<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; cinta</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sosok</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/12/sosok/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/12/sosok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 16:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Inikah saat dimana kelemahlembutan tak lagi mendamaikan? Gelap yang menyilaukan dan cahaya yang membutakan. Ruangan senyap penuh udara, berpusaran mengibas gelisah hati. Menyujud tanda takluk, menengadah tanda pasrah, lalu mencipta hening. Hening bukan tak bermakna, tapi penuh tanya. Kenapa pertanyaanku tak bertanda tanya? Mungkin aku belum siap dengan jawab. Engkau yang lunglai ditempa keadaan, beruban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inikah saat dimana kelemahlembutan tak lagi mendamaikan? Gelap yang menyilaukan dan cahaya yang membutakan. Ruangan senyap penuh udara, berpusaran mengibas gelisah hati. Menyujud tanda takluk, menengadah tanda pasrah, lalu mencipta hening. Hening bukan tak bermakna, tapi penuh tanya. Kenapa pertanyaanku tak bertanda tanya? Mungkin aku belum siap dengan jawab.</p>
<p>Engkau yang lunglai ditempa keadaan, beruban dikikis zaman dan tak ingin larut dalam sengketa. Kini di puncak letih lalu membaur tanah. Beristirahat sendiri, hanya daun bunga lapuk dan hara basah. Teramat tenang dalam pelukan pertiwi. Hingga dibangkitkanlah seluruhnya, hanya seperti satu jiwa.</p>
<p>Engkau yang dulu menderas keringat, tanpa kesah menakar asa. Menjadi tumpu dan panutan bagi setelahmu, yang semoga lebih sepertimu. Dulu engkau kekar seperti karang. Bahkan karang pun akan pupus termakan usia. Dan senja pun terganti malam.</p>
<p>Sejenak beralih lirih. Hidup hanya transisi bukan tanpa arti. Pertalian rapuh antara jiwa-jiwa yang berkelana. Berhias cinta di sana sini. Bertabur senda gurau dan kasih sayang. Membagi kebahagiaan tak terkecuali hingga saat tiba.</p>
<p>Dan kami pun segera menyusul. Tak lama, hanya sekepakan sayap belalang di ladang. Dan tak jauh, hanya seloncatan gugurnya daun jambu di latar.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/" title="Fatamorgana">Fatamorgana</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/12/sosok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sahabat terbaik</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 15:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika di India kuno, hiduplah seorang guru yang telah tua. Pada zaman itu jumlah sekolah belum banyak, dan hanya ada satu guru dan banyak siswa dalam satu sekolah. Guru ini pun mengajarkan banyak hal. Guru ini sangat tersohor dan punya banyak murid, namun dia juga memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika di India kuno, hiduplah seorang guru yang telah tua. Pada zaman itu jumlah sekolah belum banyak, dan hanya ada satu guru dan banyak siswa dalam satu sekolah. Guru ini pun mengajarkan banyak hal. Guru ini sangat tersohor dan punya banyak murid, namun dia juga memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dan semua murid laki-laki menyukai putrinya itu. Suatu hari, guru itu datang dan mengumumkan,</p>
<p>&#8220;Dengar, sudah saatnya putriku untuk menikah, dan aku tahu kalian semua menyukainya. Menurut tradisi, dia seharusnya menikahi salah satu dari muridku. Jadi untuk menemukan siapa dari kalian yang akan menikahinya, aku akan memberi kalian sebuah ujian. Ini adalah <a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian saringan tiga kali">ujian kebijaksanaan</a> dan kepatuhan, namun ujian ini juga akan <a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">memecahkan masalahku</a>, yaitu membelikan rumah untuk putriku. Jadi yang harus kalian lakukan adalah, minggu depan kalian masing-masing harus pergi ke desa-desa di sekitar sini, mengendap-endaplah ke dalam rumah penduduk dan curilah apapun yang kalian bisa. Tapi pastikan tak seorang pun melihat kalian. Barangsiapa yang mencuri paling banyak selama tujuh hari, karena kepatuhan dan kebijaksanaannya ia boleh menikahi putriku.&#8221;</p>
<p>Tentu saja para murid begitu terkejut, guru meminta mereka mencuri?! Namun mereka semua menyukai putri sang guru, jadi mereka berpikir, &#8220;cinta adalah yang terpenting, aku akan lakukan apapun <a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">demi cinta</a>&#8220;. Dan hari dimulainya ujian itu pun tiba, mereka berlomba-lomba mencuri sebanyak-banyak selama seminggu. Pada akhir hari ketujuh semua murid berkumpul untuk melihat siapa yang menang.<br />
<span id="more-525"></span><br />
Guru mengumumkan, &#8220;Kalian telah melakukan ujian ini dengan sangat baik. Kalian telah mencuri begitu banyak barang, ada cukup banyak di sini untuk pasangan mempelai manapun untuk memulai penghidupan yang baik. Namun sebelum aku mengumumkan siapa yang mencuri paling banyak, adakah diantara kalian yang belum mencuri sama sekali?&#8221;</p>
<p>Salah seorang murid mengangkat tangannya. Guru menatap murid tersebut dan menghardiknya. &#8220;Mengapa kamu tidak melakukannya wahai pemuda yang tidak patuh?&#8221;. Murid muda ini berdiri dan berkata, &#8220;Tapi saya patuh, guru. Saya mengikuti semua perintah guru.&#8221;. &#8220;Kalau begitu kenapa kamu tidak mencuri?&#8221;. &#8220;Saya sudah mengendap-endap  memasuki desa pada malam hari, lalu menunggu penghuninya terlelap. Lalu saya masuk ke dalam dan melihat benda berharga mereka. Dan ketika saya hendak mengambilnya, saya ingat guru berkata bahwa jangan mengambilnya jika ada yang memperhatikan. Dan saya menyadari ada yang memperhatikan, yaitu saya sendiri. Saya melihat diri saya mencuri, itu sebabnya saya tidak bisa mencuri apa pun.&#8221;</p>
<p>Guru itu berkata, &#8220;Akhirnya&#8230;aku menemukan seorang murid yang bijaksana sedangkan sisanya hanya murid dungu. Kalian bisa mengembalikan barang itu, sebab aku sudah memberitahu penduduk desa sebelumnya dan mereka sudah tahu kalian akan datang untuk mencuri. Mereka tidak akan melukai kalian ketika kalian mengembalikan barang itu. Aku sudah cukup kaya, aku hanya ingin tahu siapa siswa yang paling bijaksana, yang mengetahui kapanpun mereka berbuat salah selalu ada orang yang melihatnya, dan dia tidak akan pernah berani mengkhianati putriku sebab akan selalu ada orang yang mengawasi.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Intan di tangan penyamun</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 12:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Bel penanda pulang sekolah baru saja berbunyi. Intan dan teman-teman sekelasnya, seperti juga anak-anak di kelas yang lain bergegas merapikan perkakas belajar mereka sebelum kemudian berhamburan keluar ruangan dan menuju ke tempat idaman masing-masing yang sudah dibayangkan pada waktu jam terakhir pelajaran. Ada yang menuju ke musholla, meluangkan waktu sejenak sambil menunggu waktu shalat dzuhur. Ada yang langsung menuju pintu gerbang sekolah sambil bola matanya berlarian memantau barangkali ada angkot yang sudah siap menjemput dan mengantar. Atau ada juga yang bergegas menghampiri kelas tetangga sekedar menengok sosok idaman tanpa perlu berbincang-bincang langsung dengannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bel penanda pulang sekolah baru saja berbunyi. Intan dan teman-teman sekelasnya, seperti juga anak-anak di kelas yang lain bergegas merapikan perkakas belajar mereka sebelum kemudian berhamburan keluar ruangan dan menuju ke tempat idaman masing-masing yang sudah dibayangkan pada waktu jam terakhir pelajaran. Ada yang menuju ke musholla, meluangkan waktu sejenak sambil menunggu waktu shalat dzuhur. Ada yang langsung menuju pintu gerbang sekolah sambil bola matanya berlarian memantau barangkali ada angkot yang sudah siap menjemput dan mengantar. Atau ada juga yang bergegas menghampiri kelas tetangga sekedar menengok sosok idaman tanpa perlu berbincang-bincang langsung dengannya.</p>
<p>Hari cukup cerah meski ada awan tipis yang menghalau sinar matahari untuk menusuk kulit. Intan pun memutuskan untuk pulang berjalan kaki saja, memang jarak dari sekolah ke rumahnya tidak sampai membuat keringat sebesar biji sawo berjatuhan apabila ditempuh dengan berjalan kaki. Dia mencoba mengajak beberapa temannya untuk berjalan kaki bersama, tapi rupanya angkot genit lebih menggoda buat mereka. Ya sudahlah, Intan tidak mengubah keputusan, dia tetap ingin pulang dengan berjalan kaki.<span id="more-475"></span></p>
<p>Intan ingin menikmati perjalanan kakinya, itu terlihat dari caranya berjalan yang santai mengayuh tidak menggebu. Dia tidak ingin buru-buru sampai di rumah untuk segera menyantap sayur asem dan ikan pindang goreng buatan ibunya. Lalu lalang kendaraan dan angkot berwarna-warni yang genit menyapa tak membuatnya bergeming. Hari itu adalah hari berjalan kaki, pikirnya.</p>
<p>Tiga menit berjalan, sampailah dia dimana dia harus melewati sebuah gang sempit yang hanya bisa dilalui 2 sepeda motor. Gang itu cukup sepi pengunjung walau siang hari. Dua pertiga dari panjangnya hanya dihiasi tembok batako setinggi 2 meter di sisi kiri dan kanan. Beberapa kucing liar asyik tiduran di tepian. Sekali Intan menyapa mereka tapi tak dihiraukan. Tentu saja, kucing hanya bergeming jika dilempar ikan goreng bekas dimakan orang, bukan intan.</p>
<p>Belum habis gang itu dilaluinya, tiba-tiba muncul seorang pria berjaket kulit imitasi hitam dari ujung gang. Pria itu berjalan tergesa dengan arah mendekati Intan. Setelah berjarak kurang dari 2 meter dengannya, pria itu merogoh bagian dalam jaketnya dan tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dapur. Sambil badannya menghalangi Intan, pria itu bersuara dengan pelan, “Kasih uang atau keperawanan!”</p>
<p>“Tapi saya nggak punya uang om.”, jawab Intan.</p>
<p>“Kalau gitu kamu milih ngasih keperawanan ya?”, pria itu mencoba menawar.</p>
<p>“Tapi saya juga udah nggak perawan om…”, Intan bersuara lebih pelan dari sebelumnya.</p>
<p>“Haaahhh….kamu kan masih es em pe, masak udah nggak perawan?”, pria itu terkejut.</p>
<p>“Iya om….bener.”</p>
<p>“Emang kamu dah nikah?”</p>
<p>“Belum om.”</p>
<p>“Lha terus siapa yang merawani kamu?”</p>
<p>“Pacar saya.”</p>
<p>“Kok kamu mau…emang ada jaminan kalau pacarmu itu bakal nikahin kamu?”</p>
<p>“Enggak om….abis dia bilang kalau saya nggak mau ngasih berarti saya nggak sayang ma dia. Padahal saya kan sayang banget ma dia.”</p>
<p>Pria itu menghembuskan nafas, dirangkullah Intan dengan lembut seperti anaknya sendiri dan diajak berjalan dengan pelan. Pria itu memperkenalkan namanya setelah menanyakan nama Intan.<br />
“Intan…kamu sadar nggak apa yang udah kamu lakukan itu dosa?”</p>
<p>“Tau om”</p>
<p>“Terus kenapa kamu ngelakuin itu?”</p>
<p>“Habis saya takut nanti pacar saya ninggalin saya.”</p>
<p>“Kalau dia sampai ninggalin kamu karena kamu nggak mau ngasih, berarti dia yang nggak sayang sama kamu. Apa kamu mau di kemudian hari kelak kamu akan menikahi orang yang nggak sayang kamu? Zina itu termasuk perbuatan keji yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri, tapi juga orang lain. Coba kamu pikir sederhana saja…..kalau dia beneran sayang kamu, apa mungkin dia tega ngasih dosa ke kamu, kecuali kalau dia sendiri nggak menganggap itu sebuah dosa. Kamu jelasin gitu donk ke pacar kamu, kalau dia memang sayang, dia nggak bakalan ninggalin kamu. Tapi kalau dia kemudian ninggalin kamu, berarti kamu tahu kalau dia nggak bener-bener sayang kamu. Dan kamu nggak usah kuatir, kamu pasti akan menemukan orang yang jauh lebih baik dari dia.”</p>
<p>“Iya om&#8230;.”, Intan terlihat mulai sadar kalau selama ini dia hanya diperdaya oleh pacarnya.</p>
<p>“Nah gitu dong….kamu harus punya sikap yang tegas.”, wajah sangar pria itu sedikit luntur dengan senyum tipis dari bibirnya.</p>
<p>“Iya om….intan minta maaf.”</p>
<p>“Kok minta maafnya ke om?? Sama yang dia atas dong….”, jawabnya sambil mengacungkan telunjuknya ke arah awan yang berarak lirih.</p>
<p>“Astaghfirullah…. Tapi kok om juga merampok sih, itu kan dosa juga om?”</p>
<p>“Iya sih….tapi setidaknya apa yang om lakukan tidak menimbulkan dosa buat orang lain. Biar akibat dari apa yang om lakukan om tanggung sendiri. Om kalau mau mabuk juga nggak pernah ngajak-ngajak temen, minum aja sendiri di kontrakan.”</p>
<p>“Tapi kan tetep merugikan orang lain om?”</p>
<p>“Iya juga sih….tapi ada sisi positifnya juga kok. Secara nggak langsung om mengajar orang yang jadi korban untuk selalu bersabar dan ikhlas.”.</p>
<p>Tak terasa, sampailah mereka di ujung gang dan bertemu dengan jalan raya besar yang banyak ditumbuhi bunga-bunga trotoar. Mereka berhenti sejenak di mulut gang.<br />
“Terus sekarang om jadinya minta apa dong? Kalau uang intan cuma ada dua ribu, buat jaga-jaga kalau harus naik angkot. Kalau keperawanan intan juga nggak punya….”</p>
<p>“Sebenarnya sekarang om udah nggak minat lagi. Om kasihan ma kamu, walau di alquran jelas dinyatakan tidak boleh berbelas kasihan kepada pezina. Ya udah…gini aja, kalau kamu punya simpanan uang di rumah tolong belikan om pulsa aja deh.”</p>
<p>“Ada sih om, nomornya berapa?”</p>
<p>“Kosong delapan dua satu lima tujuh tujuh tiga kosong enam tujuh enam. Tolong isikan yang sepuluh ribu aja ya…”</p>
<p>“Baik….tapi agak lama om ya….nggak papa kan?”</p>
<p>“Iya nggak papa.”</p>
<p>Mereka pun berpamitan, berpisah dan berjalan berlawanan arah. Intan melanjutkan perjalanan pulangnya yang tidak lama lagi akan berakhir, sambil direnungkannya perkataan pria yang baru saja ditemuinya.<br />
Sesampainya Intan di depan pintu rumah, dia mengucap salam yang langsung dibalas oleh ibunya. Ibunya berpenampilan rapi seperti hendak keluar. Dan memang benar, setelah Intan mencium tangannya, ibunya bilang dia akan pergi keluar, mungkin agak lama, mungkin sampai sore. Sebelum ibunya sempat melangkah keluar, dengan wajah manja Intan minta tolong untuk dibelikan pulsa, bukan buat dirinya sendiri, melainkan buat pria yang tadi ditemuinya di gang kucing. Ketika ibunya bertanya itu nomor siapa, Intan menjawab itu nomor temannya. Ibunya mengangguk dan mengayuh langkah keluar. Intan pun bergegas masuk kamar untuk berganti baju. Belum sempat mencuci muka apalagi makan siang, dia mengambil telepon genggam dari meja belajar dan dengan lincah jarinya menekan papan tombol untuk mencari nomor pacarnya di phonebook.</p>
<p>“Halo…dimana yang, lagi apa?”, suaranya menyergap seketika panggilannya terjawab.</p>
<p>“Baru aja nyampe rumah. Ada apa non?”, jawab suara di seberang sana.</p>
<p>“Main kesini dong…di rumah lagi sepi, ibu baru aja pergi.”</p>
<p>“Ya udah…tapi aku makan dulu yaa….”</p>
<p>“Iya…jangan lupa mampir ke apotek beli pengaman ya….aku lagi pengen nih”, Intan sedikit memelankan suaranya dan memanjakan nadanya.</p>
<p>“Oke deh…dah.”</p>
<p>“Dah….lop yu.”</p>
<p>“lop yu.”</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/" title="Fatamorgana">Fatamorgana</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/water-crisis/" title="[Asal Mangap] Karang Paci Eps. 2: Water Crisis">[Asal Mangap] Karang Paci Eps. 2: Water Crisis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam atau bebek</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 06:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di hutan. Tatkala mereka menikmati kebersamaan, tiba-tiba terdengar suara di kejauhan. Mereka berdebat tentang suara apakah itu. Si suami akhirnya sadar, siapa yang peduli itu suara apa, bukankah jauh lebih penting menjaga keharmonisan mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan ketika malam baru seumur jagung. Mereka sedang menikmati kebersamaan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, &#8220;kuek kuek&#8230;.kuek&#8221;</p>
<p>&#8220;Ayam siapa itu ya&#8230;malam-malam begini masih keluyuran? O, barangkali mungkin karena sekarang weekend ya?&#8221;, kata si istri.</p>
<p>&#8220;Ayam? Bukan sayang&#8230;itu suara bebek.&#8221;, jawab si suami.</p>
<p>&#8220;Garing ah becandanya&#8230;.udah jelas-jelas itu suara ayam.&#8221;, si istri bersikeras.</p>
<p>Si suami menyabar-nyabarkan diri, &#8220;Bukan sayang&#8230;itu bebek, kalau ayam itu suaranya kukuruyuuuk. Kalau kuek kuek itu bebek!&#8221;</p>
<p>Si istri masih kekeuh kalau itu suara ayam, &#8220;Terserahlah&#8230;.aku yakin itu suara ayam.&#8221;</p>
<p>Hening sejenak sebelum akhirnya suara itu terdengar lagi, &#8220;kueek kuek&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tu kan&#8230;itu suara ayam.&#8221; kata si istri.</p>
<p>&#8220;Dengar yaa&#8230;.itu suara bebek, b-e be b-e be k&#8230;.BEBEK!&#8221;, kata si suami yang mulai geregetan.</p>
<p>&#8220;Tapi itu ayam&#8230;&#8221;<br />
<span id="more-462"></span><br />
&#8220;Kamu ini! Itu jelas-jelas buueebeeeek!&#8221;, si suami terlihat mulai marah.</p>
<p>Si istri yang sudah hampir menangis berkata, &#8220;Tapi itu ayam.&#8221;</p>
<p>Si suami melihat air mata yang mengembang di pelupuk mata istrinya, dan teringat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan berkata dengan mesra, &#8220;Maafkan aku sayang&#8230;sudah jangan menangis.&#8221;</p>
<p>&#8220;Siapa yang menangis&#8230;orang cuma menjatuhkan air mata kok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kayaknya kamu benar&#8230;itu suara ayam.&#8221;, si suami berkata dengan lembut.</p>
<p>&#8220;Terima kasih sayang.&#8221;, kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya. Dan mereka pun terlihat mesra seperti sebelumnya.</p>
<p>&#8220;kueek kueek&#8230;&#8221;, terdengar lagi suara itu mengiringi kebersamaan mereka.</p>
<p>Si suami akhirnya sadar, siapa yang peduli itu suara ayam atau bebek, bukankah jauh lebih penting menjaga kehangatan cinta dan keharmonisan mereka. Lagipula jangan-jangan itu memang suara ayam 007 yang lagi menyamar menjadi bebek.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/kerbau-dan-harimau/" title="Kerbau dan harimau">Kerbau dan harimau</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metamorfosis cinta</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 06:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Love is like giving someone a gun having them point at your heart and trusting them to never pull the trigger. - Spongebob Squarepants]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Cinta dalam secangkir kopi</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart01.jpg" alt="cinta dalam secangkir kopi" title="cinta dalam secangkir kopi" width="560" height="421" /></p>
<p>Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku-liku.<br />
Dan apabila sayapnya merangkulmu, pasrahlah serta menyerahlah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu.<br />
Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik taman.<br />
Cinta tak memberikan apa pun, kecuali dari dirinya sendiri.<br />
Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki, karena cinta telah cukup untuk cinta.<br />
Dan juga jangan mengira, bahwa engkau dapat menentukan arah jalannya cinta.<br />
Karena cinta, apabila telah memilihmu, dia akan menentukan perjalanan hidupmu.<br />
<em>- Kahlil Gibran -</em><br />
<span id="more-433"></span></p>
<h2>Cinta dalam larik partitur</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart02.jpg" alt="cinta dalam larik partitur" title=""cinta dalam larik partitur" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align:center;">Jika kau bukan seorang pecinta, jangan pandang hidupmu adalah hidup.<br />
Sebab, tanpa cinta segala perbuatan tidak akan dihitung pada hari perhitungan nanti.<br />
Setiap waktu yang berlalu tanpa cinta, akan menjelma menjadi wajah memalukan di hadapan Tuhan.<br />
<em>- Jalaludin Rumi -</em></p>
<h2>Cinta dalam sepotong tomat</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart03.jpg" alt="cinta dalam sepotong tomat" title="cinta dalam sepotong tomat" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align:right;padding-right:20px;">mencintai angin harus menjadi siut<br />
mencintai air harus menjadi ricik<br />
mencintai gunung harus menjadi terjal<br />
mencintai api harus menjadi jilat<br />
mencintai cakrawala harus menebas jarak<br />
mencintaimu harus menjelma aku<br />
<em>- Sapardi Djoko Damono -</em></p>
<h2>Cinta telur mata sapi</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart04.jpg" alt="cinta telur mata sapi" title="cinta telur mata sapi" width="560" height="747" /></p>
<p>Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. <em>- Mahatma Gandhi -</em></p>
<h2>Cinta segar dari kulkas</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart05.jpg" alt="cinta segar dari kulkas" title="cinta segar dari kulkas" width="560" height="420" /></p>
<p>Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh di tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji. <em>- Hamka -</em></p>
<h2>Cinta yang berasap</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart06.jpg" alt="cinta yang berasap" title="cinta yang berasap" width="560" height="747" /></p>
<p><font size="2px"><strong>Love is like giving someone a gun having them point at your heart and trusting them to never pull the trigger.</strong> <em>- Spongebob Squarepants -</em></font></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/beginilah-superhero-setelah-pensiun/" title="Beginilah superhero setelah pensiun">Beginilah superhero setelah pensiun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agape</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/07/agape/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/07/agape/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 06:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Memang selalu ada makna di balik setiap apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tapi apakah kita harus jatuh sakit terlebih dahulu sebelum kita bisa menghayati arti sehat?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/agape.jpg" alt="agape" title="Agape" width="393" height="600"/></p>
<p>Bayangkan seandainya Tuhan menciptakan setiap lelaki hanya untuk satu perempuan. Dan menciptakan setiap perempuan hanya untuk satu lelaki. Seorang lelaki tidak bisa mencintai perempuan lain selain yang sudah diperuntukkan buat dia. Dan seorang perempuan juga tidak bisa mencintai lelaki lain selain yang sudah ditetapkan untuknya. Sehingga tidak ada istilah poligami atau poliandri di dalam literatur sosiologi. Tidak pernah ada affair yang bersembunyi sambil bermain-main di belakang kesetiaan. Kesetiaan akan selalu terjaga rapi, terbungkus oleh kesadaran akan eksisnya makna cinta dan cinta itu sendiri. Kita tidak akan terjebak di dalam khayalan fantastis hanya untuk mendambakan sosok seseorang yang ingin kita cintai.</p>
<p>Bayangkan seandainya kita bisa merasakan jatuh cinta kepada orang yang sama setiap hari. Setiap kali bangun tidur di pagi hari, kita mendapati seseorang yang akan kita cintai seumur hidup telah berada di samping kita. Tersenyum manja seolah menegaskan bahwa dunia hanya milik berdua. Sungguh, masa depan akan tampak lebih sederhana, hari ini tampak lebih indah, dan hari kemarin seperti lembaran nostalgia yang ingin terus-menerus diulang setiap hari. Kebekuan hidup bisa dicairkan hanya dengan kedipan mata sang kekasih yang membias sampai ke ujung urat nadi. Kepongahan dunia bisa diluluhkan hanya dengan sentuhan halus tangan-tangan lembut yang mengalir pelan diantara pasak-pasak peradaban.</p>
<p>Bayangkan seandainya kita bisa menjemput ajal bersama-sama dengan sang kekasih pada saat yang bersamaan. Tidak ada raungan tangis yang membelah malam dengan gelombang air mata. Tidak ada penyesalan yang teramat dalam yang mampu mengubur kenangan-kenangan indah dengan ucapan belasungkawa. Yang ada hanya persulangan dua jiwa yang saling mengisi kehangatan cinta.</p>
<p>Kenapa Tuhan tidak membuat dunia yang seperti itu? Memang selalu ada makna di balik setiap apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tapi apakah kita harus jatuh sakit terlebih dahulu sebelum kita bisa menghayati arti sehat?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/" title="Fatamorgana">Fatamorgana</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/07/agape/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak kaki Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.</p>
<p>Di akhir pemutaran adegan perjalanan hidupnya, pria itu menoleh ke belakang dan melihat jejak kaki yang masih membekas di pasir. Dia memperhatikan bahwa ada saat-saat tertentu dimana jejak kaki yang terlihat di pasir hanya ada satu, dan itu terjadi pada saat-saat terendah dan tersedih dalam hidupnya.</p>
<p>Karena penasaran, pria ini bertanya kepada Tuhan. &#8220;Boss, kamu bilang bahwa sekali aku berjanji untuk mengikutimu, kau akan selalu berjalan di sisiku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Tapi aku perhatikan ketika  aku sedang dalam masalah dan terpuruk, hanya ada satu jejak kaki di pasir. Mengapa kau tega meninggalkanku di saat-saat aku sangat membutuhkanmu?&#8221;</p>
<p>Tuhan menjawab, &#8220;Kamu tahu kalau aku sayang umatku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mereka yang sudah mengikutiku. Di saat-saat kamu sedang mengalami penderitaan, dan kamu hanya melihat satu jejak kaki di pasir, sesungguhnya pada saat itu aku sedang menggendongmu supaya kamu bisa melaluinya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu tanpa judul buat ibu</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[ibu bukan wanita terhebat, bukan wanita terbaik, bukan wanita heroik selayak wonder woman. Tapi di atas segalanya, ibu adalah wanita paling tulus, paling ikhlas melindungi, merawat dan menumbuhkanku. Tak henti mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya, meski aku dan saudaraku sering berkata "tidak" pada ibu. Ibu pernah cerita, dulu sewaktu masih mengandung aku, ibu sering melakukan puasa. Bukan karena ingin menjalani sunnah rasul, tapi lebih karena ingin berkompromi dengan keadaan yang agak menyesakkan waktu itu. Ibuku memang bukan seorang pemeluk agama yang teramat taat, tapi semoga semua kebaikannya bisa jadi nilai tersendiri dan bisa melipatgandakan nilai ibadahnya yang tak seberapa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8e/Mothers'_Day_Cake.jpg/250px-Mothers'_Day_Cake.jpg" width="300" alt="lagu tanpa judul buat ibu" title="lagu tanpa judul buat ibu"></p>
<p>Mungkin saja aku ini latah, ikut-ikutan menyemarakkan hari ibu, bikin postingan dengan tema &#8220;ibu&#8221;. Tapi kapan lagi momen yang pas kalau gak sekarang. Tanggal 22 desember yang hanya berlangsung sehari dalam setahun boleh jadi hanya sebuah representasi dari 365 hari yang tentu saja tidak pernah dilewatkan seorang ibu tanpa curahan kasih sayang kepada anaknya. Justru si anak yang sering melewatkan beberapa hari dalam setahun tanpa mengucap terima kasih kepada ibunya. Mungkin karena itulah, Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu, untuk merepresentasikan seluruh hari dalam setahun, sebagai kesempatan buat seorang anak di indonesia untuk sekedar mengucap terima kasih pada ibu.</p>
<p>Buat aku, ibu bukan wanita terhebat, bukan wanita terbaik, bukan wanita heroik selayak wonder woman. Tapi di atas segalanya, ibu adalah wanita paling tulus, paling ikhlas melindungi, merawat dan menumbuhkanku. Tak henti mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya, meski aku dan saudaraku sering berkata &#8220;tidak&#8221; pada ibu. Ibu pernah cerita, dulu sewaktu masih mengandung aku, ibu sering melakukan puasa. Bukan karena ingin menjalani sunnah rasul, tapi lebih karena ingin berkompromi dengan keadaan yang agak menyesakkan waktu itu. Ibuku memang bukan seorang pemeluk agama yang teramat taat, tapi semoga semua kebaikannya bisa jadi nilai tersendiri dan bisa melipatgandakan nilai ibadahnya yang tak seberapa. <span id="more-367"></span></p>
<blockquote><p>&#8230;..<br />
kata mereka diriku slalu dimanja<br />
kata mereka diriku slalu ditimang<br />
oh bunda&#8230;.ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku<br />
&#8230;..</p></blockquote>
<p>Itu sedikit cuplikan lagu &#8220;bunda&#8221; dari melly goeslaw. Ada juga lagu lawas dari iwan fals yang berjudul &#8220;ibu&#8221;.</p>
<blockquote><p>ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
lewati rintangan untuk aku anakmu<br />
ibuku sayang masih terus berjalan<br />
walau tapak kaki penuh darah penuh nanah<br />
&#8230;..</p></blockquote>
<p>Ternyata aku juga pernah bikin lagu buat ibu sekitar 6 tahun yang lalu, tapi belum sempat direkam. Ini cuplikan liriknya.</p>
<blockquote><p>satu yang kugambar<br />
dari wajahmu yang tampak mengharu<br />
kasih tanpa batas mengalir slalu<br />
dari tuturmu<br />
&#8230;..<br />
semoga sang waktu tak melunturkan jati dirimu<br />
kan terukir slalu nama sederhana dalam hatiku<br />
&#8230;..<br />
mungkin surga tak nampak di kakimu<br />
saat sujudku untukmu<br />
namun cinta itu kan slalu ada<br />
sampai di akhir masa</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/cinta-kan-membawamu/" title="Cinta kan membawamu pake gitar bolong">Cinta kan membawamu pake gitar bolong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/blue-monday-by-vito-bratta/" title="Blue Monday by Vito Bratta">Blue Monday by Vito Bratta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/unintended/" title="Unintended">Unintended</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cintaku di perantauan</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 02:27:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Ada undangan lomba Parade Puisi Cinta dari Pakdhe Cholik. Saya yang merasa bukan jagoan dalam dunia tulis menulis puisi, bukan pula jagoan dalam menaklukkan hati wanita, apalagi rembulan, akhirnya terpaksa juga bikin puisi, puisi cinta lagi&#8230;. Cintaku di perantauan cintaku di perantauan meski bukan di ujung dunia bukan dunia yang berhiruk pikuk melainkan bermeditasi sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada undangan lomba <a href="http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta" target="_blank" title="Parade Puisi Cinta"><strong>Parade Puisi Cinta</strong></a> dari <a href="http://abdulcholik.com/" target="_blank" title="pakdeCholik"><strong>Pakdhe Cholik</strong></a>. Saya yang merasa bukan jagoan dalam dunia tulis menulis puisi, bukan pula jagoan dalam menaklukkan hati wanita, apalagi rembulan, akhirnya terpaksa juga bikin puisi, puisi cinta lagi&#8230;.</p>
<blockquote>
<h2>Cintaku di perantauan</h2>
<p>cintaku di perantauan<br />
meski bukan di ujung dunia<br />
bukan dunia yang berhiruk pikuk<br />
melainkan bermeditasi<br />
sebuah wajah yang tersembunyi dari gemerlap kota</p>
<p>di sini kusiapkan singgasana mungil<br />
hanya hak seorang<br />
yaitu kamu<br />
yang menanti dipinang olehku<br />
bukan pinangan seorang pangeran</p>
<p>di sini<br />
nyala kecil telah kusiapkan<br />
menuntun langkahmu kembali<br />
agar tak berpaling<br />
dari hati yang bertulus<br />
dari hati yang berikhlas<br />
bukan hati yang bermain-main</p>
<p>sudahkah waktu mengikat janji?<br />
semenjak hari kedatanganmu<br />
bagai sebuah oase di gurun atacama<br />
sejuk menyegarkan<br />
dan aku anggap itu keajaiban</p>
<p>bukan cintamu yang menghidupiku<br />
bukan sayangmu yang memanjakanku<br />
bukan sentuhanmu yang menyemangatiku<br />
bukan bisikmu yang menyihirku<br />
hanya keajaibanmu<br />
menyulap dunia hitam putihku<br />
menjadi rona warna pelangi<br />
yang menghampar di langit imajiku</p>
<p>tunggulah aku<br />
aku juga menunggumu<br />
saat janji itu tiba<br />
keajaiban tak juga henti<br />
bagai hujan runtuh di cherrapunjee<br />
berhari-hari<br />
dan selamanya</p>
<p>setialah padaku<br />
cintaku di perantauan</p></blockquote>
<p>:: Buat temen-temen blogger yang merasa jago ato gak jago nulis puisi tapi belum dapat undangan, gak usah sungkan-sungkan, buruan daftar di <a href="http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta" target="_blank" title="Parade Puisi Cinta">Parade Puisi Cinta</a>. Ditunggu sama Pakdhe dan temen-temen blogger yang lain lho&#8230;.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/" title="Fatamorgana">Fatamorgana</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/water-crisis/" title="[Asal Mangap] Karang Paci Eps. 2: Water Crisis">[Asal Mangap] Karang Paci Eps. 2: Water Crisis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta kan membawamu pake gitar bolong</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/10/cinta-kan-membawamu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/10/cinta-kan-membawamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 17:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[chord lagu]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gitar]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng saya merekam senandung suara sendiri, dilatari dengan gitar bolong pinjaman. Meski suaranya pas-pasan, yang penting masih bisa ketawa kalau nonton sponge bob. Lagunya dari Dewa 19 berjudul 'cinta kan membawamu'. Di sini saya juga tampilkan chord-nya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga hari berturut-turut mulai tanggal 13 Oktober 2009 kemarin kota Denpasar tampak sepi. Maklum umat hindu merayakan hari raya galungan, disusul dengan hari raya kuningan di tanggal 24. Saya sendiri meski tidak ikut merayakan tapi secara langsung ikut merasakan imbasnya. Ingin memanfaatkan sepinya lingkungan dengan rekreasi di jagad maya, tapi koneksi lemot banget. Akhirnya iseng-iseng saya merekam senandung suara sendiri, dilatari dengan gitar bolong yang saya pinjam dari teman. Meski suaranya pas-pasan (kalau gak mau dibilang ancur), yang penting masih bisa ketawa kalau nonton sponge bob (i love you, sponge bob&#8230; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' />). Lagunya dari Dewa 19 berjudul &#8216;cinta kan membawamu&#8217;. Di sini saya juga tampilkan chord-nya, barangkali ada yang membutuhkan.</p>
<p><embed src="http://www.4shared.com/embed/217592167/cd36d5dd" width="320" height="200" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed><br />
<span id="more-326"></span></p>
<h3>Lirik plus chord :</h3>
<pre><em><strong>Intro</strong></em> : F  C  Dm  Am7  F  G
<em><strong>Verse 1</strong></em> :
F       G          C    Am          F         G         C
   Tiba saat mengerti jerit suara hati letih meski mencoba
Am     F              G
Melagukan rasa yang ada

F         G            C    Am       F          G      C
    Mohon tinggal sejenak lupakan waktu temani air mataku
  Am       F           G              F                  G
Teteskan lara merajut asa menjalin mimpi endapkan sepi sepi
<em><strong>Chorus</strong></em> :
       F         G     F         G
Cinta kan membawamu kembali di sini
  Dm       C Am       G
Menuai rindu basuh perih
      F         G  F             G     Dm   C  Am      G
Bawa serta dirimu dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya
<em><strong>Verse 2</strong></em> :
F         G          C     Am         F           G         C
    Saat dusta mengalir jujurkanlah hati endapkan batin jiwamu
   Am        F            G            F                G
Genangkan cinta seperti dulu saat bersama tak ada keraguan
<em>Back to chorus</em></pre>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/blue-monday-by-vito-bratta/" title="Blue Monday by Vito Bratta">Blue Monday by Vito Bratta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/unintended/" title="Unintended">Unintended</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/suaraku-yang-pas-pasan/" title="Suaraku yang pas-pasan">Suaraku yang pas-pasan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/" title="Lagu tanpa judul buat ibu">Lagu tanpa judul buat ibu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/tears-in-the-rain/" title="Tears In The Rain">Tears In The Rain</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/10/cinta-kan-membawamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
<enclosure url="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/10/cinta-kan-membawamu-by-me.mp3" length="3097078" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Parikan Sambel Terasi</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/parikan-sambel-terasi/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/parikan-sambel-terasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 16:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[parikan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[nang jakarta tuku pita ate ngopi cuma sak gelas kalo cinta katakan cinta tak surati tapi gak dibalas iwak klotok digoreng garing ojo lali sambele terasi nggudho arek wedhok sing lencir kuning ehh.. ehh, jebule anake wis siji (alh) Baca juga ya...SosokParikan Lebaran 2Sahabat terbaikParikan wajanParikan sego rawonIntan di tangan penyamunAyam atau bebekMetamorfosis cintaAgapeJejak kaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>nang jakarta tuku pita<br />
ate ngopi cuma sak gelas<br />
kalo cinta katakan cinta<br />
tak surati tapi gak dibalas</h4>
<p></p>
<h4>iwak klotok digoreng garing<br />
ojo lali sambele terasi<br />
nggudho arek wedhok sing lencir kuning<br />
ehh.. ehh, jebule anake wis siji</h4>
<p>(alh)</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/08/parikan-lebaran-2/" title="Parikan Lebaran 2">Parikan Lebaran 2</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/parikan-wajan/" title="Parikan wajan">Parikan wajan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/parikan-sego-rawon/" title="Parikan sego rawon">Parikan sego rawon</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/parikan-sambel-terasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gema</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/gema/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/gema/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 23:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221; Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;</p>
<p>Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia dapat, si bocah itu berteriak lagi, &#8220;Pengecut!&#8221;. Lagi-lagi dia mendapat balasan, &#8220;Pengecut!&#8221;.<br />
Si bocah lalu melihat ayahnya dan bertanya, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Sia ayah tersenyum dan berkata, &#8220;Perhatikan baik-baik&#8221;. Si ayah kemudian berteriak, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Suara yang keluar dari gunung itu membalas, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Si bocah terkejut tapi belum mengerti.<span id="more-132"></span></p>
<p>Si ayah lalu menjelaskan, &#8220;Orang-orang bilang itu gema, tapi sesungguhnya itulah hidup. Hidup memberimu kembali apa yang kamu katakan dan apa yang kamu lakukan. Hidup kita adalah refleksi dari tindakan kita. Jika kamu menginginkan banyak cinta dalam hidupmu, ciptakan lebih banyak cinta dalam hatimu. Jika kamu ingin orang-orang di sekitarmu peduli denganmu, maka kau harus lebih peduli lagi dengan mereka. Hidup akan memberikanmu apapun yang sudah kamu berikan kepadanya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/gema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fatamorgana</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 08:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cupid]]></category>
		<category><![CDATA[fatamorgana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Kau adalah rasaku dan aku adalah rasamu. Kau adalah pikiranku dan aku adalah pikiranmu. Kau adalah kata-kataku dan aku adalah kata-katamu. Lalu kita duduk di atas kuwadi dengan sikap seelok-eloknya, seelok sapuan aurora yang bertamu di kutub bumi. Kau di sisi kiriku dan aku di sisi kananmu. Dan di bawah kita adalah terbentang permadani yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kau adalah rasaku dan aku adalah rasamu. Kau adalah pikiranku dan aku adalah pikiranmu. Kau adalah kata-kataku dan aku adalah kata-katamu. Lalu kita duduk di atas kuwadi dengan sikap seelok-eloknya, seelok sapuan aurora yang bertamu di kutub bumi. Kau di sisi kiriku dan aku di sisi kananmu. Dan di bawah kita adalah terbentang permadani yang ditenun dari bulu mata sekian bidadari dari sekian generasi. Tentu seperti yang kau mau, warnanya bening laksana kaca, seperti lantai istana ratu balqis hingga kau bisa melihat kuntum jerawat yang singgah di pipimu. Dan di atas kita adalah terbentang langit bermahkota bianglala bertabur bintang. Kau bisa melihat cupid-cupid kecil berselancar di atasnya sambil memainkan panahnya.</p>
<p>Aku mengecup keningmu yang dihiasi bulu-bulu lembut. Aku bisa melihat pupil matamu yang kecoklatan tampak menari berbinar.<span id="more-95"></span></p>
<p>&#8220;Mengapa kau memilihku?&#8221;, lirihmu bertanya.</p>
<p>&#8220;Aku tidak memilihmu. Tuhankulah yang memilihkanmu untukku. Bukankah kita adalah satu sebelum dipisahkan ke dunia ini? Dan kelak kita akan disatukan kembali tatkala kita siap untuk menuju ke kesempurnaan.&#8221;</p>
<p>Aku menggenggam tanganmu erat, mencoba meyakinkan seluruh sel dalam tubuhmu bahwa akulah lelaki yang menyayangimu, sekarang dan selamanya. Akulah yang akan tertawa bersamamu ketika kau merasa bahwa setiap hari adalah hari yang paling bahagia dalam hidupmu. Aku jugalah yang akan menadah dan menyulam bulir-bulir air mata sedihmu menjadi seuntai senyum penghibur ketika kau merasa bahwa hidup ini tidak adil.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kau tahu bahwa Tuhan yang memilihkan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku yakin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Seberapa yakin?&#8221;</p>
<p>&#8220;Seyakin bahwa Tuhan itu ada.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau keyakinanmu salah?&#8221;</p>
<p>Binar matamu memudar. Sementara kanal udara di otakku mulai kehabisan oksigen. Aku tak bisa berpikir. Tapi keyakinanku masih kokoh bagai batu karang. Aku masih bisa tersenyum. Begitu juga kau, dan cupid-cupid itu. Salah satu dari mereka malah memungut satu bintang dan menyematkannya di rambutmu sebagai hiasan.</p>
<p>Malam beranjak surut. Aku ingin mengecup keningmu sekali lagi. Tapi tiba-tiba kau menghindar.</p>
<p>&#8220;Ada apa?&#8221; Kedua tanganku tak ingin lepas menggenggam kedua tanganmu.</p>
<p>&#8220;Maaf, aku tak bisa bersamamu.&#8221; Matamu berkaca. Aku melihat seribu tanda tanya di kedalamannya. Mereka bergerak berputar seolah ingin membangkitkan alam bawah sadarku. Kau melepas genggamanku dan memutar tubuh membelakangiku. Aku ingin memelukmu dari belakang. Tapi isyarat tubuhmu mencegahku. Lalu kau berlari menjauh sambil menanggalkan segala hiasan di tubuhmu. Aku tak mau menahanmu.</p>
<p>Setitik air mataku mulai jatuh. Perlahan membentuk satu anak sungai di relief wajahku. Anak sungai itu bertambah banyak. Aku tak bisa menahannya. Apakah batu karang itu harus runtuh sekarang? Siapa yang tak bisa kupercaya? Siapa yang telah berkhianat? Siapa yang telah melukis fatamorgana di alamku? Sementara cupid masih bermain dengan riangnya. (<em>ma/100709</em>)</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/water-crisis/" title="[Asal Mangap] Karang Paci Eps. 2: Water Crisis">[Asal Mangap] Karang Paci Eps. 2: Water Crisis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

