<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; petuah</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/petuah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 13:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Jejak kaki Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.</p>
<p>Di akhir pemutaran adegan perjalanan hidupnya, pria itu menoleh ke belakang dan melihat jejak kaki yang masih membekas di pasir. Dia memperhatikan bahwa ada saat-saat tertentu dimana jejak kaki yang terlihat di pasir hanya ada satu, dan itu terjadi pada saat-saat terendah dan tersedih dalam hidupnya.</p>
<p>Karena penasaran, pria ini bertanya kepada Tuhan. &#8220;Boss, kamu bilang bahwa sekali aku berjanji untuk mengikutimu, kau akan selalu berjalan di sisiku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Tapi aku perhatikan ketika  aku sedang dalam masalah dan terpuruk, hanya ada satu jejak kaki di pasir. Mengapa kau tega meninggalkanku di saat-saat aku sangat membutuhkanmu?&#8221;</p>
<p>Tuhan menjawab, &#8220;Kamu tahu kalau aku sayang umatku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mereka yang sudah mengikutiku. Di saat-saat kamu sedang mengalami penderitaan, dan kamu hanya melihat satu jejak kaki di pasir, sesungguhnya pada saat itu aku sedang menggendongmu supaya kamu bisa melaluinya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/" title="Lagu tanpa judul buat ibu">Lagu tanpa judul buat ibu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 05:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah teman yang kamu miliki, tapi Tuhan akan menanyakan berapa orang yang telah menganggapmu sebagai sahabat sejati.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Tuhan tidak akan bertanya berapa dan jenis kendaraan yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya berapa jumlah orang yang sudah kamu antar dengan kendaraan itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa meter persegi luas rumah yang kamu tinggali, tapi Tuhan akan menanyakan berapa jumlah orang yang sudah kamu jamu dengan baik di rumah itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa bagus pakaian yang kamu simpan di dalam lemari, tapi Tuhan akan menanyakan seberapa sering kamu memberi pakaian kepada yang lebih membutuhkan.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan status sosialmu, tapi bagaimana kamu menunjukkan sikap sosialmu terhadap sesama.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah materi yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya apakah materi yang kamu punya itu telah mendikte hidupmu.</li>
<p><span id="more-414"></span></p>
<li>Tuhan tidak akan bertanya berapa gaji paling tinggi yang pernah kamu terima, tapi bagaimana caramu untuk mendapatkan gaji yang tinggi itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan bertanya seberapa sering kamu bekerja lembur, tapi Tuhan akan bertanya apakah itu kamu lakukan untuk keluarga dan orang-orang yang kamu sayangi.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa sering kamu mendapatkan promosi dalam pekerjaan, tapi seberapa sering kamu mempromosikan orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu dirimu sendiri, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah teman yang kamu miliki, tapi Tuhan akan menanyakan berapa orang yang telah menganggapmu sebagai sahabat sejati.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa yang sudah kamu lakukan untuk melindungi hak-hakmu, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk melindungi hak-hak orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa tinggi jabatanmu dalam pekerjaan, tapi apakah kamu sudah melakukan pekerjaanmu dengan sepenuh hati.</li>
<li>Tuhan tidak akan bertanya bagaimana kamu diperlakukan oleh tetanggamu, tapi Tuhan akan bertanya bagaimana kamu memperlakukan tetanggamu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa warna kulitmu, tapi Tuhan akan menanyakan bagaimana isi dari karaktermu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa kali tindakanmu yang sesuai dengan apa yang kamu ucapkan, tapi berapa kali tindakanmu bertentangan dengan apa yang kamu ucapkan.</li>
</ul>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/menghadapi-masalah.jpg" width="400" height="328" alt="menghadapi masalah" title="menghadapi masalah"/></p>
<p>Cerita ini dikutip dari buku “Bila anda pikir bisa, Anda pasti bisa melaksanakan dan meraih apa yang anda inginkan”. Barangkali bisa memberi kita sedikit inspirasi dan motivasi dalam menghadapi masalah.</p>
<blockquote><p>“Bung Norman,” kawan saya menyapa.<br />
“Tolong bebaskan saya dari masalah yang menindih hidupku ini, maka saya akan berikan anda seribu dollar uang kontan atas kebaikan jasa anda itu.”<br />
Tentu saja saya bukanlah seorang yang suka menampik permintaan semacam itu. Maka saya pun merenungkan dan mempertimbangkan usul kawan saya itu dan muncul dengan satu pemecahan masalah yang lumayan juga. Sekurang-kurangnya cukup realistis sifatnya. Tetapi George nampaknya agak segan rupanya, sebab ia telah terlanjur menjanjikan 1000 dolar sebagai hadiah.</p>
<p>”Tidak apa George,” Norman berkata. “Saya tetap saja mau bantu kamu. Oleh sebab itu mari kita pecahkan bersama masalahnya. Kalau tidak salah anda ingin bebas dari segala masalah anda itu, bukan? Sampai habis dan tuntas?“<br />
&#8220;Ya Betul,” Jawab George.<br />
“Saya ingin lepas dari segala masalah yang saya hadapi dalam hidup ini. Saya sudah bosan dan kapok dalam menghadapi cobaan, ujian dan kemelut dalam hidup ini. Saya ingin bebas untuk selama-lamanya.”<br />
”Baiklah George, saya sudah punya jawabannya”, kata norman. Akan tetapi saya sangsi apakah kau mau menerima jawaban saya atau tidak. Dengarkan! Beberapa waktu lalu saya sedang melakukan tugas profesionalku, dimana saya harus berhadapan dengan pemimpin kelompok orang-orang yang yang lebih dari puluhan ribu jumlahnya. Dan tak seorang pun dari mereka memiliki masalah kehidupan.”</p>
<p>Wajah George langsung cerah, matanya berbinar-binar kegirangan karena keingintahuannya. ”Nah itulah tempat yang cocok bagi saya. Antarkanlah saya ke tempat itu teman”. Ujar si George girang.<br />
“Baiklah,” jawab Norman. ”Tetapi tempat yang saya maksud adalah perkuburan. Dan memang itulah kenyataannya George. Bahwa di perkuburan itu tak ada seorang pun yang menghadapi masalah hidup. Bagi orang yang sudah menjadi penghuni di kuburan tidak akan pernah merasa cemas karena hidup yang penuh masalah itu telah berlalu bagi mereka. Mereka telah istirahat dari tugas dan pekerjaannya tiap hari. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita baca dalam koran atau surat kabar atau bahkan apa yang kita lihat di televisi mereka sudah tidak peduli. Mereka tak punya masalah lagi dengan kehidupan, mereka beralih masalah pada hidup mereka di alam kubur. Karena memang mereka bukanlah orang hidup dan mereka adalah orang yang sudah mati.” Tegas Norman kepada George.</p></blockquote>
<p> <span id="more-385"></span><br />
Cerita di atas sangat jelas menggambarkan secara logis bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Logikanya bahwa semakin banyak masalah yang anda hadapi dalam hidup ini maka semakin luas pulalah peluang anda untuk hidup yang terbuka bagi anda. Seseorang yang misalnya menghadapi 10 masalah yang pelik akan nampak lebih hidup dibandingkan dengan seorang yang bersikap apatis dan hanya memiliki 5 masalah. Seperti intan dan arang, meskipun keduanya tercipta dari unsur yang sama yaitu karbon, tapi intan yang jauh lebih sering &#8220;dihadang masalah&#8221; dan lebih tangguh dalam &#8220;menghadapi masalah&#8221; memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada arang.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Mario Teguh juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya memperlakukan masalah. Jika kita beranggapan masalah-masalah kita bersifat permanen dan tak bisa dipecahkan, maka seolah-olah permanenlah penderitaan kita. Jika kita memandang bahwa segala upaya kita tidak akan mengeluarkan kita dari masalah, maka lemahlah upaya kita untuk memperbaiki keadaan. Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita, dan kehilangan pandangan dari keuntungan jangka panjang, yang dihasilkan oleh upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang penting dan yang prioritas. Dengan analoginya Mario Teguh mengatakan, tidak dibutuhkan air yang banyak untuk menenggelamkan kita, hanya segelas air, yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk ke pernafasan kita.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilempar batu sama malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan dengan cara yang misterius selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/dilempar-batu.gif" width="300" alt="dilempar batu" title="dilempar batu" style="background:none;border:none;"/></p>
<p>Seorang eksekutif muda sedang mengendarai mobilnya menyusuri jalanan sepi di sekitar tempat tinggalnya. Dia kelihatan sedang buru-buru sampai dia tidak menghiraukan seorang anak kecil di pinggir jalan yang melambaikan kedua tangannya seolah ingin memanggil dia. Tidak jauh setelah dia melewati anak kecil yang berdiri itu, tiba-tiba sebongkah batu melayang dan mengenai kaca mobilnya. Eksmud itu pun terkejut dan menghentikan mobilnya. Dia keluar dan menghampiri anak kecil yang berdiri tadi, “Apa kamu yang melempar mobilku tadi?”</p>
<p>Anak itu mengakui perbuatannya dan langsung meminta maaf. “Maaf om, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya sudah memanggil orang-orang yang lewat tapi tak ada yang mau berhenti, jadi terpaksa saya melempar dengan batu supaya om mau berhenti.” Dengan masih menitikkan air mata, anak itu menunjuk ke adiknya yang cacat dan terjatuh di pinggir trotoar. “Dia itu adik saya, dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat untuk mengangkatnya. Maukah om membantu mengangkatnya kembali ke kursi roda?”</p>
<p>Eksmud yang sedikit terhenyak itu akhirnya mendekati anak kecil yang terjatuh itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Dia mengambil sapu tangan dan membersihkan luka di tangan anak itu. Anak kecil yang melempar batu tadi mengucapkan terima kasih dan pelan-pelan mendorong kursi roda saudaranya meninggalkan eksmud itu. Eksmud itu masih terdiam dan buru-buru mengambil smartphone lalu menuliskan sesuatu di status facebooknya, &#8220;bt ndengerin bencong ngamen di bis“. <em>uppssss salah ding!! itu alex yang udah gak lebay</em>&#8230;&#8230;maksudnya seperti ini, &#8220;<strong>Don&#8217;t go through life so fast that someone has to throw a brick at you to get your attention!</strong>”</p>
<p>Tuhan dengan cara yang misterius (mungkin dengan sedikit bantuan malaikat-Nya) selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengeluh</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali sebelumnya anda sudah pernah membaca cerita ini. Barangkali anda juga menganggap kalau cerita ini basi. Tapi saya ceritakan lagi di sini biar tambah basi  <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/yawn.png' alt='Yawn' title='Yawn' class='tse-smiley' /> </p>
<p>Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada di sampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu dan akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya yang selalu setia.</p>
<p>Kekasihnya bertanya kepada gadis itu, ”Sayang… sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria kekasihnya itu yang selama ini sudah sangat setia mendampingi hidupnya sewaktu dia masih dalam keadaan buta. Dan akhirnya si pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.”</p>
<p>Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia. </p>
<p><strong>Petuah</strong> : NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya!!!</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat Itu Nikmat">Sehat Itu Nikmat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Jenderal dan Prajurit</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita yang diceritakan oleh Tung Desem Waringin. Yang dimaksudkan di sini adalah apakah bisa, kita sebagai pemimpin membuat bawahan kita, anak buah kita, pegawai kita benar-benar berjuang untuk kita membela kita sampai titik darah penghabisan? Apakah kita bisa menjadi pemimpin seperti itu yang memotivasi bawahan kita untuk menghasilkan kinerja yang luar biasa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan ada seorang jenderal di kisah Tiga Negara di Negeri Tiongkok ketika pertempuran Tiga Negara berlangsung. Bila dia melewati suatu desa, maka di desa itu dia merekrut dan mengajak bergabung laki-laki yang sudah cukup umur untuk bergabung. Dan bila setiap 3 sampai 5 tahun lagi ketika jenderal itu melewati desa-desa itu, dia kembali merekrut calon pasukan untuk diajak bertempur. Suatu ketika ada seorang prajuit berkuda yang membawa surat dari para prajurit di medan perang yang masih hidup untuk keluarga di desa masing-masing. Ketika kurir ini memasuki desa, maka para penduduk mulai berkumpul di balai desa dari ibu-ibu sampai para manula yang berjalan harus dibantu tongkat, untuk mendapatkan kabar tentang keluarga mereka yang ikut perang. Memang ada beberapa penduduk desa yang masih buta huruf, sehingga harus dibantu prajurit untuk membacakan surat dari anaknya.</p>
<p>Di salah satu surat yang dibacakan kepada seorang ibu, surat itu memberitahukan kalau anak ibu itu masih selamat di pertempuran, setelah mengalami kejadian yang paling mengerikan. Ketika itu, pasukan sang jenderal mundur kembali ke baraknya. Anak dari ibu itu, ketika berjalan bersama pasukannya untuk kembali, kakinya tidak sengaja terkena perangkap yang ada racunnya yang dipasang oleh musuh di tanah. Kaki prajurit itu robek, darah sedikit demi sedikit keluar dari luka itu. Prajurit itu tetap berjalan mengikuti prajurit yang lain untuk pulang ke barak. Tanpa disadarinya nanah akibat dari racun yang masuk melalui luka mulai keluar sedikit demi sedikit.<span id="more-337"></span></p>
<p>Langkah semakin berat karena di sekitar luka di kaki mulai terasa sakit yang tak terkirakan. Langkah semakin berat, kaki semakin sulit untuk digerakkan dengan leluasa. Nanah yang bercampur dengan darah mulai membanjir keluar dikarenakan sobekan luka yang semakin besar karena kaki terus dipaksa berjalan. Harus terus dipaksa berjalan karena kalau berhenti berbahaya sekali karena ini masih wilayah kekuasaan musuh. Berbahaya kalau tiba-tiba ada musuh menyusul dari belakang. Titik pandangan pasukan yang paling belakang semakin hilang karena tidak bisa menyusul teman-teman yang semakin jauh. Padahal luka semakin sakit rasanya. Darah dan nanah mulai membanjir keluar dari luka. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara derap kuda yang semakin mendekat. Siapakah yang datang mendekat? Ternyata suara itu datang dari arah depan. Mulai terlihat sedikit demi sedikit yang datang adalah sang jenderal yang menunggangi kudanya. Sang jenderal menarik tangan prajurit yang terluka, membantunya untuk menaiki kudanya. Setelah itu, sang Jendral memacu kudanya mengarah ke barak pasukan. Semakin cepat kuda itu berlari, sehingga melewati barisan pasukan demi pasukan sehingga dapat menyalip seluruh pasukan yang sedang menuju kembali ke barak. Setelah menjadi yang tiba pertama kali di barak sang jenderal membantu prajurit yang terluka untuk turun dari kudanya sampai akhirnya prajurit muda itu bisa mendapatkan tempat duduk.</p>
<p>Setelah itu jenderal itu membuka sepatu milik prajurit yang terluka itu di sebelah yang sudah robek, yang bercampur darah dan nanah yang sangat banyak. Jendral itu membantu membasuh kaki si prajurit dengan air bersih dan setelah itu sang jenderal berusaha mengeluarkan racun di kaki prajurit itu dengan dihisap dengan mulutnya sendiri. Tiba-tiba ibu yang dibacakan surat dari anaknya ini berteriak histeris : &#8220;Anakku sudah mati, sudah mati anakku!!!!&#8221; Sang pembaca berita bengong dan bertanya &#8220;Ibu, anak ibu masih hidup, dia sekarang masih ada di barak&#8221;. &#8220;Kenapa dibilang sudah mati?&#8221;. Ibu itu yang masih histeris karena sedih berkata, &#8220;karena persis terjadi seperti bapaknya dahulu. Bapaknya dulu terkena panah beracun di lengannya dan ditolong oleh sang jenderal seperti dia menolong anakku. Karena perlakuan jenderal pada suamiku, maka dia berjuang dengan berani mati membela pasukan jenderal, sehingga akhirnya bapaknya anakku itu tewas di pertempuran. Maka akan samalah nasib anakku dengan bapaknya, akan berani mati bertempur di medan peperangan.&#8221; </p>
<p>Ini adalah cerita yang diceritakan oleh Tung Desem Waringin. Yang dimaksudkan di sini adalah apakah bisa, kita sebagai pemimpin membuat bawahan kita, anak buah kita, pegawai kita benar-benar berjuang untuk kita membela kita sampai titik darah penghabisan? Apakah kita bisa menjadi pemimpin seperti itu yang memotivasi bawahan kita untuk menghasilkan kinerja yang luar biasa?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/" title="Pembeli Istimewa">Pembeli Istimewa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Gaji Ayah</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 14:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini dikirim oleh seorang teman di milis. Saya yakin teman saya ini juga copas entah dari mana. Mungkin juga saya orang yang kesekian ribu yang meng-copas cerita ini. Barangkali juga nanti ada yang meng-copas cerita ini dari blog saya. Ahh itu nggak penting. Yang jelas saya cuma ingin berbagi. Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini dikirim oleh seorang teman di milis. Saya yakin teman saya ini juga copas entah dari mana. Mungkin juga saya orang yang kesekian ribu yang meng-copas cerita ini. Barangkali juga nanti ada yang meng-copas cerita ini dari blog saya. Ahh itu nggak penting. Yang jelas saya cuma ingin berbagi.</p>
<blockquote><p>Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.</p>
<p>&#8220;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, &#8220;Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?&#8221;<br />
&#8220;Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?&#8221;<br />
&#8220;Ah, enggak. Pengen tahu aja&#8221; ucap Sarah singkat.<br />
&#8220;Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?&#8221;<br />
<span id="more-321"></span></p>
<p>Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.<br />
&#8220;Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000 untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000 dong&#8221; katanya.<br />
&#8220;Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur&#8221;, perintah Andrew.</p>
<p>Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, &#8220;Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000 enggak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah&#8221;.<br />
&#8220;Tapi Papa&#8230;&#8221;</p>
<p>Kesabaran Andrew pun habis. &#8220;Papa bilang tidur!&#8221; hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.<br />
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000 di tangannya.</p>
<p>Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, &#8220;Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000 lebih dari itu pun Papa kasih&#8221; jawab Andrew.</p>
<p>&#8220;Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini&#8221;.<br />
&#8220;lya, iya, tapi buat apa ?&#8221; tanya Andrew lembut.<br />
&#8220;Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000 tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000 maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000 makanya aku mau pinjam dari Papa&#8221; kata Sarah polos.</p>
<p>Andrew pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk &#8220;membeli&#8221; kebahagiaan anaknya.</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/" title="Pembeli Istimewa">Pembeli Istimewa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujian Saringan Tiga Kali</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 14:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah baca cerita ini, tapi lupa entah di mana. Jadi biar isi ceritanya gak ikutan lupa, saya ceritakan kembali dengan bahasa saya sendiri. Suatu hari seorang pria menemui Sokrates dan berkata, “Tahu tidak apa yang baru saja saya dengar tentang teman anda?” “Anda nanya saya, lha saya nanya siapa?,” jawab Sokrates. “Kalau begini situ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah baca cerita ini, tapi lupa entah di mana. Jadi biar isi ceritanya gak ikutan lupa, saya ceritakan kembali dengan bahasa saya sendiri.</p>
<p>Suatu hari seorang pria menemui Sokrates dan berkata, “Tahu tidak apa yang baru saja saya dengar tentang teman anda?”<br />
“Anda nanya saya, lha saya nanya siapa?,” jawab Sokrates.</p>
<p>“Kalau begini situ saya beritahu.ehh..maksud saya kalau begitu sini saya beritahu.”</p>
<p>“Eits…tunggu dulu“, Sokrates menyergah pria itu dengan bergaya seperti alfito deannova yang menyergah narasumbernya untuk memberi komentar dan mempersilahkan commercial break lewat. Sokrates mengeluarkan rokok klobotnya dan menciumi aromanya sebelum dinyalakan.</p>
<p>“Sebelum anda memberitahu saya, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil yang saya sebut ujian SARINGAN TIGA KALI.” Sokrates berkata sambil mengacungkan tiga jarinya, jempol, jari telunjuk dan jari kelingking.<span id="more-270"></span></p>
<p>“Saringan tiga kali?” tanya pria itu.</p>
<p>“Yoi.” Lanjut Sokrates, “Sebelum anda bercerita tentang teman saya, ada baiknya kalau anda meluangkan waktu sejenak untuk menyaring apa yang akan anda katakan. Saringan yang pertama yaitu tentang KEBENARAN. Saya ingin tanya, sudah pastikah anda bahwa apa yang akan anda ceritakan kepada saya itu sesuatu yang benar?”</p>
<p>“Tidak”, pria itu menjawab. “Sebenarnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukan pada anda.”</p>
<p>“Mmmm…jadi anda tidak tahu apakah yang ingin anda ceritakan itu benar atau tidak. Sekarang kita coba saringan yang kedua yaitu tentang KEBAIKAN. Apakah yang ingin anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?” Sokrates bertanya.</p>
<p>“Tidak, justru sebaliknya, saya ingin mengatakan sesuatu yang buruk tentang teman anda.” jawab pria itu.</p>
<p>Sokrates mengelus-elus dagunya. “Jadi anda ingin mengatakan sesuatu yang buruk tentang teman saya dan anda juga tidak yakin kalau itu benar atau tidak. Mungkin anda masih bisa melewati saringan yang ketiga yaitu tentang KEGUNAAN. Apakah yang ingin anda beritahukan pada saya itu akan berguna buat saya?”</p>
<p>Pria itu menjawab, “Sepertinya sih tidak.”</p>
<p>“Kalau begitu mari kita simpulkan”, kali ini Sokrates bergaya seperti mario teguh dengan mengeluarkan PDA-nya.</p>
<p>“Sahabat super…jika apa yang akan anda katakan pada saya itu tidak pasti kebenarannya, tidak baik dan bahkan tidak ada gunanya buat saya, lalu kenapa anda ingin menceritakannya pada saya?”</p>
<h3><strong>Petuah:</strong></h3>
<p>Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, atau kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/" title="Pembeli Istimewa">Pembeli Istimewa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita yang Tertunda</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 03:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia mempunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.&#8221; Dia senang  membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia mempunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.&#8221; Dia senang  membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan. Ketika ditanya untuk melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, &#8220;Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku menyelesaikan sekolah.&#8221;</p>
<p>Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.  Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. <span id="more-238"></span>Si guru berkata, &#8220;Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya.&#8221; Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, &#8220;Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya si dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku.&#8221;</p>
<p>Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, “Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda.&#8221;</p>
<p>Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan. Kebiasaan menunda dari waktu ke waktu, dapat membuat seseorang yang pada awalnya bersemangat bermimpi, akan kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Sebab, menunda sebenarnya hanya akan mengubur kesempatan demi kesempatan yang ada untuk mewujudkan impian. Karena itu, cita-cita selamanya akan menjadi khayalan belaka jika kita tidak memulainya dengan rencana! Dan, yang utama, rencana tanpa tindakan nyata juga hanya akan jadi bualan semata. Mari, selagi masih ada waktu, gunakan sebaik-baiknya waktu kita untuk menyusun kehidupan dan meraih kesempatan, demi menggapai cita-cita.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/" title="Pembeli Istimewa">Pembeli Istimewa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gema</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/gema/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/gema/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 23:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221; Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah dan seorang anaknya sedang berjalan di atas gunung berbatu. Tiba-tiba si bocah jatuh. Dia terluka dan berteriak &#8220;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;. Dengan perasaan terkejut, dia mendengar suara balasan yang sama dengan yang ia teriakkan &#8220;&#8221;aaahhhhhhhhh!!!&#8221;</p>
<p>Karena penasaran, dia berteriak lagi &#8220;Siapa kau?&#8221;. Lalu dia mendapat jawaban yang sama juga, &#8220;Siapa kau?&#8221;. Marah dengan jawaban yang dia dapat, si bocah itu berteriak lagi, &#8220;Pengecut!&#8221;. Lagi-lagi dia mendapat balasan, &#8220;Pengecut!&#8221;.<br />
Si bocah lalu melihat ayahnya dan bertanya, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Sia ayah tersenyum dan berkata, &#8220;Perhatikan baik-baik&#8221;. Si ayah kemudian berteriak, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Suara yang keluar dari gunung itu membalas, &#8220;Kau hebat!&#8221;. Si bocah terkejut tapi belum mengerti.<span id="more-132"></span></p>
<p>Si ayah lalu menjelaskan, &#8220;Orang-orang bilang itu gema, tapi sesungguhnya itulah hidup. Hidup memberimu kembali apa yang kamu katakan dan apa yang kamu lakukan. Hidup kita adalah refleksi dari tindakan kita. Jika kamu menginginkan banyak cinta dalam hidupmu, ciptakan lebih banyak cinta dalam hatimu. Jika kamu ingin orang-orang di sekitarmu peduli denganmu, maka kau harus lebih peduli lagi dengan mereka. Hidup akan memberikanmu apapun yang sudah kamu berikan kepadanya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/lagu-tanpa-judul-buat-ibu/" title="Lagu tanpa judul buat ibu">Lagu tanpa judul buat ibu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/gema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembeli Istimewa</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 12:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di atas mengingatkan kita untuk mengubah sikap kita yang mungkin selama ini salah dalam menilai seseorang. Jika kita adalah seorang penjual yang profesional, tentunya kita akan memperlakukan setiap orang dengan baik karena siapapun orangnya, mereka patut menerima penghargaan dan pelayanan yang terbaik. Mari mulai hari ini kita belajar untuk bersikap simpatik dan ramah meskipun kelihatannya orang-orang yang kita layani adalah pribadi yang `kecil dan sederhana`. Bila kita ingin dihargai orang lain maka kita perlu menghargai mereka lebih dulu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, seorang pengemis mendatangi sebuah toko kue yang cukup terkenal. Toko itu menjual kue manju, kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau. Sementara pelayan toko membungkus kue manju itu, pemilik toko datang dan meminta bungkusan tersebut. `Biar saya sendiri yang menyerahkan kepadanya` katanya seraya memberikan bungkusan kue manju tersebut kepada si pengemis lalu mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badan. <span id="more-117"></span></p>
<p>Karena merasa heran, si pelayan bertanya, `Pak, mengapa Bapak mau menyerahkan sendiri kue itu? padahal selama ini Bapak tidak pernah melakukannya terhadap pembeli lain bahkan pada langganan pun tidak.` Pemilik toko pun menjawab, `Selama ini pelanggan kita adalah orang-orang kaya tetapi hari ini kita patut bersyukur karena toko ini dikunjungi oleh pembeli istimewa.</p>
<p>Orang tadi pasti sudah bersusah payah mengumpulkan uang untuk membeli kue manju kita dan ia patut mendapatkan perlakuan yang istimewa. `Pemilik toko kue itu bernama Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang cukup terkenal.</p>
<p>Cerita di atas mengingatkan kita untuk mengubah sikap kita yang mungkin selama ini salah dalam menilai seseorang. Jika kita adalah seorang penjual yang profesional, tentunya kita akan memperlakukan setiap orang dengan baik karena siapapun orangnya, mereka patut menerima penghargaan dan pelayanan yang terbaik. Mari mulai hari ini kita belajar untuk bersikap simpatik dan ramah meskipun kelihatannya orang-orang yang kita layani adalah pribadi yang `kecil dan sederhana`. Bila kita ingin dihargai orang lain maka kita perlu menghargai mereka lebih dulu.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/pembeli-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Serigala</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/dua-serigala/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/dua-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 10:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sesepuh dari suku apache sedang mengajarkan kehidupan kepada cucu-cucunya. Dia berkata kepada mereka, &#8220;di dalam diriku sedang terjadi pertempuran yang sangat mengerikan antara dua serigala. Serigala yang satu mewakili ketakutan, kemarahan, rasa iri, penderitaan, penyesalan, ketamakan, kesombongan, dendam, rasa bersalah, kebohongan, kebanggaan yang palsu dan ego. Sedangkan serigala yang satu lagi mewakili kegembiraan, damai, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang sesepuh dari suku apache sedang mengajarkan kehidupan kepada cucu-cucunya. Dia berkata kepada mereka, &#8220;di dalam diriku sedang terjadi pertempuran yang sangat mengerikan antara dua serigala. Serigala yang satu mewakili ketakutan, kemarahan, rasa iri, penderitaan, penyesalan, ketamakan, kesombongan, dendam, rasa bersalah, kebohongan, kebanggaan yang palsu dan ego. Sedangkan serigala yang satu lagi mewakili kegembiraan, damai, cinta, harapan, rasa untuk berbagi, ketenangan, kerendahan hati, kebaikan, persahabatan, kemurahan hati, kebaikan dan keyakinan. Dan pertarungan ini juga ada di dalam diri kalian, dan diri setiap orang.&#8221;</p>
<p>Mereka berpikir sejenak dan salah satu dari mereka bertanya, &#8220;serigala yang mana yang akan menang?&#8221;</p>
<p>Sesepuh menjawab dengan singkat, &#8220;yang kalian beri makan setiap hari.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/dua-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kura-kura</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/06/kura-kura/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/06/kura-kura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[kura-kura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Ada sekelompok kura-kura memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasarnya kura-kura dari sananya memang serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka membutuhkan waktu tujuh tahun. Akhirnya kelompok kura-kura ini meninggalkan sarang mereka, untuk pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka. Baru tahun kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok. Selama enam bulan mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sekelompok kura-kura memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasarnya kura-kura dari sananya memang serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka membutuhkan waktu tujuh tahun. Akhirnya kelompok kura-kura ini meninggalkan sarang mereka, untuk pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka. Baru tahun kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok. Selama enam bulan mereka membersihkan tempat itu, membongkar semua keranjang perbekalan piknik dan membenahi tempat itu. Lalu mereka baru sadar dan lihat bahwa ternyata mereka lupa membawa garam. Astaga,..sebuah piknik tanpa garam?! Mereka berteriak dan sepakat bahwa ini bisa menjadi sebuah bencana luar biasa. Setelah panjang lebar berdiskusi,seekor kura-kura hijau diputuskan terpilih untuk mengambil garam di rumah mereka.meskipun ia termasuk kura-kura tercepat dari semua kura-kura yang lambat, si kura-kura hijau mengeluh, merengek, menangis dan meronta-ronta dalam batoknya tanda tak suka dengan tugas yang diberikan kepadanya.<span id="more-47"></span></p>
<p>Namun atas desakan semua pihak akhirnya dengan terpaksa dia bersedia pergi tapi dengan sebuah syarat, bahwa tidak satupun dari mereka boleh makan sebelum dia kembali membawa garamnya. Mereka setuju dan si kura-kura hijau ini berangkatlah. Tiga tahun lewat dan kura-kura hijau itu masih blm kembali.lima tahun ,..enam tahun ,..lalu masuk tahun ke tujuh kepergiannya, seekor kura-kura tua sudah tak kuat menahan laparnya. Lalu dia mengumumkan bahwa ia begitu lapar dan mengajak lainnya untuk makan dan mulailah dia membuka kotak perbekalan. Pada saat itu juga muncul kura-kura hijau dari balik akar pohon dan berteriak keras;`Lihat!!benar kan!? Aku tahu kalian pasti tak sabar menungguku,kalau begini caranya aku tidak mau pergi mengambil garam`</p>
<p>Sementara orang sering memboroskan waktu sekedar untuk menunggu hingga orang lain memenuhi harapannya. Dan sebaliknya, dia juga sering begitu kuatir, prihatin, sering-sering malah terlalu memperdulikan apa yang dikerjakan orang lain sampai-sampai dan bahkan tak ada apapun yang dia perbuat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/06/kura-kura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bergerak</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/06/bergerak/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/06/bergerak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 15:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/2009/06/27/bergerak/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ambil dari wapsite perusahaan tempat saya bekerja (saya tidak perlu menyebutkan nama perusahaannya, nanti dikira promosi…). Saya tidak tahu siapa yang menulisnya, dan saya kira itu tidak begitu penting, karena seperti tagline blog ini, blog yang rapatinggena atau blog yang tidak begitu jelas. Tapi saya yakin, beliau tidak akan keberatan tulisannya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini saya ambil dari wapsite perusahaan tempat saya bekerja (saya tidak perlu menyebutkan nama perusahaannya, nanti dikira promosi…). Saya tidak tahu siapa yang menulisnya, dan saya kira itu tidak begitu penting, karena seperti tagline blog ini, blog yang rapatinggena atau blog yang tidak begitu jelas. Tapi saya yakin, beliau tidak akan keberatan tulisannya saya muat di sini.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan). &#8221; Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, &#8220;ChaNge&#8221;. Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. <span id="more-19"></span>Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. &#8220;Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,&#8221; ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000. Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.</p>
<p>Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun. Saya ulangi pesan Saya, &#8220;Silahkan ambil, silahkan ambil.&#8221; Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, &#8220;Kembalikan, kembalikan!&#8221; Saya mengatakan, &#8220;Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.&#8221; Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:</p>
<p>&#8220;Saya pikir Bapak cuma main-main ………… &#8221; &#8220;Nanti uangnya toh diambil lagi.&#8221; &#8220;Malu-maluin aja.&#8221; &#8220;Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!&#8221; &#8220;Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu …..&#8221; &#8220;Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya. …&#8221; &#8220;Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..&#8221; &#8220;Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang……. ..&#8221; &#8220;Saya, kan duduk jauh di belakang…&#8221; dan seterusnya. Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan) , tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai &#8220;gila&#8221; nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. &#8220;Gila aja….ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..&#8221;. Lantas, apa yang kamu maksud &#8216;sakit&#8217;?&#8221; &#8220;Orang &#8216;sakit&#8217; (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari…..,&#8221; katanya penuh semangat.&#8221; Saya pun mengangguk-angguk.</p>
<p>Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja. Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif. &#8220;Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.&#8221; Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it! &#8220;Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.&#8221; Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju. Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah : &#8220;Winners take action…they simply get up and do what has to be done…&#8221;. Selamat bergerak!</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/06/bergerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhentilah Jadi Gelas</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/06/berhentilah-jadi-gelas/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/06/berhentilah-jadi-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 12:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika belakangan selalu  tampak murung, `Kenapa kau selalu murung,nak? Bukankah banyak hal yang  indah di dunia ini? Kemana perginya wajah bersyukurmu?`sang guru  bertanya. `Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habisnya`, jawab sang  murid. Sang guru terkekeh.`Nak, ambil segelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika belakangan selalu  tampak murung, `Kenapa kau selalu murung,nak? Bukankah banyak hal yang  indah di dunia ini? Kemana perginya wajah bersyukurmu?`sang guru  bertanya. `Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habisnya`, jawab sang  murid. Sang guru terkekeh.`Nak, ambil segelas air dan dua genggam  garam, bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.` Si muridpun  beranjak pelan tanpa semangat, ia laksanakan permintaan gurunya, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang di minta. `Coba ambil segenggam dan masukkan ke segelas air itu,`kata sang guru.`setelah itu coba kau minum airnya sedikit.`si murid melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. `Bagaimana rasanya?` tanya sang guru. `Asin dan perutku jadi mual,` jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.  Sang guru terkekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.<span id="more-10"></span></p>
<p>`Sekarang kau ikut aku.` Sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. `Ambil garam yang tersisa dan tebarkan ke danau.` Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya. `Sekarang coba kau minum air danau itu,` kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, sang guru bertanya kepadanya,`Bagaimana rasanya?`  `Segar,segar sekali,` kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air di danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.  `Terasakah rasa garam yang kau teber tadi?` `Tidak sama sekali,` kata si murid sambil mengambil air dan meminum lagi. `nak,` kata sang guru setelah muridnya selesai minum.  `Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang,tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang hidupmu itu sudah dikadar oleh allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak kurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang  lahir ke dunia inipun demikian. Tidak satupun manusia, walau dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.`</p>
<p>Si murid terdiam, mendengarkan. `Tapi nak,rasa asin dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya qalbu (hati) yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.`</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/mengeluh/" title="Mengeluh">Mengeluh</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kisah-jenderal-dan-prajurit/" title="Kisah Jenderal dan Prajurit">Kisah Jenderal dan Prajurit</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/10/berapa-gaji-ayah/" title="Berapa Gaji Ayah">Berapa Gaji Ayah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian Saringan Tiga Kali">Ujian Saringan Tiga Kali</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/08/cita-cita-yang-tertunda/" title="Cita-cita yang Tertunda ">Cita-cita yang Tertunda </a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/06/berhentilah-jadi-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
