<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; hidup</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 15:32:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Menghadapi masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/menghadapi-masalah.jpg" width="400" height="328" alt="menghadapi masalah" title="menghadapi masalah"/></p>
<p>Cerita ini dikutip dari buku “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa yang anda inginkan”. Barangkali bisa memberi kita sedikit inspirasi dan motivasi dalam menghadapi masalah.</p>
<blockquote><p>“Bung Norman,” kawan saya menyapa.<br />
“Tolong bebaskan saya dari masalah yang menindih hidupku ini, maka saya akan berikan anda seribu dollar uang kontan atas kebaikan jasa anda itu.”<br />
Tentu saja saya bukanlah seorang yang suka menampik permintaan semacam itu. Maka saya pun merenungkan dan mempertimbangkan usul kawan saya itu dan muncul dengan satu pemecahan masalah yang lumayan juga. Sekurang-kurangnya cukup realistis sifatnya. Tetapi George nampaknya agak segan rupanya, sebab ia telah terlanjur menjanjikan 1000 dolar sebagai hadiah.</p>
<p>”Tidak apa George,” Norman berkata. “Saya tetap saja mau bantu kamu. Oleh sebab itu mari kita pecahkan bersama masalahnya. Kalau tidak salah anda ingin bebas dari segala masalah anda itu, bukan? Sampai habis dan tuntas?“<br />
&#8220;Ya Betul,” Jawab George.<br />
“Saya ingin lepas dari segala masalah yang saya hadapi dalam hidup ini. Saya sudah bosan dan kapok dalam menghadapi cobaan, ujian dan kemelut dalam hidup ini. Saya ingin bebas untuk selama-lamanya.”<br />
”Baiklah George, saya sudah punya jawabannya”, kata norman. Akan tetapi saya sangsi apakah kau mau menerima jawaban saya atau tidak. Dengarkan! Beberapa waktu lalu saya sedang melakukan tugas profesionalku, dimana saya harus berhadapan dengan pemimpin kelompok orang-orang yang yang lebih dari puluhan ribu jumlahnya. Dan tak seorang pun dari mereka memiliki masalah kehidupan.”</p>
<p>Wajah George langsung cerah, matanya berbinar-binar kegirangan karena keingintahuannya. ”Nah itulah tempat yang cocok bagi saya. Antarkanlah saya ke tempat itu teman”. Ujar si George girang.<br />
“Baiklah,” jawab Norman. ”Tetapi tempat yang saya maksud adalah perkuburan. Dan memang itulah kenyataannya George. Bahwa di perkuburan itu tak ada seorang pun yang menghadapi masalah hidup. Bagi orang yang sudah menjadi penghuni di kuburan tidak akan pernah merasa cemas karena hidup yang penuh masalah itu telah berlalu bagi mereka. Mereka telah istirahat dari tugas dan pekerjaannya tiap hari. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita baca dalam koran atau surat kabar atau bahkan apa yang kita lihat di televisi mereka sudah tidak peduli. Mereka tak punya masalah lagi dengan kehidupan, mereka beralih masalah pada hidup mereka di alam kubur. Karena memang mereka bukanlah orang hidup dan mereka adalah orang yang sudah mati.” Tegas Norman kepada George.</p></blockquote>
<p> <span id="more-385"></span><br />
Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah. Seperti intan dan arang, meskipun keduanya tercipta dari unsur yang sama yaitu karbon, tapi intan yang jauh lebih sering &#8220;dihadang masalah&#8221; dan lebih tangguh dalam &#8220;menghadapi masalah&#8221; memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada arang.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Mario Teguh juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya memperlakukan masalah. Jika kita beranggapan masalah-masalah kita bersifat permanen dan tak bisa dipecahkan, maka seolah-olah permanenlah penderitaan kita. Jika kita memandang bahwa segala upaya kita tidak akan mengeluarkan kita dari masalah, maka lemahlah upaya kita untuk memperbaiki keadaan. Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita, dan kehilangan pandangan dari keuntungan jangka panjang, yang dihasilkan oleh upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang penting dan yang prioritas. Dengan analoginya Mario Teguh mengatakan, tidak dibutuhkan air yang banyak untuk menenggelamkan kita, hanya segelas air, yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk ke pernafasan kita.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengeluh</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali sebelumnya anda sudah pernah membaca cerita ini. Barangkali anda juga menganggap kalau cerita ini basi. Tapi saya ceritakan lagi di sini biar tambah basi  <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/yawn.png' alt='Yawn' title='Yawn' class='tse-smiley' /> </p>
<p>Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada di sampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu dan akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya yang selalu setia.</p>
<p>Kekasihnya bertanya kepada gadis itu, ”Sayang… sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria kekasihnya itu yang selama ini sudah sangat setia mendampingi hidupnya sewaktu dia masih dalam keadaan buta. Dan akhirnya si pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.”</p>
<p>Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia. </p>
<p><strong>Petuah</strong> : NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya!!!</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Itu Nikmat</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lewat masa 4 hari menjadi pesakitan, rasanya asing karena sudah lama tidak sakit. Selain itu juga janggal, tidak ada kunjungan dari teman, pacar, apalagi bingkisan buah. Atasan di kantor malah nyuruh masuk ke kantor, sekedar absen saja, setelah itu silahkan dilanjutkan sakitnya di rumah, (atau tepatnya di kamar kos-kosan). Itu dengan catatan, harus gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lewat masa 4 hari menjadi pesakitan, rasanya asing karena sudah lama tidak sakit. Selain itu juga janggal, tidak ada kunjungan dari teman, pacar, apalagi bingkisan buah. Atasan di kantor malah nyuruh masuk ke kantor, sekedar absen saja, setelah itu silahkan dilanjutkan sakitnya di rumah, (atau tepatnya di kamar kos-kosan). Itu dengan catatan, harus gak punya rasa sungkan dengan orang-orang dari divisi tetangga. Sebagai orang melayu, ternyata susah ngilangin rasa sungkan. Jadinya setelah sampai di kantor, yang ada malah nunggu sampai menjelang jam makan siang datang, biar orang-orang kantor berkeliaran nyari makan siang dulu, baru aku cabut.<br />
Tapi sebenarnya agak malas juga kalau langsung pulang. Maklumlah&#8230;masih hidup sendiri. Di rumah, jabatanku selain jadi pasien, juga jadi perawat. Bahkan kadang-kadang sok berlagak jadi dokternya juga. Gak tahu sakitnya apa, ujug-ujug si pasien dikasih antibiotik, 2 macam lagi, amoksisilin sama ciprofloxacin. Gila ni dokter&#8230;antibiotik kan harusnya dipakai sebagai obat pendamping.<span id="more-217"></span><br />
&#8220;Terserah donk&#8230;yang jadi pasien kan diriku sendiri&#8221;, gaya betul ni dokter. Ehh&#8230;belum cukup. Kalau malam ditambah lagi dengan antihistamine, katanya biar enak tidurnya. &#8220;Manut aja dok&#8230;ngomong-ngomong dapat ilmu dari mana dok?&#8221;. Dokternya cuma bilang, &#8220;trial and error.&#8221;<br />
hahahaa&#8230;.kalau sudah gini aku jadi mikir, atau lebih tepatnya bertanya, &#8220;kapan ya aku nikah?&#8221; Pinginnya sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Salma_Hayek" target="_blank">salma hayek</a>, tapi udah kebanyakan dicium sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antonio_Banderas" target="_blank">antonio banderas</a>. Sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Charlize_Theron" target="_blank">charlize theron</a>? Wah,kayaknya dia susah ngilangin cinta pertamanya sama king kong. Kalau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dian_sastro" target="_blank">dian sastro</a>? Waduh..bisa-bisa aku gak bisa ngopi gara-gara gelasnya dipecahin semua. Jadi??? Ya gak usah dipikir&#8230;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aphrodite" target="_blank">aphrodite</a> belum pensiun kok.<br />
Kalau aku pikir-pikir lagi, kenapa ya ketika aku sehat, aku gak pernah mengucap syukur? Mengucap syukur kalau ada undangan makan-makan aja. Atau ketika ada teman yang lagi kesusahan he..he&#8230;(teman senang ikut senang, teman susah tambah senang. Ini joke yang sering dilontarkan sama teman kuliah yang dulu kuliah sambil nyambi jadi tukang tambal ban). Tapi kenapa ya gak pernah terbersit keinginan untuk mengucap syukur karena sudah diberi kesehatan? Kalau lagi sakit aja baru nyadar, betapa nikmat rasanya menjadi sehat. Untung masalah sehat dan sakit itu masalah duniawi, jadi ketika sudah sembuh dari sakit kita masih punya kesempatan untuk &#8216;bertobat&#8217; dan segera mengucap syukur karena sudah diberi sehat (meskipun ini sangat jarang terjadi). Bagaimana kalau masalah hidup dan mati? Apakah setelah mati kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan karena gak pernah mensyukuri arti hidup ketika kita masih hidup?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/orang-cacat-bukan-dagangan/" title="Orang cacat bukan dagangan">Orang cacat bukan dagangan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/" title="Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay">Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="GENUINE">GENUINE</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gema</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/gema/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/gema/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 23:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221; Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;</p>
<p>Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia dapat, si bocah itu berteriak lagi, &#8220;Pengecut!&#8221;. Lagi-lagi dia mendapat balasan, &#8220;Pengecut!&#8221;.<br />
Si bocah lalu melihat ayahnya dan bertanya, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Sia ayah tersenyum dan berkata, &#8220;Perhatikan baik-baik&#8221;. Si ayah kemudian berteriak, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Suara yang keluar dari gunung itu membalas, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Si bocah terkejut tapi belum mengerti.<span id="more-132"></span></p>
<p>Si ayah lalu menjelaskan, &#8220;Orang-orang bilang itu gema, tapi sesungguhnya itulah hidup. Hidup memberimu kembali apa yang kamu katakan dan apa yang kamu lakukan. Hidup kita adalah refleksi dari tindakan kita. Jika kamu menginginkan banyak cinta dalam hidupmu, ciptakan lebih banyak cinta dalam hatimu. Jika kamu ingin orang-orang di sekitarmu peduli denganmu, maka kau harus lebih peduli lagi dengan mereka. Hidup akan memberikanmu apapun yang sudah kamu berikan kepadanya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/" title="Lagu tanpa judul buat ibu">Lagu tanpa judul buat ibu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/gema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
