Tuesday, July 6th, 2010
Meteorit

Ada sekitar 22.000 penemuan meteorit di bumi yang terdokumentasi dan sebagian diantaranya juga mengandung senyawa organik. Pada tahun 1996, sekelompok ilmuwan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bukti kuat adanya mikrofosil di sebuah meteorit Mars yang jatuh di Antartika. Penemuan ini mengindikasikan bahwa sebuah kehidupan sudah eksis di planet merah sekitar 3,6 milyar tahun yang lalu. Setelah bertahun-tahun diperdebatkan, isu tentang adanya kehidupan di meteorit tersebut sampai sekarang belum bisa dipecahkan.
Jika memang benar ada kehidupan di meteorit Mars, maka hal itu juga akan memberi bukti dukungan terhadap teori “panspermia“. Secara harfiah, bisa diartikan “benih di mana-mana”, artinya bahwa kehidupan berasal dari angkasa luar dan planet-planet juga melakukan pertukaran kehidupan. Yang dimaksud dengan kehidupan di sini adalah bakteri, yang tahan banting dan mampu bertahan hidup di lingkungan yang keras. Jadi sebuah kehidupan mungkin saja berasal dari planet lain -mungkin dari planet tetangga seperti Mars-, yang kemudian bertransmigrasi ke bumi. (…read more » )
Posted in Cuci mata | 1 Comment »
Friday, December 11th, 2009

Ini pertanyaan yang beneran sangat gak penting. Meski gak penting, tapi saya yakin ilmu kebidanan umat manusia sekarang sudah bisa menjelaskannya.
Langsung saja…. Kita tahu bahwa dari sudut pandang kita yang ada di bumi, matahari terlihat terbit dari timur dan tenggelam di barat. Dan bahwa sebenarnya bukan matahari yang kurang kerjaan memutari bumi, tapi justru bumi lah yang berputar pada porosnya (rotasi) dengan arah dari barat ke timur, sehingga kita yang berada di bumi mengalami persepsi inderawi seolah-seolah matahari yang mengelilingi bumi dari timur ke barat.
(yang ini gak penting) Andaikan ada seorang gatotkaca (घटोत्कच) yang memiliki otot kawat, tulang besi dan kulit serat karbon anti masuk angin, terbang mengelilingi bumi dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi tapi dengan arah yang berlainan. Sehingga kalau kita melihat dari satu sudut pandang di angkasa luar, akan terlihat seolah-olah pakdhe gatotkaca ini hanya terbang diam di tempat.
Anggap saja pakdhe gatotkaca ini terbang di siang hari (pakdhe kan gak takut kulitnya tambah item), itu berarti bahwa pakdhe kita ini tidak akan terpengaruh oleh pergantian hari. Dari sudut pandang beliau, hari seperti tidak pernah berganti, melainkan selalu siang.
Pertanyaan gak penting:
-
Apakah tubuh biologis pakdhe gatotkaca akan tetap terpengaruh oleh waktu sehingga sel-selnya tetap bisa bertambah tua? Atau sebaliknya, tubuh gatotkaca tidak akan terpengaruh oleh waktu, dan sel-selnya akan awet muda?
(…read more » )
Posted in Santai dulu | 5 Comments »
Monday, November 9th, 2009
Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka.
Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah ngasih tahu kalau tempat yang aku sebutkan tadi sudah nggak menyediakan kaset. Aku mengernyitkan dahi tanda kurang percaya. Dan keesokan harinya, langsung kutuju 3 tempat yang setahuku dulu menyediakan tempat buat kaset untuk mejeng. Dan ucapan temanku benar, bahkan salah dua dari toko kaset itu sudah tutup sama sekali. Kalau pantas aku menangis, mungkin aku sudah menangisi kepergianmu, kaset….
Tapi bukannya sama sekali menghilang, di beberapa toko kecil ternyata masih menjual kaset, meski bukan kaset hasil produksi major label nasional atau mancanegara, melainkan hasil produksi label lokal yang ada di bali, yang hampir semua lagu-lagunya mebasa bali atau berbahasa bali. Aku masih ingat terakhir kalinya aku membeli kaset, yaitu album Joe Satriani yang diberi judul ‘Is there love in space?’ bulan oktober tahun 2004.
Kalau iseng-iseng dipikir, judul album itu memang cukup menggambarkan kondisi kaset yang mulai tercampakkan. ‘Space’ atau angkasa luar, bisa dianalogikan sebagai kemajuan teknologi manusia yang sekarang ini memang sudah bisa menjangkau angkasa luar, meski baru se-upil (permisi ya…..aku mau ngupil dulu). Semakin maju teknologi kita untuk meracik audio dalam format digital, semakin kaset ditinggalkan, semakin pudar juga cinta kita terhadap hal-hal yang berbau analog. Seperti memudarnya cinta kita terhadap utusan Tuhan ketika nabi-nabi semu mulai bermunculan dengan ajaran digitalnya. Kita lebih suka menengok isi facebook, twitter, youtube dan sekutunya daripada kitab suci yang kita anggap udah nggak jaman dan nggak up to date. Dan Joe Satriani pun bertanya lewat albumnya, is there love in space?
Ooh…kaset, riwayatmu kini………
Posted in Surat kaleng | 1 Comment »
Friday, October 23rd, 2009

Pahatan alamiah ini mendapat sebutan “Badlands guardian” oleh masyarakat setempat. Keajaiban geologi yang berada di Alberta, Kanada ini memiliki bentuk mirip dengan kepala manusia yang memakai hiasan kepala penduduk asli Amerika zaman dulu. Perhatikan juga earphone yang menempel di telinga, sepertinya orang Indian kuno sudah mengenal ipod ya…
(…read more » )
Posted in Cuci mata | 5 Comments »
Friday, October 9th, 2009
Gambar-gambar yang mempesona ini diambil oleh teleskop ruang angkasa Hubble yang sudah diremajakan (diperbaiki). Gambar-gambar ini merupakan foto-foto pertama yang berhasil merekam angkasa luar dengan jelas sejak misi perbaikan di bulan mei dan juga merupakan gambar-gambar yang paling tajam jika dibandingkan dengan gambar-gambar yang berhasil direkam oleh satelit-satelit lain yang mengorbit bumi.


Objek luar angkasa indah yang menyerupai kupu-kupu (NGC 6302) ini sebenarnya merupakan sebuah nebula yang bersuhu 36.000o F.

Gambar di atas merupakan nebula Carina. Gambar pertama merupakan pemandangan yang tampak atau dapat dilihat oleh mata, sedangkan gambar kedua merupakan gambar inframerah-nya.
(…read more » )
Posted in Cuci mata | 11 Comments »