Sunday, March 14th, 2010
Pinginnya mainin sendiri lagunya Muse yang judulnya Unintended tapi vokalnya susah, kayaknya harus sambil mabok, tapi masalahnya aku nggak doyan mabok. Jadi terpaksa nge-embed lagu aslinya. Lagu ciptaan Matthew Bellamy sang vokalis ini diambil dari album debutnya Muse berjudul Showbiz yang dirilis tahun 1999. Ada juga lirik sama chord-nya, silahkan dikoreksi kalo ada yang salah.

(…read more » )
Posted in Musik | No Comments »
Wednesday, December 23rd, 2009

Mungkin saja aku ini latah, ikut-ikutan menyemarakkan hari ibu, bikin postingan dengan tema “ibu”. Tapi kapan lagi momen yang pas kalau gak sekarang. Tanggal 22 desember yang hanya berlangsung sehari dalam setahun boleh jadi hanya sebuah representasi dari 365 hari yang tentu saja tidak pernah dilewatkan seorang ibu tanpa curahan kasih sayang kepada anaknya. Justru si anak yang sering melewatkan beberapa hari dalam setahun tanpa mengucap terima kasih kepada ibunya. Mungkin karena itulah, Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu, untuk merepresentasikan seluruh hari dalam setahun, sebagai kesempatan buat seorang anak di indonesia untuk sekedar mengucap terima kasih pada ibu.
Buat aku, ibu bukan wanita terhebat, bukan wanita terbaik, bukan wanita heroik selayak wonder woman. Tapi di atas segalanya, ibu adalah wanita paling tulus, paling ikhlas melindungi, merawat dan menumbuhkanku. Tak henti mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya, meski aku dan saudaraku sering berkata “tidak” pada ibu. Ibu pernah cerita, dulu sewaktu masih mengandung aku, ibu sering melakukan puasa. Bukan karena ingin menjalani sunnah rasul, tapi lebih karena ingin berkompromi dengan keadaan yang agak menyesakkan waktu itu. Ibuku memang bukan seorang pemeluk agama yang teramat taat, tapi semoga semua kebaikannya bisa jadi nilai tersendiri dan bisa melipatgandakan nilai ibadahnya yang tak seberapa. (…read more » )
Posted in Surat kaleng | 2 Comments »
Friday, December 4th, 2009

Aku cinta film spongebob squarepants, meski bukan cinta mati atau setengah mati. Mulai dari karakter spesies beserta segala macam sifat-sifatnya, penggambaran karakter yang unik dan konyol abis, seperti squidward tentacle yang kalau ketawa hidungnya kembang kempis seperti mau runtuh, spongebob squarepant yang punya kotak tertawa dan imajinasi hampir tak terbatas, patrick star pengangguran yang dungunya tak terselamatkan, eugene krab yang matanya membentuk simbol dollar setiap ada makhluk laut yang memesan krabby patty, sandy mamalia darat bergigi maju yang selalu memakai helm kedap air, plankton makhluk bersel satu ambisius yang beristrikan sebuah mesin, gary siput penurut yang tidak memiliki kosakata lain selain “meow”, dan juga karakter yang tergolong ghaib seperti flying dutchman dan neptune. Semua aku suka.
Ada pesan moral dan sindiran samar dalam setiap episode spongebob, tapi kadang aku lupa untuk memetiknya karena terlalu sibuk ketawa sendiri. Seperti the simpsons, sebenarnya film spongebob bukan tontonan yang cocok untuk anak kecil. Spongebob lebih pas kalau ditonton oleh orang dewasa yang suntuk pikiran dan lelah jasmani sehabis jam kerja. Sambil ditemani segelas kopi dan sebatang rokok, mendengarkan theme song pembuka film spongebob squarepants seperti mendapat suntikan semangat yang benar-benar baru. Semangat yang belum tentu bisa didapat di pagi hari ketika briefing dengan atasan.
Yang cinta spongebob, mari ikut bernyanyi

who lives in a pineapple under the sea
absorbent and yellow and porous is he
if nautical nonsense be something you wish
then drop on the deck and flop like a fish
Posted in Surat kaleng | 5 Comments »
Monday, November 9th, 2009
Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka.
Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah ngasih tahu kalau tempat yang aku sebutkan tadi sudah nggak menyediakan kaset. Aku mengernyitkan dahi tanda kurang percaya. Dan keesokan harinya, langsung kutuju 3 tempat yang setahuku dulu menyediakan tempat buat kaset untuk mejeng. Dan ucapan temanku benar, bahkan salah dua dari toko kaset itu sudah tutup sama sekali. Kalau pantas aku menangis, mungkin aku sudah menangisi kepergianmu, kaset….
Tapi bukannya sama sekali menghilang, di beberapa toko kecil ternyata masih menjual kaset, meski bukan kaset hasil produksi major label nasional atau mancanegara, melainkan hasil produksi label lokal yang ada di bali, yang hampir semua lagu-lagunya mebasa bali atau berbahasa bali. Aku masih ingat terakhir kalinya aku membeli kaset, yaitu album Joe Satriani yang diberi judul ‘Is there love in space?’ bulan oktober tahun 2004.
Kalau iseng-iseng dipikir, judul album itu memang cukup menggambarkan kondisi kaset yang mulai tercampakkan. ‘Space’ atau angkasa luar, bisa dianalogikan sebagai kemajuan teknologi manusia yang sekarang ini memang sudah bisa menjangkau angkasa luar, meski baru se-upil (permisi ya…..aku mau ngupil dulu). Semakin maju teknologi kita untuk meracik audio dalam format digital, semakin kaset ditinggalkan, semakin pudar juga cinta kita terhadap hal-hal yang berbau analog. Seperti memudarnya cinta kita terhadap utusan Tuhan ketika nabi-nabi semu mulai bermunculan dengan ajaran digitalnya. Kita lebih suka menengok isi facebook, twitter, youtube dan sekutunya daripada kitab suci yang kita anggap udah nggak jaman dan nggak up to date. Dan Joe Satriani pun bertanya lewat albumnya, is there love in space?
Ooh…kaset, riwayatmu kini………
Posted in Surat kaleng | 1 Comment »
Wednesday, October 21st, 2009
Tiga hari berturut-turut mulai tanggal 13 Oktober 2009 kemarin kota Denpasar tampak sepi. Maklum umat hindu merayakan hari raya galungan, disusul dengan hari raya kuningan di tanggal 24. Saya sendiri meski tidak ikut merayakan tapi secara langsung ikut merasakan imbasnya. Ingin memanfaatkan sepinya lingkungan dengan rekreasi di jagad maya, tapi koneksi lemot banget. Akhirnya iseng-iseng saya merekam senandung suara sendiri, dilatari dengan gitar bolong yang saya pinjam dari teman. Meski suaranya pas-pasan (kalau gak mau dibilang ancur), yang penting masih bisa ketawa kalau nonton sponge bob (i love you, sponge bob…
). Lagunya dari Dewa 19 berjudul ‘cinta kan membawamu’. Di sini saya juga tampilkan chord-nya, barangkali ada yang membutuhkan.
(…read more » )
Posted in Musik | 3 Comments »
Thursday, August 6th, 2009
Lagunya bagus meski suaranya pas-pasan. Tapi biar suaranya pas-pasan,yang penting masih bisa ketawa klo nonton sponge bob.
Posted in Musik | No Comments »
Friday, July 10th, 2009
Waktu pulang ke surabaya, saya nonton di JTV ada film bule berbahasa inggris yang dialihbahasakan ke bahasa jawa. Bukannya serius ngikutin alur ceritanya, tapi malah cekikikan seperti nonton kartolo cs ludruk’an, padahal filmnya itu yang main cynthia rothrock. Setelah itu iseng-iseng saya mengalihbahasakan judul lagu-lagu bule berbahasa inggris ke bahasa jawa, dan hasilnya sungguh rapatinggena. (…read more » )
Posted in Bale bengong | 1 Comment »