<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; pengalaman</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/pengalaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 15:58:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Cita-cita saya ingin jadi pengemis</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 04:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, "besok kalau sudah besar mau jadi apa?", "cita-cita saya ingin jadi pengemis". Ibu guru pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harus saya akui, <a href="http://manikarum.com/" title="Blog e Manik Arum">saya</a> ini orangnya agak pilih-pilih kalau mau ngasih sedekah ke pengemis. Kalau pengemisnya ibu-ibu yang menggendong anaknya yang masih balita atau laki-laki yang masih perkasa walaupun gak minum obat kuat, saya ogah ngasih. Bukan karena saya ada keturunan pak ogah, tapi pertama karena saya berpikir, apa ya pantas kalau saya ngasih ke pengemis laki-laki yang mungkin masih kuat kalau disuruh mengayuh becak bangil-surabaya pp (via tol). Yang kedua, pengemis ibu-ibu yang menggendong bayinya, ini yang saya lebih gak suka lagi, kenapa harus mengajak bayinya untuk meminta-minta? Mungkin dikiranya orang akan lebih kasihan karena lihat bayinya? Orang lain mungkin, kalau saya&#8230;.NO WAY! Dalam hati saya berpikir, &#8220;kenapa gak dijual aja bayinya sekalian?&#8221; Mungkin kalau ada orang yang teramat baik hatinya mau mengasuh bayinya itu sampai besar, sepertinya si ibu tidak akan mau memberikannya. Mungkin bukan karena sayang, tapi karena dia takut kehilangan ujung tombak dalam mencari nafkah, seperti tuan krab yang takut kehilangan <a href="http://manikarum.com/2009/09/sponge-who-could-fly/" title="Sponge who could fly">spongebob</a>.</p>
<p>Pernah ada seorang pengemis yang datang ke kantor, seorang anak perempuan. Waktu itu saya kasih sekedarnya. Tidak berselang lama, datang lagi 2 orang, seorang bapak-bapak yang masih terlihat segar bugar bersama seorang anak laki-laki. Wah kalau ini keterlaluan, ini orang gak bisa nyari kerja atau memang gak mau kerja? Saya cuekin aja, saya gak mau berbohong dengan mengatakan &#8220;gak ada pak&#8221;. Tapi orang ini masih saja menunggu. Beberapa saat kemudian, teman sekantor saya menawari orang itu untuk kerja di desa mengurus kebunnya. Tapi orang itu diam saja, tidak mengatakan mau, juga tidak mengatakan tidak mau. Dalam hati saya berpikir, &#8220;ini orang  dasarnya emang males, gak mau kerja. kalau dia mau kerja, dia pasti terima tawaran teman saya, kan kesempatan belum tentu datang dua kali&#8221;.<span id="more-443"></span></p>
<p>Tapi itu bukan urusan saya. Barangkali pihak yang berwenang juga capek mengurusi. Satu waktu mereka ditertibkan, diberi penyuluhan dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Tapi gak berapa lama ujug-ujug nongol lagi di kota. Mungkin bukan salah yang ngasih penyuluhan, pak Mario Teguh sekalipun kalau diundang untuk mengisi acara penyuluhan belum tentu bisa menyadarkan pengemis-pengemis itu, bisa-bisa cuma bikin tambah lebar lapangan udara di bagian depan kepalanya (<em>piss pak mario hehehehh&#8230;..kabarnya luigi gimana pak?</em>).</p>
<p>Pernah juga, jam 12 malam lewat sewaktu saya nongkrong di pinggir sebuah jalan di kota denpasar, ada sebuah taksi berhenti tidak jauh dari tempat saya nongkrong. Saya menduga yang keluar pasti kupu-kupu malam, walaupun di daerah itu bukan tempat mangkalnya. Tapi ternyata saya keliru, dan saya pun mendendangkan lagunya Ruth Sahanaya (<em>&#8230;&#8230;namun ku keliru telah membunuh cinta dia dan dirimu&#8230;..</em>). Saya tercengang, ternyata <a href="http://manikarum.com/2010/02/suara-jelek-aja-nggaya/" title="Suara jelek aja nggaya">suara saya jelek</a> abisss&#8230;&#8230; maksudnya, saya tercengang karena ternyata yang keluar dari taksi itu adalah pengemis perempuan bersama 1 anak perempuan dan 1 bayi yang digendongnya. Dalam hati saya berpikir, &#8220;negara macam apa ini? pengemis aja naik taksi, seperti pekerja kantoran yang habis kerja lembur&#8221;. Kalau ada yang berpikir ini fitnah, silahkan. Tapi saya yakin saya melihat dengan mata sendiri. Dan dari informasi yang saya dapat, ternyata di daerah itu ada semacam basecamp-nya pengemis. Tidak jelas apakah mereka tinggal di situ secara independen atau ada semacam koordinator atau penadahnya. </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/08/pengemis.jpg" alt="cita-cita saya ingin jadi pengemis" /></p>
<p>Dalam hati saya berpikir lagi, hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, &#8220;besok kalau sudah besar mau jadi apa?&#8221;, &#8220;cita-cita saya ingin jadi pengemis&#8221;. <a href="http://manikarum.com/2010/04/guru-ketok-magic/" title="Guru ketok magic">Ibu guru</a> pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan. Horeeeee&#8230;.. tepuk tangan donk</p>
<p>Tepuk tangan juga buat bapak Mario Teguh yang memperkenankan (<em>emang kapan minta izinnya ya???</em>) tulisannya saya kutip,</p>
<blockquote><p>REZEKI SUDAH DITETAPKAN OLEH TUHAN, BUKAN PADA JUMLAHNYA, TAPI PADA CARANYA.<br />
Dia yang malas, dimalasi oleh rezeki.<br />
Dia yang baik hati, rajin dan jujur &#8211; sering dikunjungi oleh rezeki yang kangen.<br />
Dan dia yang bermanfaat bagi sesama, rezekinya langsung dan khusus menjadi urusan Tuhan.<br />
SEBELUM MENYALAHKAN REZEKI, sebaiknya kita MEMERIKSA KETEPATAN SIKAP.<br />
KITA adalah JIWA YANG ASLINYA BEREZEKI BAIK.</p></blockquote>
<p>Setelah <a href="http://manikarum.com/" title="Blog e Manik Arum">saya</a> pikir-pikir lagi, di atas saya berulang kali mengatakan &#8220;dalam hati saya berpikir&#8221;. Padahal yang dipakai mikir kan otak ya&#8230;apa <a href="http://manikarum.com/2009/08/otak-kiri-atau-kanan/" title="Otak kiri atau kanan">otak</a> saya terlalu malas untuk diajak berpikir?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 14:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Tapi ternyata dia ini pantang menyerah -harusnya dia hidup di zaman kolonialisme, atau jadi tentara nippon sekalian biar gak gampang menyerah pada sekutu-. Sekali sudah saya beritahu kalau saya ini bukan gay, dan saya gak ada rencana untuk jadi gay, setahun lagi, 5 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sampai mati saya gak ada rencana untuk jadi gay. Naudzubillah mindzalik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita yang sama sekali gak penting, meski nyata. Lima hari yang lalu, ada nomor tak terdaftar di phonebook menelpon ke hape saya. Setelah saya angkat, ternyata cowok dan dia bertanya saya ini siapa. Saya jawab ‘kiki’, lalu saya tanya balik namanya. Dia menyebut namanya dan mengatakan kalau dia salah sambung. Ya sudah, itu biasa. Tiga jam setelah itu, nomor yang sama mengirim SMS. Dia memanggil saya dengan nama belakang saya, padahal hanya orang-orang terdekat yang tahu nama paling belakang saya. Dan setelah saya baca, ternyata isi pesannya gak sopan, jadi gak bisa saya tempel di sini. Tapi dari pesannya itu, saya menangkap kesan kalau orang ini gay. Karena gak suka dengan isi pesannya, saya gak membalas dan pesannya langsung saya hapus. Malam harinya, nomor yang sama sms lagi, dia memperkenalkan diri dan bilang kalau tadi dia salah kirim sms. Dua kali dia sms, dan saya gak balas sama sekali. Dia juga sempat menelpon, tapi saya cuekin. Keesokan harinya, dia menelpon lagi. Kali ini saya terima. Dia memperkenalkan diri lagi, begitu juga saya. Kemudian dia menanyakan hal-hal yang menurut saya kurang lumrah ditanyakan kepada orang yang baru dikenal. Saya jawab sekedarnya dan mengatakan saya lagi sibuk jadi gak bisa lama-lama terima telpon yang gak penting. Malam harinya dia nelpon lagi, saya angkat tapi gak ngomong, hape saya taruh di lantai. Keesokan harinya lagi, kemuakan saya mencapai puncaknya. Dia mengirim MMS yang isinya foto alat kelaminnya, diberi keterangan kalau itu kepunyaan dia. Nggilani puooolll…… saya mau muntah tapi gak ada yang bisa dimuntahkan, kecuali kemuakan. Saya langsung balas, “fuck your self!aku bukan gay”. Tapi ternyata dia ini pantang menyerah -harusnya dia hidup di zaman kolonialisme, atau jadi tentara nippon sekalian biar gak gampang menyerah pada sekutu-. Dia kirim sms lagi, isinya lebih persuasif dan penuh rayuan. Saya gak balas, dan dia kirim mms lagi. Tapi kali ini saya gak buka mms dari dia, melainkan langsung saya hapus. Tapi dasar keras kepala, keesokan harinya dia nelpon lagi, tapi gak saya gubris. Dan dia kirim mms lagi.…. dan lagi. Tapi lagi-lagi langsung saya hapus.</p>
<p>Sekali sudah saya beritahu kalau saya ini bukan gay, harusnya dia sadar dan gak gerilya lagi, atau nyari mangsa lain kalau emang udah gak tahan. Dan saya gak ada rencana untuk jadi gay, setahun lagi, 5 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sampai mati saya gak ada rencana untuk jadi gay. Naudzubillah min dzalik.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesian please!</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 16:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Saya jadi berimajinasi, pada waktu bule yang tadi bertanya ke SC dalam bahasa inggris, tiba-tiba si SC menjawab dengan lantang, "indonesian please!!! if you don't, get the fuck out of here!"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu hari, saya pernah mampir ke sebuah apotek di daerah kerobokan badung bali. Setelah saya masuk ke dalam, ternyata di situ ada pembeli yang sedang dilayani sama SC-nya. Saya pun menunggu di ruang tunggu yang kursinya empuk sambil baca koran. Tidak lama, seorang bule cowok muda masuk dan bertanya ke SC dalam bahasa inggris. Karena SC kurang ngeh berbahasa inggris, dia pun memanggil temannya yang ada di dalam. Temannya yang ternyata apoteker dan ngeh bahasa inggris ini akhirnya keluar dan melayani si bule dalam bahasa inggris. Sekitar 5 menit, keperluan si bule pun selesai dan dia pun keluar. </p>
<p>Sambil pura-pura membaca koran, pikiran saya bertanya-tanya, orang indonesia kalau sowan atau hijrah ke luar negeri harus berbahasa inggris ketika berkomunikasi dengan orang sana. Itu bisa dimaklumi, karena orang indonesia di sana statusnya adalah pendatang dan minoritas, jadi mau nggak mau harus menyesuaikan diri. Sedangkan kalau orang bule yang travelling ke indonesia, mereka tetap saja maksa berbahasa inggris kalau berinteraksi dengan orang pribumi. Harusnya mereka berbahasa indonesia donk&#8230;..mereka kan tamu di sini, syukur-syukur kalau mereka bisa berbahasa bali. Sama seperti saya sebagai orang jawa yang merantau ke bali. Kan nggak mungkin kalau saya berinteraksi dengan orang bali menggunakan <a href="http://manikarum.com/2009/07/dari-inggris-ke-jawa/" title="Dari inggris ke jawa">bahasa jawa</a>. <span id="more-373"></span></p>
<p>Seseorang pasti berdalih, bahasa inggris kan bahasa universal yang sudah diterima oleh penduduk bumi sebagai bahasa internasional. Karena agak merepotkan kalau setiap negara memaksakan bahasanya sendiri-sendiri ketika berinteraksi dengan negara yang berbeda bahasa. Seperti bahasa indonesia yang menjadi bahasa nasional di indonesia, bahasa nasional itulah yang dipakai ketika ada orang jawa berinteraksi dengan orang bali. Di indonesia, itulah bahasa pemersatu seluruh suku yang ada di nusantara. Bahasa inggris mungkin juga diakui sebagai bahasa pemersatu seluruh penduduk bumi. Tapi kenapa harus bahasa inggris? Menurut wikipedia, sebagian besar populasi manusia berdiam di benua asia (61%), sisanya berada di Amerika (14%), Afrika (13%), Eropa (12%), dan hanya 0.3% di Australia. Seharusnya ya bahasa mayoritas di asia itu yang ditetapkan sebagai bahasa universal, yang penggunanya lebih banyak. Kalau bahasa inggris jadi bahasa internasional, enak donk bayi-bayi yang lahir di negara yang berbahasa inggris, tidak perlu belajar lagi, sebab dari kecil sudah dididik berbahasa inggris. Lha kita-kita ini yang dari kecil dibesarkan dengan bahasa indonesia atau malah bahasa daerah, harus belajar lagi ngomong inggris biar bisa berkomunikasi dengan orang luar. Tapi biar bagaimana, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang lebih punya kesempatan menguasai dunia. Mungkin karena itulah bahasa inggris bisa semena-mena jadi bahasa internasional. </p>
<p>Saya jadi berimajinasi, pada waktu bule yang tadi bertanya ke SC dalam bahasa inggris, tiba-tiba si SC menjawab dengan lantang, &#8220;<strong>speak in indonesian please!!! if you don&#8217;t, get the fuck out of here!</strong>&#8221;</p>
<p>Ada lagi fakta yang cukup menarik yang saya baca di <a href="http://en.blog.wordpress.com/2009/12/08/november-wrap-up-3/" target="blank" title="November Wrap-Up">November Wrap-Up</a>, per bulan november 2009, ternyata bahasa indonesia menempati urutan ketiga sebagai bahasa terbanyak pembangun blog di wordpress.com (tidak termasuk bahasa inggris), yaitu sebanyak 4,5% di bawah bahasa spanyol (7,6%) dan portugis (4.6%).</p>
<p><img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/bendera.png' alt='Bendera' title='Bendera' class='tse-smiley' /> </p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/genuine/" title="GENUINE">GENUINE</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/04/guru-ketok-magic/" title="Guru ketok magic">Guru ketok magic</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/the-end/" title="The end">The end</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/putus-cinta/" title="Putus cinta&#8230;">Putus cinta&#8230;</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Postingan nggak jelas blas</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 12:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo tak perhatiin lama-lama, penampilan blogku ini beneran ruwet karna banyaknya elemen yang parkir. Ibarat terminal, mungkin seperti terminal bayangan wonokromo ato jembatan merah. Memang tiap elemen parkirnya lumanyun rapi, tapi entah kok seperti berisik banget gak mau diem. Kayak terminal yang penuh bis ma angkot ngetem, klaksonnya bersahut-sahutan bak sayembara burung berkicau, ditambah lagi teriakan kenek yang seolah makai megaphone volume penuh. Begitu juga tampilan blogku ini, tiap elemen seolah saling berteriak minta ditengokin sama pengunjung. Apalagi yang mengandung link, walaah amit-amit&#8230;.sampe rela kulitnya disemir full color, ada yang ijo ndomblong, kuning manyun, dan ada juga yang ungu janda. Suaranya pun nggak kalah kencangnya.</p>
<p>&#8220;mas, klik aku donk&#8230;&#8221;. yang lain menyahut, &#8220;jelek itu mas, mending kesini ae&#8221;. Ada yang bernyanyi sambil menirukan gaya almarhum bang ben, &#8220;dek, di sini aje dek&#8230;.&#8221;, yang nengokin pun menimpali &#8220;ogah ahhh&#8230;di sane aje&#8230;&#8221;. Ada juga yang bergaya genit menirukan ussy, &#8220;ku memang punya trik&#8230;buat kau klik&#8230;.dengan diriku&#8221;. Haduuhh&#8230;kok malah kayak pasar pandegiling di malam hari. &#8220;bukan bli, ini pasar kreneng&#8221;</p>
<p>Ahhh&#8230;jadi teringat kreneng, tempat yang hampir gak ada matinya di denpasar, kalo siang jadi terminal angkot plus pasar, kalo malam jadi pasar senggol plus angkot nangkring. Sekedar tau aja, kreneng ini merupakan titik kedua di denpasar setelah terminal ubung dimana aku menginjakkan kaki ketika pertama kali merantau ke denpasar. Aku juga masih ingat, ketika aku jalan di trotoar setelah keluar dari area kreneng, aku mau nanya jalan ke mbak mbak yang lagi lewat, &#8220;maaf mbak, numpang nanya.&#8221;. Si mbak cuma diam sambil terus berlalu, bahkan menoleh pun enggak. Pertanyaan intinya belum kusampaikan, tapi si mbak udah ngacir aja. Padahal pertanyaan yang mau kusampaikan sangat sederhana, &#8220;kalo mau ke jalan kapten japa lewat mana ya mbak?&#8221;. Udah, itu aja. Dan itu pertanyaan yang ikhlas, bukannya sok bertanya biar dapat kenalan. Apa jadinya kalo aku ngasih pertanyaan kayak gini, &#8220;mbak&#8230;<strong>maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?</strong> (<em>salah satu judul cerpen hamsad rangkuti</em>)&#8221; <span id="more-364"></span></p>
<p>Aku jadi bingung sendiri, lalu tanya ma diri sendiri, &#8220;apa aku ini tak kasat mata ya? ato gaya bahasaku yang kurang elegan ya? ato jangan-jangan aku ini terlalu ngguuuaaanteng, sampe si mbak silau dengan ke-ngguuuaaanteng-anku, saking silaunya sampe dia nggak bisa ngeliat aku? <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/cool.png' alt='Cool' title='Cool' class='tse-smiley' /> &#8220;. Harusnya aku sadari itu sedari dulu, dan bertanya ke mbak itu lewat puisi.</p>
<blockquote><p>puisi buram di kahyangan<br />
elok menjelma kala senyummu<br />
jarimu yang menjaring sapa<br />
tengokmu menyapu bianglala<br />
adalah kuntum yang kokoh di savana<br />
wahai si mbak nan anggun melenggang<br />
sudikah bibir itu bernada?<br />
sekedar menjawab tanya<br />
arah mana kiranya jalan kapten japa? <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/wink.png' alt='Wink' title='Wink' class='tse-smiley' /></p></blockquote>
<p>ciieeehhh&#8230;.seluloid! Itu dulu, sepuluh tahun yang lalu. Di tahun itu, masa-masa awal di bali aku lewati dengan susah payah. Tapi aku nggak sendiri, banyak juga teman-teman senasib yang juga harus melaluinya, bahkan ada seorang teman yang mencoretkan di dinding kamar rumah kontrakannya, <strong>&#8220;IBU TIRI TAK SEKEJAM BALI&#8221;</strong>. Dalam hati aku menimpali, &#8220;bukan bali yang kejam, dompet lo aja yang kurang pengertian&#8221;. Bukan cuma dompetmu kawan, dompetku juga sering banget kurang pengertian sampe aku bikin puisi ini</p>
<blockquote><p>di sini ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di sana ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di mana-mana ada malaikat <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /><br />
di mana tak ada malaikat?<br />
di dalam dompetku<br />
mungkin&#8230;<br />
habis&#8230;&#8230; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p></blockquote>
<p>Tapi dompetku yang dulu lain sama yang sekarang. Dompetku 10 tahun yang lalu cuma berisi KTP, selembar kartu ATM, dan STNK motor. Saking tipisnya dompetku yang dulu sampe bisa dijadiin pembatas buku. Kalo sekarang ada tambahan SIM, kartu nama bikinan sendiri, NPWP yang bikinnya karna keterpaksaan, dan kartu jamsostek yang belum jelas manfaatnya. Tapi ada juga yang nggak berubah dari dompetku, yaitu nggak pernah ada foto rani julianti, ehh.. maksudku foto cewek narsis di dalamnya. Bukannya dendam karna pernah dicuekin sama si mbak yang lenggang kangkung di kreneng. Kalo si mbak kebetulan baca tulisan ini, &#8220;sing napi-napi mbok&#8230;.aku maklum kok mbak, mungkin mbak takut diapa-apain ma aku, soalnya di terminal kan rawan, apalagi buat seorang perawan. Di mana-mana banyak orang yang gak jelas, seperti tulisan ini, atau orang yang nulis ini.&#8221;. Tapi semoga yang baca tulisan ini sampe abis gak ikut-ikutan gak jelas.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karina</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/10/karina/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/10/karina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Karina, jangan berhenti bersikap seperti sekarang. Setidaknya senyum genitmu bisa mempercantik ruang gelap dalam ‘lukisan yang paling indah’-mu. Tawa ceriamu bisa menambal ‘mutiara tiada tara’-mu yang sedang retak. Suaramu yang bersenandung bisa menghadirkan malaikat untuk mengisi kekosongan dalam ‘harta yang paling berharga’-mu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Karina" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/10/karina.jpg" alt="Karina" width="400" height="300" /></p>
<p>Namanya karina (nggak tau udah bener pakai “K” atau pakai “C”). Sudah beberapa hari belakangan saya melihatnya sering stand by di warung ABC sebelah selatan kantor. Umurnya memang 5 tahun dan masih duduk di bangku TK, tapi kalau urusan bersolek nggak kalah sama cewek kuliahan atau ibu-ibu PKK. Sudah bisa narsis (ssstt…ada yang bilang kalau <a title="narsis itu sehat" href="http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/09/18/narsis-itu-sehat/" target="_blank">narsis itu sehat</a>), dan suka melempar senyum kepada siapa saja, sampai yang dilempar senyum merasa kalau dia orang paling cakep di dunia. Padahal di balik senyumnya itu, tersimpan polemik rumah tangga yang belum lama menimpanya, yang membuat dia terpaksa mengungsi ke warung mbah-nya untuk sementara, entah sampai berapa lama.</p>
<p>Mendengar cerita keluarganya, lagi-lagi saya merasa bersyukur bahwa saya dikaruniai sebuah keluarga yang anggotanya saling menyayangi, meskipun satu sama lain jarang sekali mengungkapkan perasaannya dengan kalimat ‘I love you’ atau ‘aku sayang kamu’. Tapi juga bukan berarti keluarga saya seratus persen akur. Keributan memang kadang-kadang terjadi, tapi nggak sampai memicu munculnya UFO (piring terbang) melayang di udara atau sampai timbul perang baratayuda. Bukan hidup namanya kalau nggak ada perselisihan, bahkan di dalam satu individu saja sering ada perselisihan, di mata pelajaran sosiologi SMA dulu istilahnya konflik batin (nggak tau sekarang istilahnya masih sama atau sudah berubah).</p>
<p>Karina, jangan berhenti bersikap seperti sekarang. Setidaknya senyum genitmu bisa mempercantik ruang gelap dalam ‘lukisan yang paling indah’-mu. Tawa ceriamu bisa menambal ‘mutiara tiada tara’-mu yang sedang retak. Suaramu yang bersenandung bisa menghadirkan <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="bertemu malaikat">malaikat</a> untuk mengisi kekosongan dalam ‘harta yang paling berharga’-mu.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/" title="Lebaran Kali Ini Tidak Pulang">Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/" title="Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay">Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/10/karina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebaran Kali Ini Tidak Pulang</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 17:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya, ke sana seharusnya saya pulang setidaknya tiap lebaran. Tapi idul fitri tahun 1430H ini saya tidak menunaikannya. Bukan karena tidak ada dana untuk pulang, atau waktu yang tidak mengijinkan, juga bukan karena malu karena belum punya gandengan dan gendongan. Tapi lebih karena saya tidak ingin terjebak dalam tradisi mudik yang menurut saya agak dipaksakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya, ke sana seharusnya saya pulang setidaknya tiap lebaran. Tapi idul fitri tahun 1430H ini saya tidak menunaikannya. Bukan karena tidak ada  dana untuk pulang, atau waktu yang tidak mengijinkan, juga bukan karena malu karena belum punya gandengan dan gendongan. Tapi lebih karena saya tidak ingin terjebak dalam tradisi mudik yang menurut saya agak dipaksakan. Itu saja. Dan jumlah pemudik sepeda motor dari tanah bali menuju tanah <a href="http://manikarum.com/2009/07/dari-inggris-ke-jawa/" title="dari inggris ke jawa">jawa</a> terpaksa harus berkurang satu karena ketidakhadiran saya. Tapi the show must go on, ada saya apa tidak, itu tidak berpengaruh. Para pemudik itu, dengan sadar mengetahui bahwa perjalanan mereka tidak akan mulus, terutama di pelabuhan gilimanuk mau menyeberang ke pelabuhan ketapang banyuwangi, tapi mereka seperti sudah kehilangan kapoknya, &#8220;yaa&#8230;setahun sekali mas&#8221;.</p>
<p>Saya masih ingat pengalaman tahun kemarin. Ketika itu saya berangkat naik motor dari denpasar sekitar jam 5 pagi bersama seorang kawan. Setelah diselingi beberapa kali istirahat di tempat grak..!, akhirnya sampai juga di area pelabuhan gilimanuk sekitar jam 10. Di depan saya sudah terlihat berjubelan pemudik sepeda motor yang sudah tiba  lebih dulu di TKP entah dari jam berapa. Prediksi saya, paling 3 atau 4 jam pasti sudah naik kapal. Tapi prediksi jauh meleset. Sekitar jam 9 malam, saya bersama motor yang tidak pernah mengeluhkan pantat saya yang keras dan berkali-kali saya kasih kentut baru dapat kesempatan naik kapal, dan sekitar 1 jam berikutnya saya sudah menginjak tanah jawa. Sesampai di banyuwangi, kawan saya mengajak untuk menginap dulu di hotel barang semalam, daripada nanti kehilangan keseimbangan di jalan. Usulan saya terima, karena saya sendiri juga memang kepayahan.</p>
<p>Saya juga masih ingat ketika masih terjebak di barisan antrian. Saya mendengar cas cis cus kalau ada bayi yang meninggal di gendongan ibunya, dan cas cis cus itu memang benar adanya. Dengan mata sendiri, saya juga melihat ada 3 orang pingsan di atas motor. Bahkan ibu tiri pun tak sekejam tradisi mudik. Tapi dasar orang jawa, dapat musibah yang bagaimanapun, tetap masih untung, untung waktu ngantri tidak turun hujan batu, atau untung kapalnya tidak tenggelam. Kalaupun kapalnya tenggelam (semoga tidak pernah terjadi), masih untung tenggelamnya di air, bukan di pasir hisap. Sehingga tetap saja lebaran berikutnya mereka tidak kehilangan semangat mudik. Memang, pada waktu lebaran akan ada begitu banyak cinta sehingga kita bisa tenggelamnya di dalamnya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">&#8220;Selamat hari raya idul fitri buat para pemudik, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah selalu menyertai perjalanan mudik kalian. Buat yang bukan pemudik, selamat hari raya idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin juga.&#8221;</span></p>
<p>Sebenarnya ada pertanyaan yang ingin saya ajukan buat para pemudik. Apakah mudik itu mereka lakukan benar-benar karena rindu dengan kampung halaman dan ingin sungkem dengan keluarga? Atau karena mengikuti tren saja, takut di-cap sebagai malin kundang oleh tetangga dan kerabat kalau tidak sowan ke kampung halaman? Mungkin ada juga orang yang benar-benar rindu dengan kampung halaman, tapi karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan, mereka merayakan lebaran tidak bersama sanak saudara.</p>
<p>Mungkin itu yang dirasakan oleh 11 keluarga yang pernah saya jumpai di sebuah hotel di cakranegara mataram, pulau lombok. 11 keluarga itu merupakan pengungsi dari irak, dan hampir semua anak-anak mereka itu masih kecil. Menurut pengelola hotel, mereka sudah 2 tahun menghuni di situ dengan dibiayai oleh PBB, entah sampai kapan. Selama 3 hari 3 malam menginap di hotel itu, saya perhatikan mereka selalu terlihat bahagia, bahkan selalu tersenyum dan bertingkah genit kalau berpapasan dengan saya. Beberapa kali mereka menghampiri dan mencoba mengajak bicara, tapi karena tidak mengerti bahasa mereka, saya cuma manggut-manggut saja. Sebenarnya saya ingin membawa pulang salah satu diantara mereka, tapi tentu saja mereka adalah <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="bertemu malaikat (bag 2)">malaikat</a> kecil bagi orang tua mereka. Mereka adalah harta yang paling berharga bagi orang tua mereka, dan saya tidak ingin merampasnya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">&#8220;Selamat hari raya idul fitri buat kalian, anak-anak pengungsi dari irak. Mohon maaf kalau aku punya kesalahan waktu itu. Sungguh senyum kalian tidak hanya membahagiakan diri kalian sendiri, tapi juga membahagiakan aku dan membuatku mensyukuri kehidupan masa kecilku. Doaku untuk kalian.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="pengungsi irak di cakranegara" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/pengungsi-irak-di-cakranegara1.jpg" alt="pengungsi irak di cakranegara" width="200" height="267" /><img style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="pengungsi irak di cakranegara" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/pengungsi-irak-di-cakranegara2.jpg" alt="pengungsi irak di cakranegara" width="200" height="267" /></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/" title="Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay">Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/parikan-lebaran/" title="Parikan Lebaran">Parikan Lebaran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/lebaran-kali-ini-tidak-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat (bag 2)</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 07:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari setelah saya menulis bertemu malaikat, seorang teman yang belum terlalu lama saya kenal datang berkunjung. Di satu momen teman saya bercerita tentang ustadz yusuf mansur yang secara tidak sengaja dia tonton di salah satu kanal TV. Di situ si ustadz ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Ustadz pernah dipenjara sampai dua kali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/bertemu-malaikat2-300x221.jpg" alt="bertemu-malaikat2" title="bertemu-malaikat2" width="300" height="221" class="alignleft size-medium wp-image-303" />
<p>Beberapa hari setelah saya menulis <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat">bertemu malaikat</a>, seorang teman yang belum terlalu lama saya kenal datang berkunjung. Di satu momen teman saya bercerita tentang ustadz yusuf mansur yang secara tidak sengaja dia tonton di salah satu kanal TV. Di situ si ustadz ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Ustadz pernah dipenjara sampai dua kali, dan ketika berada di penjara itulah dia mendapatkan pengalaman yang mungkin menjadi sebuah titik balik baginya. Suatu saat ketika ustadz merasa sangat lapar, dia mendapatkan sepotong roti. Sebelum disantapnya roti itu, ustadz melihat segerombolan semut berparade di lantai. Ustadz mengira kalau semut-semut itu pasti sangat kelaparan, sehingga roti itu pun tidak jadi dimakan dan malah ditaruh di lantai supaya semut-semut itu bisa mengganyangnya. Ustadz yang masih lapar ini telah memberikan rejekinya untuk makhluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia, dan yang ustadz pikir mungkin lebih kelaparan daripada dirinya sendiri. Ternyata tidak lama setelah itu, seorang penjaga datang dan bertanya kepada ustadz, “udah makan belum lo?”. Ustadz pun menjawab belum. Penjaga tadi langsung menyodori ustadz dengan makanan yang nikmatnya mungkin melebihi nikmat dalam sepotong roti. Dan dari situ, pandangan sang ustadz tentang kehidupan mulai berubah.</p>
<p><span id="more-302"></span></p>
<p><a href="http://manikarum.com/about-2/" Tentang Manik Arum">Saya</a> sendiri tidak menonton acara di TV itu, tapi kira-kira seperti itulah yang diceritakan oleh teman saya yang notabene bukan seorang muslim. Pak adel di <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat">tulisan saya sebelumnya</a> juga sempat menceritakan masa lalu ustadz yusuf mansur yang kelam.</p>
<p>Dan sepulang teman saya, saya yang memang suka berpikir jadi kepikiran lagi, “Mungkinkah malaikat menjelma menjadi binatang?”. Cicak yang nangkring di dinding kamar langsung menyahut, “Ya nggak mungkin laahh…binatang kan gak punya kehendak bebas. ngapain juga tuhan repot-repot ngutus malaikat menjelma jadi binatang. tinggal kasih memo, disuruh apa aja mau tu semut, lain ama lo…”.</p>
<p>“Oo iya yaa…kadang-kadang pinter juga lo cak”. Cicak menyambung lagi, “Jadi manusia itu repot, memiliki kehendak bebas yang luar biasa besar tanggung jawabnya. Dengan kehendak bebas, manusia bisa berkata ‘tidak’ kepada tuhan, dan dengan kehendak bebas pula manusia bisa berkata ‘ya’ kepada tuhan.” <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">Saya</a> hanya manggut-manggut mendengarkan cicak berkicau. “Jangan manggut-manggut aja lo…kayak orang-orangan sawah aja. Nih ada sepenggal <a href="http://manikarum.com/category/petuah/" title="Kategori Petuah">petuah</a> bagus dari seorang sastrawan inggris, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/C._S._Lewis" target="_blank" title="C.S. Lewis di Wikipedia">C.S. Lewis</a>, <em><strong>free will is what made evil possible. why then did God give creatures free will? Because free will, though it made evil possible, is the only thing that made possible any love or goodness or joy worth having.</strong></em>”. “Busyet! Bisa ngoceh inggris juga lo cak… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/bug-eyes.png' alt='Eek!' title='Eek!' class='tse-smiley' />”</p>
<p>Belum puas juga cicak yang satu ini berceramah. “Makanya kamu jangan bersikap baik ama atasan aja, ato calon mertua, ato warung sebelah yang sering lo ngutang. Kamu gak pernah nyangka kapan kamu bakalan ketemu malaikat. So, perlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti kamu mengharapkan orang lain memperlakukanmu.”</p>
<p>Selesai berceramah, si cicak buang hajat di atas kasurku, warnanya hitam seperti bubur ketan hitam yang baru masak. Dalam hati dongkolnya bukan main, pingin banget nonjok mukanya. Sambil berlari menjauh, si cicak berteriak “awas lo… gak boleh marah, gue kan makhluk ciptaan tuhan juga.” <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/alien.png' alt='Alien' title='Alien' class='tse-smiley' /></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat?</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 13:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman di facebook pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali. Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-298 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="malaikat-spongebob" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/malaikat-spongebob.jpg" alt="bertemu-malaikat" width="114" height="81" />Seorang teman di <a href="http://manikarum.com/2009/07/facebook-berubah/" title="Facebook Berubah">facebook</a> pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali.</p>
<blockquote><p>Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 September, sementara cek di pelabuhan kapal tidak ada yang jalan. Kepasrahan adalah satu-satunya jalan untuk meredam semuanya padahal galau di hatiku tak bisa kusembunyikan karena hari itu sebenarnya harus segera tiba di denpasar.</p>
<p>Airmataku rasanya udah mau jatuh ketika tiba-tiba seorang kontributor salah satu TV swasta yang tidak pernah kenal sebelumnya mampu menawarkan solusi dan mampu menembus ke pimpinan bandara hanya untuk mendapatkan tiket agar aku bisa segera keluar dr pulau itu. Benar-benar suatu keajaiban yang tak pernah terlupakan dalam sejarah hidupku.</p>
<p>Bahkan sampe sekarang pun masih belum percaya klo udah tiba kembali di denpasar karena sebelumnya terbayang pasti awal september baru tiba&#8230;</p>
<p>Ternyata setelah ditelusuri tiket pesawat udah dibooking jauh-jauh hari oleh para turis yang mau ke pulau Komodo&#8230;</p>
<p>Tuhan ternyata Kau ulurkan tangan-Mu lewat dia. Terima kasih Tuhan,</p>
<p>Terima kasih Sahabatku, Lanjutkan karya dan perjuanganmu.</p></blockquote>
<p>Itulah pengalaman teman saya. Sekarang giliran saya. Saya juga punya pengalaman yang mungkin senada, meski tidak seseru dan sedramatis dengan cerita di atas.<span id="more-296"></span></p>
<p>Di suatu siang yang panas mengganas (sengaja pake majas hiperbola…biar waahh gitu… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /> ), saya berkunjung ke sebuah toko obat kecil di Buduk yang berada di daerah sub-urban Badung <a href="http://www.62-361.com/" target="_blank" title="Seputar Bali">Bali</a>. Di situ, saya dilayani oleh seorang bapak (sebut saja pak adel) yang menurut perkiraan saya umurnya sekitar 50-55 tahun. Sebelumnya saya sering ke sana paling tidak dua minggu sekali, tapi selama sekian kali saya tidak pernah menjumpai pak adel, dan di akhir perjumpaan saya baru tahu kalau pak adel itu ternyata owner dari toko obat itu.</p>
<p>Karena saya tidak pernah bertemu beliau sebelumnya, di awal perjumpaan saya memperkenalkan diri sebagai ‘duta’ dari sebuah perusahaan farmasi. Pak adel menyambut ramah dan bersikap open-minded ketika proses interaksi antara saya dan beliau lebih didasari atas kepentingan saya yang ingin melaksanakan tugas. Setelah saya bicara panjang tambah lebar dikali dua sama dengan keliling, subjek pembicaraan sekarang beralih mengenai pribadi pak adel. Beliau bercerita banyak tentang pengalamannya semasa masih hidup di Jakarta dan setelah hijrah ke Denpasar. Sewaktu masih muda, beliau ternyata juga seorang detailer dan beberapa kali pindah perusahaan sebelumnya akhirnya hinggap di Denpasar dan membangun ‘kerajaan kecil’-nya sendiri. Meski usia sudah lanjut, tapi beliau ……(uppsss….penting ya ngomongin yang ini? Kayaknya nggak deeh…. <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/neutral.png' alt='Neutral' title='Neutral' class='tse-smiley' />).</p>
<p>Baiklah. Setelah beliau sedikit mem-biografi-kan dirinya, beliau kemudian bertanya pada saya apakah saya ini seorang pemeluk islam. Saya menjawab ya, setidaknya itu yang tertulis di KTP. Beliau bertanya lagi, “Kalau hari jum’at biasanya sholat jum’at di mana dik?”. Saya menjawab tidak tentu (maksudnya ya nggak tentu,….kadang sholat kadang enggak…). Beliau berkata lagi, “Sebentar dik, saya mau menawarkan sesuatu.”, setelah itu beliau masuk ke ruangan bagian dalam. Dalam hati saya berkata “#*&amp;@%$”, saya berkunjung ke sini mau menawarkan sesuatu, lha kok sekarang beliau yang berbalik menawarkan sesuatu pada saya. Saya menduga kalau beliau itu mau menawarkan bisnis sampingan semacam MLM, viral marketing atau mungkin asuransi.</p>
<p>Tidak sampai lama menunggu, pak adel keluar sambil membawa semacam bulletin yang dikemas seadanya. Bulletin yang terdiri dari 10 halaman itu ditunjukkan pada saya. Di sampul depannya, ada gambar ustadz yusuf mansur (dengan gaya yang itu-itu aja..pokoknya gak banget deh… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' />, &#8211; piss pak ustadz -). Di atas gambar, tertulis judul bulletin “NIKMATNYA SEDEKAH Bersama Ustadz Yusuf Mansur”. Saya mulai berimajinasi, “wah…jangan-jangan ustadz yusuf ni mau bikin perusahaan buat nyaingi manajemen qalbu-nya aa gym”. Saya berpikir untuk mencari alasan supaya bisa cepat menghindar dari situasi yang genting ini. Tapi sebelum saya mendapatkan alasan, pak adel mulai bicara. Beliau bercerita tentang sedekah, sejauh apa sedekah mempunyai kekuatan untuk mengubah hidup kita, sejauh apa sedekah bisa mengangkat hidup seseorang, bagaimana sedekah secara ajaib bekerja menyelesaikan masalah seseorang, bagaimana keinginan bisa mudah dicapai dengan bersedekah, dsb. Tidak terasa saya sudah mendengarkan ceramah pak adel sampai selesai. Dan dari semua yang diucapkan beliau, tidak sekalipun mengandung ajakan untuk daftar ini itu, ikut pertemuan ini itu, atau membeli ini itu. Beliau cuma mengajak untuk bersedekah, jangan ditunda. Saya sadar kalau saya ini sering menunda untuk bersedekah. Saya sering merasa penghasilan saya belum cukup untuk disedekahkan, sehingga menunggu penghasilannya naik dulu baru bersedekah. Setelah penghasilan naik, tetap saja selalu ada alasan untuk menunda, untuk bayar tagihan kk dulu atau bayar utang ke teman dulu, dan begitu terus.</p>
<p>Waktu itu saya tidak membaca semua isi bulletin. Saya cuma membaca halaman depan dan halaman paling belakang. Di halaman terakhir bulletin tersebut, tercantum nama penyusunnya. Saya sedikit kaget ketika membacanya, ternyata yang menyusun adalah pak adel sendiri. Untuk memastikan, saya bertanya langsung ke beliau, “ini yang bikin bapak sendiri?”. Pak adel membenarkan. Saya tanya lagi, “terus kenapa di covernya yang ditempel gambar yusuf mansur, apa hubungannya ma dia?”. “saya pinjam nama dan fotonya aja. kalau saya kasih gambar saya, orang-orang pasti banyak yang gak percaya. tapi saya banyak mengutip dari ceramah-ceramahnya dia di tv”. Ooo…</p>
<p>Akhirnya, saya merasa sudah terlalu lama berada di situ, padahal kerja saya belum selesai. Setelah saya berujar mau pamit, pak adel meminta saya untuk menyimpan bulletin tersebut dan berpesan untuk tidak menunda-nunda sedekah. Sudah, begitu saja. Titik.  Selama perjalanan, saya terus bertanya-tanya, “apa iya orang ini malaikat?”. Saya baru bertemu dan mengenal orang ini, tapi orang ini langsung mengajak saya untuk berbuat sesuatu yang menurut saya seharusnya disampaikan oleh orang tua, saudara, guru atau sahabat. Dan yang perlu dicatat, orang ini tidak mendapatkan keuntungan apapun dari apa yang sudah dia perbuat dan sampaikan pada saya.</p>
<p>Memang Tuhan selalu bekerja dengan cara yang sangat misterius, dan saya tidak tahu apakah pak adel ini malaikat kiriman Tuhan atau orang yang lagi serius latihan untuk mengikuti kontes dai kondang. Tapi kalau beliau ini memang malaikat, saya jadi teringat berapa banyak pengemis-pengemis yang pernah saya cueki, jangan-jangan salah satu diantara mereka adalah jelmaan malaikat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/karina/" title="Karina">Karina</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Itu Nikmat</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lewat masa 4 hari menjadi pesakitan, rasanya asing karena sudah lama tidak sakit. Selain itu juga janggal, tidak ada kunjungan dari teman, pacar, apalagi bingkisan buah. Atasan di kantor malah nyuruh masuk ke kantor, sekedar absen saja, setelah itu silahkan dilanjutkan sakitnya di rumah, (atau tepatnya di kamar kos-kosan). Itu dengan catatan, harus gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lewat masa 4 hari menjadi pesakitan, rasanya asing karena sudah lama tidak sakit. Selain itu juga janggal, tidak ada kunjungan dari teman, pacar, apalagi bingkisan buah. Atasan di kantor malah nyuruh masuk ke kantor, sekedar absen saja, setelah itu silahkan dilanjutkan sakitnya di rumah, (atau tepatnya di kamar kos-kosan). Itu dengan catatan, harus gak punya rasa sungkan dengan orang-orang dari divisi tetangga. Sebagai orang melayu, ternyata susah ngilangin rasa sungkan. Jadinya setelah sampai di kantor, yang ada malah nunggu sampai menjelang jam makan siang datang, biar orang-orang kantor berkeliaran nyari makan siang dulu, baru aku cabut.<br />
Tapi sebenarnya agak malas juga kalau langsung pulang. Maklumlah&#8230;masih hidup sendiri. Di rumah, jabatanku selain jadi pasien, juga jadi perawat. Bahkan kadang-kadang sok berlagak jadi dokternya juga. Gak tahu sakitnya apa, ujug-ujug si pasien dikasih antibiotik, 2 macam lagi, amoksisilin sama ciprofloxacin. Gila ni dokter&#8230;antibiotik kan harusnya dipakai sebagai obat pendamping.<span id="more-217"></span><br />
&#8220;Terserah donk&#8230;yang jadi pasien kan diriku sendiri&#8221;, gaya betul ni dokter. Ehh&#8230;belum cukup. Kalau malam ditambah lagi dengan antihistamine, katanya biar enak tidurnya. &#8220;Manut aja dok&#8230;ngomong-ngomong dapat ilmu dari mana dok?&#8221;. Dokternya cuma bilang, &#8220;trial and error.&#8221;<br />
hahahaa&#8230;.kalau sudah gini aku jadi mikir, atau lebih tepatnya bertanya, &#8220;kapan ya aku nikah?&#8221; Pinginnya sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Salma_Hayek" target="_blank">salma hayek</a>, tapi udah kebanyakan dicium sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antonio_Banderas" target="_blank">antonio banderas</a>. Sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Charlize_Theron" target="_blank">charlize theron</a>? Wah,kayaknya dia susah ngilangin cinta pertamanya sama king kong. Kalau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dian_sastro" target="_blank">dian sastro</a>? Waduh..bisa-bisa aku gak bisa ngopi gara-gara gelasnya dipecahin semua. Jadi??? Ya gak usah dipikir&#8230;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aphrodite" target="_blank">aphrodite</a> belum pensiun kok.<br />
Kalau aku pikir-pikir lagi, kenapa ya ketika aku sehat, aku gak pernah mengucap syukur? Mengucap syukur kalau ada undangan makan-makan aja. Atau ketika ada teman yang lagi kesusahan he..he&#8230;(teman senang ikut senang, teman susah tambah senang. Ini joke yang sering dilontarkan sama teman kuliah yang dulu kuliah sambil nyambi jadi tukang tambal ban). Tapi kenapa ya gak pernah terbersit keinginan untuk mengucap syukur karena sudah diberi kesehatan? Kalau lagi sakit aja baru nyadar, betapa nikmat rasanya menjadi sehat. Untung masalah sehat dan sakit itu masalah duniawi, jadi ketika sudah sembuh dari sakit kita masih punya kesempatan untuk &#8216;bertobat&#8217; dan segera mengucap syukur karena sudah diberi sehat (meskipun ini sangat jarang terjadi). Bagaimana kalau masalah hidup dan mati? Apakah setelah mati kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan karena gak pernah mensyukuri arti hidup ketika kita masih hidup?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/1-tahun-nge-blog/" title="1 tahun nge-blog">1 tahun nge-blog</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/orang-cacat-bukan-dagangan/" title="Orang cacat bukan dagangan">Orang cacat bukan dagangan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/saya-gak-ada-rencana-jadi-gay/" title="Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay">Maaf mas…saya gak ada rencana jadi gay</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
