan jumlah ayat, akibatnya fatal karena al-Quran tidak akan berpasangan sempurna.</p>
<p>Masih ada yang lain. Sekarang coba kita bagi al-Quran menjadi 2 bagian yang setiap bagian mengandung 57 surat. Jadi bagian yang pertama dimulai dari surat al-Fatihah dan berakhir di surat ke-57 al-Hadiid, dan sisanya adalah bagian kedua. Jika nomor-nomor surat dari 57 surat yang pertama ini dijumlahkan (1+2+3+&#8230;+57), kita akan mendapatkan angka 1653. Dan jika nomor surat al-Hadiid (57) dikalikan dengan jumlah ayat yang dikandungnya (29), akan didapat hasil 1653. Bilangan 1653 itu sendiri merupakan kelipatan 19. Dan yang istimewa juga, terdapat 29 surat bernomor ganjil dan 28 surat bernomor genap dalam setengah al-Quran yang pertama. Di paruh kedua, surat bernomor ganjil berjumlah 28 dan yang bernomor genap berjumlah 29 (gak perlu takjub, karena yang ini bukan keajaiban, tapi hanya sifat matematika biasa). Uniknya, di paruh pertama al-Quran, terdapat 29 surat homogen dan 28 surat heterogen. Sedangkan di paruh kedua kebalikannya, ada 29 surat heterogen dan 28 surat homogen. </p>
<p><center><br />
<table class="tableizer-table" width="420">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th colspan="4">114 Surat</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><strong>Setengah yang pertama</strong><br />(57 surat)</td>
<td colspan="2"><strong>Setengah yang kedua</strong><br />(57 surat)</td>
</tr>
<tr>
<td>29 surat bernomor ganjil</td>
<td>28 surat bernomor genap</td>
<td>29 surat bernomor genap</td>
<td>28 surat bernomor ganjil</td>
</tr>
<tr>
<td>29 surat homogen</td>
<td>28 surat heterogen</td>
<td>29 surat heterogen</td>
<td>28 surat homogen</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Kalau yang ini bukan sifat matematika, melainkan segel abadi al-Quran yang berlapis-lapis. Yang menjaga kemurnian al-Quran sampai akhir zaman. Tidak bisa dimanipulasi, juga tidak bisa dibuatkan yang serupa.</p>
<blockquote><p>Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.&#8221; [QS al-Israa (17): 88]</p></blockquote>
<p>Apa yang saya uraikan di atas hanya porsi kecil dari keajaiban matematis yang memelihara al-Quran. Masih banyak keajaiban matematis lainnya yang menunggu untuk tersingkap. Dan dari apa yang sudah saya baca, bukti keajaiban matematis yang sudah terungkap hanya melibatkan <a href="http://manikarum.wordpress.com" target="_blank" title="Blog Matematikus">operasi aritmatika</a> biasa seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Saya membayangkan bagaimana jika Tuhan sang penguasa segala ilmu meng-enkripsi al-Quran dengan melibatkan ilmu matematika yang lumayan repot, misalnya fungsi trigonometri, differensial, atau integral rangkap 19. Siapa yang tahu? Tuhan yang tak terbatas tidak mungkin membatasi dirinya sendiri.</p>
<blockquote><p>&#8220;Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan untuk menuliskan jagat raya&#8221; -Galileo</p></blockquote>
<p>Sekali lagi, saya hanya menyampaikan apa yang sudah saya baca, saya periksa dan saya yakini. Kalau membaca tagline blog saya di atas, <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">blog seng rapatinggena</a> atau blog yang gak jelas, anda boleh mengatakan kalau ini hanya omong kosong. Dan anda juga jangan sedikitpun percaya dengan apa yang sudah saya uraikan, melainkan buktikan sendiri dengan akal sehat, karena saya juga kadang-kadang suka membual.</p>
<blockquote><p>Tuhan mungkin tidak sedang bermain dadu, tapi Tuhan senang bermain <a href="http://manikarum.com/2010/02/beri-aku-sudoku/" title="Main sudoku yuk">sudoku</a>. (<em>kata-kata saya sendiri</em>)</p></blockquote>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
/* LinkUnit-468x15 */
google_ad_slot = "6147791080";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 15;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/" title="[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe">[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Dejavu</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 04:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan iseng]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Dan kalau dipikir bodoh-bodohan, boleh jadi yang namanya perempuan itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanya ketiadaan kromosom Y. Jadi perempuan itu bukanlah sebuah entitas utuh yang berdiri sendiri, melainkan efek samping dari ketiadaan kromosom Y pada diri laki-laki.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari seperti ini bukan hari yang pertama kali terjadi sepanjang sejarah. Sebelumnya sudah sering terjadi hari-hari seperti ini. Bukannya mengalami dejavu, tapi hanya masalah kesamaan konsep. Dan karena hari ini sangat rentan untuk terlupakan, sehingga saya merasa perlu untuk diabadikan dalam <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">blog</a>. Bukannya karena ada keistimewaan, tapi justru karena kenihilan sesuatu yang istimewa itu. Kalau ada keistimewaan di hari ini yang membuat saya sulit untuk melupakan, buat apa saya repot-repot memeras kemampuan verbal dan menekan tombol keyboard yang sudah agak kusam. Atau justru karena ketiadaan yang istimewa itu yang membuat hari ini menjadi istimewa. Jadi bukannya ketidakistimewaan yang memberi sifat hari ini, melainkan ketiadaan sesuatu yang istimewa. Seperti konsep terang dan gelap, dari dua keadaan tersebut yang membedakan sebenarnya hanya satu, yaitu adanya cahaya atau tidak. Kondisi terang dicapai jika ada cahaya yang hadir di situ, dan sebaliknya, kondisi gelap terjadi jika tidak ada cahaya. Jadi sebenarnya yang namanya kegelapan itu tidak ada, yang ada hanya ketiadaan cahaya. Contoh lain (<em>maaf kalau yang ini agak sensitif</em>), <span id="more-515"></span>dua dari empat puluh enam kromosom yang terkandung dalam sel manusia merupakan penentu dari jenis kelamin. Kromosom laki-laki dilambangkan dengan XY dan kromosom perempuan dilambangkan dengan XX. Dan kalau dipikir bodoh-bodohan, boleh jadi yang namanya perempuan itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanya ketiadaan kromosom Y. Jadi perempuan itu bukanlah sebuah entitas utuh yang berdiri sendiri, melainkan efek samping dari ketiadaan kromosom Y pada diri laki-laki. Wallahu &#8216;alam&#8230;mungkin saya salah.</p>
<p>Kembali ke &#8220;keistimewaan&#8221;. Setelah saya pikir lagi, ternyata hari ini sangat istimewa. Bangun jam 10 pagi (siang buat sebagian orang), minum air putih segelas tanpa cuci muka apalagi mandi terlebih dulu, masak air buat bikin kopi, nyalain laptop dan klik kompas epaper di bookmark. Sambil nunggu loading, buang air kecil sejenak lalu meracik kopi dan gula hingga menjadi <a href="http://manikarum.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-segelas-kopi/" title="Tiada hari tanpa segelas kopi">segelas kopi</a> yang istimewa. Sebelum membaca, nyalain dulu rokok sebatang. Mantap, dan blah blah blah&#8230;..dilanjutkan membaca buku yang baru saja saya beli 2 hari yang lalu, judulnya &#8220;<strong>Miracle of The Quran</strong>&#8220;, terjemahan dari buku asli yang berjudul &#8220;The Quran: Unchallengeable Miracle&#8221; karya penulis Turki <strong>Caner Taslaman</strong>. </p>
<p>Harapan saya setelah membaca buku ini, pikiran saya akan tercerahkan setelah mendapatkan nutrisinya. Tapi belum sampai habis dibaca, justru makin banyak pertanyaan-pertanyaan yang hinggap di kepala. Diusir sayang, tapi ditangkap pun rasanya sulit sekali. Jadi lebih baik biarkan saja mereka berkicau semaunya di waktu malam, karena justru kicauan itulah yang menjadi bukti akan keberadaan seorang saya (dan <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Tuhan</a>).</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hibakusha</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 03:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa saya ini lebih mudah mendendam daripada memaafkan. Kenapa saya juga lebih mudah mengingat kejelekan orang lain daripada sisi positif dan perbuatan baiknya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 66 tahun yang lalu negeri naruto dihajar sampai hampir pingsan (walau gak sampai <a href="http://manikarum.com/2010/02/the-end/" title="The end">the end</a>) oleh negeri the simpsons dengan 2 buah bom atom panggang yang mendarat empuk di Nagasaki dan Hiroshima. Empuk memang, tapi justru yang empuk-empuk itu efeknya luar biasa. Dan rupanya tragedi nuklir itu terulang lagi, hanya bedanya kalau dulu bom atom datangnya sekonyong-konyong tanpa diduga dan tanpa permisi seperti tai cicak yang jatuh dari langit, sedangkan kali ini mainnya lebih halus, pakai fore play dulu sebelum digasak, jadi setidaknya ada persiapan mental terlebih dulu, habis itu &#8220;ma&#8230;.papa goyang yaaa&#8230;&#8221;. Gempa dulu, disusul tsunami dan kemudian krisis nuklir.</p>
<p>Setelah mendengar dan melihat lewat tv musibah gempa dan tsunami di jepang, jujur saja perasaan saya datar-datar saja, gak ada yang istimewa, gak ada letupan, gak ada chemistry atau apalah namanya. Dan yang lebih parah, justru ada sedikit perasaan senang riang gembira, hati kecil saya bersorak lantang &#8220;kapok kowe&#8230;rasakno&#8230;.&#8221;. Dan teman-teman di facebook juga sepertinya adem ayem tentrem, tidak ada yang menulis status berduka cita, berempati atau semacamnya, tidak seperti ketika <a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">kapal mavi marmara diserbu tentara zionis</a> (atau saya aja yang kurang rajin buka fb yaa??). Tentu ada sebabnya, mungkin karena nama negara jepang pernah dan masih menghiasi lembaran buku-buku sejarah indonesia, dan tentu dengan prestasi imperialisnya yang mengundang dendam dan kebencian. Mungkin karena dulu kita pernah mendengar kakek-kakek kita dipaksa ikut romusha, nenek-nenek kita  juga dipaksa menjadi geisha. Belum lagi miyabi dan kawan-kawan seprofesinya, juga hentai yang cepat men-&#8217;dewasa&#8217;-kan generasi muda sekarang.<span id="more-511"></span></p>
<p>Sepak terjang serdadu dan seniman jepang itulah yang barangkali membuat saya susah untuk berempati terhadap negara itu ketika diterpa musibah. Bahkan meskipun saat ini jepang menjadi salah satu negara donor buat bangsa <a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please">indonesia</a>, tetap aja susah untuk menyadarkan nurani ini. Ada saatnya saya merenung setelah peristiwa itu, kenapa saya ini lebih mudah mendendam daripada memaafkan. Kenapa saya juga lebih mudah mengingat kejelekan orang lain daripada sisi positif dan perbuatan baiknya. Dan ketika saya tahu orang yang saya kurang suka itu ditimpa musibah, spontan saya menjadi jahat dan senyum-senyum sendiri sambil mengepalkan tangan, &#8220;yessss&#8230;&#8221;, seperti reaksi squidward yang semarak ketika tahu rumah nanas spongebob dilahap habis oleh nematoda sehingga memaksanya untuk hengkang dari bikini bottom (walau akhirnya gak jadi pindah, karena rumah nanasnya tumbuh lagi).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/03/squidward-senang.gif" width="350" alt="Squidward senang" title="Squidward senang" /><p class="wp-caption-text">Squidward senang</p></div>
<p>Yaa&#8230;itulah <a href="http://manikarum.com" title="Blog seng rapatinggena">saya</a>. Musibah di jepang benar-benar membangunkan kesadaran saya, untuk kemudian ditidurkan lagi. Saya teringat hp saya yang hilang di bandara sepinggan. Sampai sekarang saya masih dongkol sama opportunis yang &#8216;mengamankan&#8217; hp saya itu dan sempat mendoakan yang jelek-jelek buat dia. Padahal kalau saya pikir-pikir, saya juga sering lupa mengucapkan terima kasih ke orang yang sudah ikhlas berbuat baik kepada saya, atau bahkan kepada <a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">tuhan yang maha tahu</a> yang telah menciptakan saya. Dan saya sendiri sebenarnya juga ngeh kalau sang pencipta mengkondisikan saya untuk dijahati itu bukan tanpa makna. Semuanya itu untuk meningkatkan kualitas pribadi saya dan membaikkan kehidupan saya (dalam kasus kehilangan hp, akhirnya saya terpaksa harus &#8216;membaikkan&#8217; hp saya dengan membeli hp baru yang lebih wahhh). Memang dasar saya yang bandel, mungkin saya terlalu menikmati perasaan mendendam ini. Atau justru itu yang membuat hidup menjadi lebih berwarna?? Tapi saya terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meski harus dipaksa nonton spongebob 100 episode tanpa henti.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/02/masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/02/masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 17:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang teman dari seorang kawan yang kalau datang berkunjung tak pernah datang sendirian melainkan selalu bersama dengan saudara kembarnya. Dia bernama "Masalah" dan saudaranya "Solusi".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang teman dari seorang kawan yang kalau datang berkunjung tak pernah datang sendirian melainkan selalu bersama dengan saudara kembarnya. Dia bernama &#8220;Masalah&#8221; dan saudaranya &#8220;Solusi&#8221;. Dan sebelum kawan saya sempat mengenalkan saya dengan temannya, ternyata saya sudah mengenalnya, si Masalah dan saudaranya. Ketika kami mengajaknya jalan, di sepanjang jalan Masalah dan saudaranya senantiasa menyapa setiap orang yang ditemuinya, mulai dari <a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin menjadi pengemis">anak seorang pengemis</a>, tukang ojek, pengetap bensin, juragan kos-kosan sampai walikota, mereka mengenalnya. Luar biasa&#8230;.kalau mereka punya akun facebook, pastilah mereka dinobatkan sebagai facebooker dengan jumlah teman terbanyak di bumi, kalau mereka suka nge-tweet, pastilah mereka memiliki follower terbanyak dan juga pem-follow terbanyak sepanjang riwayat hidup tweeter, atau kalau mereka membuat <a href="http://manikarum.com/2010/01/group-aneh-di-facebook/" title="Group aneh di facebook">grup di facebook</a>, barangkali manusia termakmur di muka bumi akan menjadi membernya.</p>
<p>Ketika dia dan saudaranya berkunjung ke rumah saya, tanpa sadar saya sering menjamunya dengan teramat baik. Terkadang dia menginap berhari-hari tanpa tahu kapan akan berkelana lagi. Mungkin dia merasa nyaman berada di pondok saya yang sebenarnya belum sempurna betul. Biarlah&#8230;.kadang saya juga menikmati kehadirannya.<span id="more-494"></span></p>
<p>Masalah ini suka sekali ngobrol, dia hampir menguasai semua topik yang saya lontarkan. Kalau sudah bicara, suara gunung meletus pun terdengar seperti <a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">cicak</a> yang bersendawa. Berbeda dengan saudaranya Solusi yang agak pendiam. Sekali ngomong, suaranya hampir tak terdengar, dan itu tak akan diulanginya lagi sebelum saya berhenti bicara dan bertanya &#8220;tadi ngomong apa barusan?&#8221;. Sekali waktu saya diam dan mendengarkan Solusi bicara, &#8220;Ooooo&#8230;.ternyata dia hanya minta <a href="http://manikarum.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-segelas-kopi/" title="Tiada hari tanpa segelas kopi">segelas kopi</a> dan dua batang rokok.&#8221;. Segera saya buatkan dia segelas kopi hitam istimewa yang direndam dalam air bersuhu seratus derajat celcius. Dan tidak hanya 2 batang, tapi 2 bungkus rokok dengan merk berbeda saya sajikan juga. Segera setelah dihajarnya hidangan itu, dia pun memulai kicauannya yang sebenarnya terlalu indah untuk tak dihiraukan. Begitu indah kicaunya sampai saya terlelap. Keesokan paginya, saya sudah tak menemukan keberadaan mereka di dalam pondok. Mungkin semalam mereka sudah pamitan, tapi saya terlalu asyik bercanda dengan bidadari di buana impian.</p>
<p>Saya hanya tersenyum, &#8220;mungkin tetangga sebelah ada benarnya, <a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">masalah kita akan berkurang</a> bobotnya hanya dengan meluangkan waktu untuk tenang dan berdiam diri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Besok besok jangan segan-segan untuk berkunjung lagi, wahai kawanku&#8230;..&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/02/masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbiasa korupsi</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 09:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Siapa?? gayus&#8230;..?? Ooooo&#8230;gayusss. Sekarang dia jadi selebriti. Setiap kali ada kesempatan nonton TV, selalu ada wajah gayus di situ, baik yang pakai kacamata atau gak, yang rambutnya cepak atau selurus sapu lidi. Ketenarannya melampaui Pak Haji Bambang yang berkorban banyak untuk membantu korban bali blast di Kuta 2002 silam. Dia juga yang bikin rekor pembuatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa?? gayus&#8230;..?? Ooooo&#8230;gayusss. Sekarang dia jadi selebriti. Setiap kali ada kesempatan nonton TV, selalu ada wajah gayus di situ, baik yang pakai kacamata atau gak, yang rambutnya cepak atau selurus sapu lidi. Ketenarannya melampaui Pak Haji Bambang yang berkorban banyak untuk membantu korban bali blast di <a href="http://www.baliheaven.com/blog/kuta-the-place-you-should-not-give-a-miss" target="_blank" title="Kuta – The place you should not give a miss!">Kuta</a> 2002 silam. Dia juga yang bikin rekor pembuatan paspor termahal meski belum diresmikan. Dengan usia yang nggak lebih tua dari saya dan berstatus PNS golongan III, ternyata dia sudah bisa mencapai apa yang digaung-gaungkan oleh pembicara enterpreuner sebagai financial freedom. Barangkali itu salah satu sisi positif dari Gayus&#8230;.??</p>
<p>Seorang kawan di <a href="http://manikarum.com/2010/01/group-aneh-di-facebook/" title="Group aneh di Facebook">facebook</a> pernah menulis di statusnya,</p>
<blockquote><p>seandainya semua orang di indonesia bs jd seperti gayus,SISI POSITIF NYA: ga ada satupun orang indonesia yg miskin..</p></blockquote>
<p>Iya nggak sih??? Kalau boleh saya kerucutkan lagi, &#8220;andai semua orang di Indonesia berprofesi sebagai PNS, tentu gak ada orang yang hidupnya kekurangan di negeri ini&#8221;</p>
<p>Memang lebih nyaman jadi PNS daripada koruptor, meski memang koruptor itu paling banyak ngendon di instansi pemerintah. Padahal jadi PNS yang bersih aja hidup udah nyaman kok, ga perlu korupsi (<em>kecuali kepepet&#8230;</em>).<br />
<span id="more-491"></span><br />
Ngomong soal korupsi, siapa sih yang ngaku gak pernah korupsi? Saya sendiri sering, baik dulu atau sekarang. Tapi kalau saya bukan korupsi uang&#8230;.tapi waktu. Sebuah stasiun radio swasta di Bali pernah mengadakan acara interaktif yang membahas tentang korupsi. Semua penelpon yang berpartisipasi mengaku pernah korupsi (materi). Yang paling banyak&#8230;. mengkorupsi duit bapak ibunya sendiri. Kata mereka&#8230;yah gak papa donk..kan duit bokap nyokap sendiri, toh mereka juga sebenarnya tau&#8230;tapi diem aja, anggap aja uang saku buat kita. Wah wah&#8230;enaknya punya ortu kayak gitu. Yang jadi masalah, seperti kata bapak-bapak motivator,</p>
<blockquote><p>Tindakan yang dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang akan menetap permanen sebagai suatu kebiasaan dan akhirnya kebiasaan itu membentuk suatu karakter.</p></blockquote>
<p>Istilah kerennya REPOH (Repetition, Easy, Pleasure, Often, Habit). Jadi bukan <a href="http://manikarum.com/2011/01/zodiak-saya-berubah/" title="Zodiak saya berubah">zodiak</a> ya yang membentuk karakter seseorang? Wallahu &#8216;alam. Jika seseorang melakukan korupsi berulang-ulang (repetition/pengulangan) maka dia akan merasa mudah (easy) melakukannya. Jika melakukan korupsi menjadi mudah baginya, maka tindakan itu pasti menyenangkan (pleasure). Dan jika sudah menyenangkan, pasti dia akan lebih sering (often) melakukannya. Jika sudah sering melakukannya, maka melakukan korupsi akan menjadi kebiasaan (habit) baginya.</p>
<blockquote><p>&#8220;A single bad habit will mar an otherwise faultless character, as an ink-drop soileth the pure white page.&#8221; &#8211; Hosea Ballou</p></blockquote>
<p>Jadi kalau kegiatan korupsi di rumah yang &#8220;dimaklumi&#8221; itu dipelihara dan disiram setiap hari, bukan tidak mungkin akan membentuk suatu kebiasaan yang ujung-ujungnya akan membentuk karakter. Dan karakter itu yang akan menampakkan wajahnya ketika dia dewasa. Dan kalau korupsi itu sudah menjadi karakter, biasanya agak susah ngilanginnya.</p>
<p>Ternyata ada juga yang patut disyukuri kalau saya dilahirkan dalam sebuah keluarga yang serba cukup (tidak kekurangan dan juga tidak terlalu berlebihan), jadi tidak ada kesempatan untuk berkorupsi (materi). Saya masih ingat waktu zaman SD dulu, saya disuruh bapak membeli koran dan diberi uang Rp. 500 (kalau gak salah ingat harga koran waktu itu sekitar Rp. 750). Saya bilang ke bapak kalau uangnya kurang, bapak menjawab itu kalau pagi, kalau sore harganya jadi turun. Saya tidak membantah dan buru-buru mengambil sepeda menuju kios koran. Sesampai di kios koran, saya menyebutkan koran favorit bapak ke mbak yang jaga dan menyerahkan uang yang dikasih bapak. Si mbak bilang kalau <a href="http://manikarum.com/2009/07/kemana-uang-yang-seribu/" title="Kemana uang yang seribu?">uangnya kurang</a>, dan dengan polosnya saya mengatakan apa yang sudah dikatakan bapak. Mungkin karena kasihan, si mbak itu akhirnya ngasih juga (<em>makasih mbak yaaa&#8230;.di manapun kamu berada</em>) dan saya pun pulang sambil siul-siul soundtrack theme-nya serial MacGyver. Tapi si mbak sempat bilang kalau besok-besok uangnya gak boleh kurang lagi.</p>
<p>Coba bayangin&#8230;mau korupsi, tapi apa yang mau dikorupsi??? ngasih duitnya aja kurang (<em>pokok&#8217;e my father is the best</em>).</p>
<p>Pernah baca berita juga, dalam dupliknya di persidangan, <a href="http://juliussumant.wordpress.com/2011/01/11/ada-preseden-di-balik-keinginan-gayus-jadi-staf-ahli-kpk/" target="_blank" title="Ada Preseden di Balik Keinginan Gayus Jadi Staf Ahli KPK">gayus ingin dijadikan staf ahli polri, KPK dan Kejagung</a> untuk pemberantasan korupsi. Luar biasa jenius yus&#8230;.tapi kalau boleh usul yus&#8230;tau sendiri kan masyarakat kita emang seperti sudah dididik untuk korupsi dari kecil, jadi daripada kamu membantu polri untuk memberantas hal yang &#8220;lumrah&#8221; ini, mending kamu mengintensifkan aja apa yang udah tumbuh. Dengan kata lain, bukalah lembaga untuk mengasah kebiasaan yang sudah ada dalam diri manusia-manusia <a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">indonesia</a>. Sekedar nyumbang saran, buatlah LAPAKS atau Lembaga Pendidikan Ahli Korupsi dan Suap-menyuap. Pake duitmu buat ngebebasin terpidana-terpidana kasus korupsi yang klesetan di spring bed di penjara &#8220;bak rumah sendiri&#8221;. Pake duitmu juga untuk membantu terdakwa-terdakwa kasus korupsi yang belum diketok palunya. Angkat mereka jadi penasehat atau pengajar senior di LAPAKS-mu. Pelajarnya boleh dari mana saja, baik pegawai swasta atau negeri, dari yang baru masuk sampai yang mau pensiun, dari yang masih berstatus kontrak atau yang sudah 100% pegawai tetap. Tidak ada batasan dan kualifikasi, yang penting harus berani TIDAK JUJUR, ini syarat mutlak. Jangan lupa nanti ada praktek kerja lapangannya juga di tempat kerja masing-masing. Kalau sukses, hasilnya dibagi sama guru pembimbingnya. Kalau gak sukses, paling &#8220;apes&#8221; bakal jadi selebriti yang wajahnya sering nongol di tipi dan koran. Kalau beruntung, bakal ada yang membuatkan lagu tentangnya. Pasti laris yus&#8230;tapi jangan harap anakku kelak bakal sekolah di sana (<em>kecuali kepepet&#8230;..</em>).</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zodiak saya berubah</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/01/zodiak-saya-berubah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/01/zodiak-saya-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 15:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang percaya dengan zodiak dan tetek-bengeknya, rupanya harus siap-siap mengubah hapalan mengenai horoskop. Karena bapak-bapak astronom mencurigai adanya zodiak ke-13 yang diberi nama Ophiuchus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda yang percaya dengan zodiak dan tetek-bengeknya, rupanya harus siap-siap mengubah hapalan mengenai horoskop. Karena bapak-bapak astronom mencurigai adanya zodiak ke-13 yang diberi nama <strong>Ophiuchus</strong>. Dan dengan adanya penambahan zodiak ini, otomatis ke-12 zodiak-zodiak yang selama ini kita kenal jadi bergeser periodenya. Barangkali yang dulu berzodiak scorpio sekarang menjadi libra, atau yang dulunya cancer berubah menjadi gemini. Itu bagi yang percaya saja, tapi buat yang nggak percaya juga siap-siap mengubah identitas zodiaknya, biar gak salah jawab kalau ditanyain sama bapak calon mertua,<br />
&#8220;zodiakmu apa le?&#8221;, &#8220;virgo om&#8230;&#8221; (sambil cengar-cengir). Bapak camer melanjutkan, &#8220;emang kamu lahir tanggal berapa sih?&#8221;. &#8220;7 september om&#8221;, masih sambil tersenyum dan merasa bangga berzodiak virgo yang terkenal dengan kelemahlembutannya bak perawan ndeso. </p>
<p>Si bapak balas cengar-cengir sambil berkata dalam hati, &#8220;ni calon menantu gak gaul ahhh&#8230;.belum tau kalo sekarang ada 13 zodiak. kagak lulus tes ni kayaknya&#8221;</p>
<p>Nah lhoo&#8230;.malu kan kalau sampai begitu kejadiannya. Makanya lanjutin bacanya, ini perubahan periode zodiak setelah ada penambahan zodiak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ophiuchus_(astrology)" target="_blank" title="Ophiuchus (astrologi)">Ophiuchus</a>.<span id="more-489"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/01/ophiuchus.png" width="200" alt="Simbol Ophiuchus yang disarankan Berg"/><p class="wp-caption-text">Simbol Ophiuchus yang disarankan Berg</p></div>
<p>Capricorn: 19 Januari &#8211; 15 Februari<br />
Aquarius : 16 Februari &#8211; 11 Maret<br />
Pisces : 12 Maret &#8211; 18 April<br />
Aries = 19 April &#8211; 13 Mei<br />
Taurus : 14 Mei &#8211; 19 Juni<br />
Gemini : 20 Juni &#8211; 20 Juli<br />
Cancer : 21 Juli &#8211; 9 Agustus<br />
Leo : 10 Agustus &#8211; 15 September<br />
Virgo : 16 September &#8211; 30 Oktober<br />
Libra : 31 Oktober &#8211; 22 November<br />
Scorpio : 23 November &#8211; 29 November<br />
Ophiuchus : 30 November &#8211; 17 Desember<br />
Sagitarius : 18 Desember &#8211; 18 Januari</p>
<p>Kalau diperhatikan, 365 hari dalam setahun tidak terdistribusi merata ke 13 zodiak, ada yang periodenya 1,5 bulan tapi ada juga yang tidak sampai 30 hari. Tapi begitulah adanya, bukannya saya ngakali supaya zodiak saya tidak berubah. Terus bagaimana dengan karakter dari orang yang berada di bawah naungan zodiaknya, berubah juga donk? Wah kalau yang itu terus terang saya belum tahu. Tapi kalau ada yang penasaran dengan karakter-karakter orang yang lahir di bawah zodiak Ophiuchus silahkan baca di <a href="http://www.love-astrology.com/13th-sign-of-the-zodiac/ophiuchus-13th-sign/" target="_blank" title="Ophiuchus 13th sign">love astrology</a>.</p>
<p>Tapi jangan lantas karena tahu zodiaknya berubah terus mati-matian mengubah karakternya sendiri, yang tadinya lemah lembut berzodiak virgo jadi pingin mengubah karakternya menjadi garang karena zodiaknya berubah jadi leo, sampai dibela-belain pakai ramu-ramuan supaya tumbuh jenggot, kumis dan bulu di dada.</p>
<p>Tapi yang jelas, kita tetap juga harus punya NPWP, barangkali aja calon bapak mertua nggak nanya zodiak, tapi &#8220;udah punya NPWP belum? kalau mau nglamar anak saya harus punya NPWP&#8230;.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/" title="[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe">[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/" title="Terbiasa korupsi">Terbiasa korupsi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/01/zodiak-saya-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan itu tahu tapi menunggu</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 13:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Ungkapannya indah dan lugas, bunyinya seperti ini "Tuhan itu tahu tapi menunggu". Nah, apabila dikaitkan dengan konsep ikhtiar manusia dengan takdir ilahi banyak sekali hal yang mengganjal yang ingin dipertanyakan yaitu:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/12/tuhan-itu-tahu.jpg" width="400" height="268" alt="Tuhan itu tahu tapi menunggu" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu" /><p class="wp-caption-text">Tuhan itu tahu tapi menunggu</p></div>
<p>Tanpa sengaja ketika saya membuka-buka folder kepunyaan teman-teman di laptop, ada satu file dokumen bernama &#8220;NDP.docx&#8221; yang ketika saya buka isinya hanya 1 halaman tapi mengandung 10 pertanyaan yang dalam (atau terlalu lugu??). Saya sendiri tidak tahu apa kepanjangan dari NDP, dan saya juga tidak tahu teman yang mana yang menulis (atau menaruh?) file itu. Isinya seperti ini,</p>
<p>Ungkapannya indah dan lugas, bunyinya seperti ini &#8220;Tuhan itu tahu tapi menunggu&#8221;. Nah, apabila dikaitkan dengan konsep ikhtiar manusia dengan takdir ilahi banyak sekali hal yang mengganjal yang ingin dipertanyakan yaitu:<span id="more-478"></span></p>
<ol>
<li>Dimana posisi Tuhan sehingga Tuhan bisa disebut Maha penolong dan Maha pemberi petunjuk, apakah dalam perjalanan ikhtiar manusia itu Allah itu memberikan petunjuknya, dalam artian Tuhan tidak hanya menunggu tapi juga membantu?</li>
<p></p>
<li>Bukankah hal tersebut berarti menjajah kemerdekaan manusia dalam berikhtiar?</li>
<p></p>
<li>Apakah sudah ada dalam diri manusia (fitrah manusia untuk kembali kepada tuhannya)?</li>
<p></p>
<li>Dimana kemerdekaan manusia?</li>
<p></p>
<li>Apakah ramalan tentang masa depan itu mengacu pada konsep kelanjutan ikhtiar kita saat ini, atau merupakan suatu ilmu khusus yang dipelajari, bolehkah kita mempercayainya?</li>
<p></p>
<li>Apakah ada patokan atau barometer yang menunjukkan atau bisa dikatakan bahwa seseorang sudah berikhtiar secara maksimal?</li>
<p></p>
<li>Apa yang dimaksud dengan kemerdekaan manusia (ikhtiar manusia) itu sendiri??</li>
<p></p>
<li>Sering kita mendengar,”kita serahkan selanjutnya kepada Allah yang penting kita (manusia) sudah berikhtiar”… Apakah sikap itu dibenarkan???</li>
<p></p>
<li>Mengenai takdir, apabila takdir seseorang sudah ditentukan oleh-NYA,  lalu untuk apa manusia berikhtiar?</li>
<p></p>
<li>Apakah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah, bisa diubah??</li>
</ol>
<p>Mohon bimbingannya kanda,,bila ada yang keliru mohon diluruskan….</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Genuine 2</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/11/genuine-2/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/11/genuine-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 06:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama saya tidak membuka harian kompas versi epaper yang bisa diakses di epaper.kompas.com. Alasannya dulu karena PC atau laptop kita harus terinstal microsoft silverlight agar bisa mengakses epaper kompas. Dulu saya juga sempat mengunduh silverlight, tapi setelah saya instal, proses instalasi berhenti di tengah jalan karena OS windows yang saya pakai bukan genuine. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup lama saya tidak membuka harian kompas versi epaper yang bisa diakses di <a href="http://epaper.kompas.com" target="_blank" title="Kompas ePaper">epaper.kompas.com</a>. Alasannya dulu karena PC atau laptop kita harus terinstal microsoft silverlight agar bisa mengakses epaper kompas. Dulu saya juga sempat mengunduh silverlight, tapi setelah saya instal, proses instalasi berhenti di tengah jalan karena OS windows yang saya pakai bukan <a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="genuine">genuine</a>. Nah karena alasan itulah saya ogah membaca kompas lagi, kecuali yang versi cetak. Tapi beberapa waktu yang lalu (sudah agak lama sih..) ketika saya iseng-iseng membuka epaper kompas lagi, ternyata waktu itu sudah bisa diakses dengan menggunakan format epaper lain selain menggunakan microsoft silverlight, yaitu menggunakan softpress. Alhasil, sampai tulisan ini dibuat, saya selalu mengakses kompas epaper. Kalau boleh ge-er&#8230;.sepertinya kompas berpikir untuk menduakan silverlight setelah membaca tulisan saya yang berjudul &#8220;<a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="genuine">GENUINE</a>&#8220;. Mosok seeeh??</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/11/sukribo.jpg" width="550" alt="Sukribo edisi 21 November 2010" title="Sukribo edisi 21 November 2010" /><p class="wp-caption-text">Karikatur Sukribo edisi Minggu, 21 November 2010</p></div>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/" title="[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe">[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/mengubah-tabel-ms-excel-ke-html/" title="Mengubah tabel MS excel ke HTML">Mengubah tabel MS excel ke HTML</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/11/genuine-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari raya cicak</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 08:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA["besok idul fitri yaa?.... so fuckin' what?? emangnya berapa persen orang yang merayakannya kembali ke fitri? yang suka korup tetep aja korup, yang tukang judi tetep aja berjudi, yang hobi fitnah tetep aja memfitnah, yang doyan zina tetep aja berzina, yang merantau saling pamer kekayaan ketika mudik biar jadi buah bibir tetangga-tetangga sebelah...jadi seperti artis gitu......apakah yang begitu itu artinya idul fitri??"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;besok idul fitri yaa?&#8230;. so fuckin&#8217; what?? emangnya berapa persen orang yang merayakannya kembali ke fitri? yang suka korup tetep aja korup, yang tukang judi tetep aja berjudi, yang hobi fitnah tetep aja memfitnah, yang doyan zina tetep aja berzina, yang merantau saling pamer kekayaan ketika mudik biar jadi buah bibir tetangga-tetangga sebelah&#8230;jadi seperti artis gitu&#8230;&#8230;apakah yang begitu itu artinya idul fitri??&#8221;</p>
<p>Cicak di dinding meracau sambil mengibaskan ekornya. </p>
<p>&#8220;emang loe orang cak, dari tadi ngomel aja? awas loe kalo tai loe jatuh di kopi gue&#8221;<br />
&#8220;loe lagi&#8230;.udah jelas-jelas gue ini cicak&#8221;<br />
&#8220;terus ngapain loe ngomong-ngomongin orang? ngomongin cicak aja napa??&#8221;</p>
<p>&#8220;gue cuma jengah ama manusia sekarang&#8230;.suka memoles penampilan luar biar indah bak burung cendrawasih, menutupi keburukan di dalam dengan kebaikan semu. merayakan dengan sok khidmat hari raya idul fitri, seolah-olah mereka sudah benar-benar kembali ke fitri. kalo emang udah kembali ke suci, harusnya mereka berubah donk ketika menjalani kehidupan masing-masing. orang yang biasa korup menjadi hilang ingatan dan tidak tahu apa itu definisi korupsi sehingga mereka tidak akan melakukannya lagi. ya setidaknya sampai mereka mengenal lagi kosakata itu dan bernyali untuk melakukannya lagi. tapi sebelum itu terjadi, mereka sudah harus dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan di tahun depannya, jadi seperti tidak ada kesempatan buat mereka untuk mengenal lagi apa dan bagaimana korupsi itu. dan karena proses iterasi itu berlangsung kontinu, harusnya mereka setiap saat tidak melakukan tindakan kotor itu. itu alasannya kenapa di setiap tahun tuhan selalu menganugerahkan bulan ramadhan, supaya bisa dijadikan momentum bagi manusia untuk berbenah dan membersihkan diri setelah setahun hati dan pikirannya dikotori oleh lingkungan sekitar.&#8221;<br />
<span id="more-460"></span><br />
Saya tercengang&#8230;.dia kan hanya seekor cicak.</p>
<p>&#8220;<em>pagi beriman&#8230;..siang lupa lagi&#8230;..sore beriman&#8230;&#8230;malam amnesia&#8230;&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Ehhh&#8230;..si cicak nyanyi lagu amnesia-nya GIGI. &#8220;Suara loe keren abiss cak&#8230;&#8230;tapi jauh lebih keren kalo loe gak bersuara.&#8221;</p>
<p>Cicak bercerita lagi, &#8220;gue ingat waktu gue tinggal di kuwait dulu. gue berteman dengan seorang anak manusia. setiap malam di bulan ramadhan dia selalu berdoa seperti ini, ya allah kalau ada satu atau dua syaitan yang lolos dari belenggumu, biarkan dia memelukku supaya aku terhindar menjadi orang yang munafik.&#8221;</p>
<p>&#8220;kok syaitan? kenapa bukan malaikat?&#8221;, tanya saya.</p>
<p>&#8220;justru itu bro, di bulan ramadhan terlalu banyak manusia yang sok-sok&#8217;an berbuat baik, sekedar mengharap pahala atau bahkan cuma ingin nama baik. teman gue ngerasa susah sekali <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu malaikat">bertemu malaikat</a> karena mereka kewalahan mencatat amal manusia-manusia itu, makanya dia minta tolong aja ama syaitan. di bulan ramadhan kan umat syaitan lagi liburan dan jadi pengangguran, yaaa barangkali ada yang mau uang saku tambahan.&#8221;</p>
<p>Saya jadi teringat lagunya Ahmad Dhani yang duet bersama almarhum Chrisye, &#8220;<em>jika surga dan neraka tak pernah ada&#8230;.masihkah kau bersujud kepadanya&#8230;..jika surga dan neraka tak pernah ada&#8230;.masihkah kau menyebut namanya</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;ehhh&#8230;.badewey selamat idul fitri yaa&#8230;..maafin kalo gue ada salah&#8221; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/handshake.png' alt='Handshake' title='Handshake' class='tse-smiley' /></p>
<p>&#8220;iya&#8230;gue juga. sori kemaren malem gue dah bunuh salah satu anak loe. abis dia maen-maen di karpet gue&#8230;..ya gue usir aja pake sapu, terus tau-tau udah KO forever.&#8221;</p>
<p>&#8220;gapapa&#8230;gue ikhlas. besok-besok juga bisa bikin lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;ehh&#8230;.emang di dunia cicak besok hari raya juga ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;jangan salah bro&#8230;..di dunia cicak setiap hari adalah hari yang fitri. karena kita gak punya free will, yang kita punya cuma insting yang udah terpatri di blueprint dari sononya. dan itu dijamin pasti baik ama yang bikin blueprint.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita saya ingin jadi pengemis</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 04:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, "besok kalau sudah besar mau jadi apa?", "cita-cita saya ingin jadi pengemis". Ibu guru pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harus saya akui, <a href="http://manikarum.com/" title="Blog e Manik Arum">saya</a> ini orangnya agak pilih-pilih kalau mau ngasih sedekah ke pengemis. Kalau pengemisnya ibu-ibu yang menggendong anaknya yang masih balita atau laki-laki yang masih perkasa walaupun gak minum obat kuat, saya ogah ngasih. Bukan karena saya ada keturunan pak ogah, tapi pertama karena saya berpikir, apa ya pantas kalau saya ngasih ke pengemis laki-laki yang mungkin masih kuat kalau disuruh mengayuh becak bangil-surabaya pp (via tol). Yang kedua, pengemis ibu-ibu yang menggendong bayinya, ini yang saya lebih gak suka lagi, kenapa harus mengajak bayinya untuk meminta-minta? Mungkin dikiranya orang akan lebih kasihan karena lihat bayinya? Orang lain mungkin, kalau saya&#8230;.NO WAY! Dalam hati saya berpikir, &#8220;kenapa gak dijual aja bayinya sekalian?&#8221; Mungkin kalau ada orang yang teramat baik hatinya mau mengasuh bayinya itu sampai besar, sepertinya si ibu tidak akan mau memberikannya. Mungkin bukan karena sayang, tapi karena dia takut kehilangan ujung tombak dalam mencari nafkah, seperti tuan krab yang takut kehilangan <a href="http://manikarum.com/2009/09/sponge-who-could-fly/" title="Sponge who could fly">spongebob</a>.</p>
<p>Pernah ada seorang pengemis yang datang ke kantor, seorang anak perempuan. Waktu itu saya kasih sekedarnya. Tidak berselang lama, datang lagi 2 orang, seorang bapak-bapak yang masih terlihat segar bugar bersama seorang anak laki-laki. Wah kalau ini keterlaluan, ini orang gak bisa nyari kerja atau memang gak mau kerja? Saya cuekin aja, saya gak mau berbohong dengan mengatakan &#8220;gak ada pak&#8221;. Tapi orang ini masih saja menunggu. Beberapa saat kemudian, teman sekantor saya menawari orang itu untuk kerja di desa mengurus kebunnya. Tapi orang itu diam saja, tidak mengatakan mau, juga tidak mengatakan tidak mau. Dalam hati saya berpikir, &#8220;ini orang  dasarnya emang males, gak mau kerja. kalau dia mau kerja, dia pasti terima tawaran teman saya, kan kesempatan belum tentu datang dua kali&#8221;.<span id="more-443"></span></p>
<p>Tapi itu bukan urusan saya. Barangkali pihak yang berwenang juga capek mengurusi. Satu waktu mereka ditertibkan, diberi penyuluhan dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Tapi gak berapa lama ujug-ujug nongol lagi di kota. Mungkin bukan salah yang ngasih penyuluhan, pak Mario Teguh sekalipun kalau diundang untuk mengisi acara penyuluhan belum tentu bisa menyadarkan pengemis-pengemis itu, bisa-bisa cuma bikin tambah lebar lapangan udara di bagian depan kepalanya (<em>piss pak mario hehehehh&#8230;..kabarnya luigi gimana pak?</em>).</p>
<p>Pernah juga, jam 12 malam lewat sewaktu saya nongkrong di pinggir sebuah jalan di kota denpasar, ada sebuah taksi berhenti tidak jauh dari tempat saya nongkrong. Saya menduga yang keluar pasti kupu-kupu malam, walaupun di daerah itu bukan tempat mangkalnya. Tapi ternyata saya keliru, dan saya pun mendendangkan lagunya Ruth Sahanaya (<em>&#8230;&#8230;namun ku keliru telah membunuh cinta dia dan dirimu&#8230;..</em>). Saya tercengang, ternyata <a href="http://manikarum.com/2010/02/suara-jelek-aja-nggaya/" title="Suara jelek aja nggaya">suara saya jelek</a> abisss&#8230;&#8230; maksudnya, saya tercengang karena ternyata yang keluar dari taksi itu adalah pengemis perempuan bersama 1 anak perempuan dan 1 bayi yang digendongnya. Dalam hati saya berpikir, &#8220;negara macam apa ini? pengemis aja naik taksi, seperti pekerja kantoran yang habis kerja lembur&#8221;. Kalau ada yang berpikir ini fitnah, silahkan. Tapi saya yakin saya melihat dengan mata sendiri. Dan dari informasi yang saya dapat, ternyata di daerah itu ada semacam basecamp-nya pengemis. Tidak jelas apakah mereka tinggal di situ secara independen atau ada semacam koordinator atau penadahnya. </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/08/pengemis.jpg" alt="cita-cita saya ingin jadi pengemis" /></p>
<p>Dalam hati saya berpikir lagi, hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, &#8220;besok kalau sudah besar mau jadi apa?&#8221;, &#8220;cita-cita saya ingin jadi pengemis&#8221;. <a href="http://manikarum.com/2010/04/guru-ketok-magic/" title="Guru ketok magic">Ibu guru</a> pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan. Horeeeee&#8230;.. tepuk tangan donk</p>
<p>Tepuk tangan juga buat bapak Mario Teguh yang memperkenankan (<em>emang kapan minta izinnya ya???</em>) tulisannya saya kutip,</p>
<blockquote><p>REZEKI SUDAH DITETAPKAN OLEH TUHAN, BUKAN PADA JUMLAHNYA, TAPI PADA CARANYA.<br />
Dia yang malas, dimalasi oleh rezeki.<br />
Dia yang baik hati, rajin dan jujur &#8211; sering dikunjungi oleh rezeki yang kangen.<br />
Dan dia yang bermanfaat bagi sesama, rezekinya langsung dan khusus menjadi urusan Tuhan.<br />
SEBELUM MENYALAHKAN REZEKI, sebaiknya kita MEMERIKSA KETEPATAN SIKAP.<br />
KITA adalah JIWA YANG ASLINYA BEREZEKI BAIK.</p></blockquote>
<p>Setelah <a href="http://manikarum.com/" title="Blog e Manik Arum">saya</a> pikir-pikir lagi, di atas saya berulang kali mengatakan &#8220;dalam hati saya berpikir&#8221;. Padahal yang dipakai mikir kan otak ya&#8230;apa <a href="http://manikarum.com/2009/08/otak-kiri-atau-kanan/" title="Otak kiri atau kanan">otak</a> saya terlalu malas untuk diajak berpikir?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menunggu itu nikmat</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/07/menunggu-itu-nikmat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/07/menunggu-itu-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 06:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Menunggu itu nikmat? Gak salah pakdhe? Gak gak salah kok&#8230;menunggu emang nikmat, kalo tau triknya. Berikut ini tips untuk mengurangi bt (bukan Butuh Tatih tayang) akibat menunggu. 1. Angkat jari telunjuk kanan lalu bersihkan. Kalo jari telunjuk anda berdiameter >1,5cm, boleh diganti dengan jari kelingking. 2. Setelah bersih, masukkan jari anda ke lubang hidung sebelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menunggu itu nikmat? Gak salah pakdhe? Gak gak salah kok&#8230;menunggu emang nikmat, kalo tau triknya. Berikut ini tips untuk mengurangi bt (<em>bukan Butuh Tatih tayang</em>) akibat menunggu.</p>
<p>1. Angkat jari telunjuk kanan lalu bersihkan. Kalo jari telunjuk anda berdiameter >1,5cm, boleh diganti dengan jari kelingking.</p>
<p>2. Setelah bersih, masukkan jari anda ke lubang hidung sebelah kanan. Setelah di dalam, goyang-goyang ujung jari dan rasakan apakah ada sesuatu yang mengganjal. Kalau ada, dengan menggunakan ujung kuku cobalah pancing benda tersebut. Setelah terpancing, tariklah IHO (<em>Identified Hidden Object</em>) tersebut dari tempat persembunyiannya. Setelah terpancing keluar, buang objek tersebut dengan cara disentil. Tapi hati-hati, harap perhatikan keadaan sekitar, kalau ramai anda harus melakukannya dengan diam-diam kalo tidak ingin dibilang jorok. Kalau tetap tidak memungkinkan, ada alternatif lain, anda bisa menempelkan benda tersebut di bawah kursi, di balik meja, atau yang lebih ekstrim, usapin di atas kepala.</p>
<p>3. Ulangi langkah 1 dan 2 untuk memastikan hidung anda sudah bersih dari IHO.</p>
<p>4. Ulangi langkah 1-3 untuk jari tangan kiri dan lubang hidung sebelah kiri.</p>
<p>5. Setelah melakukan langkah 1-4, tapi yang anda tunggu tak kunjung datang, lakukan lagi langkah 1-4.</p>
<p>Semoga tips gak penting ini bermanfaat.</p>
<p><strong>Note</strong>: Postingan ini ditulis, (<em>eh salah ding&#8230; bukan ditulis tapi diketik, eh salah lagi dink&#8230;kalo diketik kan makai jari kanan dan kiri,tapi ini cuma makai jempol, jadi lebih cocok disebut dipencet</em>) dari HP. HP-nya soner, browsernya opera mini versi 5.0.19693, jempolnya yamaha 5 tak.</p>
<p><strong>Note lagi</strong>: Setelah selesai memencet tulisan ini, yang saya tunggu juga tak kunjung datang. <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/facebook-lite/" title="Facebook Lite">Facebook Lite</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/parikan-sego-rawon/" title="Parikan sego rawon">Parikan sego rawon</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/04/jangan-selamatkan-bumi/" title="Jangan selamatkan bumi!">Jangan selamatkan bumi!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/spongebob-squarepants-and-the-gang/" title="Spongebob Squarepants and the gang">Spongebob Squarepants and the gang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/main-ular-ularan-di-youtube/" title="Main ular-ularan di YouTube">Main ular-ularan di YouTube</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/" title="Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali">Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/disc-drop/" title="Disc Drop">Disc Drop</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/parikan-17-agustus/" title="Parikan 17 Agustus">Parikan 17 Agustus</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/07/menunggu-itu-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1 tahun nge-blog</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 06:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Sudah setahun saya nge-blog. Ternyata membuat blog itu mudah, semudah menarik upil dari tempat persembunyiannya hanya dengan satu jari kelingking. Barangkali yang agak susah itu me-maintain bagaimana supaya sebuah blog bisa terus di-update secara berkala tanpa mengandung duplicate content atau malah copy paste dari blog lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>25 juni 2009, pertama kali saya learning by doing untuk nge-blog. Waktu itu masih numpang nginep di rumah pakdhe-pakdhe yang baik hati di wordpress.com dengan nama domain <a href="http://manikarum.wordpress.com/" title="Blog Matematikus" target="_blank">manikarum.wordpress.com</a>. Tanpa bermodal literatur atau tutorial tentang blog, hanya sebungkus rokok dan <a href="http://manikarum.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-segelas-kopi/" title="Tiada hari tanpa segelas kopi">segelas kopi</a> ditambah rasa percaya diri bahwa saya ini bukan seorang sarjana, jadi kalaupun melakukan kesalahan masih bisa dimaklumi dan gak malu-maluin, akhirnya selesai sudah proses pembuatan blog berikut postingan perdananya yang berjudul &#8220;<a href="http://manikarum.com/2009/06/pdf-i/" title="Pdf It!">Pdf It!</a>&#8220;. Karena prosesnya yang spontan, saya pun bingung blog ini diisi apa dan mau dibawa kemana, seperti kata band Armada &#8220;<em>mau dibawa kemana hubungan kita&#8230;.</em>&#8220;, maka tagline-nya saya tulis aja &#8220;<a href="http://manikarum.com/" title="Blog seng rapatinggena">Blog seng rapatinggena</a>&#8220;, atau blog yang gak jelas (<em>sampai sekarang pun masih gak jelas</em>). Dan satu pelajaran yang saya petik, ternyata membuat blog itu mudah, semudah menarik upil dari tempat persembunyiannya hanya dengan satu jari kelingking. Barangkali yang agak susah itu membuang upil yang sudah terjerat, mau dibuang di lantai begitu saja, gak enak takut ada yang ngeliatin. Ya akhirnya terpaksa ditempelin (<em>atau dipaksa nempel, soalnya kadang-kadang upil punya daya tarik-menarik dengan jari kita, jadi susah lepas</em>) di balik kursi atau di tembok. Atau dengan bahasa yang lebih ilmiah, yang susah itu me-maintain bagaimana supaya sebuah blog bisa terus di-update secara berkala tanpa mengandung duplicate content atau malah copy paste dari blog lain.<span id="more-428"></span></p>
<p>Bukannya saya mengharamkan copy paste. Kalau anda baca di bagian bawah halaman ini anda akan menemukan sebuah paragraf seperti ini,</p>
<blockquote id="copyitem"><p>Semua materi dan tulisan di dalam blog ini bebas untuk di-copy, di-paste, ditulis ulang, disimpan, dicetak atau dibaca berulang-ulang, dengan tujuan baik komersial atau non-komersial, halal atau gak halal, dengan menyertakan sumber tulisan atau tanpa menyertakannya. Pokoknya bebas sebebas-bebasnya, mau bebas bertanggung jawab atau bebas ugal-ugalan. Tidak perlu takut masalah copyright ©, enakan juga copy item, diseruput sambil ngebul, sambil nonton opera van java atau <a href="http://manikarum.com/2009/12/spongebob-squarepants-and-the-gang/" title="Spongebob squarepants and the gang">spongebob squarepants</a>&#8230;.sama mantapnya&#8230;&#8230; </p></blockquote>
<p>Pernah ada yang nanya ke saya selaku pengelola blog yang gak jelas ini, kenapa saya memperbolehkan tulisan di blog ini untuk diplagiat, bahkan tanpa perlu menyertakan sumber tulisan. Bukan berarti bahwa semua materi yang terkandung dalam blog ini total hasil plagiasi (kecuali gambar, karena hampir semua image yang ada di sini saya ambil dari situs lain tanpa izin. Toh yang punya situs juga belum tentu memiliki hak cipta atas image itu). Sebenarnya yang ada di pikiran saya sangat sederhana, bahwa hak cipta itu hanya milik Tuhan semata. Jari-jari saya tidak akan pernah bisa berdansa di atas tuts keyboard tanpa izin-Nya. Imajinasi saya tak akan pernah bisa ngobrol dengan cicak tanpa izin-Nya. Pokoknya saya gak akan jadi apa-apa dan gak bisa melakukan apa-apa tanpa izin-Nya. Itu saja.</p>
<p>Cerita berlanjut. Blog ini numpang di <a href="http://wordpress.com/" target="_blank" title="wordpress.com">wordpress.com</a> hanya sekitar sebulan, karena kemudian ada seorang sahabat yang pernah saya ceritakan di &#8220;<a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="Genuine">Genuine</a>&#8221; menawari saya hostingan gratis. Tanpa banyak pertimbangan, saya pun migrasi ke domain baru, <a href="http://manikarum.com/" title="Blog seng rapatinggena">manikarum.com</a>. Sedangkan domain <a href="http://manikarum.wordpress.com/" title="Blog Matematikus" target="_blank">manikarum.wordpress.com</a> sampai saat ini masih aktif, meski hidup segan mati tak mau. Seluruh content dan tampilannya saya ubah total. Title-nya saya ubah menjadi &#8220;Blog Matematikus&#8221; dengan tagline &#8220;1% matematika dan 99% waktu luang&#8221;. Dari tagline-nya seharusnya sudah bisa ketebak seperti apa content-nya, jadi gak perlu dijelaskan. Yang jelas kedua blog tersebut memang membutuhkan waktu luang, baik untuk meng-update content, memberi komentar atau untuk sekedar membacanya.</p>
<p>Semoga kedua blog saya tersebut langgeng dan bisa hidup berdampingan.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/06/1year-birthday.png" width="270" height="420" alt="1 tahun nge-blog" title="1 tahun nge-blog"/></p>
<p style="text-align:center;"><font size="4px"><strong>Happy anniversary to my blog</strong></font></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/ganti-theme-lagi/" title="Ganti theme lagi">Ganti theme lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/displaying-posts-under-specified-category/" title="Displaying posts under specified category within theme without plugin">Displaying posts under specified category within theme without plugin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/04/ngecek-komentar-blog-wp-dari-desktop/" title="Ngecek komentar blog WP dari desktop">Ngecek komentar blog WP dari desktop</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/siapa-bilang-ganti-theme-repot/" title="Siapa bilang ganti theme repot?">Siapa bilang ganti theme repot?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang cacat bukan dagangan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/orang-cacat-bukan-dagangan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/orang-cacat-bukan-dagangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 11:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Cacat kok ditertawakan....gak harus cacat kok kalau mau lucu. Spongebob dan teman-temannya di bikini bottom aja bisa membuat cacing-cacing di perutku melonjak kegirangan tanpa harus menjadi cacat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti hari-hari kemarin, malam ini saya meluangkan waktu untuk menonton Opera Van Java, meski seperti hari-hari kemarin juga, nontonnya hanya setengah durasi (maklum TV saya agak penyakitan, bikin mata sakit kalo dipelototin lama-lama). OVJ edisi 7.6.2010 menghadirkan bintang tamu yuni shara dan unang bagito. Gak ada yang istimewa, kecuali satu adegan dimana azis dan yuni berpura-pura gagu. Di mana istimewanya?</p>
<p>Yang ini sangat subjektif. Dari dulu saya kurang suka kalau ada acara lucu-lucuan yang menampilkan pemainnya berpura-pura menjadi orang cacat, entah itu tuna wicara, tuna rungu, tuna netra, dan lain sebagainya. Yang paling parah acara terbaru yang tayang di global tv, the 3 mas ketir, dimana ketiga pemain utamanya menampilkan orang-orang cacat, yang satu buta, satu lagi tuli, dan satunya lagi gagu. <strong>The most I hated tv show</strong>. Bahkan kalau ada adegan yang lucu sekalipun, saya tetap susah sekali untuk ketawa. Bukan karena saya gak suka dengan pemainnya, atau karena lagi sakit gigi, juga bukan karena syaraf ketawa saya udah putus. Tapi lebih karena peran yang dimainkan. Cacat kok ditertawakan&#8230;.<span id="more-424"></span> Sebagian orang mungkin berkata, &#8220;lho ini kan cuma acara tv bung&#8230;gak perlu dimasukkan dalam hati. ini cuma acara komedi yang gak perlu dianggap serius&#8221;. Lho emang apa bedanya dengan kehidupan yang kita jalani saat ini? Bukannya sama-sama ada panggung, pemain, peran dan cerita yang beralur?</p>
<p>Saya hanya membayangkan seperti ini, kalau saya ini lahir sebagai orang cacat, saya pasti akan merasa diolok-olok dengan adegan seperti itu. Dan dengan saya menertawakan adegan-adegan yang menurut sebagian orang itu lucu, saya merasa bahwa saya juga sedang menertawakan saudara-saudara kita yang menderita cacat fisik. Dan menurut penilaian etis -<em>subjektif</em>- saya, itu bukan hal yang benar. Siapa yang tahu perasaan mereka yang cacat ketika menonton kecacatan mereka dijadikan sebagai bahan dasar komoditi kelucuan. Mungkin di wajah mereka tertoreh secarik senyum tipis penuh misteri khas monalisa. Tapi siapa yang tahu apa yang mengendap-endap  di dasar samudera perasaan mereka. Merasa diistimewakankah? Dipujikah? Diolok-olok atau malah merasa dihina? Wallahu &#8216;alam. Saya pribadi pasti merasa diolok-olok kalau jadi mereka, mungkin karena hati saya yang masih penuh prasangka.</p>
<p>Saya bukan orang yang dilahirkan dalam keadaan cacat -<em>alhamdulillah</em>-. Saya juga gak sedang mewakili mereka yang cacat dalam memberi penilaian acara komedi yang memanfaatkan kecacatan untuk membuat orang tertawa. Saya bukan seorang humanis seperti oscar schindler yang rela menukar total kekayaannya -bahkan cincin kawinnya- dengan nyawa-nyawa manusia yahudi korban holocaust (<em>halaah lebay</em>&#8230; ). Tapi saya juga bukannya gak berperasaan seperti amrozy yang masih bisa tertawa lepas setelah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang-orang yang dia anggap sebagai musuh. Mungkin perasaan saya yang terlalu sensitif atau penuh prasangka. Semoga perasaan saya salah. Tapi gak harus cacat kok kalau mau lucu. <a href="http://manikarum.com/2009/12/spongebob-squarepants-and-the-gang/" title="Spongebob and the gang">Spongebob</a> dan teman-temannya di bikini bottom aja bisa membuat cacing-cacing di perutku melonjak kegirangan tanpa harus menjadi cacat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/" title="[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe">[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/" title="Terbiasa korupsi">Terbiasa korupsi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/orang-cacat-bukan-dagangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata hitler berbakat indigo</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[pada waktu itu hitler rupanya sdh punya terawangan bahwa kelak israel akan bikin ulah dan bertindak se-wenang2 di timteng...makanya dia menggelar genocide di auschwitz...tp rupanya AS dan sekutunya masih sayang dgn israel &#038; ganti menghajar hitler...dan rupanya terawangan hitler benar, di tempat persemayamannya dia berkata "gua bilang apa....loe sih gak percaya"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit kaget sewaktu saya membaca status dari seorang teman di facebook yang mengecam tindakan israel yang telah menyerang kapal bermuatan bantuan kemanusiaan untuk warga gaza. Bahkan saya tidak diberi laporan bilamana kapal mavi marmara telah bertolak dari turki menuju gaza (tv saya penyakitan, jadi jarang nonton berita). Tidak lama setelah itu, ada teman yang lain juga menulis status senada di temboknya. Berbekal rasa penasaran, saya pun membuka situs portal berita dari hape. Oooo, jadi begitu&#8230;.salah satu dari iring-iringan kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga gaza telah diserang oleh serdadu israel. Kapal yang diserang itu merupakan kapal yang terbesar dan di dalamnya juga ada 12 penumpang dari indonesia. Kabar yang masih simpang siur menyebutkan sedikitnya ada 10 korban meninggal dan belasan lainnya terluka.</p>
<p>Saya langsung membuka facebook dan menulis di tembok saya seperti ini,</p>
<blockquote><p>andai bisa menghidupkan kembali hitler,akan kuhidupkan dia dan kuamanatkan dia u/ menggelar holocaust versi 2 terhadap serdadu2 israel</p></blockquote>
<p><span id="more-420"></span><br />
Kalau hitler gak ngatasi, mungkin perlu sedikit bantuan dari pol pot dan pasukan khmer merah-nya. Menurut catatan sejarah di langit, 2 orang ini memang jagonya bantai-membantai.</p>
<p>Kalau boleh sedikit berimajinasi&#8230;. ternyata hitler memiliki bakat indigo. Dia sudah bisa menerawang bagaimana tingkah polah bangsa israel di masa depan. Jadi untuk mencegah agar israel tidak menjadi semakin beringas dan di luar kendali, maka dia menggelar genocide terhadap orang-orang keturunan yahudi di auschwitz. Holocaust sudah berhasil dilaksanakan meski belum tuntas karena ternyata amerika dan sekutunya masih sayang sama israel, sehingga terjadi pembalasan serangan oleh pasukan sekutu. Hasil akhirnya, hitler kalah. Dan kalau melihat kenyataan yang ada saat ini, di tempat persemayamannya hitler mungkin akan berkata &#8220;apa gua bilang&#8230;loe sih ga percaya&#8221;. </p>
<p>Itu hanya imajinasi, mohon maaf kalau kurang berkenan. <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="bertemu malaikat &#40;bag 2&#41;">Cicak</a> di dinding kamar saya bilang, &#8220;kamu punya imajinasi dan kehendak bebas. gak seorang pun bisa membatasi itu&#8221;. Mari berimajinasi bahwa tidak ada satu bangsa pun di bumi ini yang merasa lebih superior dibanding bangsa yang lain. Tidak ada satu bangsa pun yang berhasrat untuk mencaplok tanah bangsa lain dengan alasan apapun. Tidak ada satu bangsa pun yang ngotot memaksakan ideologinya kepada bangsa lain. Mari berimajinasi menjadi seperti bangsa Na&#8217;vi yang hidup di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fictional_universe_of_Avatar#Astronomy_and_geology" target="_blank" rel="nofollow" title="pandora">pandora</a>. Setelah berimajinasi, lalu apa&#8230;&#8230;&#8230;.?</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/06/neytiri.jpg" alt="Na'vi" title="Na'vi" width="326" height="264"/></p>
<p>[<em> updated 03.06.2010 </em>]</p>
<p>Ada juga <a href="http://manikarum.com/2010/01/group-aneh-di-facebook/" title="Group aneh di facebook">group di facebook</a> yang baru muncul, yaitu &#8220;<strong>9,99999 Triliun Facebokers Mengkutuk Israel</strong>&#8220;. Tulisan &#8220;Facebook&#8221;-nya emang dari sononya gak pakai double O, bukannya saya yang salah ketik. Mau joinan&#8230;.tapi kok ngerasa aneh yaa, soalnya penemu facebook kan orang yahudi. Kalo gak percaya silahkan lihat profil <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zuckerberg" target="_blank" rel="nofollow" title="mark zuckerberg">mark zuckerberg</a> di wikipedia. Mendingan nama groupnya jangan pakai bahasa indonesia yaa&#8230;.pakai bahasa jawa, bali atau madura kek, biar yang punya facebook gak tau. Misalnya, group &#8220;<strong>Sak juta ewu ewu seket tukang koobecaf ngetrek-ngetrek israel</strong>&#8220;. Dan kalau dia nanya apa itu artinya, jawab aja &#8220;pedalem deh chi&#8230;.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/logo-google-menyambut-kemerdekaan-ri-ke-65/" title="Logo Google menyambut kemerdekaan RI ke 65">Logo Google menyambut kemerdekaan RI ke 65</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="GENUINE">GENUINE</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/plugin-wordpress-yang-made-in-indonesia/" title="Plugin Wordpress yang made in Indonesia">Plugin Wordpress yang made in Indonesia</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 14:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Tapi ternyata dia ini pantang menyerah -harusnya dia hidup di zaman kolonialisme, atau jadi tentara nippon sekalian biar gak gampang menyerah pada sekutu-. Sekali sudah saya beritahu kalau saya ini bukan gay, dan saya gak ada rencana untuk jadi gay, setahun lagi, 5 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sampai mati saya gak ada rencana untuk jadi gay. Naudzubillah mindzalik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita yang sama sekali gak penting, meski nyata. Lima hari yang lalu, ada nomor tak terdaftar di phonebook menelpon ke hape saya. Setelah saya angkat, ternyata cowok dan dia bertanya saya ini siapa. Saya jawab ‘kiki’, lalu saya tanya balik namanya. Dia menyebut namanya dan mengatakan kalau dia salah sambung. Ya sudah, itu biasa. Tiga jam setelah itu, nomor yang sama mengirim SMS. Dia memanggil saya dengan nama belakang saya, padahal hanya orang-orang terdekat yang tahu nama paling belakang saya. Dan setelah saya baca, ternyata isi pesannya gak sopan, jadi gak bisa saya tempel di sini. Tapi dari pesannya itu, saya menangkap kesan kalau orang ini gay. Karena gak suka dengan isi pesannya, saya gak membalas dan pesannya langsung saya hapus. Malam harinya, nomor yang sama sms lagi, dia memperkenalkan diri dan bilang kalau tadi dia salah kirim sms. Dua kali dia sms, dan saya gak balas sama sekali. Dia juga sempat menelpon, tapi saya cuekin. Keesokan harinya, dia menelpon lagi. Kali ini saya terima. Dia memperkenalkan diri lagi, begitu juga saya. Kemudian dia menanyakan hal-hal yang menurut saya kurang lumrah ditanyakan kepada orang yang baru dikenal. Saya jawab sekedarnya dan mengatakan saya lagi sibuk jadi gak bisa lama-lama terima telpon yang gak penting. Malam harinya dia nelpon lagi, saya angkat tapi gak ngomong, hape saya taruh di lantai. Keesokan harinya lagi, kemuakan saya mencapai puncaknya. Dia mengirim MMS yang isinya foto alat kelaminnya, diberi keterangan kalau itu kepunyaan dia. Nggilani puooolll…… saya mau muntah tapi gak ada yang bisa dimuntahkan, kecuali kemuakan. Saya langsung balas, “fuck your self!aku bukan gay”. Tapi ternyata dia ini pantang menyerah -harusnya dia hidup di zaman kolonialisme, atau jadi tentara nippon sekalian biar gak gampang menyerah pada sekutu-. Dia kirim sms lagi, isinya lebih persuasif dan penuh rayuan. Saya gak balas, dan dia kirim mms lagi. Tapi kali ini saya gak buka mms dari dia, melainkan langsung saya hapus. Tapi dasar keras kepala, keesokan harinya dia nelpon lagi, tapi gak saya gubris. Dan dia kirim mms lagi.…. dan lagi. Tapi lagi-lagi langsung saya hapus.</p>
<p>Sekali sudah saya beritahu kalau saya ini bukan gay, harusnya dia sadar dan gak gerilya lagi, atau nyari mangsa lain kalau emang udah gak tahan. Dan saya gak ada rencana untuk jadi gay, setahun lagi, 5 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sampai mati saya gak ada rencana untuk jadi gay. Naudzubillah min dzalik.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

