<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; bali</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/bali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 15:32:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Indonesian please!</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 16:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Saya jadi berimajinasi, pada waktu bule yang tadi bertanya ke SC dalam bahasa inggris, tiba-tiba si SC menjawab dengan lantang, "indonesian please!!! if you don't, get the fuck out of here!"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu hari, saya pernah mampir ke sebuah apotek di daerah kerobokan badung bali. Setelah saya masuk ke dalam, ternyata di situ ada pembeli yang sedang dilayani sama SC-nya. Saya pun menunggu di ruang tunggu yang kursinya empuk sambil baca koran. Tidak lama, seorang bule cowok muda masuk dan bertanya ke SC dalam bahasa inggris. Karena SC kurang ngeh berbahasa inggris, dia pun memanggil temannya yang ada di dalam. Temannya yang ternyata apoteker dan ngeh bahasa inggris ini akhirnya keluar dan melayani si bule dalam bahasa inggris. Sekitar 5 menit, keperluan si bule pun selesai dan dia pun keluar. </p>
<p>Sambil pura-pura membaca koran, pikiran saya bertanya-tanya, orang indonesia kalau sowan atau hijrah ke luar negeri harus berbahasa inggris ketika berkomunikasi dengan orang sana. Itu bisa dimaklumi, karena orang indonesia di sana statusnya adalah pendatang dan minoritas, jadi mau nggak mau harus menyesuaikan diri. Sedangkan kalau orang bule yang travelling ke indonesia, mereka tetap saja maksa berbahasa inggris kalau berinteraksi dengan orang pribumi. Harusnya mereka berbahasa indonesia donk&#8230;..mereka kan tamu di sini, syukur-syukur kalau mereka bisa berbahasa bali. Sama seperti saya sebagai orang jawa yang merantau ke bali. Kan nggak mungkin kalau saya berinteraksi dengan orang bali menggunakan <a href="http://manikarum.com/2009/07/dari-inggris-ke-jawa/" title="Dari inggris ke jawa">bahasa jawa</a>. <span id="more-373"></span></p>
<p>Seseorang pasti berdalih, bahasa inggris kan bahasa universal yang sudah diterima oleh penduduk bumi sebagai bahasa internasional. Karena agak merepotkan kalau setiap negara memaksakan bahasanya sendiri-sendiri ketika berinteraksi dengan negara yang berbeda bahasa. Seperti bahasa indonesia yang menjadi bahasa nasional di indonesia, bahasa nasional itulah yang dipakai ketika ada orang jawa berinteraksi dengan orang bali. Di indonesia, itulah bahasa pemersatu seluruh suku yang ada di nusantara. Bahasa inggris mungkin juga diakui sebagai bahasa pemersatu seluruh penduduk bumi. Tapi kenapa harus bahasa inggris? Menurut wikipedia, sebagian besar populasi manusia berdiam di benua asia (61%), sisanya berada di Amerika (14%), Afrika (13%), Eropa (12%), dan hanya 0.3% di Australia. Seharusnya ya bahasa mayoritas di asia itu yang ditetapkan sebagai bahasa universal, yang penggunanya lebih banyak. Kalau bahasa inggris jadi bahasa internasional, enak donk bayi-bayi yang lahir di negara yang berbahasa inggris, tidak perlu belajar lagi, sebab dari kecil sudah dididik berbahasa inggris. Lha kita-kita ini yang dari kecil dibesarkan dengan bahasa indonesia atau malah bahasa daerah, harus belajar lagi ngomong inggris biar bisa berkomunikasi dengan orang luar. Tapi biar bagaimana, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang lebih punya kesempatan menguasai dunia. Mungkin karena itulah bahasa inggris bisa semena-mena jadi bahasa internasional. </p>
<p>Saya jadi berimajinasi, pada waktu bule yang tadi bertanya ke SC dalam bahasa inggris, tiba-tiba si SC menjawab dengan lantang, &#8220;<strong>speak in indonesian please!!! if you don&#8217;t, get the fuck out of here!</strong>&#8221;</p>
<p>Ada lagi fakta yang cukup menarik yang saya baca di <a href="http://en.blog.wordpress.com/2009/12/08/november-wrap-up-3/" target="blank" title="November Wrap-Up">November Wrap-Up</a>, per bulan november 2009, ternyata bahasa indonesia menempati urutan ketiga sebagai bahasa terbanyak pembangun blog di wordpress.com (tidak termasuk bahasa inggris), yaitu sebanyak 4,5% di bawah bahasa spanyol (7,6%) dan portugis (4.6%).</p>
<p><img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/bendera.png' alt='Bendera' title='Bendera' class='tse-smiley' /> </p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="GENUINE">GENUINE</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/04/guru-ketok-magic/" title="Guru ketok magic">Guru ketok magic</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/the-end/" title="The end">The end</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/putus-cinta/" title="Putus cinta&#8230;">Putus cinta&#8230;</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Postingan nggak jelas blas</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 12:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi teriakan kenek yang seolah makai megaphone volume penuh. Begitu juga tampilan blogku ini, tiap elemen seolah saling berteriak minta ditengokin sama pengunjung. Apalagi yang mengandung link, walaah amit-amit&#8230;.sampe rela kulitnya disemir full color, ada yang ijo ndomblong, kuning manyun, dan ada juga yang ungu janda. Suaranya pun nggak kalah kencangnya.</p>
<p>&#8220;mas, klik aku donk&#8230;&#8221;. yang lain menyahut, &#8220;jelek itu mas, mending kesini ae&#8221;. Ada yang bernyanyi sambil menirukan gaya almarhum bang ben, &#8220;dek, di sini aje dek&#8230;.&#8221;, yang nengokin pun menimpali &#8220;ogah ahhh&#8230;di sane aje&#8230;&#8221;. Ada juga yang bergaya genit menirukan ussy, &#8220;ku memang punya trik&#8230;buat kau klik&#8230;.dengan diriku&#8221;. Haduuhh&#8230;kok malah kayak pasar pandegiling di malam hari. &#8220;bukan bli, ini pasar kreneng&#8221;</p>
<p>Ahhh&#8230;jadi teringat kreneng, tempat yang hampir gak ada matinya di denpasar, kalo siang jadi terminal angkot plus pasar, kalo malam jadi pasar senggol plus angkot nangkring. Sekedar tau aja, kreneng ini merupakan titik kedua di denpasar setelah terminal ubung dimana aku menginjakkan kaki ketika pertama kali merantau ke denpasar. Aku juga masih ingat, ketika aku jalan di trotoar setelah keluar dari area kreneng, aku mau nanya jalan ke mbak mbak yang lagi lewat, &#8220;maaf mbak, numpang nanya.&#8221;. Si mbak cuma diam sambil terus berlalu, bahkan menoleh pun enggak. Pertanyaan intinya belum kusampaikan, tapi si mbak udah ngacir aja. Padahal pertanyaan yang mau kusampaikan sangat sederhana, &#8220;kalo mau ke jalan kapten japa lewat mana ya mbak?&#8221;. Udah, itu aja. Dan itu pertanyaan yang ikhlas, bukannya sok bertanya biar dapat kenalan. Apa jadinya kalo aku ngasih pertanyaan kayak gini, &#8220;mbak&#8230;<strong>maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?</strong> (<em>salah satu judul cerpen hamsad rangkuti</em>)&#8221; <span id="more-364"></span></p>
<p>Aku jadi bingung sendiri, lalu tanya ma diri sendiri, &#8220;apa aku ini tak kasat mata ya? ato gaya bahasaku yang kurang elegan ya? ato jangan-jangan aku ini terlalu ngguuuaaanteng, sampe si mbak silau dengan ke-ngguuuaaanteng-anku, saking silaunya sampe dia nggak bisa ngeliat aku? <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/cool.png' alt='Cool' title='Cool' class='tse-smiley' /> &#8220;. Harusnya aku sadari itu sedari dulu, dan bertanya ke mbak itu lewat puisi.</p>
<blockquote><p>puisi buram di kahyangan<br />
elok menjelma kala senyummu<br />
jarimu yang menjaring sapa<br />
tengokmu menyapu bianglala<br />
adalah kuntum yang kokoh di savana<br />
wahai si mbak nan anggun melenggang<br />
sudikah bibir itu bernada?<br />
sekedar menjawab tanya<br />
arah mana kiranya jalan kapten japa? <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/wink.png' alt='Wink' title='Wink' class='tse-smiley' /></p></blockquote>
<p>ciieeehhh&#8230;.seluloid! Itu dulu, sepuluh tahun yang lalu. Di tahun itu, masa-masa awal di bali aku lewati dengan susah payah. Tapi aku nggak sendiri, banyak juga teman-teman senasib yang juga harus melaluinya, bahkan ada seorang teman yang mencoretkan di dinding kamar rumah kontrakannya, <strong>&#8220;IBU TIRI TAK SEKEJAM BALI&#8221;</strong>. Dalam hati aku menimpali, &#8220;bukan bali yang kejam, dompet lo aja yang kurang pengertian&#8221;. Bukan cuma dompetmu kawan, dompetku juga sering banget kurang pengertian sampe aku bikin puisi ini</p>
<blockquote><p>di sini ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di sana ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di mana-mana ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di mana tak ada malaikat?<br />
di dalam dompetku<br />
mungkin&#8230;<br />
habis&#8230;&#8230; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p></blockquote>
<p>Tapi dompetku yang dulu lain sama yang sekarang. Dompetku 10 tahun yang lalu cuma berisi KTP, selembar kartu ATM, dan STNK motor. Saking tipisnya dompetku yang dulu sampe bisa dijadiin pembatas buku. Kalo sekarang ada tambahan SIM, kartu nama bikinan sendiri, NPWP yang bikinnya karna keterpaksaan, dan kartu jamsostek yang belum jelas manfaatnya. Tapi ada juga yang nggak berubah dari dompetku, yaitu nggak pernah ada foto rani julianti, ehh.. maksudku foto cewek narsis di dalamnya. Bukannya dendam karna pernah dicuekin sama si mbak yang lenggang kangkung di kreneng. Kalo si mbak kebetulan baca tulisan ini, &#8220;sing napi-napi mbok&#8230;.aku maklum kok mbak, mungkin mbak takut diapa-apain ma aku, soalnya di terminal kan rawan, apalagi buat seorang perawan. Di mana-mana banyak orang yang gak jelas, seperti tulisan ini, atau orang yang nulis ini.&#8221;. Tapi semoga yang baca tulisan ini sampe abis gak ikut-ikutan gak jelas.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/ganti-theme-lagi/" title="Ganti theme lagi">Ganti theme lagi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 14:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Numpang lewat]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[villa di bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Bali bukanlah sebuah pulau yang luas, tapi ada banyak lokasi di Bali yang bisa dijadikan tujuan wisata. Untuk menunjang tujuan pariwisata itu, ada banyak&#160; akomodasi villa di Bali yang akan membantu wisatawan asing atau domestik agar bisa menikmati tujuan wisata dengan nyaman dan tenang. Akomodasi villa tersebut sebagian besar berada di sekitar daerah tujuan wisata, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="right" src="http://wikitravel.org/upload/en/thumb/4/4f/Upacara12.jpg/300px-Upacara12.jpg" alt="Colorful odalan temple anniversary procession" style="padding-left:10px;padding-right:10px;padding-top:10px;padding-bottom:10px" title="Colorful odalan temple anniversary procession" /></p>
<p>  <strong>Bali</strong> bukanlah sebuah pulau yang luas, tapi  ada banyak lokasi di Bali yang bisa dijadikan tujuan wisata. Untuk menunjang  tujuan pariwisata itu, ada banyak&nbsp;  akomodasi <a href="http://www.baliheaven.com" title="Villa di Bali">villa di Bali</a> yang akan membantu wisatawan asing atau domestik  agar bisa menikmati tujuan wisata dengan nyaman dan tenang. Akomodasi villa  tersebut sebagian besar berada di sekitar daerah tujuan wisata, tentu saja agar  wisatawan memiliki akses yang mudah menuju tempat wisata.&nbsp; Dalam tulisan ini, akan dibahas lokasi-lokasi  tujuan wisata yang paling popular di Bali yang juga menawarkan banyak pilihan  akomodasi villa.</p>
<p>  Sebagian besar villa di Bali atau yang lebih dikenal dengan &quot;<a href="http://www.baliheaven.com" title="Bali Villa">bali villa</a>&quot; bisa ditemukan  di lokasi-lokasi antara lain: Candidasa, Canggu, Jimbaran, Pemuteran, Sanur,  Seseh, Seminyak, Ubud dan Uluwatu. Sebagian besar daerah ini tersebar di bagian  selatan dan tengah Pulau Bali. Dan hanya sedikit akomodasi villa yang terdapat  di bagian utara, barat dan timur Pulau Bali, diantaranya Pemuteran di bagian  barat laut dan Candidasa di bagian tenggara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bali">Pulau Bali.</a></p>
<h2>Candidasa</h2>
<p>  Candidasa berada di bagian tenggara Pulau  Bali dan merupakan daerah wisata baru yang menawarkan akomodasi villa. Sebagian  besar akomodasi villa tersebut berlokasi diantara Candidasa dan daerah sekitar  Padangbai. Daerah ini pertama kali muncul sebagai daerah wisata&nbsp; yang mewah ketika Aman Group membuka  Amankila. Alila Group juga sudah mulai menggarap daerah dan menyediakan  beberapa villa. Bisa dijadikan catatan di sini, bahwa tempat makan di daerah  tersebut sangat terbatas. Jadi carilah sebuah villa yang menyediakan seorang  koki dan sopir.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Candidasa?</h3>
<p>  Candidasa merupakan tempat yang bagus untuk  menjelajahi petak-petak sawah di timur Pulau Bali dan lereng Gunung Agung.  Candidasa juga merupakan tempat yang sangat cocok untuk dijadikan  peristirahatan sesudah perjalanan dari Pulau Lombok atau sebelum memulai  perjalanan ke Pulau Lombok. Anda bisa menumpang kapal feri yang menuju ke Pulau  Lombok dari Padangbai, atau kalau anda mau, anda bisa menyewa speed boat. Sekarang  Candidasa juga sudah bisa ditempuh dalam waktu hanya 45 menit dari Sanur dengan  perjalanan darat. <span id="more-363"></span></p>
<h2>Canggu</h2>
<p><img align="left" src="http://wikitravel.org/upload/shared//thumb/e/e9/Sunset_at_Canggu_beach.jpg/300px-Sunset_at_Canggu_beach.jpg" alt="Sunset over Canggu Beach" style="padding-right:10px;padding-left:10px;padding-top:10px;padding-bottom:10px" title="Sunset over Canggu Beach" />Canggu merupakan daerah yang paling  berkembang dari segi akomodasi villa. Ada banyak pilihan akomodasi <a href="http://www.baliheaven.com/bali/canggu-villas" title="Canggu Villa">villa di Canggu</a> yang  ditawarkan dengan berbagai variasi harga, dan sebagian besar dari akomodasi ini  masih tergolong baru. Banyak areal sawah yang bisa ditemukan di sini, dan  kebanyakan villa yang ada di sini memiliki pemandangan berupa taman. Selain itu  juga ada beberapa villa yang sangat dekat dengan pantai, sehingga bisa menjadi  nilai tambah dari sisi pemandangan. Canggu Club merupakan magnet bagi  villa-villa baru, dan jika anda bertamasya dengan anak-anak, carilah villa yang  memiliki guest club membership, dimana guest club membership ini menawarkan  pilihan bagi anda untuk membantu anak-anak anda melewatkan waktu di dalam  lingkungan yang terawasi (terutama ketika orang tua membutuhkan istirahat yang  banyak). Canggu bisa ditempuh hanya dalam waktu beberapa menit dari Seminyak.  Tapi harap dicatat, bahwa jalan di daerah ini sangat padat lalu lintasnya, dan  taksi sangat sulit ditemukan. Jadi anda mungkin akan lebih suka mencari villa  yang juga menyediakan seorang sopir.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Canggu?</h3>
<p>  Akomodasi villa dengan alternatif pilihan  yang sangat banyak, lokasinya yang dekat dengan Seminyak dan Canggu Club.</p>
<h2>Jimbaran</h2>
<p>  Teluk Jimbaran merupakan salah satu tempat  yang memiliki pantai yang bisa dijadikan tempat untuk berenang yang  menyenangkan. Selain itu, Jimbaran juga memiliki akses yang mudah untuk  mendapatkan tempat makan dengan banyak pilihan. Beberapa tempat peristirahatan  berkelas bintang lima juga ada di daerah ini, diantaranya Four Seasons dan  Inter-Continental. Daerah Jimbaran ini sangat disukai oleh wisatawan dari Asia.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Jimbaran?</h3>
<p>  Pantai yang sangat bagus untuk dijadikan  tempat berenang atau sekedar berjalan-jalan menikmati matahari terbenam. Banyak  pilihan yang menyediakan tempat makan di sekitar pantai. Daerah Jimbaran juga bisa  ditempuh dari bandara internasional Ngurah Rai hanya dalam waktu beberapa  menit. Selain itu, transportasi taksi juga sangat mudah ditemukan di daerah  ini.</p>
<h2>Pemuteran</h2>
<p>  Pemuteran merupakan sebuah kota kecil yang  berada di ujung barat laut Pulau Bali. Daerah ini sangat terkenal&nbsp; sebagai tempat yang eksotik untuk snorkel dan  menyelam di sekitar Pulau Menjangan. Anda juga bisa menikmati perjalanan di  Taman Nasional Bali Barat. Di daerah ini, fasilitas cukup terbatas, meskipun  ada satu atau dua tempat peristirahatan villa yang bagus. Pilihan tempat makan  dan transportasi juga cukup terbatas, jadi rencanakan perjalanan anda dengan  hati-hati.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Pemuteran?</h3>
<p>  Alasan kuat untuk berwisata di Pemuteran  (mungkin satu-satunya alas an) yaitu adanya keistimewaan alam yang ditawarkan.  Snorkel dan diving di Pulau Menjangan merupakan pengalaman yang tak terlupakan,  salah satu yang terbaik di Asia ada di sini. </p>
<h2>Sanur</h2>
<p>  Sanur merupakan salah satu daerah tujuan  wisata yang paling popular sejak tahun 1930-an. Sanur terkenal dengan daerahnya  yang tenang karena tidak ada tempat pesta dan kehidupan malam yang hingar  bingar ditawarkan di sini. Pantainya memiliki tempat khusus buat pejalan kaki  dan lautnya cukup aman untuk dijadikan tempat berenang. Ada beberapa villa yang  tersedia di sini, beberapa diantaranya sangat besar dan elegan, dan tentu saja  eksklusif.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Sanur?</h3>
<p>  Sanur merupakan daerah wisata yang tenang  di Pulau Bali. Semua akses mudah didapat di sini, tentu saja kecuali tempat  untuk berpesta dan kehidupan malam yang hingar bingar.</p>
<h2>Seseh</h2>
<p>  Seseh merupakan daerah yang relatif baru  yang mulai dilirik oleh penyedia jasa akomodasi villa. Ada beberapa villa yang  tersedia di sana, tapi kebanyakan orang menyebutnya sebagai bagian dari daerah  Canggu. Padahal kenyataannya, Seseh berada jauh di sebelah barat laut Canggu. Bisa  dibilang, Seseh merupakan daerah berikutnya setelah Canggu yang akan dijadikan  target pembangunan villa. Seseh merupakan daerah yang tenang dan tidak ramai  jika dibandingkan dengan Seminyak. Seseh memiliki lebih banyak perkampungan  Bali asli jika dibandingkan dengan Canggu, dimana hamparan sawah masih banyak  ditemukan. Dan tentu saja, hai itu akan berpengaruh terhadap jangkauan terhadap  fasilitas publik, seperti, tempat perbelanjaan, pasar, restoran dan taksi. Jadi  jika anda menjadikan Seseh sebagai pilihan, pastikan anda mencari akomodasi  villa yang juga menyediakan pelayanan penuh seperti mobil dan sopirnya.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Seseh?</h3>
<p>  Sebagai tempat tujuan, Seseh merupakan  daerah yang cocok jika anda menginginkan sebuah tempat yang tenang dan penuh  relaksasi. Seseh juga memiliki akses menuju pantai yang belum banyak  dikembangkan, sangat cocok untuk sebuah keluarga yang benar-benar  inginmenghabiskan waktu dalam ketenangan.</p>
<h2>Seminyak</h2>
<p><img align="left" src="http://wikitravel.org/upload/shared//thumb/0/02/Legian_beach.jpg/300px-Legian_beach.jpg" alt="Legian Beach in south Bali" style="padding-right:10px;padding-left:10px;padding-top:10px;padding-bottom:10px" title="Legian Beach in south Bali" />Selamat datang di tempat yang menjadi pusat  segala jenis pesta! Seminyak merupakan tempat yang cocok jika anda menginginkan  sebuah akses yang cepat menuju berbagai fasilitas publik, seperti tempat  perbelanjaan, restoran, pasar dan nightclub. Daerah ini merupakan daerah urban  yang penuh dengan hingar bingar. Semua ada di sini, KuDeTa, La Lucchiola,  Oberoi dan masih banyak lagi. Mencari tempat yang tenang di sini seperti  mencari oasis di padang pasir yang luas, tapi bukan berarti mustahil atau tidak  ada. <a href="http://www.seminyakvilla.com" title="seminyak villa">seminyak villa</a> sebagai sebuah pilihan akomodasi merupakan alternatif yang layak dipertimbangkan jika anda ingin meikmati segala kemewahan dan pelayanan istimewa. </p>
<h3>Mengapa  menginap di Seminyak?</h3>
<p>  Kesenangan merupakan ciri utama dari  Seminyak. Semuanya ada di sini. Jika anda seorang yang gila pesta atau jika  anda menginginkan pemandangan pantai, di sinilah tempat yang cocok. Jika anda  ingin menginap di villa, hotel atau resort, ada beberapa pilihan bagus yang  tersedia di sini.</p>
<h2>Ubud</h2>
<p><img align="left" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/52/Balinese_dancers.jpg/140px-Balinese_dancers.jpg" alt="Balinese dancers show for tourists, Ubud." style="padding-right:10px;padding-left:10px;padding-top:10px;padding-bottom:10px" title="Balinese dancers show for tourists, Ubud." />Sering disebut sebagai pusat kebudayaan di  Bali, Ubud merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki perbedaan khas jika  dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Pulau Bali. Keunggulan utama dari  Ubud yaitu kebudayaan, di sini bukan tempat yang pas untuk kehidupan malam. Banyak  wisatawan yang menghabiskan waktunya di Ubud dalam perjalanan satu hari saja,  dan lebih memilih untuk menginap di daerah pesisir. Bagi anda yang menetapkan  Ubud sebagai pilihan untuk menginap, anda akan menemukan ketenangan di malam  hari, sedangkan di siang hari, Ubud berubah menjadi daerah yang sibuk, padat  dan sedikit riuh. Banyak tempat perbelanjaan yang bisa ditemukan di sini, tapi  dengan harga yang cukup tinggi. Harap diingat juga, mencari layanan taksi dengan  tarif yang sesuai sangat susah di Ubud, jadi usahakan anda membawa mobil  sendiri beserta sopirnya.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Ubud?</h3>
<p>  Ubud merupakan daerah yang dingin dan  berkabut, mengingat Ubud bukanlah daerah pesisir, melainkan daerah hutan.  Pilihlah untuk menginap di Ubud jika anda termasuk orang yang suka mengunjungi  museum, menonton pementasan tari dan mengeksplorasi atraksi kebudayaan.</p>
<h2>Uluwatu</h2>
<p>  Bisa dibilang, Uluwatu merupakan daerah  yang sedang bersinar dalam hal ketersediaan akomodasi yang tergolong mewah  (kedatangan Bulgari semakin memperkokoh predikat tersebut). Banyak resort  berbintang lima yang sedang dikembangkan di sini, dan tentu saja juga ada villa  yang besar dan cantik yang sudah tersedia di sini. Sebagian akomodasi villa  mewah yang ada di Pulau Bali ada di sini yang dibangun di atas ketinggian  tebing Uluwatu, dengan pemandangan langsung menghadap Samudera Hindia. Carilah  <a href="http://www.baliheaven.com/bali/uluwatu-villas" title="Uluwatu Villa">villa di Uluwatu</a> yang menawarkan pelayanan, yang menyediakan mobil beserta sopirnya. Jika  tidak, anda akan merasa terdampar di sini.</p>
<h3>Mengapa  menginap di Uluwatu?</h3>
<p>  Hampir semua wisatawan yang memilih  menginap di Bali merupakan orang yang suka berselancar atau golongan pelancong  kelas atas. Tersedia akomodasi untuk kedua golongan tersebut. Selain tempat  untuk surfing dan pemandangan laut yang bagus, tidak ada lagi yang bisa  direkomendasikan di daerah ini.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaset, riwayatmu kini</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[angkasa luar]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[joe satriani]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka. Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka.</p>
<p>Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah ngasih tahu kalau tempat yang aku sebutkan tadi sudah nggak menyediakan kaset. Aku mengernyitkan dahi tanda kurang percaya. Dan keesokan harinya, langsung kutuju 3 tempat yang setahuku dulu menyediakan tempat buat kaset untuk mejeng. Dan ucapan temanku benar, bahkan salah dua dari toko kaset itu sudah tutup sama sekali. Kalau pantas aku menangis, mungkin aku sudah menangisi kepergianmu, kaset….</p>
<p>Tapi bukannya sama sekali menghilang, di beberapa toko kecil ternyata masih menjual kaset, meski bukan kaset hasil produksi major label nasional atau mancanegara, melainkan hasil produksi label lokal yang ada di <a href="http://www.62-361.com/" target="_blank" title="all about bali">bali</a>, yang hampir semua lagu-lagunya mebasa bali atau berbahasa bali. Aku masih ingat terakhir kalinya aku membeli kaset, yaitu album <a href="http://manikarum.com/2009/08/tears-in-the-rain/" title="Joe Satriani - Tears in The Rain">Joe Satriani</a> yang diberi judul ‘Is there love in space?’ bulan oktober tahun 2004. </p>
<p>Kalau iseng-iseng dipikir, judul album itu memang cukup menggambarkan kondisi kaset yang mulai tercampakkan. ‘Space’ atau angkasa luar, bisa dianalogikan sebagai kemajuan teknologi manusia yang sekarang ini memang sudah bisa menjangkau <a href="http://manikarum.com/2009/10/gambar-alam-semesta-yang-diintip-teleskop-hubble/" title="Gambar Alam Semesta yang Diintip Teleskop Hubble">angkasa luar</a>, meski baru se-upil (permisi ya…..aku mau ngupil dulu). Semakin maju teknologi kita untuk meracik audio dalam format digital, semakin kaset ditinggalkan, semakin pudar juga cinta kita terhadap hal-hal yang berbau analog. Seperti memudarnya cinta kita terhadap utusan Tuhan ketika nabi-nabi semu mulai bermunculan dengan ajaran digitalnya. Kita lebih suka menengok isi facebook, twitter, youtube dan sekutunya daripada kitab suci yang kita anggap udah nggak jaman dan nggak up to date. Dan Joe Satriani pun bertanya lewat albumnya, is there love in space?</p>
<p>Ooh…kaset, riwayatmu kini………</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/berburu-kehidupan-di-luar-angkasa/" title="8 tempat berpotensi untuk berburu kehidupan di luar angkasa">8 tempat berpotensi untuk berburu kehidupan di luar angkasa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat?</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 13:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman di facebook pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali. Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-298 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="malaikat-spongebob" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/malaikat-spongebob.jpg" alt="bertemu-malaikat" width="114" height="81" />Seorang teman di <a href="http://manikarum.com/2009/07/facebook-berubah/" title="Facebook Berubah">facebook</a> pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali.</p>
<blockquote><p>Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 September, sementara cek di pelabuhan kapal tidak ada yang jalan. Kepasrahan adalah satu-satunya jalan untuk meredam semuanya padahal galau di hatiku tak bisa kusembunyikan karena hari itu sebenarnya harus segera tiba di denpasar.</p>
<p>Airmataku rasanya udah mau jatuh ketika tiba-tiba seorang kontributor salah satu TV swasta yang tidak pernah kenal sebelumnya mampu menawarkan solusi dan mampu menembus ke pimpinan bandara hanya untuk mendapatkan tiket agar aku bisa segera keluar dr pulau itu. Benar-benar suatu keajaiban yang tak pernah terlupakan dalam sejarah hidupku.</p>
<p>Bahkan sampe sekarang pun masih belum percaya klo udah tiba kembali di denpasar karena sebelumnya terbayang pasti awal september baru tiba&#8230;</p>
<p>Ternyata setelah ditelusuri tiket pesawat udah dibooking jauh-jauh hari oleh para turis yang mau ke pulau Komodo&#8230;</p>
<p>Tuhan ternyata Kau ulurkan tangan-Mu lewat dia. Terima kasih Tuhan,</p>
<p>Terima kasih Sahabatku, Lanjutkan karya dan perjuanganmu.</p></blockquote>
<p>Itulah pengalaman teman saya. Sekarang giliran saya. Saya juga punya pengalaman yang mungkin senada, meski tidak seseru dan sedramatis dengan cerita di atas.<span id="more-296"></span></p>
<p>Di suatu siang yang panas mengganas (sengaja pake majas hiperbola…biar waahh gitu… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /> ), saya berkunjung ke sebuah toko obat kecil di Buduk yang berada di daerah sub-urban Badung <a href="http://www.62-361.com/" target="_blank" title="Seputar Bali">Bali</a>. Di situ, saya dilayani oleh seorang bapak (sebut saja pak adel) yang menurut perkiraan saya umurnya sekitar 50-55 tahun. Sebelumnya saya sering ke sana paling tidak dua minggu sekali, tapi selama sekian kali saya tidak pernah menjumpai pak adel, dan di akhir perjumpaan saya baru tahu kalau pak adel itu ternyata owner dari toko obat itu.</p>
<p>Karena saya tidak pernah bertemu beliau sebelumnya, di awal perjumpaan saya memperkenalkan diri sebagai ‘duta’ dari sebuah perusahaan farmasi. Pak adel menyambut ramah dan bersikap open-minded ketika proses interaksi antara saya dan beliau lebih didasari atas kepentingan saya yang ingin melaksanakan tugas. Setelah saya bicara panjang tambah lebar dikali dua sama dengan keliling, subjek pembicaraan sekarang beralih mengenai pribadi pak adel. Beliau bercerita banyak tentang pengalamannya semasa masih hidup di Jakarta dan setelah hijrah ke Denpasar. Sewaktu masih muda, beliau ternyata juga seorang detailer dan beberapa kali pindah perusahaan sebelumnya akhirnya hinggap di Denpasar dan membangun ‘kerajaan kecil’-nya sendiri. Meski usia sudah lanjut, tapi beliau ……(uppsss….penting ya ngomongin yang ini? Kayaknya nggak deeh…. <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/neutral.png' alt='Neutral' title='Neutral' class='tse-smiley' />).</p>
<p>Baiklah. Setelah beliau sedikit mem-biografi-kan dirinya, beliau kemudian bertanya pada saya apakah saya ini seorang pemeluk islam. Saya menjawab ya, setidaknya itu yang tertulis di KTP. Beliau bertanya lagi, “Kalau hari jum’at biasanya sholat jum’at di mana dik?”. Saya menjawab tidak tentu (maksudnya ya nggak tentu,….kadang sholat kadang enggak…). Beliau berkata lagi, “Sebentar dik, saya mau menawarkan sesuatu.”, setelah itu beliau masuk ke ruangan bagian dalam. Dalam hati saya berkata “#*&amp;@%$”, saya berkunjung ke sini mau menawarkan sesuatu, lha kok sekarang beliau yang berbalik menawarkan sesuatu pada saya. Saya menduga kalau beliau itu mau menawarkan bisnis sampingan semacam MLM, viral marketing atau mungkin asuransi.</p>
<p>Tidak sampai lama menunggu, pak adel keluar sambil membawa semacam bulletin yang dikemas seadanya. Bulletin yang terdiri dari 10 halaman itu ditunjukkan pada saya. Di sampul depannya, ada gambar ustadz yusuf mansur (dengan gaya yang itu-itu aja..pokoknya gak banget deh… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' />, &#8211; piss pak ustadz -). Di atas gambar, tertulis judul bulletin “NIKMATNYA SEDEKAH Bersama Ustadz Yusuf Mansur”. Saya mulai berimajinasi, “wah…jangan-jangan ustadz yusuf ni mau bikin perusahaan buat nyaingi manajemen qalbu-nya aa gym”. Saya berpikir untuk mencari alasan supaya bisa cepat menghindar dari situasi yang genting ini. Tapi sebelum saya mendapatkan alasan, pak adel mulai bicara. Beliau bercerita tentang sedekah, sejauh apa sedekah mempunyai kekuatan untuk mengubah hidup kita, sejauh apa sedekah bisa mengangkat hidup seseorang, bagaimana sedekah secara ajaib bekerja menyelesaikan masalah seseorang, bagaimana keinginan bisa mudah dicapai dengan bersedekah, dsb. Tidak terasa saya sudah mendengarkan ceramah pak adel sampai selesai. Dan dari semua yang diucapkan beliau, tidak sekalipun mengandung ajakan untuk daftar ini itu, ikut pertemuan ini itu, atau membeli ini itu. Beliau cuma mengajak untuk bersedekah, jangan ditunda. Saya sadar kalau saya ini sering menunda untuk bersedekah. Saya sering merasa penghasilan saya belum cukup untuk disedekahkan, sehingga menunggu penghasilannya naik dulu baru bersedekah. Setelah penghasilan naik, tetap saja selalu ada alasan untuk menunda, untuk bayar tagihan kk dulu atau bayar utang ke teman dulu, dan begitu terus.</p>
<p>Waktu itu saya tidak membaca semua isi bulletin. Saya cuma membaca halaman depan dan halaman paling belakang. Di halaman terakhir bulletin tersebut, tercantum nama penyusunnya. Saya sedikit kaget ketika membacanya, ternyata yang menyusun adalah pak adel sendiri. Untuk memastikan, saya bertanya langsung ke beliau, “ini yang bikin bapak sendiri?”. Pak adel membenarkan. Saya tanya lagi, “terus kenapa di covernya yang ditempel gambar yusuf mansur, apa hubungannya ma dia?”. “saya pinjam nama dan fotonya aja. kalau saya kasih gambar saya, orang-orang pasti banyak yang gak percaya. tapi saya banyak mengutip dari ceramah-ceramahnya dia di tv”. Ooo…</p>
<p>Akhirnya, saya merasa sudah terlalu lama berada di situ, padahal kerja saya belum selesai. Setelah saya berujar mau pamit, pak adel meminta saya untuk menyimpan bulletin tersebut dan berpesan untuk tidak menunda-nunda sedekah. Sudah, begitu saja. Titik.  Selama perjalanan, saya terus bertanya-tanya, “apa iya orang ini malaikat?”. Saya baru bertemu dan mengenal orang ini, tapi orang ini langsung mengajak saya untuk berbuat sesuatu yang menurut saya seharusnya disampaikan oleh orang tua, saudara, guru atau sahabat. Dan yang perlu dicatat, orang ini tidak mendapatkan keuntungan apapun dari apa yang sudah dia perbuat dan sampaikan pada saya.</p>
<p>Memang Tuhan selalu bekerja dengan cara yang sangat misterius, dan saya tidak tahu apakah pak adel ini malaikat kiriman Tuhan atau orang yang lagi serius latihan untuk mengikuti kontes dai kondang. Tapi kalau beliau ini memang malaikat, saya jadi teringat berapa banyak pengemis-pengemis yang pernah saya cueki, jangan-jangan salah satu diantara mereka adalah jelmaan malaikat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
