
Hari ini diperingati sebagai hari bumi, jadi saya ingin mengucapkan selamat hari bumi, tapi saya bingung ucapan itu harus saya tujukan kepada siapa, atau barangkali ke mana. Kepada bumi atau kepada seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di atas bumi, atau kepada dua-duanya. Kalau hari kartini diperingati oleh seluruh perempuan Indonesia untuk mengenang jasa, semangat dan pengorbanan ibu kita kartini, terus apakah hari bumi diperingati oleh manusia untuk mengenang bumi? Bumi kan belum tamat riwayatnya, kenapa juga harus diperingati? Di mana-mana banyak slogan “SAVE THE EARTH”, “SAVE OUR PLANET”, “SAVE THE PLANET EARTH”, dan slogan-slogan senada yang intinya berupa ajakan untuk menyelamatkan bumi. Lho emangnya bumi mau ‘the end‘ sampai perlu diselamatkan?
Sejarah memang telah bercerita kepada kita bagaimana bumi kita sering berada dalam situasi yang darurat, baik lewat kisah (yang konon katanya) nyata atau lewat kisah sci-fi hasil imajinasi pendekar hollywood. Ada kisah di zaman Nabi Nuh tentang bencana air bah yang belum ada tandingannya sampai sekarang, jatuhnya asteroid raksasa di Chixulub (Meksiko) yang konon katanya menimbulkan gempa di atas 10 SR, menciptakan tanah longsor seluas benua dan menyebabkan kepunahan lebih dari separuh spesies di planet bumi (termasuk kepunahan dinosaurus). Continue reading →





