Subscribe to my feed

Indonesian please!

Thursday, January 21st, 2010

Di suatu hari, saya pernah mampir ke sebuah apotek di daerah kerobokan badung bali. Setelah saya masuk ke dalam, ternyata di situ ada pembeli yang sedang dilayani sama SC-nya. Saya pun menunggu di ruang tunggu yang kursinya empuk sambil baca koran. Tidak lama, seorang bule cowok muda masuk dan bertanya ke SC dalam bahasa inggris. Karena SC kurang ngeh berbahasa inggris, dia pun memanggil temannya yang ada di dalam. Temannya yang ternyata apoteker dan ngeh bahasa inggris ini akhirnya keluar dan melayani si bule dalam bahasa inggris. Sekitar 5 menit, keperluan si bule pun selesai dan dia pun keluar.

Sambil pura-pura membaca koran, pikiran saya bertanya-tanya, orang indonesia kalau sowan atau hijrah ke luar negeri harus berbahasa inggris ketika berkomunikasi dengan orang sana. Itu bisa dimaklumi, karena orang indonesia di sana statusnya adalah pendatang dan minoritas, jadi mau nggak mau harus menyesuaikan diri. Sedangkan kalau orang bule yang travelling ke indonesia, mereka tetap saja maksa berbahasa inggris kalau berinteraksi dengan orang pribumi. Harusnya mereka berbahasa indonesia donk…..mereka kan tamu di sini, syukur-syukur kalau mereka bisa berbahasa bali. Sama seperti saya sebagai orang jawa yang merantau ke bali. Kan nggak mungkin kalau saya berinteraksi dengan orang bali menggunakan bahasa jawa. (…read more » )

Postingan nggak jelas blas

Tuesday, December 15th, 2009

Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi teriakan kenek yang seolah makai megaphone volume penuh. Begitu juga tampilan blogku ini, tiap elemen seolah saling berteriak minta ditengokin sama pengunjung. Apalagi yang mengandung link, walaah amit-amit….sampe rela kulitnya disemir full color, ada yang ijo ndomblong, kuning manyun, dan ada juga yang ungu janda. Suaranya pun nggak kalah kencangnya.

“mas, klik aku donk…”. yang lain menyahut, “jelek itu mas, mending kesini ae”. Ada yang bernyanyi sambil menirukan gaya almarhum bang ben, “dek, di sini aje dek….”, yang nengokin pun menimpali “ogah ahhh…di sane aje…”. Ada juga yang bergaya genit menirukan ussy, “ku memang punya trik…buat kau klik….dengan diriku”. Haduuhh…kok malah kayak pasar pandegiling di malam hari. “bukan bli, ini pasar kreneng”

Ahhh…jadi teringat kreneng, tempat yang hampir gak ada matinya di denpasar, kalo siang jadi terminal angkot plus pasar, kalo malam jadi pasar senggol plus angkot nangkring. Sekedar tau aja, kreneng ini merupakan titik kedua di denpasar setelah terminal ubung dimana aku menginjakkan kaki ketika pertama kali merantau ke denpasar. Aku juga masih ingat, ketika aku jalan di trotoar setelah keluar dari area kreneng, aku mau nanya jalan ke mbak mbak yang lagi lewat, “maaf mbak, numpang nanya.”. Si mbak cuma diam sambil terus berlalu, bahkan menoleh pun enggak. Pertanyaan intinya belum kusampaikan, tapi si mbak udah ngacir aja. Padahal pertanyaan yang mau kusampaikan sangat sederhana, “kalo mau ke jalan kapten japa lewat mana ya mbak?”. Udah, itu aja. Dan itu pertanyaan yang ikhlas, bukannya sok bertanya biar dapat kenalan. Apa jadinya kalo aku ngasih pertanyaan kayak gini, “mbak…maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu? (salah satu judul cerpen hamsad rangkuti)” (…read more » )

Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali

Monday, December 7th, 2009

Colorful odalan temple anniversary procession

Bali bukanlah sebuah pulau yang luas, tapi ada banyak lokasi di Bali yang bisa dijadikan tujuan wisata. Untuk menunjang tujuan pariwisata itu, ada banyak  akomodasi villa di Bali yang akan membantu wisatawan asing atau domestik agar bisa menikmati tujuan wisata dengan nyaman dan tenang. Akomodasi villa tersebut sebagian besar berada di sekitar daerah tujuan wisata, tentu saja agar wisatawan memiliki akses yang mudah menuju tempat wisata.  Dalam tulisan ini, akan dibahas lokasi-lokasi tujuan wisata yang paling popular di Bali yang juga menawarkan banyak pilihan akomodasi villa.

Sebagian besar villa di Bali atau yang lebih dikenal dengan "bali villa" bisa ditemukan di lokasi-lokasi antara lain: Candidasa, Canggu, Jimbaran, Pemuteran, Sanur, Seseh, Seminyak, Ubud dan Uluwatu. Sebagian besar daerah ini tersebar di bagian selatan dan tengah Pulau Bali. Dan hanya sedikit akomodasi villa yang terdapat di bagian utara, barat dan timur Pulau Bali, diantaranya Pemuteran di bagian barat laut dan Candidasa di bagian tenggara Pulau Bali.

Candidasa

Candidasa berada di bagian tenggara Pulau Bali dan merupakan daerah wisata baru yang menawarkan akomodasi villa. Sebagian besar akomodasi villa tersebut berlokasi diantara Candidasa dan daerah sekitar Padangbai. Daerah ini pertama kali muncul sebagai daerah wisata  yang mewah ketika Aman Group membuka Amankila. Alila Group juga sudah mulai menggarap daerah dan menyediakan beberapa villa. Bisa dijadikan catatan di sini, bahwa tempat makan di daerah tersebut sangat terbatas. Jadi carilah sebuah villa yang menyediakan seorang koki dan sopir.

Mengapa menginap di Candidasa?

Candidasa merupakan tempat yang bagus untuk menjelajahi petak-petak sawah di timur Pulau Bali dan lereng Gunung Agung. Candidasa juga merupakan tempat yang sangat cocok untuk dijadikan peristirahatan sesudah perjalanan dari Pulau Lombok atau sebelum memulai perjalanan ke Pulau Lombok. Anda bisa menumpang kapal feri yang menuju ke Pulau Lombok dari Padangbai, atau kalau anda mau, anda bisa menyewa speed boat. Sekarang Candidasa juga sudah bisa ditempuh dalam waktu hanya 45 menit dari Sanur dengan perjalanan darat. (…read more » )

Kaset, riwayatmu kini

Monday, November 9th, 2009

Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka.

Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah ngasih tahu kalau tempat yang aku sebutkan tadi sudah nggak menyediakan kaset. Aku mengernyitkan dahi tanda kurang percaya. Dan keesokan harinya, langsung kutuju 3 tempat yang setahuku dulu menyediakan tempat buat kaset untuk mejeng. Dan ucapan temanku benar, bahkan salah dua dari toko kaset itu sudah tutup sama sekali. Kalau pantas aku menangis, mungkin aku sudah menangisi kepergianmu, kaset….

Tapi bukannya sama sekali menghilang, di beberapa toko kecil ternyata masih menjual kaset, meski bukan kaset hasil produksi major label nasional atau mancanegara, melainkan hasil produksi label lokal yang ada di bali, yang hampir semua lagu-lagunya mebasa bali atau berbahasa bali. Aku masih ingat terakhir kalinya aku membeli kaset, yaitu album Joe Satriani yang diberi judul ‘Is there love in space?’ bulan oktober tahun 2004.

Kalau iseng-iseng dipikir, judul album itu memang cukup menggambarkan kondisi kaset yang mulai tercampakkan. ‘Space’ atau angkasa luar, bisa dianalogikan sebagai kemajuan teknologi manusia yang sekarang ini memang sudah bisa menjangkau angkasa luar, meski baru se-upil (permisi ya…..aku mau ngupil dulu). Semakin maju teknologi kita untuk meracik audio dalam format digital, semakin kaset ditinggalkan, semakin pudar juga cinta kita terhadap hal-hal yang berbau analog. Seperti memudarnya cinta kita terhadap utusan Tuhan ketika nabi-nabi semu mulai bermunculan dengan ajaran digitalnya. Kita lebih suka menengok isi facebook, twitter, youtube dan sekutunya daripada kitab suci yang kita anggap udah nggak jaman dan nggak up to date. Dan Joe Satriani pun bertanya lewat albumnya, is there love in space?

Ooh…kaset, riwayatmu kini………

Bertemu Malaikat?

Wednesday, September 2nd, 2009

bertemu-malaikatSeorang teman di facebook pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali.

Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 September, sementara cek di pelabuhan kapal tidak ada yang jalan. Kepasrahan adalah satu-satunya jalan untuk meredam semuanya padahal galau di hatiku tak bisa kusembunyikan karena hari itu sebenarnya harus segera tiba di denpasar.

Airmataku rasanya udah mau jatuh ketika tiba-tiba seorang kontributor salah satu TV swasta yang tidak pernah kenal sebelumnya mampu menawarkan solusi dan mampu menembus ke pimpinan bandara hanya untuk mendapatkan tiket agar aku bisa segera keluar dr pulau itu. Benar-benar suatu keajaiban yang tak pernah terlupakan dalam sejarah hidupku.

Bahkan sampe sekarang pun masih belum percaya klo udah tiba kembali di denpasar karena sebelumnya terbayang pasti awal september baru tiba…

Ternyata setelah ditelusuri tiket pesawat udah dibooking jauh-jauh hari oleh para turis yang mau ke pulau Komodo…

Tuhan ternyata Kau ulurkan tangan-Mu lewat dia. Terima kasih Tuhan,

Terima kasih Sahabatku, Lanjutkan karya dan perjuanganmu.

Itulah pengalaman teman saya. Sekarang giliran saya. Saya juga punya pengalaman yang mungkin senada, meski tidak seseru dan sedramatis dengan cerita di atas. (…read more » )

Find entries :


BALI HEAVEN is a Bali Villa Agent which gives you fantastic value! We provide all type villas in bali in almost all area, Here you can find private beachfront villas or hidden away villas with paddys view or luxurious villa on the top of the hill with stunning view to the ocean, all are trully heaven on earth.