“wes ewes ewes…blah blah blah…koma titik…koma lagi terus titik….lanjuuut……..supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”, itu kalimat normatif yang sering keluar dari mulut narasumber yang sedang diwawancarai reporter, atau dari orang yang kedudukannya lebih tinggi daripada orang yang ditujukan dalam kalimat itu, misal guru kepada murid atau pejabat ke masyarakat banyak. Seperti juga ketika bapak polisi menjelaskan kepada awak media tentang pemeriksaan kendaraan di beberapa ruas jalan dan pintu masuk markas polisi. Mengingat bahwa kalimat itu keluar setelah ada kejadian ledakan bom di cirebon, dengan akal yang kurang sehat sekalipun saya bisa menangkap maksud dari kalimat “supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”.
Keinginan vs kebutuhan
Tapi apakah sesuatu yang diinginkan itu adalah sesuatu yang juga dibutuhkan? Belum tentu, karena apa yang kita inginkan biasanya melebihi dari apa yang kita butuhkan. Sebagai manusia, saya pribadi sering menginginkan sesuatu yang sebenarnya gak saya butuhkan. Nafsu dan egoisme seringkali menghadirkan lem perekat antara keinginan dan kebutuhan supaya sulit bagi saya untuk membedakannya. Dan bahwa keinginan itu kadang-kadang merupakan sesuatu yang acapkali menimbulkan konflik batin, memicu perdebatan antara makhluk yang berhiaskan lingkaran di kepalanya
dengan makhluk merah berseringai yang bertanduk
. Keinginan juga lebih banyak mendorong manusia untuk memenuhi neraca di sisi kiri dengan pundi-pundi kejelekan. Bahkan tradisi budha mengatakan ‘there is suffering in the world‘, dan bahwa ‘all suffering is caused by wanting‘. Dalam islam juga diajarkan, bahwa dalam mengabulkan doa hambanya, allah memberikan apa yang dibutuhkan hambanya, bukan apa yang diinginkannya. Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, sedang kita hanya memiliki keinginan bertubi-tubi tanpa tahu pasti apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup. Dan allah memberikan apa yang kita butuhkan supaya menjadi jalan buat kita untuk mencapai keinginan kita. Tinggal kita yang mengarahkan keinginan itu untuk berbelok ke kanan, kiri, lurus atau nyemplung ke gorong-gorong.
Continued…


Yang komentar