<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; malaikat</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/malaikat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Konspirasi Malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 11:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Cerita nyata ini terjadi pada pertengahan bulan oktober 2011. Pada tanggal 17 sampai 22, saya mengajukan cuti dengan alasan keperluan keluarga, karena memang dalam waktu seminggu itu saya dan istri juga adik saya yang tinggal di Palu berencana untuk pulang ke surabaya karena mau mengadakan acara syukuran pernikahan pada tanggal 20 oktober. Akad nikahnya sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita nyata ini terjadi pada pertengahan bulan oktober 2011. Pada tanggal 17 sampai 22, saya mengajukan cuti dengan alasan keperluan keluarga, karena memang dalam waktu seminggu itu saya dan istri juga adik saya yang tinggal di Palu berencana untuk pulang ke surabaya karena mau mengadakan acara syukuran pernikahan pada tanggal 20 oktober. Akad nikahnya sendiri sudah dilangsungkan tanggal 20 oktober 2010 (buat yang belum tahu silahkan baca di <a href="http://wedding.manikarum.com" target="_blank">wedding.manikarum.com</a>). Resepsi pernikahan juga sudah dilangsungkan di rumah istri di Depok. Tapi karena keterbatasan waktu dan dana, waktu itu di rumah saya di surabaya belum sempat mengadakan pesta, jadi rencananya ditunda sampai setahun. Singkat cerita, acara berjalan lancar sampai tanggal 22 tepatnya hari sabtu saya dan istri kembali ke habitat masing-masing di kalimantan, dan adik saya juga kembali ke Palu. Hari senin pagi atau pada tanggal 24, saya mendapat kabar dari istri kalau bapak saya meninggal. Seketika itu juga saya bersiap-siap untuk <a href="http://manikarum.com/2009/12/gatotkaca-who-could-fly/" title="Gatotkaca who could fly">terbang lagi</a> ke surabaya. Dan pada hari itu juga malamnya saya bersama istri dan adik saya yang dari Palu sampai dengan selamat di surabaya.<br />
<span id="more-544"></span><br />
Sewaktu kumpul-kumpul dengan saudara-saudara yang lain yang tinggal di luar daerah, sebagian besar beranggapan kalau rupa-rupanya bapak ingin ketemu dulu dengan semua anaknya, termasuk dengan menantunya sebelum pergi (saya pergi meninggalkan rumah untuk merantau sejak tahun 1999, adik saya juga setahun lebih merantau ke Palu). Mungkin anggapan itu nggak salah mengingat tingkat kebetulannya yang tinggi.</p>
<p>Saya sendiri punya pemikiran lain yang mungkin agak berbau omong kosong. Rupa-rupanya bapak sudah <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu malaikat bag 2">didatangi oleh malaikat</a> jauh-jauh hari, bahkan mungkin jauh-jauh bulan sebelum meninggal.<br />
&#8220;Pakdhe&#8230;njenengan ini bakalan meninggal tanggal 24 oktober tahun 2011. Nah sebelum tanggal itu tiba, njenengan ada permintaan terakhir po ra?&#8221;<br />
Si malaikat cukup pede membocorkan hal yang sensitif itu mengingat bapak sudah 6 tahun lebih terkena stroke, dan penyakit itu membuat bapak susah untuk bergerak dan berbicara. Jadi malaikat cukup yakin kalau bapak gak mungkin membocorkan tanggal kepergiannya.</p>
<p>Mendapat pertanyaan itu, bapak menjawab (cukup dalam hati) kalau beliau ingin ketemu sama semua anak-anaknya termasuk menantunya sebelum meninggal. Setelah mendengar jawaban bapak, malaikat mengabulkan permintaan itu dan segera menggelar rapat untuk menyusun skenario bagaimana caranya supaya anak-anaknya bapak yang pergi merantau bisa kumpul bareng sebelum bapak pergi. Meski jumlah malaikat yang hadir tidak memenuhi kuorum, keputusan diambil dan dibagi-bagilah tugas. </p>
<p>Dan ternyata ada <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu malaikat?">malaikat</a> yang bertugas untuk memberi ilham ke saya kapan saya harus menikah. Meski saya tidak merasa diberi ilham sama malaikat, tapi di awal tahun 2010 saya berkeputusan untuk mengajukan tanggal pernikahan. Saya memilih tanggal 20 oktober 2010 yang bertepatan pada hari rabu hanya karena itu tanggal cantik (selain 10 oktober). Kenapa di tahun 2010, kok nggak di tahun 2011, mengingat menurut adat biasanya setelah menggelar pesta di kediaman mempelai perempuan, acara dilanjutkan di kediaman mempelai pria. Nah&#8230;rupanya si malaikat paham betul kalau rejeki saya ini agak seret sehingga malaikat berpikir kalau kemungkinan besar saya akan menunda acara di surabaya sampai tahun depannya. Dan memang perhitungan malaikat tidak meleset. Setelah menikah tanggal 20 oktober 2010, saya dan istri kembali ke kalimantan. Baru setahun setelah itu atau hampir 2 bulan setelah <a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">hari raya</a> idul fitri 2011, kami pulang ke surabaya untuk menggelar acara yang tertunda itu. Jadi sepertinya kepulangan kami ke surabaya itu merupakan salah satu skenario yang sudah diplot oleh malaikat jauh-jauh hari sebelumnya, dengan tujuan supaya bapak bisa ketemu sama semua anak dan menantunya.</p>
<p>Sebelum peristiwa itu terjadi, saya percaya akan &#8216;prudentia dei&#8217;, bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan atau sia-sia. Dan setelah kejadian itu, saya makin percaya. Kadang kita memiliki rencana dan angan-angan apa yang akan kita lakukan dan apa yang ingin kita capai. Tapi ketika segala sesuatu berjalan di luar rencana dan cenderung tidak menguntungkan kita, tak perlu kita menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, apalagi menyalahkan tuhan beserta serdadu malaikatnya. Hiburlah diri sendiri dengan mengatakan bahwa tuhan mungkin sedang mempersiapkan skenario yang lebih indah dari yang kita bayangkan. <a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan</a> mungkin sedang mempersiapkan diri kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari yang kita inginkan. Atau mungkin tuhan sedang mempersiapkan diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih hebat. Wallahu &#8216;alam bishshawab.</p>
<blockquote><p>
Rabbanaa maa kholaqta haadzaa baatila -Ya tuhanku, tidak sia-sia segala yang engkau ciptakan ini-
</p></blockquote>
<p>Pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau ternyata itu belum cukup menghibur?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari raya cicak</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 08:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA["besok idul fitri yaa?.... so fuckin' what?? emangnya berapa persen orang yang merayakannya kembali ke fitri? yang suka korup tetep aja korup, yang tukang judi tetep aja berjudi, yang hobi fitnah tetep aja memfitnah, yang doyan zina tetep aja berzina, yang merantau saling pamer kekayaan ketika mudik biar jadi buah bibir tetangga-tetangga sebelah...jadi seperti artis gitu......apakah yang begitu itu artinya idul fitri??"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;besok idul fitri yaa?&#8230;. so fuckin&#8217; what?? emangnya berapa persen orang yang merayakannya kembali ke fitri? yang suka korup tetep aja korup, yang tukang judi tetep aja berjudi, yang hobi fitnah tetep aja memfitnah, yang doyan zina tetep aja berzina, yang merantau saling pamer kekayaan ketika mudik biar jadi buah bibir tetangga-tetangga sebelah&#8230;jadi seperti artis gitu&#8230;&#8230;apakah yang begitu itu artinya idul fitri??&#8221;</p>
<p>Cicak di dinding meracau sambil mengibaskan ekornya. </p>
<p>&#8220;emang loe orang cak, dari tadi ngomel aja? awas loe kalo tai loe jatuh di kopi gue&#8221;<br />
&#8220;loe lagi&#8230;.udah jelas-jelas gue ini cicak&#8221;<br />
&#8220;terus ngapain loe ngomong-ngomongin orang? ngomongin cicak aja napa??&#8221;</p>
<p>&#8220;gue cuma jengah ama manusia sekarang&#8230;.suka memoles penampilan luar biar indah bak burung cendrawasih, menutupi keburukan di dalam dengan kebaikan semu. merayakan dengan sok khidmat hari raya idul fitri, seolah-olah mereka sudah benar-benar kembali ke fitri. kalo emang udah kembali ke suci, harusnya mereka berubah donk ketika menjalani kehidupan masing-masing. orang yang biasa korup menjadi hilang ingatan dan tidak tahu apa itu definisi korupsi sehingga mereka tidak akan melakukannya lagi. ya setidaknya sampai mereka mengenal lagi kosakata itu dan bernyali untuk melakukannya lagi. tapi sebelum itu terjadi, mereka sudah harus dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan di tahun depannya, jadi seperti tidak ada kesempatan buat mereka untuk mengenal lagi apa dan bagaimana korupsi itu. dan karena proses iterasi itu berlangsung kontinu, harusnya mereka setiap saat tidak melakukan tindakan kotor itu. itu alasannya kenapa di setiap tahun tuhan selalu menganugerahkan bulan ramadhan, supaya bisa dijadikan momentum bagi manusia untuk berbenah dan membersihkan diri setelah setahun hati dan pikirannya dikotori oleh lingkungan sekitar.&#8221;<br />
<span id="more-460"></span><br />
Saya tercengang&#8230;.dia kan hanya seekor cicak.</p>
<p>&#8220;<em>pagi beriman&#8230;..siang lupa lagi&#8230;..sore beriman&#8230;&#8230;malam amnesia&#8230;&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Ehhh&#8230;..si cicak nyanyi lagu amnesia-nya GIGI. &#8220;Suara loe keren abiss cak&#8230;&#8230;tapi jauh lebih keren kalo loe gak bersuara.&#8221;</p>
<p>Cicak bercerita lagi, &#8220;gue ingat waktu gue tinggal di kuwait dulu. gue berteman dengan seorang anak manusia. setiap malam di bulan ramadhan dia selalu berdoa seperti ini, ya allah kalau ada satu atau dua syaitan yang lolos dari belenggumu, biarkan dia memelukku supaya aku terhindar menjadi orang yang munafik.&#8221;</p>
<p>&#8220;kok syaitan? kenapa bukan malaikat?&#8221;, tanya saya.</p>
<p>&#8220;justru itu bro, di bulan ramadhan terlalu banyak manusia yang sok-sok&#8217;an berbuat baik, sekedar mengharap pahala atau bahkan cuma ingin nama baik. teman gue ngerasa susah sekali <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu malaikat">bertemu malaikat</a> karena mereka kewalahan mencatat amal manusia-manusia itu, makanya dia minta tolong aja ama syaitan. di bulan ramadhan kan umat syaitan lagi liburan dan jadi pengangguran, yaaa barangkali ada yang mau uang saku tambahan.&#8221;</p>
<p>Saya jadi teringat lagunya Ahmad Dhani yang duet bersama almarhum Chrisye, &#8220;<em>jika surga dan neraka tak pernah ada&#8230;.masihkah kau bersujud kepadanya&#8230;..jika surga dan neraka tak pernah ada&#8230;.masihkah kau menyebut namanya</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;ehhh&#8230;.badewey selamat idul fitri yaa&#8230;..maafin kalo gue ada salah&#8221; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/handshake.png' alt='Handshake' title='Handshake' class='tse-smiley' /></p>
<p>&#8220;iya&#8230;gue juga. sori kemaren malem gue dah bunuh salah satu anak loe. abis dia maen-maen di karpet gue&#8230;..ya gue usir aja pake sapu, terus tau-tau udah KO forever.&#8221;</p>
<p>&#8220;gapapa&#8230;gue ikhlas. besok-besok juga bisa bikin lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;ehh&#8230;.emang di dunia cicak besok hari raya juga ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;jangan salah bro&#8230;..di dunia cicak setiap hari adalah hari yang fitri. karena kita gak punya free will, yang kita punya cuma insting yang udah terpatri di blueprint dari sononya. dan itu dijamin pasti baik ama yang bikin blueprint.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilempar batu sama malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan dengan cara yang misterius selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/dilempar-batu.gif" width="300" alt="dilempar batu" title="dilempar batu" style="background:none;border:none;"/></p>
<p>Seorang eksekutif muda sedang mengendarai mobilnya menyusuri jalanan sepi di sekitar tempat tinggalnya. Dia kelihatan sedang buru-buru sampai dia tidak menghiraukan seorang anak kecil di pinggir jalan yang melambaikan kedua tangannya seolah ingin memanggil dia. Tidak jauh setelah dia melewati anak kecil yang berdiri itu, tiba-tiba sebongkah batu melayang dan mengenai kaca mobilnya. Eksmud itu pun terkejut dan menghentikan mobilnya. Dia keluar dan menghampiri anak kecil yang berdiri tadi, “Apa kamu yang melempar mobilku tadi?”</p>
<p>Anak itu mengakui perbuatannya dan langsung meminta maaf. “Maaf om, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya sudah memanggil orang-orang yang lewat tapi tak ada yang mau berhenti, jadi terpaksa saya melempar dengan batu supaya om mau berhenti.” Dengan masih menitikkan air mata, anak itu menunjuk ke adiknya yang cacat dan terjatuh di pinggir trotoar. “Dia itu adik saya, dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat untuk mengangkatnya. Maukah om membantu mengangkatnya kembali ke kursi roda?”</p>
<p>Eksmud yang sedikit terhenyak itu akhirnya mendekati anak kecil yang terjatuh itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Dia mengambil sapu tangan dan membersihkan luka di tangan anak itu. Anak kecil yang melempar batu tadi mengucapkan terima kasih dan pelan-pelan mendorong kursi roda saudaranya meninggalkan eksmud itu. Eksmud itu masih terdiam dan buru-buru mengambil smartphone lalu menuliskan sesuatu di status facebooknya, &#8220;bt ndengerin bencong ngamen di bis“. <em>uppssss salah ding!! itu alex yang udah gak lebay</em>&#8230;&#8230;maksudnya seperti ini, &#8220;<strong>Don&#8217;t go through life so fast that someone has to throw a brick at you to get your attention!</strong>”</p>
<p>Tuhan dengan cara yang misterius (mungkin dengan sedikit bantuan malaikat-Nya) selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Postingan nggak jelas blas</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 12:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi teriakan kenek yang seolah makai megaphone volume penuh. Begitu juga tampilan blogku ini, tiap elemen seolah saling berteriak minta ditengokin sama pengunjung. Apalagi yang mengandung link, walaah amit-amit&#8230;.sampe rela kulitnya disemir full color, ada yang ijo ndomblong, kuning manyun, dan ada juga yang ungu janda. Suaranya pun nggak kalah kencangnya.</p>
<p>&#8220;mas, klik aku donk&#8230;&#8221;. yang lain menyahut, &#8220;jelek itu mas, mending kesini ae&#8221;. Ada yang bernyanyi sambil menirukan gaya almarhum bang ben, &#8220;dek, di sini aje dek&#8230;.&#8221;, yang nengokin pun menimpali &#8220;ogah ahhh&#8230;di sane aje&#8230;&#8221;. Ada juga yang bergaya genit menirukan ussy, &#8220;ku memang punya trik&#8230;buat kau klik&#8230;.dengan diriku&#8221;. Haduuhh&#8230;kok malah kayak pasar pandegiling di malam hari. &#8220;bukan bli, ini pasar kreneng&#8221;</p>
<p>Ahhh&#8230;jadi teringat kreneng, tempat yang hampir gak ada matinya di denpasar, kalo siang jadi terminal angkot plus pasar, kalo malam jadi pasar senggol plus angkot nangkring. Sekedar tau aja, kreneng ini merupakan titik kedua di denpasar setelah terminal ubung dimana aku menginjakkan kaki ketika pertama kali merantau ke denpasar. Aku juga masih ingat, ketika aku jalan di trotoar setelah keluar dari area kreneng, aku mau nanya jalan ke mbak mbak yang lagi lewat, &#8220;maaf mbak, numpang nanya.&#8221;. Si mbak cuma diam sambil terus berlalu, bahkan menoleh pun enggak. Pertanyaan intinya belum kusampaikan, tapi si mbak udah ngacir aja. Padahal pertanyaan yang mau kusampaikan sangat sederhana, &#8220;kalo mau ke jalan kapten japa lewat mana ya mbak?&#8221;. Udah, itu aja. Dan itu pertanyaan yang ikhlas, bukannya sok bertanya biar dapat kenalan. Apa jadinya kalo aku ngasih pertanyaan kayak gini, &#8220;mbak&#8230;<strong>maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?</strong> (<em>salah satu judul cerpen hamsad rangkuti</em>)&#8221; <span id="more-364"></span></p>
<p>Aku jadi bingung sendiri, lalu tanya ma diri sendiri, &#8220;apa aku ini tak kasat mata ya? ato gaya bahasaku yang kurang elegan ya? ato jangan-jangan aku ini terlalu ngguuuaaanteng, sampe si mbak silau dengan ke-ngguuuaaanteng-anku, saking silaunya sampe dia nggak bisa ngeliat aku? <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/cool.png' alt='Cool' title='Cool' class='tse-smiley' /> &#8220;. Harusnya aku sadari itu sedari dulu, dan bertanya ke mbak itu lewat puisi.</p>
<blockquote><p>puisi buram di kahyangan<br />
elok menjelma kala senyummu<br />
jarimu yang menjaring sapa<br />
tengokmu menyapu bianglala<br />
adalah kuntum yang kokoh di savana<br />
wahai si mbak nan anggun melenggang<br />
sudikah bibir itu bernada?<br />
sekedar menjawab tanya<br />
arah mana kiranya jalan kapten japa? <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/wink.png' alt='Wink' title='Wink' class='tse-smiley' /></p></blockquote>
<p>ciieeehhh&#8230;.seluloid! Itu dulu, sepuluh tahun yang lalu. Di tahun itu, masa-masa awal di bali aku lewati dengan susah payah. Tapi aku nggak sendiri, banyak juga teman-teman senasib yang juga harus melaluinya, bahkan ada seorang teman yang mencoretkan di dinding kamar rumah kontrakannya, <strong>&#8220;IBU TIRI TAK SEKEJAM BALI&#8221;</strong>. Dalam hati aku menimpali, &#8220;bukan bali yang kejam, dompet lo aja yang kurang pengertian&#8221;. Bukan cuma dompetmu kawan, dompetku juga sering banget kurang pengertian sampe aku bikin puisi ini</p>
<blockquote><p>di sini ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di sana ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di mana-mana ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di mana tak ada malaikat?<br />
di dalam dompetku<br />
mungkin&#8230;<br />
habis&#8230;&#8230; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p></blockquote>
<p>Tapi dompetku yang dulu lain sama yang sekarang. Dompetku 10 tahun yang lalu cuma berisi KTP, selembar kartu ATM, dan STNK motor. Saking tipisnya dompetku yang dulu sampe bisa dijadiin pembatas buku. Kalo sekarang ada tambahan SIM, kartu nama bikinan sendiri, NPWP yang bikinnya karna keterpaksaan, dan kartu jamsostek yang belum jelas manfaatnya. Tapi ada juga yang nggak berubah dari dompetku, yaitu nggak pernah ada foto rani julianti, ehh.. maksudku foto cewek narsis di dalamnya. Bukannya dendam karna pernah dicuekin sama si mbak yang lenggang kangkung di kreneng. Kalo si mbak kebetulan baca tulisan ini, &#8220;sing napi-napi mbok&#8230;.aku maklum kok mbak, mungkin mbak takut diapa-apain ma aku, soalnya di terminal kan rawan, apalagi buat seorang perawan. Di mana-mana banyak orang yang gak jelas, seperti tulisan ini, atau orang yang nulis ini.&#8221;. Tapi semoga yang baca tulisan ini sampe abis gak ikut-ikutan gak jelas.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/" title="Terbiasa korupsi">Terbiasa korupsi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karina</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/10/karina/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/10/karina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Karina, jangan berhenti bersikap seperti sekarang. Setidaknya senyum genitmu bisa mempercantik ruang gelap dalam ‘lukisan yang paling indah’-mu. Tawa ceriamu bisa menambal ‘mutiara tiada tara’-mu yang sedang retak. Suaramu yang bersenandung bisa menghadirkan malaikat untuk mengisi kekosongan dalam ‘harta yang paling berharga’-mu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Karina" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/10/karina.jpg" alt="Karina" width="400" height="300" /></p>
<p>Namanya karina (nggak tau udah bener pakai “K” atau pakai “C”). Sudah beberapa hari belakangan saya melihatnya sering stand by di warung ABC sebelah selatan kantor. Umurnya memang 5 tahun dan masih duduk di bangku TK, tapi kalau urusan bersolek nggak kalah sama cewek kuliahan atau ibu-ibu PKK. Sudah bisa narsis (ssstt…ada yang bilang kalau <a title="narsis itu sehat" href="http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/09/18/narsis-itu-sehat/" target="_blank">narsis itu sehat</a>), dan suka melempar senyum kepada siapa saja, sampai yang dilempar senyum merasa kalau dia orang paling cakep di dunia. Padahal di balik senyumnya itu, tersimpan polemik rumah tangga yang belum lama menimpanya, yang membuat dia terpaksa mengungsi ke warung mbah-nya untuk sementara, entah sampai berapa lama.</p>
<p>Mendengar cerita keluarganya, lagi-lagi saya merasa bersyukur bahwa saya dikaruniai sebuah keluarga yang anggotanya saling menyayangi, meskipun satu sama lain jarang sekali mengungkapkan perasaannya dengan kalimat ‘I love you’ atau ‘aku sayang kamu’. Tapi juga bukan berarti keluarga saya seratus persen akur. Keributan memang kadang-kadang terjadi, tapi nggak sampai memicu munculnya UFO (piring terbang) melayang di udara atau sampai timbul perang baratayuda. Bukan hidup namanya kalau nggak ada perselisihan, bahkan di dalam satu individu saja sering ada perselisihan, di mata pelajaran sosiologi SMA dulu istilahnya konflik batin (nggak tau sekarang istilahnya masih sama atau sudah berubah).</p>
<p>Karina, jangan berhenti bersikap seperti sekarang. Setidaknya senyum genitmu bisa mempercantik ruang gelap dalam ‘lukisan yang paling indah’-mu. Tawa ceriamu bisa menambal ‘mutiara tiada tara’-mu yang sedang retak. Suaramu yang bersenandung bisa menghadirkan <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="bertemu malaikat">malaikat</a> untuk mengisi kekosongan dalam ‘harta yang paling berharga’-mu.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/10/karina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 17:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya, ke sana seharusnya saya pulang setidaknya tiap lebaran. Tapi idul fitri tahun 1430H ini saya tidak menunaikannya. Bukan karena tidak ada dana untuk pulang, atau waktu yang tidak mengijinkan, juga bukan karena malu karena belum punya gandengan dan gendongan. Tapi lebih karena saya tidak ingin terjebak dalam tradisi mudik yang menurut saya agak dipaksakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya, ke sana seharusnya saya pulang setidaknya tiap lebaran. Tapi idul fitri tahun 1430H ini saya tidak menunaikannya. Bukan karena tidak ada  dana untuk pulang, atau waktu yang tidak mengijinkan, juga bukan karena malu karena belum punya gandengan dan gendongan. Tapi lebih karena saya tidak ingin terjebak dalam tradisi mudik yang menurut saya agak dipaksakan. Itu saja. Dan jumlah pemudik sepeda motor dari tanah bali menuju tanah <a href="http://manikarum.com/2009/07/dari-inggris-ke-jawa/" title="dari inggris ke jawa">jawa</a> terpaksa harus berkurang satu karena ketidakhadiran saya. Tapi the show must go on, ada saya apa tidak, itu tidak berpengaruh. Para pemudik itu, dengan sadar mengetahui bahwa perjalanan mereka tidak akan mulus, terutama di pelabuhan gilimanuk mau menyeberang ke pelabuhan ketapang banyuwangi, tapi mereka seperti sudah kehilangan kapoknya, &#8220;yaa&#8230;setahun sekali mas&#8221;.</p>
<p>Saya masih ingat pengalaman tahun kemarin. Ketika itu saya berangkat naik motor dari denpasar sekitar jam 5 pagi bersama seorang kawan. Setelah diselingi beberapa kali istirahat di tempat grak..!, akhirnya sampai juga di area pelabuhan gilimanuk sekitar jam 10. Di depan saya sudah terlihat berjubelan pemudik sepeda motor yang sudah tiba  lebih dulu di TKP entah dari jam berapa. Prediksi saya, paling 3 atau 4 jam pasti sudah naik kapal. Tapi prediksi jauh meleset. Sekitar jam 9 malam, saya bersama motor yang tidak pernah mengeluhkan pantat saya yang keras dan berkali-kali saya kasih kentut baru dapat kesempatan naik kapal, dan sekitar 1 jam berikutnya saya sudah menginjak tanah jawa. Sesampai di banyuwangi, kawan saya mengajak untuk menginap dulu di hotel barang semalam, daripada nanti kehilangan keseimbangan di jalan. Usulan saya terima, karena saya sendiri juga memang kepayahan.</p>
<p>Saya juga masih ingat ketika masih terjebak di barisan antrian. Saya mendengar cas cis cus kalau ada bayi yang meninggal di gendongan ibunya, dan cas cis cus itu memang benar adanya. Dengan mata sendiri, saya juga melihat ada 3 orang pingsan di atas motor. Bahkan ibu tiri pun tak sekejam tradisi mudik. Tapi dasar orang jawa, dapat musibah yang bagaimanapun, tetap masih untung, untung waktu ngantri tidak turun hujan batu, atau untung kapalnya tidak tenggelam. Kalaupun kapalnya tenggelam (semoga tidak pernah terjadi), masih untung tenggelamnya di air, bukan di pasir hisap. Sehingga tetap saja lebaran berikutnya mereka tidak kehilangan semangat mudik. Memang, pada waktu lebaran akan ada begitu banyak cinta sehingga kita bisa tenggelamnya di dalamnya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">&#8220;Selamat hari raya idul fitri buat para pemudik, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah selalu menyertai perjalanan mudik kalian. Buat yang bukan pemudik, selamat hari raya idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin juga.&#8221;</span></p>
<p>Sebenarnya ada pertanyaan yang ingin saya ajukan buat para pemudik. Apakah mudik itu mereka lakukan benar-benar karena rindu dengan kampung halaman dan ingin sungkem dengan keluarga? Atau karena mengikuti tren saja, takut di-cap sebagai malin kundang oleh tetangga dan kerabat kalau tidak sowan ke kampung halaman? Mungkin ada juga orang yang benar-benar rindu dengan kampung halaman, tapi karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan, mereka merayakan lebaran tidak bersama sanak saudara.</p>
<p>Mungkin itu yang dirasakan oleh 11 keluarga yang pernah saya jumpai di sebuah hotel di cakranegara mataram, pulau lombok. 11 keluarga itu merupakan pengungsi dari irak, dan hampir semua anak-anak mereka itu masih kecil. Menurut pengelola hotel, mereka sudah 2 tahun menghuni di situ dengan dibiayai oleh PBB, entah sampai kapan. Selama 3 hari 3 malam menginap di hotel itu, saya perhatikan mereka selalu terlihat bahagia, bahkan selalu tersenyum dan bertingkah genit kalau berpapasan dengan saya. Beberapa kali mereka menghampiri dan mencoba mengajak bicara, tapi karena tidak mengerti bahasa mereka, saya cuma manggut-manggut saja. Sebenarnya saya ingin membawa pulang salah satu diantara mereka, tapi tentu saja mereka adalah <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="bertemu malaikat (bag 2)">malaikat</a> kecil bagi orang tua mereka. Mereka adalah harta yang paling berharga bagi orang tua mereka, dan saya tidak ingin merampasnya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">&#8220;Selamat hari raya idul fitri buat kalian, anak-anak pengungsi dari irak. Mohon maaf kalau aku punya kesalahan waktu itu. Sungguh senyum kalian tidak hanya membahagiakan diri kalian sendiri, tapi juga membahagiakan aku dan membuatku mensyukuri kehidupan masa kecilku. Doaku untuk kalian.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="pengungsi irak di cakranegara" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/pengungsi-irak-di-cakranegara1.jpg" alt="pengungsi irak di cakranegara" width="200" height="267" /><img style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="pengungsi irak di cakranegara" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/pengungsi-irak-di-cakranegara2.jpg" alt="pengungsi irak di cakranegara" width="200" height="267" /></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat (bag 2)</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 07:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari setelah saya menulis bertemu malaikat, seorang teman yang belum terlalu lama saya kenal datang berkunjung. Di satu momen teman saya bercerita tentang ustadz yusuf mansur yang secara tidak sengaja dia tonton di salah satu kanal TV. Di situ si ustadz ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Ustadz pernah dipenjara sampai dua kali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/bertemu-malaikat2-300x221.jpg" alt="bertemu-malaikat2" title="bertemu-malaikat2" width="300" height="221" class="alignleft size-medium wp-image-303" />
<p>Beberapa hari setelah saya menulis <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat">bertemu malaikat</a>, seorang teman yang belum terlalu lama saya kenal datang berkunjung. Di satu momen teman saya bercerita tentang ustadz yusuf mansur yang secara tidak sengaja dia tonton di salah satu kanal TV. Di situ si ustadz ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Ustadz pernah dipenjara sampai dua kali, dan ketika berada di penjara itulah dia mendapatkan pengalaman yang mungkin menjadi sebuah titik balik baginya. Suatu saat ketika ustadz merasa sangat lapar, dia mendapatkan sepotong roti. Sebelum disantapnya roti itu, ustadz melihat segerombolan semut berparade di lantai. Ustadz mengira kalau semut-semut itu pasti sangat kelaparan, sehingga roti itu pun tidak jadi dimakan dan malah ditaruh di lantai supaya semut-semut itu bisa mengganyangnya. Ustadz yang masih lapar ini telah memberikan rejekinya untuk makhluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia, dan yang ustadz pikir mungkin lebih kelaparan daripada dirinya sendiri. Ternyata tidak lama setelah itu, seorang penjaga datang dan bertanya kepada ustadz, “udah makan belum lo?”. Ustadz pun menjawab belum. Penjaga tadi langsung menyodori ustadz dengan makanan yang nikmatnya mungkin melebihi nikmat dalam sepotong roti. Dan dari situ, pandangan sang ustadz tentang kehidupan mulai berubah.</p>
<p><span id="more-302"></span></p>
<p><a href="http://manikarum.com/about-2/" Tentang Manik Arum">Saya</a> sendiri tidak menonton acara di TV itu, tapi kira-kira seperti itulah yang diceritakan oleh teman saya yang notabene bukan seorang muslim. Pak adel di <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat">tulisan saya sebelumnya</a> juga sempat menceritakan masa lalu ustadz yusuf mansur yang kelam.</p>
<p>Dan sepulang teman saya, saya yang memang suka berpikir jadi kepikiran lagi, “Mungkinkah malaikat menjelma menjadi binatang?”. Cicak yang nangkring di dinding kamar langsung menyahut, “Ya nggak mungkin laahh…binatang kan gak punya kehendak bebas. ngapain juga tuhan repot-repot ngutus malaikat menjelma jadi binatang. tinggal kasih memo, disuruh apa aja mau tu semut, lain ama lo…”.</p>
<p>“Oo iya yaa…kadang-kadang pinter juga lo cak”. Cicak menyambung lagi, “Jadi manusia itu repot, memiliki kehendak bebas yang luar biasa besar tanggung jawabnya. Dengan kehendak bebas, manusia bisa berkata ‘tidak’ kepada tuhan, dan dengan kehendak bebas pula manusia bisa berkata ‘ya’ kepada tuhan.” <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">Saya</a> hanya manggut-manggut mendengarkan cicak berkicau. “Jangan manggut-manggut aja lo…kayak orang-orangan sawah aja. Nih ada sepenggal <a href="http://manikarum.com/category/petuah/" title="Kategori Petuah">petuah</a> bagus dari seorang sastrawan inggris, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/C._S._Lewis" target="_blank" title="C.S. Lewis di Wikipedia">C.S. Lewis</a>, <em><strong>free will is what made evil possible. why then did God give creatures free will? Because free will, though it made evil possible, is the only thing that made possible any love or goodness or joy worth having.</strong></em>”. “Busyet! Bisa ngoceh inggris juga lo cak… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/bug-eyes.png' alt='Eek!' title='Eek!' class='tse-smiley' />”</p>
<p>Belum puas juga cicak yang satu ini berceramah. “Makanya kamu jangan bersikap baik ama atasan aja, ato calon mertua, ato warung sebelah yang sering lo ngutang. Kamu gak pernah nyangka kapan kamu bakalan ketemu malaikat. So, perlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti kamu mengharapkan orang lain memperlakukanmu.”</p>
<p>Selesai berceramah, si cicak buang hajat di atas kasurku, warnanya hitam seperti bubur ketan hitam yang baru masak. Dalam hati dongkolnya bukan main, pingin banget nonjok mukanya. Sambil berlari menjauh, si cicak berteriak “awas lo… gak boleh marah, gue kan makhluk ciptaan tuhan juga.” <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/alien.png' alt='Alien' title='Alien' class='tse-smiley' /></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat?</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 13:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman di facebook pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali. Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-298 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="malaikat-spongebob" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/malaikat-spongebob.jpg" alt="bertemu-malaikat" width="114" height="81" />Seorang teman di <a href="http://manikarum.com/2009/07/facebook-berubah/" title="Facebook Berubah">facebook</a> pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali.</p>
<blockquote><p>Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 September, sementara cek di pelabuhan kapal tidak ada yang jalan. Kepasrahan adalah satu-satunya jalan untuk meredam semuanya padahal galau di hatiku tak bisa kusembunyikan karena hari itu sebenarnya harus segera tiba di denpasar.</p>
<p>Airmataku rasanya udah mau jatuh ketika tiba-tiba seorang kontributor salah satu TV swasta yang tidak pernah kenal sebelumnya mampu menawarkan solusi dan mampu menembus ke pimpinan bandara hanya untuk mendapatkan tiket agar aku bisa segera keluar dr pulau itu. Benar-benar suatu keajaiban yang tak pernah terlupakan dalam sejarah hidupku.</p>
<p>Bahkan sampe sekarang pun masih belum percaya klo udah tiba kembali di denpasar karena sebelumnya terbayang pasti awal september baru tiba&#8230;</p>
<p>Ternyata setelah ditelusuri tiket pesawat udah dibooking jauh-jauh hari oleh para turis yang mau ke pulau Komodo&#8230;</p>
<p>Tuhan ternyata Kau ulurkan tangan-Mu lewat dia. Terima kasih Tuhan,</p>
<p>Terima kasih Sahabatku, Lanjutkan karya dan perjuanganmu.</p></blockquote>
<p>Itulah pengalaman teman saya. Sekarang giliran saya. Saya juga punya pengalaman yang mungkin senada, meski tidak seseru dan sedramatis dengan cerita di atas.<span id="more-296"></span></p>
<p>Di suatu siang yang panas mengganas (sengaja pake majas hiperbola…biar waahh gitu… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /> ), saya berkunjung ke sebuah toko obat kecil di Buduk yang berada di daerah sub-urban Badung <a href="http://www.62-361.com/" target="_blank" title="Seputar Bali">Bali</a>. Di situ, saya dilayani oleh seorang bapak (sebut saja pak adel) yang menurut perkiraan saya umurnya sekitar 50-55 tahun. Sebelumnya saya sering ke sana paling tidak dua minggu sekali, tapi selama sekian kali saya tidak pernah menjumpai pak adel, dan di akhir perjumpaan saya baru tahu kalau pak adel itu ternyata owner dari toko obat itu.</p>
<p>Karena saya tidak pernah bertemu beliau sebelumnya, di awal perjumpaan saya memperkenalkan diri sebagai ‘duta’ dari sebuah perusahaan farmasi. Pak adel menyambut ramah dan bersikap open-minded ketika proses interaksi antara saya dan beliau lebih didasari atas kepentingan saya yang ingin melaksanakan tugas. Setelah saya bicara panjang tambah lebar dikali dua sama dengan keliling, subjek pembicaraan sekarang beralih mengenai pribadi pak adel. Beliau bercerita banyak tentang pengalamannya semasa masih hidup di Jakarta dan setelah hijrah ke Denpasar. Sewaktu masih muda, beliau ternyata juga seorang detailer dan beberapa kali pindah perusahaan sebelumnya akhirnya hinggap di Denpasar dan membangun ‘kerajaan kecil’-nya sendiri. Meski usia sudah lanjut, tapi beliau ……(uppsss….penting ya ngomongin yang ini? Kayaknya nggak deeh…. <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/neutral.png' alt='Neutral' title='Neutral' class='tse-smiley' />).</p>
<p>Baiklah. Setelah beliau sedikit mem-biografi-kan dirinya, beliau kemudian bertanya pada saya apakah saya ini seorang pemeluk islam. Saya menjawab ya, setidaknya itu yang tertulis di KTP. Beliau bertanya lagi, “Kalau hari jum’at biasanya sholat jum’at di mana dik?”. Saya menjawab tidak tentu (maksudnya ya nggak tentu,….kadang sholat kadang enggak…). Beliau berkata lagi, “Sebentar dik, saya mau menawarkan sesuatu.”, setelah itu beliau masuk ke ruangan bagian dalam. Dalam hati saya berkata “#*&amp;@%$”, saya berkunjung ke sini mau menawarkan sesuatu, lha kok sekarang beliau yang berbalik menawarkan sesuatu pada saya. Saya menduga kalau beliau itu mau menawarkan bisnis sampingan semacam MLM, viral marketing atau mungkin asuransi.</p>
<p>Tidak sampai lama menunggu, pak adel keluar sambil membawa semacam bulletin yang dikemas seadanya. Bulletin yang terdiri dari 10 halaman itu ditunjukkan pada saya. Di sampul depannya, ada gambar ustadz yusuf mansur (dengan gaya yang itu-itu aja..pokoknya gak banget deh… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' />, &#8211; piss pak ustadz -). Di atas gambar, tertulis judul bulletin “NIKMATNYA SEDEKAH Bersama Ustadz Yusuf Mansur”. Saya mulai berimajinasi, “wah…jangan-jangan ustadz yusuf ni mau bikin perusahaan buat nyaingi manajemen qalbu-nya aa gym”. Saya berpikir untuk mencari alasan supaya bisa cepat menghindar dari situasi yang genting ini. Tapi sebelum saya mendapatkan alasan, pak adel mulai bicara. Beliau bercerita tentang sedekah, sejauh apa sedekah mempunyai kekuatan untuk mengubah hidup kita, sejauh apa sedekah bisa mengangkat hidup seseorang, bagaimana sedekah secara ajaib bekerja menyelesaikan masalah seseorang, bagaimana keinginan bisa mudah dicapai dengan bersedekah, dsb. Tidak terasa saya sudah mendengarkan ceramah pak adel sampai selesai. Dan dari semua yang diucapkan beliau, tidak sekalipun mengandung ajakan untuk daftar ini itu, ikut pertemuan ini itu, atau membeli ini itu. Beliau cuma mengajak untuk bersedekah, jangan ditunda. Saya sadar kalau saya ini sering menunda untuk bersedekah. Saya sering merasa penghasilan saya belum cukup untuk disedekahkan, sehingga menunggu penghasilannya naik dulu baru bersedekah. Setelah penghasilan naik, tetap saja selalu ada alasan untuk menunda, untuk bayar tagihan kk dulu atau bayar utang ke teman dulu, dan begitu terus.</p>
<p>Waktu itu saya tidak membaca semua isi bulletin. Saya cuma membaca halaman depan dan halaman paling belakang. Di halaman terakhir bulletin tersebut, tercantum nama penyusunnya. Saya sedikit kaget ketika membacanya, ternyata yang menyusun adalah pak adel sendiri. Untuk memastikan, saya bertanya langsung ke beliau, “ini yang bikin bapak sendiri?”. Pak adel membenarkan. Saya tanya lagi, “terus kenapa di covernya yang ditempel gambar yusuf mansur, apa hubungannya ma dia?”. “saya pinjam nama dan fotonya aja. kalau saya kasih gambar saya, orang-orang pasti banyak yang gak percaya. tapi saya banyak mengutip dari ceramah-ceramahnya dia di tv”. Ooo…</p>
<p>Akhirnya, saya merasa sudah terlalu lama berada di situ, padahal kerja saya belum selesai. Setelah saya berujar mau pamit, pak adel meminta saya untuk menyimpan bulletin tersebut dan berpesan untuk tidak menunda-nunda sedekah. Sudah, begitu saja. Titik.  Selama perjalanan, saya terus bertanya-tanya, “apa iya orang ini malaikat?”. Saya baru bertemu dan mengenal orang ini, tapi orang ini langsung mengajak saya untuk berbuat sesuatu yang menurut saya seharusnya disampaikan oleh orang tua, saudara, guru atau sahabat. Dan yang perlu dicatat, orang ini tidak mendapatkan keuntungan apapun dari apa yang sudah dia perbuat dan sampaikan pada saya.</p>
<p>Memang Tuhan selalu bekerja dengan cara yang sangat misterius, dan saya tidak tahu apakah pak adel ini malaikat kiriman Tuhan atau orang yang lagi serius latihan untuk mengikuti kontes dai kondang. Tapi kalau beliau ini memang malaikat, saya jadi teringat berapa banyak pengemis-pengemis yang pernah saya cueki, jangan-jangan salah satu diantara mereka adalah jelmaan malaikat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

