<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; hidup</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 05:22:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Elang dan Kalkun</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 07:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Konon di zaman dulu kala, kalkun merupakan burung yang jago terbang layaknya elang. Elang dan kalkun memang dulu telah menjadi sahabat yang baik. Di manapun berada, kedua burung ini selalu pergi bersama, dalam suka maupun duka. Suatu hari ketika mereka terbang, kalkun mengajak elang untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Elang pun menyetujui ajakan kalkun. Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/04/elang-kalkun.jpg" alt="Elang dan Kalkun" width="450" /></center></p>
<p>Konon di zaman dulu kala, kalkun merupakan burung yang jago terbang layaknya elang. Elang dan kalkun memang dulu telah menjadi <a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">sahabat yang baik</a>. Di manapun berada, kedua burung ini selalu pergi bersama, dalam suka maupun duka. </p>
<p>Suatu hari ketika mereka terbang, kalkun mengajak elang untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Elang pun menyetujui ajakan kalkun. Jadi kedua burung itu pun terbang rendah untuk berburu mangsa. Dan ketika mereka melihat sekawanan binatang sedang berkumpul untuk makan, mereka pun mendarat di dekatnya. Di situ ada seekor sapi yang sedang lahap memakan jagung, dan sewaktu dia memperhatikan kedua burung itu, sapi itu berkata, &#8220;Selamat datang, silahkan cicipi jagung manis ini, mari mari&#8221;. Sambutan sapi itu membuat kedua burung yang bersahabat ini terkejut. Mereka tidak biasa menjumpai ada hewan yang rela berbagi makanan dengan hewan lain. Elang bertanya, &#8220;Kamu kok rela sih membagi makananmu buat kami?&#8221;. Sapi menjawab, &#8220;Kami punya stok banyak makanan di sini. Petani kami memberikan kami apapun yang kami inginkan&#8221;. Kalkun kemudian menanyakan lebih jauh tentang petani mereka. Sapi berkata, &#8220;Ya, petani menumbuhkan sendiri semua makanan untuk kami. Dan kami sama sekali nggak perlu bekerja untuk makanan&#8221;. Kalkun menimpali, &#8220;Maksud kamu petani memberimu makanan tanpa kamu perlu bekerja?&#8221;. &#8220;Aku tadi juga bilang gitu bro&#8221;, sapi menjawab, &#8220;Dan tidak hanya itu, petani juga memberi kami tempat tinggal cuma-cuma&#8221;.<br />
<span id="more-597"></span><br />
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
/* LinkUnit-468x15 */
google_ad_slot = "6147791080";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 15;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
<br />
Mendengar penjelasan sapi, elang dan kalkun terkejut bukan kepalang. Selama ini mereka harus bekerja keras untuk makan. Tapi sapi ini enak sekali bisa dapat semuanya dengan sangat mudah. Lalu berkatalah kalkun kepada elang, &#8220;Mungkin kita harus tinggal di sini bung. Kita bisa dapat makan gratis tiap hari, nggak pake kerja bro. Terus gudang yang di sana itu kayaknya cocok buat jadi tempat tinggal, kita bisa bikin sarang di sana.&#8221; Mendengar usul kalkun, elang mulai tergoda, &#8220;Aku nggak tahu, memang kayaknya sangat menggoda. Tapi aku masih suka terbang tinggi dan bebas menjelajah langit luas.&#8221;</p>
<p>Setelah berpikir lebih dalam, kalkun akhirnya memutuskan untuk menetap di tempat itu. Namun elang memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Ia masih cinta dengan <a href="http://manikarum.com/2010/08/logo-google-menyambut-kemerdekaan-ri-ke-65/" title="Logo Google menyambut kemerdekaan RI ke 65">kemerdekaannya</a>. Ia masih menikmati tantangan rutin yang membuatnya tetap hidup. Akhirnya mereka pun berpisah, elang melanjutkan penerbangannya untuk petualangan baru, sedang si kalkun tinggal bersama si sapi dan kawan-kawannya.</p>
<p>Semuanya berjalan baik dan sesuai harapan bagi si kalkun. Ia mendapat tempat tinggal nyaman dan makanan gratis setiap harinya. Karena tidak pernah bekerja, berubahlah ia menjadi burung yang sangat gemuk dan malas.</p>
<p>Suatu ketika, ia mendengar istri petani berkata kepada suaminya bahwa lebaran sebentar lagi datang, dan ia mengusulkan supaya kalkun yang gemuk itu disembelih untuk dijadikan hidangan di acara open house nanti. Mendengar hal itu, si kalkun mulai resah dan berpikir untuk meninggalkan tempat itu. Kalkun pun memutuskan untuk pergi dari situ dan mencari si elang kawan lamanya. Namun ketika ia berusaha untuk terbang, ia sadar bahwa kini tubuhnya terlalu gemuk. Sekuat apapun ia mengepakkan sayapnya, tubuhnya tidak mau terbang. Ia pun lelah dan pasrah.</p>
<p>Akhirnya <a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">hari lebaran</a> pun tiba. Jadilah kalkun yang malang itu sebagai hidangan nikmat untuk sanak saudara dan tamu-tamu pak petani yang datang. Sedangkan si elang masih memiliki kebebasan untuk terbang mengikuti kehendaknya, menjalani tantangan demi tantangan demi mempertahankan hidupnya.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Jadi Orang Baik</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 13:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[memaafkan]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi orang baik]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi orang baik itu tidak perlu dibuktikan. Pun berbuat baik juga tidak melulu kepada orang yang baik kepada kita saja, bahkan tidak melulu kepada sesama manusia saja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Geng Motor</h2>
<p>Syahdan di suatu malam saya dan seorang kawan sedang nongkrong di sebuah warung tenda menikmati menu oseng-oseng mercon di pinggiran jalan yang dekat dengan persimpangan. Belum habis menu yang kami santap, beberapa anak muda penunggang motor bersliweran memamerkan suara motornya yang nggak merdu namun sangat berisik, benar-benar mengoyak ketenangan dan menyayat keheningan. Ada yang single, ada juga yang boncengan. Ada yang pake helm, yang nggak pake juga ada. Terkadang standar didorong dengan kaki sampai menyentuh aspal untuk menimbulkan percikan api. Anak muda..anak muda.. rupanya mereka tidak sedang (atau belum) balapan, mereka hanya thawaf berputar-putar mengelilingi blok demi aktualisasi diri. Lumayanlah, deru motor itu menjadi musik pengiring makan malam kami.</p>
<p>Selesai makan, saya bertanya kepada kawan, andai ada salah satu dari mereka yang jatuh <a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">nyemplung ke gorong-gorong</a> dan jatuhnya dekat dengan dia, apakah dia akan menolongnya? Kawan saya menjawab tidak. Pertanyaan itu saya ulang lagi, kali ini buat diri sendiri. Dan jujur, jawaban saya pun sama, saya tidak akan membantu kalau ada ugal-ugalaners yang jatuh. Wow&#8230;saat itu juga saya merenung dan saya agak terkejut, ternyata saya tidak lebih baik dari mereka yang ugal-ugalan di jalan, saya nggak ada bedanya dengan mereka, sama-sama brengseknya, bahkan mungkin lebih brengsek. Karena, apakah otomatis saya ini jadi orang yang lebih baik dari mereka jika saya bersorak kegirangan jika ada dari mereka yang ndelosor, &#8220;horee&#8230;sukurin loe&#8221;. Kalau anak-anak muda itu tidak peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar yang sedang beristirahat atau ingin menenangkan diri di malam hari, saya juga nggak peduli dengan orang yang sedang kesusahan, walaupun itu akibat ulahnya sendiri. Kalau anak-anak muda itu blak-blakan dengan tegas mengungkapkan ketidakpeduliannya, kalau saya sedikit lebih munafik dengan berpura-pura menjadi manusia yang baik dan yang peduli dengan lingkungan, padahal saya lebih keji. Ternyata saya bukan pria u-mild, apalagi orang baik, mendekati pun nggak.<br />
<span id="more-595"></span></p>
<h2>Preett</h2>
<p>Kalau ada cewek atau cowok ditanya tentang apa yang disuka dari pasangannya, jawaban mbelgedesnya, &#8220;dia itu orangnya baik, pengertian, setia, blah blah blaa&#8230;.&#8221; (preeeet). Dan setelah beberapa minggu pacaran, &#8220;kamu sekarang sudah berubah, aku kangen kamu yang dulu, dan blah blah blah&#8230;.&#8221; (preeet dua kali, padahal mungkin aslinya dia udah bosen). Itulah <a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">kebaikan</a> yang semu, cuma jadi kamuflase untuk memikat orang lain. Baik cuma kalau ada maunya. Setelah mau didapat, sikap baik pun lenyap.</p>
<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik.jpg" width="450" title="Susahnya jadi orang baik" /><br />
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
google_ad_slot = "2421970414";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//--></script>
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"></script>
<br />
</center><br />
Pernah nggak nonton film dimana pada akhir cerita si jagoan ternyata lebih memilih untuk memaafkan si musuh daripada menghabisinya, padahal si musuh ini jahatnya uleng-ulengan, contohnya film Kungfu Hustle. Kalau boleh jujur, saya sendiri gregetan, kenapa gak dihabisin aja tuh musuhnya, bisa-bisa entar bangkit lagi dan menyerang balik si jagoan. Nah&#8230;itu satu lagi bukti kalau saya ini belum jadi orang baik. Kalau saya punya hati yang baik, tentu saya akan senang dan bangga sama si jagoan yang pemaaf. Bahkan di pertengahan film saya sudah berharap kalau ada adegan maaf-maafan (emangnya <a href="http://manikarum.com/2009/09/parikan-lebaran/" title="Parikan Lebaran">lebaran</a>&#8230; ) di ending-nya. Namun nyatanya saya nggak sebaik itu (atau belum kali ya). Bahkan saya ini orangnya pendendam. Sekali ada nyamuk nemplok di kulit, saya nggak akan tidur sebelum darah nyamuk itu muncrat, kalau perlu saya bikin penyok tu nyamuk pake jurus tapak budha turun dari langit.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/buku-ini-aku-pinjam/" title="Buku Ini Aku Pinjam (tapi gak dibalikin)">Buku Ini Aku Pinjam (tapi gak dibalikin)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/lain-pecalang-lain-fpi/" title="Lain Pecalang Lain FPI">Lain Pecalang Lain FPI</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih baik menyalakan lilin</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 06:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Daripada mengeluhkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 402px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/candle2.jpg" width="392" alt="Lebih baik menyalakan lilin" title="Lebih baik menyalakan lilin" /><p class="wp-caption-text">Daripada mengeluhkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin</p></div></center></p>
<p>Sebelumnya saya ingin menulis begini di status facebook, &#8220;direktur adalah orang beruntung yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang tepat untuk dianggap berjasa dalam sukses perusahaan tanpa harus berbuat sesuatu yang istimewa&#8221;. Tapi tidak jadi. Bukannya takut, tapi seperti ada yang menjewer telinga saya.</p>
<p>Sekedar mengingatkan diri sendiri, bahwa menyalahkan orang lain itu jauh lebih mudah daripada menyalahkan diri sendiri. Ketika ada rasa ketidakpuasan yang menghampiri, seketika itu juga rasa ingin menghakimi datang, bahwa harus mereka yang salah, bukan saya, dan tidak boleh saya. Saya tidak merasa bodoh, tapi sepertinya saya juga tidak cukup cerdas untuk memahami jalan pemikiran orang lain, serta maksud dan tujuannya. Dan sepertinya saya juga tidak cukup bijak untuk berbaik prasangka terhadap ketegasan orang lain, yang barangkali membawa nilai-nilai yang belum saya miliki. Jadi, daripada mengeluhkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin.</p>
<blockquote><p>&#8220;Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.&#8221; [matius 7:1-2]</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/buku-ini-aku-pinjam/" title="Buku Ini Aku Pinjam (tapi gak dibalikin)">Buku Ini Aku Pinjam (tapi gak dibalikin)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 03:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Membaca dan mendengar pemikiran orang lain itu bagus, tapi cuma sebatas membantu kita untuk membentuk pemikiran sendiri. Kalau ternyata pemikiran kita sendiri yang terbentuk itu bersesuaian dengan petuah-petuah bijak orang-orang besar, itu keniscayaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan membenarkan hal-hal yg biasa dilakukan, tapi biasakanlah untuk melakukan <a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian saringan tiga kali">hal-hal yg benar</a>. Masalahnya, bagaimana kita tahu kalau kita sudah melakukan hal yang benar? Gunakanlah hati nurani, karena hati nuranilah yang membedakan kita, homo sapiens dengan sapi-sapi yang berbaris rapi di bukit jimbaran di saat pagi dan petang tiba.</p>
<p>Bagaimana saya tahu kalau di bukit <a href="http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/" title="Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali">jimbaran</a> banyak sapi yang berbaris rapi? Karena dulu saya yang memberi komando, tapi sekarang tongkat komando itu sudah saya serah terimakan ke uci bing slamet, sehingga dia mendendangkan tembang &#8220;<em>di bukit indah berbunga kau mengajak aku ke sana, memandang alam sekitarnya karna senja tlah tiba&#8230;.</em>&#8220;.</p>
<p>Jangan keburu manggut-manggut mengiyakan apa yang saya katakan, karena bisa jadi apa yang saya katakan salah. Bisa jadi yang benar adalah &#8220;Jangan membiasakan untuk melakukan hal-hal yang benar, tapi benarkanlah hal-hal yang biasa dilakukan&#8221;. Atau, &#8220;Jangan menyalahkan hal-hal yang biasa dilakukan, tapi biasakanlah melakukan hal-hal yang salah&#8221;. Atau malah begini, &#8220;Jangan membenarkan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, tapi tidak biasakanlah untuk melakukan hal-hal yang benar&#8221;.<br />
<span id="more-559"></span><br />
Terserah ente aja gimana maunya. Kebenaran itu relatif bagi tiap orang. Sesuatu yang saya anggap benar itu biasanya bertolak dari kepercayaan, sedangkan kepercayaan itu sendiri berangkat dari kebiasaan. Dan kebiasaan pun berangkat dari stasiun gubeng, dimana pemain band yang suka main di situ juga mendendangkan bukit berbunga, &#8220;<em>bukit berbunga, tempat yang indah&#8230;di sana kita slalu datang berdua membagi cinta a a&#8230;</em>&#8220;. (cinta kok dibagi??emangnya gak bisa beli sendiri-sendiri kah?)</p>
<p>Kebenaran mutlak hanya <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan"><strong>milik tuhan</strong></a>. Sesungguhnya tuhan mengetahui apa yang ada di langit dan <a href="http://manikarum.com/2010/04/jangan-selamatkan-bumi/" title="Jangan selamatkan bumi">apa yang ada di bumi</a> dan bahwa sesungguhnya tuhan maha mengetahui segala sesuatu. Bagaimana saya tahu kalau tuhan maha mengetahui segala sesuatu? Di kitab ditulis begitu, masak gak percaya sama kitab jeh?.</p>
<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/krisis-pemikiran.jpg" align="aligncenter" alt="Berpikir kritis" width="250" /><p class="wp-caption-text">Berpikir kritis</p></div></center></p>
<p>Intinya, jangan sekonyong-konyong percaya dengan apa yang dikatakan oleh pak kyai, jangan mudah yakin dengan apa diajarkan oleh pak guru, jangan mudah setuju dengan instruksi atasan, apalagi haqul yakin dengan tukang marketing yang menawarkan investasi online berbasis HYIP yang menjanjikan balik modal dan profit dalam waktu kurang 3 bulan tanpa harus menderas keringat dan berpakaian formal. Kalau anda mendengar pak mario teguh berkata &#8220;life is having seriously fun&#8221; atau &#8220;hidup ini memang tidak mudah, tapi ia akan berlaku ramah jika engkau mengutamakan dua hal ini yaitu bla bla bla..&#8221;, menjawablah bahwa hidup tak semudah cocote mario teguh. Bahkan mungkin mario teguh sendiri pun belum tentu setuju dengan apa yang beliau sampaikan kepada <a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">sahabat-sahabat</a> supernya. Beliau memang dibayar untuk memberi motivasi dan menebar kalimat-kalimat super. Lagipula sepertinya tidak mungkin kalau beliau berkata, &#8220;udahlah bro&#8230;hidup luw itu emang sudah digariskan untuk susah sampai tua. ga usah berusaha jadi orang baik, tuhan gak akan mengubah nasib luw..se la ma nya,end.&#8221;. Kalau sekali pak mario secara sengaja atau tak sengaja berkata seperti itu, tak akan ada perusahaan atau organisasi mana pun yang mau mengontrak beliau, biar sampai tumbuh jambul kutub selatan di kepala beliau. Mungkin gak ya?? Segala sesuatu itu tidak pasti, karena tidak pasti itu maka segalanya mungkin. Curiga? Belum tentu.</p>
<blockquote><p>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 17:36)</p></blockquote>
<p>Bukan berarti apa yang dikatakan orang-orang itu tidak benar apalagi salah, tapi berpikir kritis dan skeptislah, tapi bukan pesimis. Membaca dan mendengar pemikiran orang lain itu bagus, tapi cuma sebatas membantu kita untuk membentuk pemikiran sendiri. Kalau ternyata pemikiran kita sendiri yang terbentuk itu bersesuaian dengan petuah-petuah bijak orang-orang besar, itu keniscayaan. Kalau ada yang menjadi manusia super karena tak pernah melewatkan acara mario teguh golden ways, itu keniscayaan. Kalau ada yang merasa hidupnya susah setelah antusias mengikuti program quantum ikhlas, itu keniscayaan, jangan menyalahkan erbe sentanu. Kalau ada yang merasa hidupnya tidak tenang karena banyak <a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">masalah</a> setelah mengikuti meditasi bersama ajahn brahm, itu juga keniscayaan. Terus apa yang tidak niscaya? Wallahu &#8216;alam, mungkin tidak ada.</p>
<blockquote><p>Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (QS 2:269)</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukur adalah doa yang mustajab</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/berdoa.jpg" align="aligncenter" alt="Bersyukur adalah doa yang mustajab" width="400" /><p class="wp-caption-text">Bersyukur adalah doa yang mustajab</p></div></center></p>
<p>INI bukan soal salah atau benar. Tapi soal SIKAP HATI di hadapan Allah: antara orang yang ‘senang meminta’ dan ‘senang bersyukur’. Yang senang meminta, sedang menghadirkan ‘kesempitan hidup’ ke dalam jiwanya. Sedangkan yang senang bersyukur, sedang menghadirkan ‘kelapangan hidup’.<br />
Apalagi, TERKABULNYA sebuah PERMINTAAN dalam doa itu ternyata banyak SYARATNYA. Yaitu: (1) hanya jika meminta kepada Allah, (2) hanya bagi yang memenuhi segala perintah-Nya, (3) hanya bagi yang beriman kepada-Nya, (4) Masih ditambah: mudah-mudahan sudah benar prosesnya. Yang demikian itu diceritakan dalam ayat berikut ini.<br />
<span id="more-554"></span><br />
QS. Al Baqarah (2): 186</p>
<blockquote><p>Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku MENGABULKAN permohonan orang yang berdoa APABILA ia memohon (hanya) kepada-Ku, maka HENDAKLAH mereka itu MEMENUHI (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka BERIMAN kepada-Ku, MUDAH-MUDAHAN mereka berada dalam (proses) yang benar.</p></blockquote>
<p>BANDINGKAN dengan orang yang bersyukur. Allah tidak menuntut persyaratan apa pun. Bahkan langsung memberikan JAMINAN. Bahwa barangsiapa bersyukur, Allah PASTI akan <a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat itu nikmat">menambah kenikmatan</a> atas apa yang disyukurinya itu. Pokoknya, pandai bersyukur, pasti dapat nikmat..! Ga pakai minta, atau ‘nyuruh’, apalagi ‘mendikte’ segala … <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p>
<p>QS. Ibrahim (14): 7</p>
<blockquote><p>Dan ketika <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Tuhanmu</a> menginfomasikan: “SUNGGUH jika kamu bersyukur, PASTI Kami TAMBAH (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (kufur), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.</p></blockquote>
<p>Hmm.., jadi bersyukur itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta. Meskipun, tentu saja, semua itu boleh-boleh aja. Lha wong yang mengabulkan doa itu bukan saya, tapi DIA… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /></p>
<p>[<em>as read <a href="http://manikarum.com/2010/05/plugin-wordpress-yang-made-in-indonesia/" title="Plugin wordpress yang made in indonesia">on facebook</a></em>]</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kematian dan baterai rusak</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Nilai sebuah kehidupan terletak sejauh mana ia telah memberi manfaat kepada sekitarnya, sesuai fungsi dan perannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/battery-notebook.png" alt="kematian dan baterai rusak" width="250"/></center></p>
<p>KEMATIAN ibarat rusaknya baterai sebagai sumber listrik dari sebuah laptop. Hardwarenya yang Pentium-4 ataupun Centrino masih utuh. Softwarenya yang canggih-canggih juga masih utuh. Tapi karena listriknya sudah turned off, maka ‘badan’ dan ‘jiwa’ komputer itu pun sudah tak berfungsi lagi. Karena ‘ruh’ telah terlepas darinya, tak menghidupi ‘badan’ dan ‘jiwanya’.</p>
<p>Maka nilai sebuah laptop bukanlah pada seberapa canggih atau mahal ‘badan’ dan ‘jiwanya’. Juga bukan pada cepat atau tidaknya ‘sang listrik’ meninggalkannya. Melainkan seberapa besar komputer itu telah memberikan manfaat kepada sekitarnya, sesuai dengan fungsi dan perannya.</p>
<p>[<em>diambil dari page FB</em>]</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/05/shortcut-format-painter-di-ms-excel-dan-word/" title="Shortcut Format Painter di MS Excel dan Word">Shortcut Format Painter di MS Excel dan Word</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosok</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/12/sosok/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/12/sosok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 16:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Inikah saat dimana kelemahlembutan tak lagi mendamaikan? Gelap yang menyilaukan dan cahaya yang membutakan. Ruangan senyap penuh udara, berpusaran mengibas gelisah hati. Menyujud tanda takluk, menengadah tanda pasrah, lalu mencipta hening. Hening bukan tak bermakna, tapi penuh tanya. Kenapa pertanyaanku tak bertanda tanya? Mungkin aku belum siap dengan jawab. Engkau yang lunglai ditempa keadaan, beruban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inikah saat dimana kelemahlembutan tak lagi mendamaikan? Gelap yang menyilaukan dan cahaya yang membutakan. Ruangan senyap penuh udara, berpusaran mengibas gelisah hati. Menyujud tanda takluk, menengadah tanda pasrah, lalu mencipta hening. Hening bukan tak bermakna, tapi penuh tanya. Kenapa pertanyaanku tak bertanda tanya? Mungkin aku belum siap dengan jawab.</p>
<p>Engkau yang lunglai ditempa keadaan, beruban dikikis zaman dan tak ingin larut dalam sengketa. Kini di puncak letih lalu membaur tanah. Beristirahat sendiri, hanya daun bunga lapuk dan hara basah. Teramat tenang dalam pelukan pertiwi. Hingga dibangkitkanlah seluruhnya, hanya seperti satu jiwa.</p>
<p>Engkau yang dulu menderas keringat, tanpa kesah menakar asa. Menjadi tumpu dan panutan bagi setelahmu, yang semoga lebih sepertimu. Dulu engkau kekar seperti karang. Bahkan karang pun akan pupus termakan usia. Dan senja pun terganti malam.</p>
<p>Sejenak beralih lirih. Hidup hanya transisi bukan tanpa arti. Pertalian rapuh antara jiwa-jiwa yang berkelana. Berhias cinta di sana sini. Bertabur senda gurau dan kasih sayang. Membagi kebahagiaan tak terkecuali hingga saat tiba.</p>
<p>Dan kami pun segera menyusul. Tak lama, hanya sekepakan sayap belalang di ladang. Dan tak jauh, hanya seloncatan gugurnya daun jambu di latar.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/" title="Fatamorgana">Fatamorgana</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/12/sosok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hibakusha</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 03:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa saya ini lebih mudah mendendam daripada memaafkan. Kenapa saya juga lebih mudah mengingat kejelekan orang lain daripada sisi positif dan perbuatan baiknya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 66 tahun yang lalu negeri naruto dihajar sampai hampir pingsan (walau gak sampai <a href="http://manikarum.com/2010/02/the-end/" title="The end">the end</a>) oleh negeri the simpsons dengan 2 buah bom atom panggang yang mendarat empuk di Nagasaki dan Hiroshima. Empuk memang, tapi justru yang empuk-empuk itu efeknya luar biasa. Dan rupanya tragedi nuklir itu terulang lagi, hanya bedanya kalau dulu bom atom datangnya sekonyong-konyong tanpa diduga dan tanpa permisi seperti tai cicak yang jatuh dari langit, sedangkan kali ini mainnya lebih halus, pakai fore play dulu sebelum digasak, jadi setidaknya ada persiapan mental terlebih dulu, habis itu &#8220;ma&#8230;.papa goyang yaaa&#8230;&#8221;. Gempa dulu, disusul tsunami dan kemudian krisis nuklir.</p>
<p>Setelah mendengar dan melihat lewat tv musibah gempa dan tsunami di jepang, jujur saja perasaan saya datar-datar saja, gak ada yang istimewa, gak ada letupan, gak ada chemistry atau apalah namanya. Dan yang lebih parah, justru ada sedikit perasaan senang riang gembira, hati kecil saya bersorak lantang &#8220;kapok kowe&#8230;rasakno&#8230;.&#8221;. Dan teman-teman di facebook juga sepertinya adem ayem tentrem, tidak ada yang menulis status berduka cita, berempati atau semacamnya, tidak seperti ketika <a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">kapal mavi marmara diserbu tentara zionis</a> (atau saya aja yang kurang rajin buka fb yaa??). Tentu ada sebabnya, mungkin karena nama negara jepang pernah dan masih menghiasi lembaran buku-buku sejarah indonesia, dan tentu dengan prestasi imperialisnya yang mengundang dendam dan kebencian. Mungkin karena dulu kita pernah mendengar kakek-kakek kita dipaksa ikut romusha, nenek-nenek kita  juga dipaksa menjadi geisha. Belum lagi miyabi dan kawan-kawan seprofesinya, juga hentai yang cepat men-&#8217;dewasa&#8217;-kan generasi muda sekarang.<span id="more-511"></span></p>
<p>Sepak terjang serdadu dan seniman jepang itulah yang barangkali membuat saya susah untuk berempati terhadap negara itu ketika diterpa musibah. Bahkan meskipun saat ini jepang menjadi salah satu negara donor buat bangsa <a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please">indonesia</a>, tetap aja susah untuk menyadarkan nurani ini. Ada saatnya saya merenung setelah peristiwa itu, kenapa saya ini lebih mudah mendendam daripada memaafkan. Kenapa saya juga lebih mudah mengingat kejelekan orang lain daripada sisi positif dan perbuatan baiknya. Dan ketika saya tahu orang yang saya kurang suka itu ditimpa musibah, spontan saya menjadi jahat dan senyum-senyum sendiri sambil mengepalkan tangan, &#8220;yessss&#8230;&#8221;, seperti reaksi squidward yang semarak ketika tahu rumah nanas spongebob dilahap habis oleh nematoda sehingga memaksanya untuk hengkang dari bikini bottom (walau akhirnya gak jadi pindah, karena rumah nanasnya tumbuh lagi).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/03/squidward-senang.gif" width="350" alt="Squidward senang" title="Squidward senang" /><p class="wp-caption-text">Squidward senang</p></div>
<p>Yaa&#8230;itulah <a href="http://manikarum.com" title="Blog seng rapatinggena">saya</a>. Musibah di jepang benar-benar membangunkan kesadaran saya, untuk kemudian ditidurkan lagi. Saya teringat hp saya yang hilang di bandara sepinggan. Sampai sekarang saya masih dongkol sama opportunis yang &#8216;mengamankan&#8217; hp saya itu dan sempat mendoakan yang jelek-jelek buat dia. Padahal kalau saya pikir-pikir, saya juga sering lupa mengucapkan terima kasih ke orang yang sudah ikhlas berbuat baik kepada saya, atau bahkan kepada <a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">tuhan yang maha tahu</a> yang telah menciptakan saya. Dan saya sendiri sebenarnya juga ngeh kalau sang pencipta mengkondisikan saya untuk dijahati itu bukan tanpa makna. Semuanya itu untuk meningkatkan kualitas pribadi saya dan membaikkan kehidupan saya (dalam kasus kehilangan hp, akhirnya saya terpaksa harus &#8216;membaikkan&#8217; hp saya dengan membeli hp baru yang lebih wahhh). Memang dasar saya yang bandel, mungkin saya terlalu menikmati perasaan mendendam ini. Atau justru itu yang membuat hidup menjadi lebih berwarna?? Tapi saya terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meski harus dipaksa nonton spongebob 100 episode tanpa henti.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/anarkis-di-ri/" title="Anarkis di RI">Anarkis di RI</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/02/masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/02/masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 17:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang teman dari seorang kawan yang kalau datang berkunjung tak pernah datang sendirian melainkan selalu bersama dengan saudara kembarnya. Dia bernama "Masalah" dan saudaranya "Solusi".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang teman dari seorang kawan yang kalau datang berkunjung tak pernah datang sendirian melainkan selalu bersama dengan saudara kembarnya. Dia bernama &#8220;Masalah&#8221; dan saudaranya &#8220;Solusi&#8221;. Dan sebelum kawan saya sempat mengenalkan saya dengan temannya, ternyata saya sudah mengenalnya, si Masalah dan saudaranya. Ketika kami mengajaknya jalan, di sepanjang jalan Masalah dan saudaranya senantiasa menyapa setiap orang yang ditemuinya, mulai dari <a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin menjadi pengemis">anak seorang pengemis</a>, tukang ojek, pengetap bensin, juragan kos-kosan sampai walikota, mereka mengenalnya. Luar biasa&#8230;.kalau mereka punya akun facebook, pastilah mereka dinobatkan sebagai facebooker dengan jumlah teman terbanyak di bumi, kalau mereka suka nge-tweet, pastilah mereka memiliki follower terbanyak dan juga pem-follow terbanyak sepanjang riwayat hidup tweeter, atau kalau mereka membuat <a href="http://manikarum.com/2010/01/group-aneh-di-facebook/" title="Group aneh di facebook">grup di facebook</a>, barangkali manusia termakmur di muka bumi akan menjadi membernya.</p>
<p>Ketika dia dan saudaranya berkunjung ke rumah saya, tanpa sadar saya sering menjamunya dengan teramat baik. Terkadang dia menginap berhari-hari tanpa tahu kapan akan berkelana lagi. Mungkin dia merasa nyaman berada di pondok saya yang sebenarnya belum sempurna betul. Biarlah&#8230;.kadang saya juga menikmati kehadirannya.<span id="more-494"></span></p>
<p>Masalah ini suka sekali ngobrol, dia hampir menguasai semua topik yang saya lontarkan. Kalau sudah bicara, suara gunung meletus pun terdengar seperti <a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">cicak</a> yang bersendawa. Berbeda dengan saudaranya Solusi yang agak pendiam. Sekali ngomong, suaranya hampir tak terdengar, dan itu tak akan diulanginya lagi sebelum saya berhenti bicara dan bertanya &#8220;tadi ngomong apa barusan?&#8221;. Sekali waktu saya diam dan mendengarkan Solusi bicara, &#8220;Ooooo&#8230;.ternyata dia hanya minta <a href="http://manikarum.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-segelas-kopi/" title="Tiada hari tanpa segelas kopi">segelas kopi</a> dan dua batang rokok.&#8221;. Segera saya buatkan dia segelas kopi hitam istimewa yang direndam dalam air bersuhu seratus derajat celcius. Dan tidak hanya 2 batang, tapi 2 bungkus rokok dengan merk berbeda saya sajikan juga. Segera setelah dihajarnya hidangan itu, dia pun memulai kicauannya yang sebenarnya terlalu indah untuk tak dihiraukan. Begitu indah kicaunya sampai saya terlelap. Keesokan paginya, saya sudah tak menemukan keberadaan mereka di dalam pondok. Mungkin semalam mereka sudah pamitan, tapi saya terlalu asyik bercanda dengan bidadari di buana impian.</p>
<p>Saya hanya tersenyum, &#8220;mungkin tetangga sebelah ada benarnya, <a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">masalah kita akan berkurang</a> bobotnya hanya dengan meluangkan waktu untuk tenang dan berdiam diri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Besok besok jangan segan-segan untuk berkunjung lagi, wahai kawanku&#8230;..&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/02/masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/menghadapi-masalah.jpg" width="400" height="328" alt="menghadapi masalah" title="menghadapi masalah"/></p>
<p>Cerita ini dikutip dari buku “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa yang anda inginkan”. Barangkali bisa memberi kita sedikit inspirasi dan motivasi dalam menghadapi masalah.</p>
<blockquote><p>“Bung Norman,” kawan saya menyapa.<br />
“Tolong bebaskan saya dari masalah yang menindih hidupku ini, maka saya akan berikan anda seribu dollar uang kontan atas kebaikan jasa anda itu.”<br />
Tentu saja saya bukanlah seorang yang suka menampik permintaan semacam itu. Maka saya pun merenungkan dan mempertimbangkan usul kawan saya itu dan muncul dengan satu pemecahan masalah yang lumayan juga. Sekurang-kurangnya cukup realistis sifatnya. Tetapi George nampaknya agak segan rupanya, sebab ia telah terlanjur menjanjikan 1000 dolar sebagai hadiah.</p>
<p>”Tidak apa George,” Norman berkata. “Saya tetap saja mau bantu kamu. Oleh sebab itu mari kita pecahkan bersama masalahnya. Kalau tidak salah anda ingin bebas dari segala masalah anda itu, bukan? Sampai habis dan tuntas?“<br />
&#8220;Ya Betul,” Jawab George.<br />
“Saya ingin lepas dari segala masalah yang saya hadapi dalam hidup ini. Saya sudah bosan dan kapok dalam menghadapi cobaan, ujian dan kemelut dalam hidup ini. Saya ingin bebas untuk selama-lamanya.”<br />
”Baiklah George, saya sudah punya jawabannya”, kata norman. Akan tetapi saya sangsi apakah kau mau menerima jawaban saya atau tidak. Dengarkan! Beberapa waktu lalu saya sedang melakukan tugas profesionalku, dimana saya harus berhadapan dengan pemimpin kelompok orang-orang yang yang lebih dari puluhan ribu jumlahnya. Dan tak seorang pun dari mereka memiliki masalah kehidupan.”</p>
<p>Wajah George langsung cerah, matanya berbinar-binar kegirangan karena keingintahuannya. ”Nah itulah tempat yang cocok bagi saya. Antarkanlah saya ke tempat itu teman”. Ujar si George girang.<br />
“Baiklah,” jawab Norman. ”Tetapi tempat yang saya maksud adalah perkuburan. Dan memang itulah kenyataannya George. Bahwa di perkuburan itu tak ada seorang pun yang menghadapi masalah hidup. Bagi orang yang sudah menjadi penghuni di kuburan tidak akan pernah merasa cemas karena hidup yang penuh masalah itu telah berlalu bagi mereka. Mereka telah istirahat dari tugas dan pekerjaannya tiap hari. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita baca dalam koran atau surat kabar atau bahkan apa yang kita lihat di televisi mereka sudah tidak peduli. Mereka tak punya masalah lagi dengan kehidupan, mereka beralih masalah pada hidup mereka di alam kubur. Karena memang mereka bukanlah orang hidup dan mereka adalah orang yang sudah mati.” Tegas Norman kepada George.</p></blockquote>
<p> <span id="more-385"></span><br />
Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah. Seperti intan dan arang, meskipun keduanya tercipta dari unsur yang sama yaitu karbon, tapi intan yang jauh lebih sering &#8220;dihadang masalah&#8221; dan lebih tangguh dalam &#8220;menghadapi masalah&#8221; memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada arang.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Mario Teguh juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya memperlakukan masalah. Jika kita beranggapan masalah-masalah kita bersifat permanen dan tak bisa dipecahkan, maka seolah-olah permanenlah penderitaan kita. Jika kita memandang bahwa segala upaya kita tidak akan mengeluarkan kita dari masalah, maka lemahlah upaya kita untuk memperbaiki keadaan. Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita, dan kehilangan pandangan dari keuntungan jangka panjang, yang dihasilkan oleh upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang penting dan yang prioritas. Dengan analoginya Mario Teguh mengatakan, tidak dibutuhkan air yang banyak untuk menenggelamkan kita, hanya segelas air, yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk ke pernafasan kita.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengeluh</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali sebelumnya anda sudah pernah membaca cerita ini. Barangkali anda juga menganggap kalau cerita ini basi. Tapi saya ceritakan lagi di sini biar tambah basi  <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/yawn.png' alt='Yawn' title='Yawn' class='tse-smiley' /> </p>
<p>Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada di sampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu dan akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya yang selalu setia.</p>
<p>Kekasihnya bertanya kepada gadis itu, ”Sayang… sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria kekasihnya itu yang selama ini sudah sangat setia mendampingi hidupnya sewaktu dia masih dalam keadaan buta. Dan akhirnya si pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.”</p>
<p>Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia. </p>
<p><strong>Petuah</strong> : NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya!!!</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Itu Nikmat</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lewat masa 4 hari menjadi pesakitan, rasanya asing karena sudah lama tidak sakit. Selain itu juga janggal, tidak ada kunjungan dari teman, pacar, apalagi bingkisan buah. Atasan di kantor malah nyuruh masuk ke kantor, sekedar absen saja, setelah itu silahkan dilanjutkan sakitnya di rumah, (atau tepatnya di kamar kos-kosan). Itu dengan catatan, harus gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lewat masa 4 hari menjadi pesakitan, rasanya asing karena sudah lama tidak sakit. Selain itu juga janggal, tidak ada kunjungan dari teman, pacar, apalagi bingkisan buah. Atasan di kantor malah nyuruh masuk ke kantor, sekedar absen saja, setelah itu silahkan dilanjutkan sakitnya di rumah, (atau tepatnya di kamar kos-kosan). Itu dengan catatan, harus gak punya rasa sungkan dengan orang-orang dari divisi tetangga. Sebagai orang melayu, ternyata susah ngilangin rasa sungkan. Jadinya setelah sampai di kantor, yang ada malah nunggu sampai menjelang jam makan siang datang, biar orang-orang kantor berkeliaran nyari makan siang dulu, baru aku cabut.<br />
Tapi sebenarnya agak malas juga kalau langsung pulang. Maklumlah&#8230;masih hidup sendiri. Di rumah, jabatanku selain jadi pasien, juga jadi perawat. Bahkan kadang-kadang sok berlagak jadi dokternya juga. Gak tahu sakitnya apa, ujug-ujug si pasien dikasih antibiotik, 2 macam lagi, amoksisilin sama ciprofloxacin. Gila ni dokter&#8230;antibiotik kan harusnya dipakai sebagai obat pendamping.<span id="more-217"></span><br />
&#8220;Terserah donk&#8230;yang jadi pasien kan diriku sendiri&#8221;, gaya betul ni dokter. Ehh&#8230;belum cukup. Kalau malam ditambah lagi dengan antihistamine, katanya biar enak tidurnya. &#8220;Manut aja dok&#8230;ngomong-ngomong dapat ilmu dari mana dok?&#8221;. Dokternya cuma bilang, &#8220;trial and error.&#8221;<br />
hahahaa&#8230;.kalau sudah gini aku jadi mikir, atau lebih tepatnya bertanya, &#8220;kapan ya aku nikah?&#8221; Pinginnya sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Salma_Hayek" target="_blank">salma hayek</a>, tapi udah kebanyakan dicium sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antonio_Banderas" target="_blank">antonio banderas</a>. Sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Charlize_Theron" target="_blank">charlize theron</a>? Wah,kayaknya dia susah ngilangin cinta pertamanya sama king kong. Kalau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dian_sastro" target="_blank">dian sastro</a>? Waduh..bisa-bisa aku gak bisa ngopi gara-gara gelasnya dipecahin semua. Jadi??? Ya gak usah dipikir&#8230;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aphrodite" target="_blank">aphrodite</a> belum pensiun kok.<br />
Kalau aku pikir-pikir lagi, kenapa ya ketika aku sehat, aku gak pernah mengucap syukur? Mengucap syukur kalau ada undangan makan-makan aja. Atau ketika ada teman yang lagi kesusahan he..he&#8230;(teman senang ikut senang, teman susah tambah senang. Ini joke yang sering dilontarkan sama teman kuliah yang dulu kuliah sambil nyambi jadi tukang tambal ban). Tapi kenapa ya gak pernah terbersit keinginan untuk mengucap syukur karena sudah diberi kesehatan? Kalau lagi sakit aja baru nyadar, betapa nikmat rasanya menjadi sehat. Untung masalah sehat dan sakit itu masalah duniawi, jadi ketika sudah sembuh dari sakit kita masih punya kesempatan untuk &#8216;bertobat&#8217; dan segera mengucap syukur karena sudah diberi sehat (meskipun ini sangat jarang terjadi). Bagaimana kalau masalah hidup dan mati? Apakah setelah mati kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan karena gak pernah mensyukuri arti hidup ketika kita masih hidup?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/buku-ini-aku-pinjam/" title="Buku Ini Aku Pinjam (tapi gak dibalikin)">Buku Ini Aku Pinjam (tapi gak dibalikin)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/03/naikkan-harga-bbm/" title="Naikkan Harga BBM!">Naikkan Harga BBM!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gema</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/gema/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/gema/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 23:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221; Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;</p>
<p>Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia dapat, si bocah itu berteriak lagi, &#8220;Pengecut!&#8221;. Lagi-lagi dia mendapat balasan, &#8220;Pengecut!&#8221;.<br />
Si bocah lalu melihat ayahnya dan bertanya, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Sia ayah tersenyum dan berkata, &#8220;Perhatikan baik-baik&#8221;. Si ayah kemudian berteriak, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Suara yang keluar dari gunung itu membalas, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Si bocah terkejut tapi belum mengerti.<span id="more-132"></span></p>
<p>Si ayah lalu menjelaskan, &#8220;Orang-orang bilang itu gema, tapi sesungguhnya itulah hidup. Hidup memberimu kembali apa yang kamu katakan dan apa yang kamu lakukan. Hidup kita adalah refleksi dari tindakan kita. Jika kamu menginginkan banyak cinta dalam hidupmu, ciptakan lebih banyak cinta dalam hatimu. Jika kamu ingin orang-orang di sekitarmu peduli denganmu, maka kau harus lebih peduli lagi dengan mereka. Hidup akan memberikanmu apapun yang sudah kamu berikan kepadanya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/elang-dan-kalkun/" title="Elang dan Kalkun">Elang dan Kalkun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/rumah-seribu-cermin/" title="Rumah Seribu Cermin">Rumah Seribu Cermin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/04/susahnya-jadi-orang-baik/" title="Susahnya Jadi Orang Baik">Susahnya Jadi Orang Baik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/gema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

