<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog e Manik Arum &#187; tuhan</title>
	<atom:link href="http://manikarum.com/tag/tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikarum.com</link>
	<description>Blog seng rapatinggena</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 13:58:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 03:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Membaca dan mendengar pemikiran orang lain itu bagus, tapi cuma sebatas membantu kita untuk membentuk pemikiran sendiri. Kalau ternyata pemikiran kita sendiri yang terbentuk itu bersesuaian dengan petuah-petuah bijak orang-orang besar, itu keniscayaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan membenarkan hal-hal yg biasa dilakukan, tapi biasakanlah untuk melakukan <a href="http://manikarum.com/2009/08/ujian-saringan-tiga-kali/" title="Ujian saringan tiga kali">hal-hal yg benar</a>. Masalahnya, bagaimana kita tahu kalau kita sudah melakukan hal yang benar? Gunakanlah hati nurani, karena hati nuranilah yang membedakan kita, homo sapiens dengan sapi-sapi yang berbaris rapi di bukit jimbaran di saat pagi dan petang tiba.</p>
<p>Bagaimana saya tahu kalau di bukit <a href="http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/" title="Panduan Cepat Memilih Akomodasi Villa di Bali">jimbaran</a> banyak sapi yang berbaris rapi? Karena dulu saya yang memberi komando, tapi sekarang tongkat komando itu sudah saya serah terimakan ke uci bing slamet, sehingga dia mendendangkan tembang &#8220;<em>di bukit indah berbunga kau mengajak aku ke sana, memandang alam sekitarnya karna senja tlah tiba&#8230;.</em>&#8220;.</p>
<p>Jangan keburu manggut-manggut mengiyakan apa yang saya katakan, karena bisa jadi apa yang saya katakan salah. Bisa jadi yang benar adalah &#8220;Jangan membiasakan untuk melakukan hal-hal yang benar, tapi benarkanlah hal-hal yang biasa dilakukan&#8221;. Atau, &#8220;Jangan menyalahkan hal-hal yang biasa dilakukan, tapi biasakanlah melakukan hal-hal yang salah&#8221;. Atau malah begini, &#8220;Jangan membenarkan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, tapi tidak biasakanlah untuk melakukan hal-hal yang benar&#8221;.<br />
<span id="more-559"></span><br />
Terserah ente aja gimana maunya. Kebenaran itu relatif bagi tiap orang. Sesuatu yang saya anggap benar itu biasanya bertolak dari kepercayaan, sedangkan kepercayaan itu sendiri berangkat dari kebiasaan. Dan kebiasaan pun berangkat dari stasiun gubeng, dimana pemain band yang suka main di situ juga mendendangkan bukit berbunga, &#8220;<em>bukit berbunga, tempat yang indah&#8230;di sana kita slalu datang berdua membagi cinta a a&#8230;</em>&#8220;. (cinta kok dibagi??emangnya gak bisa beli sendiri-sendiri kah?)</p>
<p>Kebenaran mutlak hanya <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan"><strong>milik tuhan</strong></a>. Sesungguhnya tuhan mengetahui apa yang ada di langit dan <a href="http://manikarum.com/2010/04/jangan-selamatkan-bumi/" title="Jangan selamatkan bumi">apa yang ada di bumi</a> dan bahwa sesungguhnya tuhan maha mengetahui segala sesuatu. Bagaimana saya tahu kalau tuhan maha mengetahui segala sesuatu? Di kitab ditulis begitu, masak gak percaya sama kitab jeh?.</p>
<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/krisis-pemikiran.jpg" align="aligncenter" alt="Berpikir kritis" width="250" /><p class="wp-caption-text">Berpikir kritis</p></div></center></p>
<p>Intinya, jangan sekonyong-konyong percaya dengan apa yang dikatakan oleh pak kyai, jangan mudah yakin dengan apa diajarkan oleh pak guru, jangan mudah setuju dengan instruksi atasan, apalagi haqul yakin dengan tukang marketing yang menawarkan investasi online berbasis HYIP yang menjanjikan balik modal dan profit dalam waktu kurang 3 bulan tanpa harus menderas keringat dan berpakaian formal. Kalau anda mendengar pak mario teguh berkata &#8220;life is having seriously fun&#8221; atau &#8220;hidup ini memang tidak mudah, tapi ia akan berlaku ramah jika engkau mengutamakan dua hal ini yaitu bla bla bla..&#8221;, menjawablah bahwa hidup tak semudah cocote mario teguh. Bahkan mungkin mario teguh sendiri pun belum tentu setuju dengan apa yang beliau sampaikan kepada <a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">sahabat-sahabat</a> supernya. Beliau memang dibayar untuk memberi motivasi dan menebar kalimat-kalimat super. Lagipula sepertinya tidak mungkin kalau beliau berkata, &#8220;udahlah bro&#8230;hidup luw itu emang sudah digariskan untuk susah sampai tua. ga usah berusaha jadi orang baik, tuhan gak akan mengubah nasib luw..se la ma nya,end.&#8221;. Kalau sekali pak mario secara sengaja atau tak sengaja berkata seperti itu, tak akan ada perusahaan atau organisasi mana pun yang mau mengontrak beliau, biar sampai tumbuh jambul kutub selatan di kepala beliau. Mungkin gak ya?? Segala sesuatu itu tidak pasti, karena tidak pasti itu maka segalanya mungkin. Curiga? Belum tentu.</p>
<blockquote><p>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 17:36)</p></blockquote>
<p>Bukan berarti apa yang dikatakan orang-orang itu tidak benar apalagi salah, tapi berpikir kritis dan skeptislah, tapi bukan pesimis. Membaca dan mendengar pemikiran orang lain itu bagus, tapi cuma sebatas membantu kita untuk membentuk pemikiran sendiri. Kalau ternyata pemikiran kita sendiri yang terbentuk itu bersesuaian dengan petuah-petuah bijak orang-orang besar, itu keniscayaan. Kalau ada yang menjadi manusia super karena tak pernah melewatkan acara mario teguh golden ways, itu keniscayaan. Kalau ada yang merasa hidupnya susah setelah antusias mengikuti program quantum ikhlas, itu keniscayaan, jangan menyalahkan erbe sentanu. Kalau ada yang merasa hidupnya tidak tenang karena banyak <a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">masalah</a> setelah mengikuti meditasi bersama ajahn brahm, itu juga keniscayaan. Terus apa yang tidak niscaya? Wallahu &#8216;alam, mungkin tidak ada.</p>
<blockquote><p>Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (QS 2:269)</p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukur adalah doa yang mustajab</title>
		<link>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2012/01/berdoa.jpg" align="aligncenter" alt="Bersyukur adalah doa yang mustajab" width="400" /><p class="wp-caption-text">Bersyukur adalah doa yang mustajab</p></div></center></p>
<p>INI bukan soal salah atau benar. Tapi soal SIKAP HATI di hadapan Allah: antara orang yang ‘senang meminta’ dan ‘senang bersyukur’. Yang senang meminta, sedang menghadirkan ‘kesempitan hidup’ ke dalam jiwanya. Sedangkan yang senang bersyukur, sedang menghadirkan ‘kelapangan hidup’.<br />
Apalagi, TERKABULNYA sebuah PERMINTAAN dalam doa itu ternyata banyak SYARATNYA. Yaitu: (1) hanya jika meminta kepada Allah, (2) hanya bagi yang memenuhi segala perintah-Nya, (3) hanya bagi yang beriman kepada-Nya, (4) Masih ditambah: mudah-mudahan sudah benar prosesnya. Yang demikian itu diceritakan dalam ayat berikut ini.<br />
<span id="more-554"></span><br />
QS. Al Baqarah (2): 186</p>
<blockquote><p>Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku MENGABULKAN permohonan orang yang berdoa APABILA ia memohon (hanya) kepada-Ku, maka HENDAKLAH mereka itu MEMENUHI (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka BERIMAN kepada-Ku, MUDAH-MUDAHAN mereka berada dalam (proses) yang benar.</p></blockquote>
<p>BANDINGKAN dengan orang yang bersyukur. Allah tidak menuntut persyaratan apa pun. Bahkan langsung memberikan JAMINAN. Bahwa barangsiapa bersyukur, Allah PASTI akan <a href="http://manikarum.com/2009/08/sehat-itu-nikmat/" title="Sehat itu nikmat">menambah kenikmatan</a> atas apa yang disyukurinya itu. Pokoknya, pandai bersyukur, pasti dapat nikmat..! Ga pakai minta, atau ‘nyuruh’, apalagi ‘mendikte’ segala … <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/frown.png' alt='Frown' title='Frown' class='tse-smiley' /></p>
<p>QS. Ibrahim (14): 7</p>
<blockquote><p>Dan ketika <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Tuhanmu</a> menginfomasikan: “SUNGGUH jika kamu bersyukur, PASTI Kami TAMBAH (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (kufur), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.</p></blockquote>
<p>Hmm.., jadi bersyukur itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta. Meskipun, tentu saja, semua itu boleh-boleh aja. Lha wong yang mengabulkan doa itu bukan saya, tapi DIA… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /></p>
<p>[<em>as read <a href="http://manikarum.com/2010/05/plugin-wordpress-yang-made-in-indonesia/" title="Plugin wordpress yang made in indonesia">on facebook</a></em>]</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">Menghadapi masalah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 11:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Cerita nyata ini terjadi pada pertengahan bulan oktober 2011. Pada tanggal 17 sampai 22, saya mengajukan cuti dengan alasan keperluan keluarga, karena memang dalam waktu seminggu itu saya dan istri juga adik saya yang tinggal di Palu berencana untuk pulang ke surabaya karena mau mengadakan acara syukuran pernikahan pada tanggal 20 oktober. Akad nikahnya sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita nyata ini terjadi pada pertengahan bulan oktober 2011. Pada tanggal 17 sampai 22, saya mengajukan cuti dengan alasan keperluan keluarga, karena memang dalam waktu seminggu itu saya dan istri juga adik saya yang tinggal di Palu berencana untuk pulang ke surabaya karena mau mengadakan acara syukuran pernikahan pada tanggal 20 oktober. Akad nikahnya sendiri sudah dilangsungkan tanggal 20 oktober 2010 (buat yang belum tahu silahkan baca di <a href="http://wedding.manikarum.com" target="_blank">wedding.manikarum.com</a>). Resepsi pernikahan juga sudah dilangsungkan di rumah istri di Depok. Tapi karena keterbatasan waktu dan dana, waktu itu di rumah saya di surabaya belum sempat mengadakan pesta, jadi rencananya ditunda sampai setahun. Singkat cerita, acara berjalan lancar sampai tanggal 22 tepatnya hari sabtu saya dan istri kembali ke habitat masing-masing di kalimantan, dan adik saya juga kembali ke Palu. Hari senin pagi atau pada tanggal 24, saya mendapat kabar dari istri kalau bapak saya meninggal. Seketika itu juga saya bersiap-siap untuk <a href="http://manikarum.com/2009/12/gatotkaca-who-could-fly/" title="Gatotkaca who could fly">terbang lagi</a> ke surabaya. Dan pada hari itu juga malamnya saya bersama istri dan adik saya yang dari Palu sampai dengan selamat di surabaya.<br />
<span id="more-544"></span><br />
Sewaktu kumpul-kumpul dengan saudara-saudara yang lain yang tinggal di luar daerah, sebagian besar beranggapan kalau rupa-rupanya bapak ingin ketemu dulu dengan semua anaknya, termasuk dengan menantunya sebelum pergi (saya pergi meninggalkan rumah untuk merantau sejak tahun 1999, adik saya juga setahun lebih merantau ke Palu). Mungkin anggapan itu nggak salah mengingat tingkat kebetulannya yang tinggi.</p>
<p>Saya sendiri punya pemikiran lain yang mungkin agak berbau omong kosong. Rupa-rupanya bapak sudah <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu malaikat bag 2">didatangi oleh malaikat</a> jauh-jauh hari, bahkan mungkin jauh-jauh bulan sebelum meninggal.<br />
&#8220;Pakdhe&#8230;njenengan ini bakalan meninggal tanggal 24 oktober tahun 2011. Nah sebelum tanggal itu tiba, njenengan ada permintaan terakhir po ra?&#8221;<br />
Si malaikat cukup pede membocorkan hal yang sensitif itu mengingat bapak sudah 6 tahun lebih terkena stroke, dan penyakit itu membuat bapak susah untuk bergerak dan berbicara. Jadi malaikat cukup yakin kalau bapak gak mungkin membocorkan tanggal kepergiannya.</p>
<p>Mendapat pertanyaan itu, bapak menjawab (cukup dalam hati) kalau beliau ingin ketemu sama semua anak-anaknya termasuk menantunya sebelum meninggal. Setelah mendengar jawaban bapak, malaikat mengabulkan permintaan itu dan segera menggelar rapat untuk menyusun skenario bagaimana caranya supaya anak-anaknya bapak yang pergi merantau bisa kumpul bareng sebelum bapak pergi. Meski jumlah malaikat yang hadir tidak memenuhi kuorum, keputusan diambil dan dibagi-bagilah tugas. </p>
<p>Dan ternyata ada <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu malaikat?">malaikat</a> yang bertugas untuk memberi ilham ke saya kapan saya harus menikah. Meski saya tidak merasa diberi ilham sama malaikat, tapi di awal tahun 2010 saya berkeputusan untuk mengajukan tanggal pernikahan. Saya memilih tanggal 20 oktober 2010 yang bertepatan pada hari rabu hanya karena itu tanggal cantik (selain 10 oktober). Kenapa di tahun 2010, kok nggak di tahun 2011, mengingat menurut adat biasanya setelah menggelar pesta di kediaman mempelai perempuan, acara dilanjutkan di kediaman mempelai pria. Nah&#8230;rupanya si malaikat paham betul kalau rejeki saya ini agak seret sehingga malaikat berpikir kalau kemungkinan besar saya akan menunda acara di surabaya sampai tahun depannya. Dan memang perhitungan malaikat tidak meleset. Setelah menikah tanggal 20 oktober 2010, saya dan istri kembali ke kalimantan. Baru setahun setelah itu atau hampir 2 bulan setelah <a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">hari raya</a> idul fitri 2011, kami pulang ke surabaya untuk menggelar acara yang tertunda itu. Jadi sepertinya kepulangan kami ke surabaya itu merupakan salah satu skenario yang sudah diplot oleh malaikat jauh-jauh hari sebelumnya, dengan tujuan supaya bapak bisa ketemu sama semua anak dan menantunya.</p>
<p>Sebelum peristiwa itu terjadi, saya percaya akan &#8216;prudentia dei&#8217;, bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan atau sia-sia. Dan setelah kejadian itu, saya makin percaya. Kadang kita memiliki rencana dan angan-angan apa yang akan kita lakukan dan apa yang ingin kita capai. Tapi ketika segala sesuatu berjalan di luar rencana dan cenderung tidak menguntungkan kita, tak perlu kita menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, apalagi menyalahkan tuhan beserta serdadu malaikatnya. Hiburlah diri sendiri dengan mengatakan bahwa tuhan mungkin sedang mempersiapkan skenario yang lebih indah dari yang kita bayangkan. <a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan</a> mungkin sedang mempersiapkan diri kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari yang kita inginkan. Atau mungkin tuhan sedang mempersiapkan diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih hebat. Wallahu &#8216;alam bishshawab.</p>
<blockquote><p>
Rabbanaa maa kholaqta haadzaa baatila -Ya tuhanku, tidak sia-sia segala yang engkau ciptakan ini-
</p></blockquote>
<p>Pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau ternyata itu belum cukup menghibur?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyemplung ke gorong-gorong</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 13:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Allah memberikan apa yang dibutuhkan hambanya, bukan apa yang diinginkannya. Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, sedang kita hanya memiliki keinginan bertubi-tubi tanpa tahu pasti apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup. Dan allah memberikan apa yang kita butuhkan supaya menjadi jalan buat kita untuk mencapai keinginan kita. Tinggal kita yang mengarahkan keinginan itu untuk berbelok ke kanan, kiri, lurus atau nyemplung ke gorong-gorong.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;wes ewes ewes&#8230;blah blah blah&#8230;koma titik&#8230;koma lagi terus titik&#8230;.lanjuuut&#8230;&#8230;..supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;, itu kalimat normatif yang sering keluar dari mulut narasumber yang sedang diwawancarai reporter, atau dari orang yang kedudukannya lebih tinggi daripada orang yang ditujukan dalam kalimat itu, misal guru kepada murid atau pejabat ke masyarakat banyak. Seperti juga ketika bapak polisi menjelaskan kepada awak media tentang pemeriksaan kendaraan di beberapa ruas jalan dan pintu masuk markas polisi. Mengingat bahwa kalimat itu keluar setelah ada kejadian ledakan bom di cirebon, dengan akal yang kurang sehat sekalipun saya bisa menangkap maksud dari kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;.</p>
<h3>Keinginan vs kebutuhan</h3>
<p>Tapi apakah sesuatu yang diinginkan itu adalah sesuatu yang juga dibutuhkan? Belum tentu, karena  apa yang kita inginkan biasanya melebihi dari apa yang kita butuhkan. Sebagai manusia, saya pribadi sering menginginkan sesuatu yang sebenarnya gak saya butuhkan. Nafsu dan egoisme seringkali menghadirkan lem perekat antara keinginan dan kebutuhan supaya sulit bagi saya untuk membedakannya. Dan bahwa keinginan itu kadang-kadang merupakan sesuatu yang acapkali menimbulkan konflik batin, memicu perdebatan antara makhluk yang berhiaskan lingkaran di kepalanya  <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/angel.png"/> dengan makhluk merah berseringai yang bertanduk <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/devil.png"/>. Keinginan juga lebih banyak mendorong manusia untuk memenuhi neraca di sisi kiri dengan pundi-pundi kejelekan. Bahkan tradisi budha mengatakan &#8216;<em>there is suffering in the world</em>&#8216;, dan bahwa &#8216;<em>all suffering is caused by wanting</em>&#8216;. Dalam islam juga diajarkan, bahwa dalam mengabulkan doa hambanya, <strong>allah memberikan apa yang dibutuhkan hambanya, bukan apa yang diinginkannya</strong>. Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, sedang kita hanya memiliki keinginan bertubi-tubi tanpa tahu pasti apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup. Dan allah memberikan apa yang kita butuhkan supaya menjadi jalan buat kita untuk mencapai keinginan kita. Tinggal kita yang mengarahkan keinginan itu untuk berbelok ke kanan, kiri, lurus atau nyemplung ke gorong-gorong.<br />
<span id="more-526"></span></p>
<h3>Nyemplung ke gorong-gorong</h3>
<p>Anggap misalnya jika keinginan itu diarahkan untuk nyemplung ke gorong-gorong. Dan kalau dirangkai dengan kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;, maka akan menjadi &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak &#8216;nyemplung ke gorong-gorong&#8217;&#8221;. Kata &#8220;tidak&#8221; yang pertama akan menegasikan kata &#8220;tidak&#8221; yang kedua, sehingga skor akhirnya menjadi, &#8220;<strong>supaya nyemplung ke gorong-gorong</strong>&#8220;.</p>
<p>Walau sepele, tapi kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221; selalu menggelitik ketiak saya yang subur ditumbuhi bulu. Contoh lain, misal anggota dewan dilarang membawa laptop, ipad, mesin jahit, pompa air atau perkakas lainnya yang memungkinkan dirinya untuk mengalihkan konsentrasi pada saat sidang, dengan alasan klasik yaitu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan -tentu saja yang dimaksud dengan hal-hal yang tidak diinginkan di sini adalah semisal nonton video porno saat sidang-. Tapi kalau melihat mentalitas anggota dewan yang gak lebih baik dari tuan krab, bisa menonton video gituan, chat dengan teman-teman fb yang haha hihi, atau ym-an dengan gadis genit penjaja rokok <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/kissing.png"/> pada saat sidang adalah sesuatu yang justru diinginkan. Jadi bisa diartikan sendiri arti kalimat &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan&#8221;. Yang membuat aturan menginterpretasikan begini, tapi yang lain (<em>mungkin termasuk yang membuat aturan juga</em>) menginterpretasikan begitu. Mungkin gak salah kalau salah seorang guru sekolah saya dulu pernah berkata, &#8220;di indonesia itu aturan memang dibuat untuk dilanggar&#8221; (<em>semoga kelak guru saya yang salah</em>).</p>
<h3>Sepantasnya</h3>
<p>Jadi bukankah alangkah lebih elegan kalau kalimat normatif itu dimodif sedikit menjadi &#8220;supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak sepatutnya atau sepantasnya&#8221;. Kalau sudah bicara patut atau pantas, yang dijadikan landasan pasti nilai-nilai agama atau mungkin juga nilai-nilai dalam tradisi kebudayaan kedaerahan. Dan itu biasanya sesuatu yang berisi dan mengajarkan kebaikan. Nah&#8230;.bulu ketiak saya belum henti bertumbuh dan makin menggelitik kalau ada yang mengatakan bahwa nyemplung ke gorong-gorong adalah perbuatan yang pantas dan patut dilestarikan dan dibudidayakan <img src="http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/babak-belur.png"/>. Tapi justru itu yang terjadi di republik indonesia tanah air beta.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 06:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Dan tampaknya semua surat dalam al-Quran telah disandikan dan kata-kata yang digunakan terkunci dengan kode matematis. Sehingga mustahil bagi manusia untuk membuat yang serupa atau memanipulasi isi dari al-Quran, bahkan satu kata saja. Seluruh keajaiban matematis memastikan bahwa setiap surat penting dan penyusunan ayat dan surat yang sedemikian rupa sehingga keajaiban itu pun bisa digali dengan akal sehat manusia beberapa ratus tahun setelah diturunkannya al-Quran. Keajaiban matematis yang bagaimanakah itu?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/04/keajaiban-matematis-alquran.jpg" title="Keajaiban matematis Al-Quran" alt="Keajaiban matematis Al-Quran"/></center></p>
<p>Saya memberi judulnya dengan kata &#8220;sedikit&#8221; bukan berarti <strong>keajaiban matematis</strong> yang terkandung dalam al-Quran berjumlah sedikit. Melainkan apa yang akan saya uraikan di sini barangkali hanya nol koma nol sekian persen dari total keajaiban matematis yang dipelihara oleh penciptanya dalam al-Quran. Bukti bahwa Allah menjaga kemurnian al-Quran sampai akhir zaman.</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [QS Al Hijr (15): 9]</p></blockquote>
<p>Dan tampaknya semua surat dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an" target="_blank" title="Al-Quran di Wikipedia">al-Quran</a> telah disandikan dan kata-kata yang digunakan terkunci dengan kode matematis. Sehingga mustahil bagi manusia untuk membuat yang serupa atau memanipulasi isi dari al-Quran, bahkan satu kata saja. Seluruh keajaiban matematis memastikan bahwa setiap surat penting dan penyusunan ayat dan surat yang sedemikian rupa sehingga keajaiban itu pun bisa digali dengan akal sehat manusia beberapa ratus tahun setelah diturunkannya al-Quran. Keajaiban matematis yang bagaimanakah itu? Sebelumnya mari tengok ayat berikut,</p>
<blockquote><p>Demi yang genap dan yang ganjil. [QS al-Fajr (89): 3]</p></blockquote>
<p><span id="more-520"></span><br />
Korosh Cemnishon dan Abdullah Jalghoom terinspirasi oleh ayat di atas untuk mempelajari surat dan ayat dalam al-Quran yang berkaitan dengan bilangan genap dan ganjil. Hasilnya membuktikan bahwa nomor surat dan ayat diatur dengan sangat cermat dan hampir mustahil kalau itu merupakan sebuah kebetulan belaka. Saya sudah memeriksa sendiri hasil utak-atik kedua peneliti tersebut, tapi jangan cepat percaya dengan apa yang saya sampaikan, melainkan silahkan dibuktikan sendiri.</p>
<p>Pertama, ambil al-Quran dan kalkulator (tidak perlu yang <em>scientific</em>) lalu jumlahkan nomor surat dengan jumlah ayat yang dikandungnya. Misalnya surat al-Fatihah bernomor surat 1 dan memiliki 7 ayat, jumlahkan 1 dengan 7 maka akan menghasilkan 8. Surat al-Baqarah bernomor surat 2 dan memiliki ayat sebanyak 286, jumlahkan 2 dan 286, sehingga didapat angka 288. Dan begitu seterusnya sampai surat yang ke-114, yaitu an-Naas. Kalau ada yang sudah menghitungnya sampai surat terakhir tapi lupa mencatat hasil-hasilnya, maka silahkan diulangi lagi menghitungnya, dan kali ini jangan lupa untuk mencatat hasilnya (<em>cape deeh&#8230;</em>). Setelah mendapatkan hasilnya, kelompokkan hasil perhitungan tersebut berdasarkan genap atau ganjil. Ringkasnya bisa dilihat di tabel di bawah ini,</p>
<style type="text/css">
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;text-align:center;width:20px;}
.tableizer-table th {background-color: #666; color: #FFF; font-weight: bold;text-align:center;}
</style>
<p><center></p>
<table class="tableizer-table">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th>Nomor surat</th>
<th>Jumlah ayat</th>
<th>Total</th>
<th>Genap</th>
<th>Ganjil</th>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>7</td>
<td>8</td>
<td>8</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>286</td>
<td>288</td>
<td>288</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>200</td>
<td>203</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>203</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>176</td>
<td>180</td>
<td>180</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>120</td>
<td>125</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>125</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>165</td>
<td>171</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>171</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>206</td>
<td>213</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>213</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>75</td>
<td>83</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>83</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>129</td>
<td>138</td>
<td>138</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>109</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>123</td>
<td>134</td>
<td>134</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>111</td>
<td>123</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>123</td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>43</td>
<td>56</td>
<td>56</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>52</td>
<td>66</td>
<td>66</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>99</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>128</td>
<td>144</td>
<td>144</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>111</td>
<td>128</td>
<td>128</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>110</td>
<td>128</td>
<td>128</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>98</td>
<td>117</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>117</td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>135</td>
<td>155</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>155</td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>112</td>
<td>133</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>133</td>
</tr>
<tr>
<td>22</td>
<td>78</td>
<td>100</td>
<td>100</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>23</td>
<td>118</td>
<td>141</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>141</td>
</tr>
<tr>
<td>24</td>
<td>64</td>
<td>88</td>
<td>88</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>25</td>
<td>77</td>
<td>102</td>
<td>102</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>26</td>
<td>227</td>
<td>253</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>253</td>
</tr>
<tr>
<td>27</td>
<td>93</td>
<td>120</td>
<td>120</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>28</td>
<td>88</td>
<td>116</td>
<td>116</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>29</td>
<td>69</td>
<td>98</td>
<td>98</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>30</td>
<td>60</td>
<td>90</td>
<td>90</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>31</td>
<td>34</td>
<td>65</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>65</td>
</tr>
<tr>
<td>32</td>
<td>30</td>
<td>62</td>
<td>62</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>33</td>
<td>73</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>34</td>
<td>54</td>
<td>88</td>
<td>88</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>35</td>
<td>45</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>36</td>
<td>83</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>37</td>
<td>182</td>
<td>219</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>219</td>
</tr>
<tr>
<td>38</td>
<td>88</td>
<td>126</td>
<td>126</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>39</td>
<td>75</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>40</td>
<td>85</td>
<td>125</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>125</td>
</tr>
<tr>
<td>41</td>
<td>54</td>
<td>95</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>95</td>
</tr>
<tr>
<td>42</td>
<td>53</td>
<td>95</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>95</td>
</tr>
<tr>
<td>43</td>
<td>89</td>
<td>132</td>
<td>132</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>44</td>
<td>59</td>
<td>103</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>103</td>
</tr>
<tr>
<td>45</td>
<td>37</td>
<td>82</td>
<td>82</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>46</td>
<td>35</td>
<td>81</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>81</td>
</tr>
<tr>
<td>47</td>
<td>38</td>
<td>85</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>85</td>
</tr>
<tr>
<td>48</td>
<td>29</td>
<td>77</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>77</td>
</tr>
<tr>
<td>49</td>
<td>18</td>
<td>67</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>67</td>
</tr>
<tr>
<td>50</td>
<td>45</td>
<td>95</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>95</td>
</tr>
<tr>
<td>51</td>
<td>60</td>
<td>111</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>111</td>
</tr>
<tr>
<td>52</td>
<td>49</td>
<td>101</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>101</td>
</tr>
<tr>
<td>53</td>
<td>62</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>54</td>
<td>55</td>
<td>109</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>109</td>
</tr>
<tr>
<td>55</td>
<td>78</td>
<td>133</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>133</td>
</tr>
<tr>
<td>56</td>
<td>96</td>
<td>152</td>
<td>152</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>57</td>
<td>29</td>
<td>86</td>
<td>86</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>58</td>
<td>22</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>59</td>
<td>24</td>
<td>83</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>83</td>
</tr>
<tr>
<td>60</td>
<td>13</td>
<td>73</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>73</td>
</tr>
<tr>
<td>61</td>
<td>14</td>
<td>75</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>75</td>
</tr>
<tr>
<td>62</td>
<td>11</td>
<td>73</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>73</td>
</tr>
<tr>
<td>63</td>
<td>11</td>
<td>74</td>
<td>74</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>64</td>
<td>18</td>
<td>82</td>
<td>82</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>65</td>
<td>12</td>
<td>77</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>77</td>
</tr>
<tr>
<td>66</td>
<td>12</td>
<td>78</td>
<td>78</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>67</td>
<td>30</td>
<td>97</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>97</td>
</tr>
<tr>
<td>68</td>
<td>52</td>
<td>120</td>
<td>120</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>69</td>
<td>52</td>
<td>121</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>121</td>
</tr>
<tr>
<td>70</td>
<td>44</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>71</td>
<td>28</td>
<td>99</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>99</td>
</tr>
<tr>
<td>72</td>
<td>28</td>
<td>100</td>
<td>100</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>73</td>
<td>20</td>
<td>93</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>93</td>
</tr>
<tr>
<td>74</td>
<td>56</td>
<td>130</td>
<td>130</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>75</td>
<td>40</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>76</td>
<td>31</td>
<td>107</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>107</td>
</tr>
<tr>
<td>77</td>
<td>50</td>
<td>127</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>127</td>
</tr>
<tr>
<td>78</td>
<td>40</td>
<td>118</td>
<td>118</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>79</td>
<td>46</td>
<td>125</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>125</td>
</tr>
<tr>
<td>80</td>
<td>42</td>
<td>122</td>
<td>122</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>81</td>
<td>29</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>82</td>
<td>19</td>
<td>101</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>101</td>
</tr>
<tr>
<td>83</td>
<td>36</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>84</td>
<td>25</td>
<td>109</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>109</td>
</tr>
<tr>
<td>85</td>
<td>22</td>
<td>107</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>107</td>
</tr>
<tr>
<td>86</td>
<td>17</td>
<td>103</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>103</td>
</tr>
<tr>
<td>87</td>
<td>19</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>88</td>
<td>26</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>89</td>
<td>30</td>
<td>119</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>119</td>
</tr>
<tr>
<td>90</td>
<td>20</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>91</td>
<td>15</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>92</td>
<td>21</td>
<td>113</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>113</td>
</tr>
<tr>
<td>93</td>
<td>11</td>
<td>104</td>
<td>104</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>94</td>
<td>8</td>
<td>102</td>
<td>102</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>95</td>
<td>8</td>
<td>103</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>103</td>
</tr>
<tr>
<td>96</td>
<td>19</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>97</td>
<td>5</td>
<td>102</td>
<td>102</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>98</td>
<td>8</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>99</td>
<td>8</td>
<td>107</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>107</td>
</tr>
<tr>
<td>100</td>
<td>11</td>
<td>111</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>111</td>
</tr>
<tr>
<td>101</td>
<td>11</td>
<td>112</td>
<td>112</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>102</td>
<td>8</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>103</td>
<td>3</td>
<td>106</td>
<td>106</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>104</td>
<td>9</td>
<td>113</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>113</td>
</tr>
<tr>
<td>105</td>
<td>5</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>106</td>
<td>4</td>
<td>110</td>
<td>110</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>107</td>
<td>7</td>
<td>114</td>
<td>114</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>108</td>
<td>3</td>
<td>111</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>111</td>
</tr>
<tr>
<td>109</td>
<td>6</td>
<td>115</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>115</td>
</tr>
<tr>
<td>110</td>
<td>3</td>
<td>113</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>113</td>
</tr>
<tr>
<td>111</td>
<td>5</td>
<td>116</td>
<td>116</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>112</td>
<td>4</td>
<td>116</td>
<td>116</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>113</td>
<td>5</td>
<td>118</td>
<td>118</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>114</td>
<td>6</td>
<td>120</td>
<td>120</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="background-color: #666;color: #FFF;">
<td><strong>6555</strong></td>
<td><strong>6236</strong></td>
<td>-</td>
<td><strong>6236</strong></td>
<td><strong>6555</strong></td>
</tr>
</table>
<p></p>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
google_ad_slot = "2421970414";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//--></script>
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"></script>
</center></p>
<p>Kalau kita melihat baris terakhir tabel di atas, ada sesuatu yang cukup menarik perhatian. Jika kita menjumlahkan seluruh nomor surat (1+2+3+&#8230;+114) maka akan menghasilkan angka <strong>6555</strong>. Angka ini sama dengan angka yang didapat jika kita menjumlahkan seluruh nomor surat dan jumlah ayat yang menghasilkan bilangan ganjil, yaitu 6555. Selain itu, jika kita menjumlahkan total ayat dalam al-Quran, maka kita akan mendapat angka <strong>6236</strong>, dan jumlah ini sama dengan angka yang kita dapat jika menjumlahkan nomor surat dan jumlah ayat yang menghasilkan bilangan genap. Perhitungan jumlah ayat di atas yang saya gunakan yaitu mengacu pada al-Quran versi Depag. Ada pendapat yang mengatakan kalau jumlah ayat dalam al-Quran ada 6234. Cerita lengkapnya silahkan baca <a href="http://www.message-of-god.com/English%202%20Fals%20Verses.htm" target="_blank" title="Two False Verses Removed from the Quran">Two False Verses Removed from the Quran</a>. Kalaupun jumlah ayat yang kita pakai dalam perhitungan sebanyak 6234, tetap tidak akan mengubah pola tabel di atas, karena 2 ayat yang kelebihan itu berada di bagian akhir surat 9 (ayat 128 dan 129, sehingga jumlah ayat yang dikandung surat at-Taubah ada 127). Bagaimana 2 ayat yang &#8220;bandel&#8221; itu bisa ketahuan? Jawabannya ada di keajaiban matematis lainnya yang menyegel al-Quran sepanjang masa (tidak saya bahas di sini, jadi untuk sementara anggap aja Depag yang benar).</p>
<p>Dari tabel bisa dilihat, bahwa terdapat <strong>60</strong> surat yang memiliki jumlah ayat genap dan <strong>54</strong> surat berjumlah ayat ganjil. Seperti diketahui, jumlah surat dalam al-Quran adalah 114 yang merupakan perkalian antara 6 dan 19. Kalau 19 diuraikan menjadi 10+9, maka didapat  6(10+9), sehingga menjadi 60+54, atau sama dengan jumlah surat yang jumlah ayatnya genap ditambah jumlah surat yang jumlah ayatnya ganjil. Kenapa harus 19? Al-Quran memiliki keistimewaan yang berkaitan dengan angka 19 seperti tertuang dalam surat al-Muddatstsir ayat 30. Silahkan pelajari di <a href="http://www.mathmiracle.com/html/" target="_blank" title="Math Miracle">Math Miracle</a>. Kebetulankah? Mungkin. Tapi coba tengok fakta yang ini, 30 dari 60 surat yang berjumlah ayat genap memiliki nomor surat genap dan sisanya bernomor surat ganjil. Contoh surat al-Baqarah yang memiliki jumlah ayat genap (286) dan bernomor surat genap (2). Sedangkan untuk surat yang ayatnya berjumlah ganjil terdiri dari 27 surat yang bernomor surat genap dan 27 surat bernomor ganjil.</p>
<p><center><br />
<table class="tableizer-table" width="420">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th colspan="4">114 Surat</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><strong>60</strong><br />(Surat dengan jumlah ayat genap)</td>
<td colspan="2"><strong>54</strong><br />(Surat dengan jumlah ayat ganjil)</td>
</tr>
<tr>
<td>30 surat bernomor genap</td>
<td>30 surat bernomor ganjil</td>
<td>27 surat bernomor genap</td>
<td>27 surat bernomor ganjil</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Masih kebetulan juga?</p>
<blockquote><p>Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. [QS Yaasiin (36): 36]</p></blockquote>
<p>Tuhan telah menciptakan segala sesuatu berpasangan, termasuk apa-apa yang tidak kita ketahui. Jika begitu, barangkali al-Quran juga disusun berpasangan. Sekali lagi kita pilah al-Quran menjadi 2 kelompok, (1)<strong>Surah homogen</strong>, yaitu surat yang memiliki nomor surat dan jumlah ayat yang sama-sama genap atau sama-sama ganjil, misal al-Fatihah dan al-Baqarah. Dan (2)<strong>Surat heterogen</strong>, yaitu surat yang bernomor genap dan jumlah ayatnya ganjil atau sebaliknya, bernomor ganjil dan jumlah ayatnya genap. Setelah dipilah-pilah, akan didapat hasil yang cukup istimewa. Ternyata dari 114 surat yang termuat dalam al-Quran, <strong>57</strong> diantaranya adalah surat homogen dan <strong>57</strong> surat heterogen. Dan kalau di-breakdown lagi, 30 dari 57 surat homogen memiliki nomor surat genap dan jumlah ayat genap, sisanya 27 surat memiliki nomor surat ganjil dan jumlah ayat ganjil. Di sisi lain, 30 dari 57 surat heterogen memiliki nomor surat genap dan jumlah ayat ganjil, sisanya 27 surat memiliki nomor surat ganjil dan jumlah ayat genap.</p>
<p><center><br />
<table class="tableizer-table" width="420">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th colspan="4">114 Surat</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><strong>Surat homogen</strong><br />(57 surat)</td>
<td colspan="2"><strong>Surat heterogen</strong><br />(57 surat)</td>
</tr>
<tr>
<td>30 surat bernomor genap dan jumlah ayat genap</td>
<td>27 surat bernomor ganjil dan jumlah ayat ganjil</td>
<td>30 surat bernomor genap dan jumlah ayat ganjil</td>
<td>27 surat bernomor ganjil dan jumlah ayat genap</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Jika misalnya ada surat yang tertukar, misal al-Fatihah tertukar dengan surat nomor dua al-Baqaraah. Akibatnya, ada penambahan dua surat heterogen dan pengurangan dua surat homogen. Demikian juga, jika terjadi penambahan atau pengurangan jumlah ayat, akibatnya fatal karena al-Quran tidak akan berpasangan sempurna.</p>
<p>Masih ada yang lain. Sekarang coba kita bagi al-Quran menjadi 2 bagian yang setiap bagian mengandung 57 surat. Jadi bagian yang pertama dimulai dari surat al-Fatihah dan berakhir di surat ke-57 al-Hadiid, dan sisanya adalah bagian kedua. Jika nomor-nomor surat dari 57 surat yang pertama ini dijumlahkan (1+2+3+&#8230;+57), kita akan mendapatkan angka 1653. Dan jika nomor surat al-Hadiid (57) dikalikan dengan jumlah ayat yang dikandungnya (29), akan didapat hasil 1653. Bilangan 1653 itu sendiri merupakan kelipatan 19. Dan yang istimewa juga, terdapat 29 surat bernomor ganjil dan 28 surat bernomor genap dalam setengah al-Quran yang pertama. Di paruh kedua, surat bernomor ganjil berjumlah 28 dan yang bernomor genap berjumlah 29 (gak perlu takjub, karena yang ini bukan keajaiban, tapi hanya sifat matematika biasa). Uniknya, di paruh pertama al-Quran, terdapat 29 surat homogen dan 28 surat heterogen. Sedangkan di paruh kedua kebalikannya, ada 29 surat heterogen dan 28 surat homogen. </p>
<p><center><br />
<table class="tableizer-table" width="420">
<tr class="tableizer-firstrow">
<th colspan="4">114 Surat</th>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><strong>Setengah yang pertama</strong><br />(57 surat)</td>
<td colspan="2"><strong>Setengah yang kedua</strong><br />(57 surat)</td>
</tr>
<tr>
<td>29 surat bernomor ganjil</td>
<td>28 surat bernomor genap</td>
<td>29 surat bernomor genap</td>
<td>28 surat bernomor ganjil</td>
</tr>
<tr>
<td>29 surat homogen</td>
<td>28 surat heterogen</td>
<td>29 surat heterogen</td>
<td>28 surat homogen</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Kalau yang ini bukan sifat matematika, melainkan segel abadi al-Quran yang berlapis-lapis. Yang menjaga kemurnian al-Quran sampai akhir zaman. Tidak bisa dimanipulasi, juga tidak bisa dibuatkan yang serupa.</p>
<blockquote><p>Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.&#8221; [QS al-Israa (17): 88]</p></blockquote>
<p>Apa yang saya uraikan di atas hanya porsi kecil dari keajaiban matematis yang memelihara al-Quran. Masih banyak keajaiban matematis lainnya yang menunggu untuk tersingkap. Dan dari apa yang sudah saya baca, bukti keajaiban matematis yang sudah terungkap hanya melibatkan <a href="http://manikarum.wordpress.com" target="_blank" title="Blog Matematikus">operasi aritmatika</a> biasa seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Saya membayangkan bagaimana jika Tuhan sang penguasa segala ilmu meng-enkripsi al-Quran dengan melibatkan ilmu matematika yang lumayan repot, misalnya fungsi trigonometri, differensial, atau integral rangkap 19. Siapa yang tahu? Tuhan yang tak terbatas tidak mungkin membatasi dirinya sendiri.</p>
<blockquote><p>&#8220;Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan untuk menuliskan jagat raya&#8221; -Galileo</p></blockquote>
<p>Sekali lagi, saya hanya menyampaikan apa yang sudah saya baca, saya periksa dan saya yakini. Kalau membaca tagline blog saya di atas, <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">blog seng rapatinggena</a> atau blog yang gak jelas, anda boleh mengatakan kalau ini hanya omong kosong. Dan anda juga jangan sedikitpun percaya dengan apa yang sudah saya uraikan, melainkan buktikan sendiri dengan akal sehat, karena saya juga kadang-kadang suka membual.</p>
<blockquote><p>Tuhan mungkin tidak sedang bermain dadu, tapi Tuhan senang bermain <a href="http://manikarum.com/2010/02/beri-aku-sudoku/" title="Main sudoku yuk">sudoku</a>. (<em>kata-kata saya sendiri</em>)</p></blockquote>
<p><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4452378137045589";
/* LinkUnit-468x15 */
google_ad_slot = "6147791080";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 15;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-ketombe/" title="[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe">[Asal Mangap] Karang Paci eps 1: Krisis Ketombe</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Dejavu</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 04:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan iseng]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Dan kalau dipikir bodoh-bodohan, boleh jadi yang namanya perempuan itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanya ketiadaan kromosom Y. Jadi perempuan itu bukanlah sebuah entitas utuh yang berdiri sendiri, melainkan efek samping dari ketiadaan kromosom Y pada diri laki-laki.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari seperti ini bukan hari yang pertama kali terjadi sepanjang sejarah. Sebelumnya sudah sering terjadi hari-hari seperti ini. Bukannya mengalami dejavu, tapi hanya masalah kesamaan konsep. Dan karena hari ini sangat rentan untuk terlupakan, sehingga saya merasa perlu untuk diabadikan dalam <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">blog</a>. Bukannya karena ada keistimewaan, tapi justru karena kenihilan sesuatu yang istimewa itu. Kalau ada keistimewaan di hari ini yang membuat saya sulit untuk melupakan, buat apa saya repot-repot memeras kemampuan verbal dan menekan tombol keyboard yang sudah agak kusam. Atau justru karena ketiadaan yang istimewa itu yang membuat hari ini menjadi istimewa. Jadi bukannya ketidakistimewaan yang memberi sifat hari ini, melainkan ketiadaan sesuatu yang istimewa. Seperti konsep terang dan gelap, dari dua keadaan tersebut yang membedakan sebenarnya hanya satu, yaitu adanya cahaya atau tidak. Kondisi terang dicapai jika ada cahaya yang hadir di situ, dan sebaliknya, kondisi gelap terjadi jika tidak ada cahaya. Jadi sebenarnya yang namanya kegelapan itu tidak ada, yang ada hanya ketiadaan cahaya. Contoh lain (<em>maaf kalau yang ini agak sensitif</em>), <span id="more-515"></span>dua dari empat puluh enam kromosom yang terkandung dalam sel manusia merupakan penentu dari jenis kelamin. Kromosom laki-laki dilambangkan dengan XY dan kromosom perempuan dilambangkan dengan XX. Dan kalau dipikir bodoh-bodohan, boleh jadi yang namanya perempuan itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanya ketiadaan kromosom Y. Jadi perempuan itu bukanlah sebuah entitas utuh yang berdiri sendiri, melainkan efek samping dari ketiadaan kromosom Y pada diri laki-laki. Wallahu &#8216;alam&#8230;mungkin saya salah.</p>
<p>Kembali ke &#8220;keistimewaan&#8221;. Setelah saya pikir lagi, ternyata hari ini sangat istimewa. Bangun jam 10 pagi (siang buat sebagian orang), minum air putih segelas tanpa cuci muka apalagi mandi terlebih dulu, masak air buat bikin kopi, nyalain laptop dan klik kompas epaper di bookmark. Sambil nunggu loading, buang air kecil sejenak lalu meracik kopi dan gula hingga menjadi <a href="http://manikarum.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-segelas-kopi/" title="Tiada hari tanpa segelas kopi">segelas kopi</a> yang istimewa. Sebelum membaca, nyalain dulu rokok sebatang. Mantap, dan blah blah blah&#8230;..dilanjutkan membaca buku yang baru saja saya beli 2 hari yang lalu, judulnya &#8220;<strong>Miracle of The Quran</strong>&#8220;, terjemahan dari buku asli yang berjudul &#8220;The Quran: Unchallengeable Miracle&#8221; karya penulis Turki <strong>Caner Taslaman</strong>. </p>
<p>Harapan saya setelah membaca buku ini, pikiran saya akan tercerahkan setelah mendapatkan nutrisinya. Tapi belum sampai habis dibaca, justru makin banyak pertanyaan-pertanyaan yang hinggap di kepala. Diusir sayang, tapi ditangkap pun rasanya sulit sekali. Jadi lebih baik biarkan saja mereka berkicau semaunya di waktu malam, karena justru kicauan itulah yang menjadi bukti akan keberadaan seorang saya (dan <a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Tuhan</a>).</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hibakusha</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 03:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa saya ini lebih mudah mendendam daripada memaafkan. Kenapa saya juga lebih mudah mengingat kejelekan orang lain daripada sisi positif dan perbuatan baiknya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 66 tahun yang lalu negeri naruto dihajar sampai hampir pingsan (walau gak sampai <a href="http://manikarum.com/2010/02/the-end/" title="The end">the end</a>) oleh negeri the simpsons dengan 2 buah bom atom panggang yang mendarat empuk di Nagasaki dan Hiroshima. Empuk memang, tapi justru yang empuk-empuk itu efeknya luar biasa. Dan rupanya tragedi nuklir itu terulang lagi, hanya bedanya kalau dulu bom atom datangnya sekonyong-konyong tanpa diduga dan tanpa permisi seperti tai cicak yang jatuh dari langit, sedangkan kali ini mainnya lebih halus, pakai fore play dulu sebelum digasak, jadi setidaknya ada persiapan mental terlebih dulu, habis itu &#8220;ma&#8230;.papa goyang yaaa&#8230;&#8221;. Gempa dulu, disusul tsunami dan kemudian krisis nuklir.</p>
<p>Setelah mendengar dan melihat lewat tv musibah gempa dan tsunami di jepang, jujur saja perasaan saya datar-datar saja, gak ada yang istimewa, gak ada letupan, gak ada chemistry atau apalah namanya. Dan yang lebih parah, justru ada sedikit perasaan senang riang gembira, hati kecil saya bersorak lantang &#8220;kapok kowe&#8230;rasakno&#8230;.&#8221;. Dan teman-teman di facebook juga sepertinya adem ayem tentrem, tidak ada yang menulis status berduka cita, berempati atau semacamnya, tidak seperti ketika <a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">kapal mavi marmara diserbu tentara zionis</a> (atau saya aja yang kurang rajin buka fb yaa??). Tentu ada sebabnya, mungkin karena nama negara jepang pernah dan masih menghiasi lembaran buku-buku sejarah indonesia, dan tentu dengan prestasi imperialisnya yang mengundang dendam dan kebencian. Mungkin karena dulu kita pernah mendengar kakek-kakek kita dipaksa ikut romusha, nenek-nenek kita  juga dipaksa menjadi geisha. Belum lagi miyabi dan kawan-kawan seprofesinya, juga hentai yang cepat men-&#8217;dewasa&#8217;-kan generasi muda sekarang.<span id="more-511"></span></p>
<p>Sepak terjang serdadu dan seniman jepang itulah yang barangkali membuat saya susah untuk berempati terhadap negara itu ketika diterpa musibah. Bahkan meskipun saat ini jepang menjadi salah satu negara donor buat bangsa <a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please">indonesia</a>, tetap aja susah untuk menyadarkan nurani ini. Ada saatnya saya merenung setelah peristiwa itu, kenapa saya ini lebih mudah mendendam daripada memaafkan. Kenapa saya juga lebih mudah mengingat kejelekan orang lain daripada sisi positif dan perbuatan baiknya. Dan ketika saya tahu orang yang saya kurang suka itu ditimpa musibah, spontan saya menjadi jahat dan senyum-senyum sendiri sambil mengepalkan tangan, &#8220;yessss&#8230;&#8221;, seperti reaksi squidward yang semarak ketika tahu rumah nanas spongebob dilahap habis oleh nematoda sehingga memaksanya untuk hengkang dari bikini bottom (walau akhirnya gak jadi pindah, karena rumah nanasnya tumbuh lagi).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/03/squidward-senang.gif" width="350" alt="Squidward senang" title="Squidward senang" /><p class="wp-caption-text">Squidward senang</p></div>
<p>Yaa&#8230;itulah <a href="http://manikarum.com" title="Blog seng rapatinggena">saya</a>. Musibah di jepang benar-benar membangunkan kesadaran saya, untuk kemudian ditidurkan lagi. Saya teringat hp saya yang hilang di bandara sepinggan. Sampai sekarang saya masih dongkol sama opportunis yang &#8216;mengamankan&#8217; hp saya itu dan sempat mendoakan yang jelek-jelek buat dia. Padahal kalau saya pikir-pikir, saya juga sering lupa mengucapkan terima kasih ke orang yang sudah ikhlas berbuat baik kepada saya, atau bahkan kepada <a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">tuhan yang maha tahu</a> yang telah menciptakan saya. Dan saya sendiri sebenarnya juga ngeh kalau sang pencipta mengkondisikan saya untuk dijahati itu bukan tanpa makna. Semuanya itu untuk meningkatkan kualitas pribadi saya dan membaikkan kehidupan saya (dalam kasus kehilangan hp, akhirnya saya terpaksa harus &#8216;membaikkan&#8217; hp saya dengan membeli hp baru yang lebih wahhh). Memang dasar saya yang bandel, mungkin saya terlalu menikmati perasaan mendendam ini. Atau justru itu yang membuat hidup menjadi lebih berwarna?? Tapi saya terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meski harus dipaksa nonton spongebob 100 episode tanpa henti.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/ternyata-hitler-berbakat-indigo/" title="Ternyata hitler berbakat indigo">Ternyata hitler berbakat indigo</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/02/masalah/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/02/masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 17:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang teman dari seorang kawan yang kalau datang berkunjung tak pernah datang sendirian melainkan selalu bersama dengan saudara kembarnya. Dia bernama "Masalah" dan saudaranya "Solusi".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang teman dari seorang kawan yang kalau datang berkunjung tak pernah datang sendirian melainkan selalu bersama dengan saudara kembarnya. Dia bernama &#8220;Masalah&#8221; dan saudaranya &#8220;Solusi&#8221;. Dan sebelum kawan saya sempat mengenalkan saya dengan temannya, ternyata saya sudah mengenalnya, si Masalah dan saudaranya. Ketika kami mengajaknya jalan, di sepanjang jalan Masalah dan saudaranya senantiasa menyapa setiap orang yang ditemuinya, mulai dari <a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin menjadi pengemis">anak seorang pengemis</a>, tukang ojek, pengetap bensin, juragan kos-kosan sampai walikota, mereka mengenalnya. Luar biasa&#8230;.kalau mereka punya akun facebook, pastilah mereka dinobatkan sebagai facebooker dengan jumlah teman terbanyak di bumi, kalau mereka suka nge-tweet, pastilah mereka memiliki follower terbanyak dan juga pem-follow terbanyak sepanjang riwayat hidup tweeter, atau kalau mereka membuat <a href="http://manikarum.com/2010/01/group-aneh-di-facebook/" title="Group aneh di facebook">grup di facebook</a>, barangkali manusia termakmur di muka bumi akan menjadi membernya.</p>
<p>Ketika dia dan saudaranya berkunjung ke rumah saya, tanpa sadar saya sering menjamunya dengan teramat baik. Terkadang dia menginap berhari-hari tanpa tahu kapan akan berkelana lagi. Mungkin dia merasa nyaman berada di pondok saya yang sebenarnya belum sempurna betul. Biarlah&#8230;.kadang saya juga menikmati kehadirannya.<span id="more-494"></span></p>
<p>Masalah ini suka sekali ngobrol, dia hampir menguasai semua topik yang saya lontarkan. Kalau sudah bicara, suara gunung meletus pun terdengar seperti <a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">cicak</a> yang bersendawa. Berbeda dengan saudaranya Solusi yang agak pendiam. Sekali ngomong, suaranya hampir tak terdengar, dan itu tak akan diulanginya lagi sebelum saya berhenti bicara dan bertanya &#8220;tadi ngomong apa barusan?&#8221;. Sekali waktu saya diam dan mendengarkan Solusi bicara, &#8220;Ooooo&#8230;.ternyata dia hanya minta <a href="http://manikarum.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-segelas-kopi/" title="Tiada hari tanpa segelas kopi">segelas kopi</a> dan dua batang rokok.&#8221;. Segera saya buatkan dia segelas kopi hitam istimewa yang direndam dalam air bersuhu seratus derajat celcius. Dan tidak hanya 2 batang, tapi 2 bungkus rokok dengan merk berbeda saya sajikan juga. Segera setelah dihajarnya hidangan itu, dia pun memulai kicauannya yang sebenarnya terlalu indah untuk tak dihiraukan. Begitu indah kicaunya sampai saya terlelap. Keesokan paginya, saya sudah tak menemukan keberadaan mereka di dalam pondok. Mungkin semalam mereka sudah pamitan, tapi saya terlalu asyik bercanda dengan bidadari di buana impian.</p>
<p>Saya hanya tersenyum, &#8220;mungkin tetangga sebelah ada benarnya, <a href="http://manikarum.com/2010/03/menghadapi-masalah/" title="Menghadapi masalah">masalah kita akan berkurang</a> bobotnya hanya dengan meluangkan waktu untuk tenang dan berdiam diri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Besok besok jangan segan-segan untuk berkunjung lagi, wahai kawanku&#8230;..&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/02/masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</title>
		<link>http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 06:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cuci mata]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena alam]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ke Banyuwangi dimulai sekitar jam 7 WITA dari Denpasar Bali. Waktu itu yang berangkat 6 orang termasuk saya dengan mengendarai 3 sepeda motor. Sampai di Banyuwangi sekitar jam 12 siang. Setelah muter-muter keliling kota sebentar, sore hari sekitar jam 3 kami balik lagi ke Denpasar (masih naik motor). Gak ada cerita yang istimewa. Cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan ke Banyuwangi dimulai sekitar jam 7 WITA dari Denpasar Bali. Waktu itu yang berangkat 6 orang termasuk saya dengan mengendarai 3 sepeda motor. Sampai di Banyuwangi sekitar jam 12 siang. Setelah muter-muter keliling kota sebentar, sore hari sekitar jam 3 kami balik lagi ke Denpasar (masih naik motor). Gak ada cerita yang istimewa. Cuma pas ketika kami naik kapal feri, tumben-tumbennya saya melihat ada pelangi dari Selat Bali. Pelangi ini nangkring di atas <a href="http://manikarum.com/2009/12/panduan-cepat-memilih-akomodasi-villa-di-bali/" title="Panduan cepat memilih akomodasi di Bali">Pulau Bali</a>.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/01/pelangi-di-selat-bali.jpg" width="450" alt="Pelangi di atas Pulau Bali" title="Pelangi di atas Pulau Bali" /><p class="wp-caption-text">Pelangi di atas Pulau Bali. Gambar diambil dari atas kapal feri Ketapang-Gilimanuk</p></div><br />
<span id="more-492"></span><br />
Hampir lupa ding&#8230;.sewaktu di Banyuwangi kami juga sempat mengambil foto di alun-alun Banyuwangi. Salah satunya adalah hasil lukisan foto karya seorang pelukis jalanan yang mangkal di pinggir alun-alun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2011/01/lukisan-foto.jpg" width="450" alt="Lukisan foto karya pelukis jalanan yang mangkal di pinggir alun-alun Banyuwangi" title="Lukisan foto" /><p class="wp-caption-text">Lukisan foto karya pelukis jalanan yang mangkal di pinggir alun-alun Banyuwangi</p></div>
<p>Sebagai pengamat amatir, saya menganggap lukisan itu luar biasa, terutama detilnya. Ketika saya amati, senimannya hanya bermodal pensil, kapas dan kaca pembesar (juga dhingklik tempat dia nongkrong). Sebenarnya banyak lukisan pesanan yang dia pajang di sana, tapi saya hanya ambil satu aja buat oleh-oleh ala kadarnya.</p>
<p>Dan sewaktu di daerah Selemadeg Tabanan Bali, lagi-lagi saya sempat melihat pelangi, begitu dekat seperti mau menimpa saya. Barangkali ini pelangi yang tadi saya lihat di Selat Bali, wallahu &#8216;alam, karena biasanya pelangi itu munculnya gak lama, sedangkan perjalanan dari Selat Bali sampai ke Daerah Selemadeg sekitar 2-3 jam.</p>
<p>Yaaa&#8230; hanya 2 gambar itu yang mewakili oleh-oleh dari Banyuwangi (foto-foto yang lain hanya foto narsis). Yang satu mewakili ciptaan Tuhan, yang satu lagi ciptaan manusia.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/tempat-paling-ekstrim-di-bumi/" title="Tempat paling ekstrim di bumi">Tempat paling ekstrim di bumi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/10-fenomena-alam-yang-mengagumkan/" title="10 Fenomena Alam yang Mengagumkan">10 Fenomena Alam yang Mengagumkan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/berburu-kehidupan-di-luar-angkasa/" title="8 tempat berpotensi untuk berburu kehidupan di luar angkasa">8 tempat berpotensi untuk berburu kehidupan di luar angkasa</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/04/jangan-selamatkan-bumi/" title="Jangan selamatkan bumi!">Jangan selamatkan bumi!</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/04/potret-letusan-gunung-eyjafjallajokull/" title="Potret letusan Gunung Eyjafjallajokull">Potret letusan Gunung Eyjafjallajokull</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan itu tahu tapi menunggu</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 13:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Ungkapannya indah dan lugas, bunyinya seperti ini "Tuhan itu tahu tapi menunggu". Nah, apabila dikaitkan dengan konsep ikhtiar manusia dengan takdir ilahi banyak sekali hal yang mengganjal yang ingin dipertanyakan yaitu:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img align="aligncenter" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/12/tuhan-itu-tahu.jpg" width="400" height="268" alt="Tuhan itu tahu tapi menunggu" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu" /><p class="wp-caption-text">Tuhan itu tahu tapi menunggu</p></div>
<p>Tanpa sengaja ketika saya membuka-buka folder kepunyaan teman-teman di laptop, ada satu file dokumen bernama &#8220;NDP.docx&#8221; yang ketika saya buka isinya hanya 1 halaman tapi mengandung 10 pertanyaan yang dalam (atau terlalu lugu??). Saya sendiri tidak tahu apa kepanjangan dari NDP, dan saya juga tidak tahu teman yang mana yang menulis (atau menaruh?) file itu. Isinya seperti ini,</p>
<p>Ungkapannya indah dan lugas, bunyinya seperti ini &#8220;Tuhan itu tahu tapi menunggu&#8221;. Nah, apabila dikaitkan dengan konsep ikhtiar manusia dengan takdir ilahi banyak sekali hal yang mengganjal yang ingin dipertanyakan yaitu:<span id="more-478"></span></p>
<ol>
<li>Dimana posisi Tuhan sehingga Tuhan bisa disebut Maha penolong dan Maha pemberi petunjuk, apakah dalam perjalanan ikhtiar manusia itu Allah itu memberikan petunjuknya, dalam artian Tuhan tidak hanya menunggu tapi juga membantu?</li>
<p></p>
<li>Bukankah hal tersebut berarti menjajah kemerdekaan manusia dalam berikhtiar?</li>
<p></p>
<li>Apakah sudah ada dalam diri manusia (fitrah manusia untuk kembali kepada tuhannya)?</li>
<p></p>
<li>Dimana kemerdekaan manusia?</li>
<p></p>
<li>Apakah ramalan tentang masa depan itu mengacu pada konsep kelanjutan ikhtiar kita saat ini, atau merupakan suatu ilmu khusus yang dipelajari, bolehkah kita mempercayainya?</li>
<p></p>
<li>Apakah ada patokan atau barometer yang menunjukkan atau bisa dikatakan bahwa seseorang sudah berikhtiar secara maksimal?</li>
<p></p>
<li>Apa yang dimaksud dengan kemerdekaan manusia (ikhtiar manusia) itu sendiri??</li>
<p></p>
<li>Sering kita mendengar,”kita serahkan selanjutnya kepada Allah yang penting kita (manusia) sudah berikhtiar”… Apakah sikap itu dibenarkan???</li>
<p></p>
<li>Mengenai takdir, apabila takdir seseorang sudah ditentukan oleh-NYA,  lalu untuk apa manusia berikhtiar?</li>
<p></p>
<li>Apakah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah, bisa diubah??</li>
</ol>
<p>Mohon bimbingannya kanda,,bila ada yang keliru mohon diluruskan….</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari raya cicak</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 08:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA["besok idul fitri yaa?.... so fuckin' what?? emangnya berapa persen orang yang merayakannya kembali ke fitri? yang suka korup tetep aja korup, yang tukang judi tetep aja berjudi, yang hobi fitnah tetep aja memfitnah, yang doyan zina tetep aja berzina, yang merantau saling pamer kekayaan ketika mudik biar jadi buah bibir tetangga-tetangga sebelah...jadi seperti artis gitu......apakah yang begitu itu artinya idul fitri??"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;besok idul fitri yaa?&#8230;. so fuckin&#8217; what?? emangnya berapa persen orang yang merayakannya kembali ke fitri? yang suka korup tetep aja korup, yang tukang judi tetep aja berjudi, yang hobi fitnah tetep aja memfitnah, yang doyan zina tetep aja berzina, yang merantau saling pamer kekayaan ketika mudik biar jadi buah bibir tetangga-tetangga sebelah&#8230;jadi seperti artis gitu&#8230;&#8230;apakah yang begitu itu artinya idul fitri??&#8221;</p>
<p>Cicak di dinding meracau sambil mengibaskan ekornya. </p>
<p>&#8220;emang loe orang cak, dari tadi ngomel aja? awas loe kalo tai loe jatuh di kopi gue&#8221;<br />
&#8220;loe lagi&#8230;.udah jelas-jelas gue ini cicak&#8221;<br />
&#8220;terus ngapain loe ngomong-ngomongin orang? ngomongin cicak aja napa??&#8221;</p>
<p>&#8220;gue cuma jengah ama manusia sekarang&#8230;.suka memoles penampilan luar biar indah bak burung cendrawasih, menutupi keburukan di dalam dengan kebaikan semu. merayakan dengan sok khidmat hari raya idul fitri, seolah-olah mereka sudah benar-benar kembali ke fitri. kalo emang udah kembali ke suci, harusnya mereka berubah donk ketika menjalani kehidupan masing-masing. orang yang biasa korup menjadi hilang ingatan dan tidak tahu apa itu definisi korupsi sehingga mereka tidak akan melakukannya lagi. ya setidaknya sampai mereka mengenal lagi kosakata itu dan bernyali untuk melakukannya lagi. tapi sebelum itu terjadi, mereka sudah harus dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan di tahun depannya, jadi seperti tidak ada kesempatan buat mereka untuk mengenal lagi apa dan bagaimana korupsi itu. dan karena proses iterasi itu berlangsung kontinu, harusnya mereka setiap saat tidak melakukan tindakan kotor itu. itu alasannya kenapa di setiap tahun tuhan selalu menganugerahkan bulan ramadhan, supaya bisa dijadikan momentum bagi manusia untuk berbenah dan membersihkan diri setelah setahun hati dan pikirannya dikotori oleh lingkungan sekitar.&#8221;<br />
<span id="more-460"></span><br />
Saya tercengang&#8230;.dia kan hanya seekor cicak.</p>
<p>&#8220;<em>pagi beriman&#8230;..siang lupa lagi&#8230;..sore beriman&#8230;&#8230;malam amnesia&#8230;&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Ehhh&#8230;..si cicak nyanyi lagu amnesia-nya GIGI. &#8220;Suara loe keren abiss cak&#8230;&#8230;tapi jauh lebih keren kalo loe gak bersuara.&#8221;</p>
<p>Cicak bercerita lagi, &#8220;gue ingat waktu gue tinggal di kuwait dulu. gue berteman dengan seorang anak manusia. setiap malam di bulan ramadhan dia selalu berdoa seperti ini, ya allah kalau ada satu atau dua syaitan yang lolos dari belenggumu, biarkan dia memelukku supaya aku terhindar menjadi orang yang munafik.&#8221;</p>
<p>&#8220;kok syaitan? kenapa bukan malaikat?&#8221;, tanya saya.</p>
<p>&#8220;justru itu bro, di bulan ramadhan terlalu banyak manusia yang sok-sok&#8217;an berbuat baik, sekedar mengharap pahala atau bahkan cuma ingin nama baik. teman gue ngerasa susah sekali <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu malaikat">bertemu malaikat</a> karena mereka kewalahan mencatat amal manusia-manusia itu, makanya dia minta tolong aja ama syaitan. di bulan ramadhan kan umat syaitan lagi liburan dan jadi pengangguran, yaaa barangkali ada yang mau uang saku tambahan.&#8221;</p>
<p>Saya jadi teringat lagunya Ahmad Dhani yang duet bersama almarhum Chrisye, &#8220;<em>jika surga dan neraka tak pernah ada&#8230;.masihkah kau bersujud kepadanya&#8230;..jika surga dan neraka tak pernah ada&#8230;.masihkah kau menyebut namanya</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;ehhh&#8230;.badewey selamat idul fitri yaa&#8230;..maafin kalo gue ada salah&#8221; <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/handshake.png' alt='Handshake' title='Handshake' class='tse-smiley' /></p>
<p>&#8220;iya&#8230;gue juga. sori kemaren malem gue dah bunuh salah satu anak loe. abis dia maen-maen di karpet gue&#8230;..ya gue usir aja pake sapu, terus tau-tau udah KO forever.&#8221;</p>
<p>&#8220;gapapa&#8230;gue ikhlas. besok-besok juga bisa bikin lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;ehh&#8230;.emang di dunia cicak besok hari raya juga ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;jangan salah bro&#8230;..di dunia cicak setiap hari adalah hari yang fitri. karena kita gak punya free will, yang kita punya cuma insting yang udah terpatri di blueprint dari sononya. dan itu dijamin pasti baik ama yang bikin blueprint.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/postingan-gak-jelas-lagi/" title="Postingan gak jelas lagi">Postingan gak jelas lagi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/02/bakteri/" title="Bakteri">Bakteri</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita saya ingin jadi pengemis</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 04:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, "besok kalau sudah besar mau jadi apa?", "cita-cita saya ingin jadi pengemis". Ibu guru pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harus saya akui, <a href="http://manikarum.com/" title="Blog e Manik Arum">saya</a> ini orangnya agak pilih-pilih kalau mau ngasih sedekah ke pengemis. Kalau pengemisnya ibu-ibu yang menggendong anaknya yang masih balita atau laki-laki yang masih perkasa walaupun gak minum obat kuat, saya ogah ngasih. Bukan karena saya ada keturunan pak ogah, tapi pertama karena saya berpikir, apa ya pantas kalau saya ngasih ke pengemis laki-laki yang mungkin masih kuat kalau disuruh mengayuh becak bangil-surabaya pp (via tol). Yang kedua, pengemis ibu-ibu yang menggendong bayinya, ini yang saya lebih gak suka lagi, kenapa harus mengajak bayinya untuk meminta-minta? Mungkin dikiranya orang akan lebih kasihan karena lihat bayinya? Orang lain mungkin, kalau saya&#8230;.NO WAY! Dalam hati saya berpikir, &#8220;kenapa gak dijual aja bayinya sekalian?&#8221; Mungkin kalau ada orang yang teramat baik hatinya mau mengasuh bayinya itu sampai besar, sepertinya si ibu tidak akan mau memberikannya. Mungkin bukan karena sayang, tapi karena dia takut kehilangan ujung tombak dalam mencari nafkah, seperti tuan krab yang takut kehilangan <a href="http://manikarum.com/2009/09/sponge-who-could-fly/" title="Sponge who could fly">spongebob</a>.</p>
<p>Pernah ada seorang pengemis yang datang ke kantor, seorang anak perempuan. Waktu itu saya kasih sekedarnya. Tidak berselang lama, datang lagi 2 orang, seorang bapak-bapak yang masih terlihat segar bugar bersama seorang anak laki-laki. Wah kalau ini keterlaluan, ini orang gak bisa nyari kerja atau memang gak mau kerja? Saya cuekin aja, saya gak mau berbohong dengan mengatakan &#8220;gak ada pak&#8221;. Tapi orang ini masih saja menunggu. Beberapa saat kemudian, teman sekantor saya menawari orang itu untuk kerja di desa mengurus kebunnya. Tapi orang itu diam saja, tidak mengatakan mau, juga tidak mengatakan tidak mau. Dalam hati saya berpikir, &#8220;ini orang  dasarnya emang males, gak mau kerja. kalau dia mau kerja, dia pasti terima tawaran teman saya, kan kesempatan belum tentu datang dua kali&#8221;.<span id="more-443"></span></p>
<p>Tapi itu bukan urusan saya. Barangkali pihak yang berwenang juga capek mengurusi. Satu waktu mereka ditertibkan, diberi penyuluhan dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Tapi gak berapa lama ujug-ujug nongol lagi di kota. Mungkin bukan salah yang ngasih penyuluhan, pak Mario Teguh sekalipun kalau diundang untuk mengisi acara penyuluhan belum tentu bisa menyadarkan pengemis-pengemis itu, bisa-bisa cuma bikin tambah lebar lapangan udara di bagian depan kepalanya (<em>piss pak mario hehehehh&#8230;..kabarnya luigi gimana pak?</em>).</p>
<p>Pernah juga, jam 12 malam lewat sewaktu saya nongkrong di pinggir sebuah jalan di kota denpasar, ada sebuah taksi berhenti tidak jauh dari tempat saya nongkrong. Saya menduga yang keluar pasti kupu-kupu malam, walaupun di daerah itu bukan tempat mangkalnya. Tapi ternyata saya keliru, dan saya pun mendendangkan lagunya Ruth Sahanaya (<em>&#8230;&#8230;namun ku keliru telah membunuh cinta dia dan dirimu&#8230;..</em>). Saya tercengang, ternyata <a href="http://manikarum.com/2010/02/suara-jelek-aja-nggaya/" title="Suara jelek aja nggaya">suara saya jelek</a> abisss&#8230;&#8230; maksudnya, saya tercengang karena ternyata yang keluar dari taksi itu adalah pengemis perempuan bersama 1 anak perempuan dan 1 bayi yang digendongnya. Dalam hati saya berpikir, &#8220;negara macam apa ini? pengemis aja naik taksi, seperti pekerja kantoran yang habis kerja lembur&#8221;. Kalau ada yang berpikir ini fitnah, silahkan. Tapi saya yakin saya melihat dengan mata sendiri. Dan dari informasi yang saya dapat, ternyata di daerah itu ada semacam basecamp-nya pengemis. Tidak jelas apakah mereka tinggal di situ secara independen atau ada semacam koordinator atau penadahnya. </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/08/pengemis.jpg" alt="cita-cita saya ingin jadi pengemis" /></p>
<p>Dalam hati saya berpikir lagi, hebat ya kalau mengemis bisa jadi sebuah mata pencaharian. 5 tahun lagi kalau si bayi dapat kesempatan untuk sekolah, dia akan dengan tegas menjawab pertanyaan ibu gurunya, &#8220;besok kalau sudah besar mau jadi apa?&#8221;, &#8220;cita-cita saya ingin jadi pengemis&#8221;. <a href="http://manikarum.com/2010/04/guru-ketok-magic/" title="Guru ketok magic">Ibu guru</a> pun bertepuk tangan dan menyuruh murid yang lain untuk ikut bertepuk tangan. Horeeeee&#8230;.. tepuk tangan donk</p>
<p>Tepuk tangan juga buat bapak Mario Teguh yang memperkenankan (<em>emang kapan minta izinnya ya???</em>) tulisannya saya kutip,</p>
<blockquote><p>REZEKI SUDAH DITETAPKAN OLEH TUHAN, BUKAN PADA JUMLAHNYA, TAPI PADA CARANYA.<br />
Dia yang malas, dimalasi oleh rezeki.<br />
Dia yang baik hati, rajin dan jujur &#8211; sering dikunjungi oleh rezeki yang kangen.<br />
Dan dia yang bermanfaat bagi sesama, rezekinya langsung dan khusus menjadi urusan Tuhan.<br />
SEBELUM MENYALAHKAN REZEKI, sebaiknya kita MEMERIKSA KETEPATAN SIKAP.<br />
KITA adalah JIWA YANG ASLINYA BEREZEKI BAIK.</p></blockquote>
<p>Setelah <a href="http://manikarum.com/" title="Blog e Manik Arum">saya</a> pikir-pikir lagi, di atas saya berulang kali mengatakan &#8220;dalam hati saya berpikir&#8221;. Padahal yang dipakai mikir kan otak ya&#8230;apa <a href="http://manikarum.com/2009/08/otak-kiri-atau-kanan/" title="Otak kiri atau kanan">otak</a> saya terlalu malas untuk diajak berpikir?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metamorfosis cinta</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 06:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Love is like giving someone a gun having them point at your heart and trusting them to never pull the trigger. - Spongebob Squarepants]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Cinta dalam secangkir kopi</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart01.jpg" alt="cinta dalam secangkir kopi" title="cinta dalam secangkir kopi" width="560" height="421" /></p>
<p>Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku-liku.<br />
Dan apabila sayapnya merangkulmu, pasrahlah serta menyerahlah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu.<br />
Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik taman.<br />
Cinta tak memberikan apa pun, kecuali dari dirinya sendiri.<br />
Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki, karena cinta telah cukup untuk cinta.<br />
Dan juga jangan mengira, bahwa engkau dapat menentukan arah jalannya cinta.<br />
Karena cinta, apabila telah memilihmu, dia akan menentukan perjalanan hidupmu.<br />
<em>- Kahlil Gibran -</em><br />
<span id="more-433"></span></p>
<h2>Cinta dalam larik partitur</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart02.jpg" alt="cinta dalam larik partitur" title=""cinta dalam larik partitur" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align:center;">Jika kau bukan seorang pecinta, jangan pandang hidupmu adalah hidup.<br />
Sebab, tanpa cinta segala perbuatan tidak akan dihitung pada hari perhitungan nanti.<br />
Setiap waktu yang berlalu tanpa cinta, akan menjelma menjadi wajah memalukan di hadapan Tuhan.<br />
<em>- Jalaludin Rumi -</em></p>
<h2>Cinta dalam sepotong tomat</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart03.jpg" alt="cinta dalam sepotong tomat" title="cinta dalam sepotong tomat" width="560" height="420" /></p>
<p style="text-align:right;padding-right:20px;">mencintai angin harus menjadi siut<br />
mencintai air harus menjadi ricik<br />
mencintai gunung harus menjadi terjal<br />
mencintai api harus menjadi jilat<br />
mencintai cakrawala harus menebas jarak<br />
mencintaimu harus menjelma aku<br />
<em>- Sapardi Djoko Damono -</em></p>
<h2>Cinta telur mata sapi</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart04.jpg" alt="cinta telur mata sapi" title="cinta telur mata sapi" width="560" height="747" /></p>
<p>Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. <em>- Mahatma Gandhi -</em></p>
<h2>Cinta segar dari kulkas</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart05.jpg" alt="cinta segar dari kulkas" title="cinta segar dari kulkas" width="560" height="420" /></p>
<p>Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh di tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji. <em>- Hamka -</em></p>
<h2>Cinta yang berasap</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/heart06.jpg" alt="cinta yang berasap" title="cinta yang berasap" width="560" height="747" /></p>
<p><font size="2px"><strong>Love is like giving someone a gun having them point at your heart and trusting them to never pull the trigger.</strong> <em>- Spongebob Squarepants -</em></font></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/beginilah-superhero-setelah-pensiun/" title="Beginilah superhero setelah pensiun">Beginilah superhero setelah pensiun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agape</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/07/agape/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/07/agape/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 06:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Memang selalu ada makna di balik setiap apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tapi apakah kita harus jatuh sakit terlebih dahulu sebelum kita bisa menghayati arti sehat?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/07/agape.jpg" alt="agape" title="Agape" width="393" height="600"/></p>
<p>Bayangkan seandainya Tuhan menciptakan setiap lelaki hanya untuk satu perempuan. Dan menciptakan setiap perempuan hanya untuk satu lelaki. Seorang lelaki tidak bisa mencintai perempuan lain selain yang sudah diperuntukkan buat dia. Dan seorang perempuan juga tidak bisa mencintai lelaki lain selain yang sudah ditetapkan untuknya. Sehingga tidak ada istilah poligami atau poliandri di dalam literatur sosiologi. Tidak pernah ada affair yang bersembunyi sambil bermain-main di belakang kesetiaan. Kesetiaan akan selalu terjaga rapi, terbungkus oleh kesadaran akan eksisnya makna cinta dan cinta itu sendiri. Kita tidak akan terjebak di dalam khayalan fantastis hanya untuk mendambakan sosok seseorang yang ingin kita cintai.</p>
<p>Bayangkan seandainya kita bisa merasakan jatuh cinta kepada orang yang sama setiap hari. Setiap kali bangun tidur di pagi hari, kita mendapati seseorang yang akan kita cintai seumur hidup telah berada di samping kita. Tersenyum manja seolah menegaskan bahwa dunia hanya milik berdua. Sungguh, masa depan akan tampak lebih sederhana, hari ini tampak lebih indah, dan hari kemarin seperti lembaran nostalgia yang ingin terus-menerus diulang setiap hari. Kebekuan hidup bisa dicairkan hanya dengan kedipan mata sang kekasih yang membias sampai ke ujung urat nadi. Kepongahan dunia bisa diluluhkan hanya dengan sentuhan halus tangan-tangan lembut yang mengalir pelan diantara pasak-pasak peradaban.</p>
<p>Bayangkan seandainya kita bisa menjemput ajal bersama-sama dengan sang kekasih pada saat yang bersamaan. Tidak ada raungan tangis yang membelah malam dengan gelombang air mata. Tidak ada penyesalan yang teramat dalam yang mampu mengubur kenangan-kenangan indah dengan ucapan belasungkawa. Yang ada hanya persulangan dua jiwa yang saling mengisi kehangatan cinta.</p>
<p>Kenapa Tuhan tidak membuat dunia yang seperti itu? Memang selalu ada makna di balik setiap apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tapi apakah kita harus jatuh sakit terlebih dahulu sebelum kita bisa menghayati arti sehat?</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/sosok/" title="Sosok">Sosok</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/cintaku-di-perantauan/" title="Cintaku di perantauan">Cintaku di perantauan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/07/kram-di-pagi-bulan-juli/" title="Kram di pagi bulan Juli">Kram di pagi bulan Juli</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/puisi-kebelet/" title="Puisi kebelet">Puisi kebelet</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/intan-di-tangan-penyamun/" title="Intan di tangan penyamun">Intan di tangan penyamun</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/fatamorgana/" title="Fatamorgana">Fatamorgana</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/07/agape/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak kaki Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 06:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu malam, seorang pria bermimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan menyusuri tepi pantai. Di atas langit, dia melihat gambaran perjalanan hidupnya, seperti sebuah film yang sedang diputar ulang. Di setiap adegan perjalanan hidupnya, dia memperhatikan bahwa selalu ada dua jejak kaki mengiringi yang membekas di hamparan pasir, satu kepunyaan dia sendiri dan satunya lagi jejak kaki Tuhan.</p>
<p>Di akhir pemutaran adegan perjalanan hidupnya, pria itu menoleh ke belakang dan melihat jejak kaki yang masih membekas di pasir. Dia memperhatikan bahwa ada saat-saat tertentu dimana jejak kaki yang terlihat di pasir hanya ada satu, dan itu terjadi pada saat-saat terendah dan tersedih dalam hidupnya.</p>
<p>Karena penasaran, pria ini bertanya kepada Tuhan. &#8220;Boss, kamu bilang bahwa sekali aku berjanji untuk mengikutimu, kau akan selalu berjalan di sisiku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Tapi aku perhatikan ketika  aku sedang dalam masalah dan terpuruk, hanya ada satu jejak kaki di pasir. Mengapa kau tega meninggalkanku di saat-saat aku sangat membutuhkanmu?&#8221;</p>
<p>Tuhan menjawab, &#8220;Kamu tahu kalau aku sayang umatku dan aku tidak akan pernah meninggalkan mereka yang sudah mengikutiku. Di saat-saat kamu sedang mengalami penderitaan, dan kamu hanya melihat satu jejak kaki di pasir, sesungguhnya pada saat itu aku sedang menggendongmu supaya kamu bisa melaluinya.&#8221;</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sahabat-terbaik/" title="Sahabat terbaik">Sahabat terbaik</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/ayam-atau-bebek/" title="Ayam atau bebek">Ayam atau bebek</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/metamorfosis-cinta/" title="Metamorfosis cinta">Metamorfosis cinta</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/07/agape/" title="Agape">Agape</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/07/gema/" title="Gema">Gema</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 05:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah teman yang kamu miliki, tapi Tuhan akan menanyakan berapa orang yang telah menganggapmu sebagai sahabat sejati.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Tuhan tidak akan bertanya berapa dan jenis kendaraan yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya berapa jumlah orang yang sudah kamu antar dengan kendaraan itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa meter persegi luas rumah yang kamu tinggali, tapi Tuhan akan menanyakan berapa jumlah orang yang sudah kamu jamu dengan baik di rumah itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa bagus pakaian yang kamu simpan di dalam lemari, tapi Tuhan akan menanyakan seberapa sering kamu memberi pakaian kepada yang lebih membutuhkan.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan status sosialmu, tapi bagaimana kamu menunjukkan sikap sosialmu terhadap sesama.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah materi yang kamu punya, tapi Tuhan akan bertanya apakah materi yang kamu punya itu telah mendikte hidupmu.</li>
<p><span id="more-414"></span></p>
<li>Tuhan tidak akan bertanya berapa gaji paling tinggi yang pernah kamu terima, tapi bagaimana caramu untuk mendapatkan gaji yang tinggi itu.</li>
<li>Tuhan tidak akan bertanya seberapa sering kamu bekerja lembur, tapi Tuhan akan bertanya apakah itu kamu lakukan untuk keluarga dan orang-orang yang kamu sayangi.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa sering kamu mendapatkan promosi dalam pekerjaan, tapi seberapa sering kamu mempromosikan orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu dirimu sendiri, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa jumlah teman yang kamu miliki, tapi Tuhan akan menanyakan berapa orang yang telah menganggapmu sebagai sahabat sejati.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa yang sudah kamu lakukan untuk melindungi hak-hakmu, tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk melindungi hak-hak orang lain.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan seberapa tinggi jabatanmu dalam pekerjaan, tapi apakah kamu sudah melakukan pekerjaanmu dengan sepenuh hati.</li>
<li>Tuhan tidak akan bertanya bagaimana kamu diperlakukan oleh tetanggamu, tapi Tuhan akan bertanya bagaimana kamu memperlakukan tetanggamu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan apa warna kulitmu, tapi Tuhan akan menanyakan bagaimana isi dari karaktermu.</li>
<li>Tuhan tidak akan menanyakan berapa kali tindakanmu yang sesuai dengan apa yang kamu ucapkan, tapi berapa kali tindakanmu bertentangan dengan apa yang kamu ucapkan.</li>
</ul>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/" title="Dilempar batu sama malaikat">Dilempar batu sama malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/soichiro-honda/" title="Soichiro Honda">Soichiro Honda</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/05/baik-atau-buruk-siapa-yang-tahu/" title="Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?">Baik atau buruk&#8230;. siapa yang tahu?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilempar batu sama malaikat</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan dengan cara yang misterius selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2010/03/dilempar-batu.gif" width="300" alt="dilempar batu" title="dilempar batu" style="background:none;border:none;"/></p>
<p>Seorang eksekutif muda sedang mengendarai mobilnya menyusuri jalanan sepi di sekitar tempat tinggalnya. Dia kelihatan sedang buru-buru sampai dia tidak menghiraukan seorang anak kecil di pinggir jalan yang melambaikan kedua tangannya seolah ingin memanggil dia. Tidak jauh setelah dia melewati anak kecil yang berdiri itu, tiba-tiba sebongkah batu melayang dan mengenai kaca mobilnya. Eksmud itu pun terkejut dan menghentikan mobilnya. Dia keluar dan menghampiri anak kecil yang berdiri tadi, “Apa kamu yang melempar mobilku tadi?”</p>
<p>Anak itu mengakui perbuatannya dan langsung meminta maaf. “Maaf om, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya sudah memanggil orang-orang yang lewat tapi tak ada yang mau berhenti, jadi terpaksa saya melempar dengan batu supaya om mau berhenti.” Dengan masih menitikkan air mata, anak itu menunjuk ke adiknya yang cacat dan terjatuh di pinggir trotoar. “Dia itu adik saya, dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat untuk mengangkatnya. Maukah om membantu mengangkatnya kembali ke kursi roda?”</p>
<p>Eksmud yang sedikit terhenyak itu akhirnya mendekati anak kecil yang terjatuh itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Dia mengambil sapu tangan dan membersihkan luka di tangan anak itu. Anak kecil yang melempar batu tadi mengucapkan terima kasih dan pelan-pelan mendorong kursi roda saudaranya meninggalkan eksmud itu. Eksmud itu masih terdiam dan buru-buru mengambil smartphone lalu menuliskan sesuatu di status facebooknya, &#8220;bt ndengerin bencong ngamen di bis“. <em>uppssss salah ding!! itu alex yang udah gak lebay</em>&#8230;&#8230;maksudnya seperti ini, &#8220;<strong>Don&#8217;t go through life so fast that someone has to throw a brick at you to get your attention!</strong>”</p>
<p>Tuhan dengan cara yang misterius (mungkin dengan sedikit bantuan malaikat-Nya) selalu membisikkan kepada kita apa yang harus kita perbuat. Bahkan tanpa mendapat pelajaran PPKn, agama atau pendidikan moral lainnya, hati nurani kita selalu bisa memilah-milah mana yang baik dan buruk. Tinggal kita mau mendengarkan atau tidak. Dengarkan bisikan itu…..atau menunggu dilempar batu oleh Tuhan penguasa alam semesta.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/06/jejak-kaki-tuhan/" title="Jejak kaki Tuhan">Jejak kaki Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/05/15-hal-yang-tidak-akan-ditanyakan-tuhan/" title="15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan">15 hal yang tidak akan ditanyakan Tuhan</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/kematian-dan-baterai-rusak/" title="Kematian dan baterai rusak">Kematian dan baterai rusak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/03/dilempar-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakteri</title>
		<link>http://manikarum.com/2010/02/bakteri/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2010/02/bakteri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 06:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Semoga umat manusia bisa mencapai tingkat kesadaran yang tertinggi, dimana setiap orang hidup dalam kesatuan dan harmonis dengan Ilahi, tidak akan ada kebutuhan akan pemerintahan yang merupakan ego bangsa untuk mengatur orang melalui berbagai minat dan kebutuhan yang berbenturan. Semoga umat manusia kelak akan hidup dalam kebebasan, kesenangan dan perdamaian sejati, seperti yang diramalkan Carl Johan Calleman.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/32/EscherichiaColi_NIAID.jpg" style="border:5px solid #e4eff8;" width="300" height="252" alt="Bakteri" title="Bakteri"/></p>
<p>Konon, dahulu ketika pertama kali tuhan menciptakan manusia, beberapa bagian tubuh manusia saling beradu argumen mengenai siapa yang berhak menjadi pemimpin mereka. Masing-masing anggota tubuh saling menonjolkan fungsinya bagi manusia dan mengorek-ngorek kelemahan anggota tubuh yang lain. Nyaris manusia yang sudah diciptakan tersebut mengalami kelumpuhan karena masing-masing anggota tubuh saling berdebat dan melupakan tugasnya.</p>
<p>&#8220;Akulah yang seharusnya menjadi pemimpin kalian, karena fungsiku sangat vital bagi manusia. Manusia tidak dapat berpikir kalau aku tidak ada, dan bukankah proses berpikir itu yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain, seperti kata bung Descartes kelak, <em>cogito ergo sum</em>.&#8221;, kata otak berapi-api membanggakan fungsinya.<br />
Mulut tidak mau kalah dan menimpali, &#8220;Memangnya kamu bisa berpikir kalau kamu tidak mendapat suplai nutrisi. Kalian juga sama semua. Memangnya kalian bisa bekerja tanpa adanya nutrisi. Dan harus kalian ketahui, semua makanan yang mengandung nutrisi bagi kalian terlebih dahulu harus masuk melalui aku, atas ijinku. Kalau aku tidak mau menelan makanan sama sekali, apakah kalian bisa bekerja?&#8221;<br />
&#8220;Eit, tunggu dulu, bung!&#8221;, hidung bergaya sok menengahi. &#8220;Apakah kalian lupa pentingnya oksigen bagi manusia. Manusia yang kita domplengi ini akan mati kalau tidak mendapat kadar oksigen yang cukup. Aku bisa saja ngambek dan mengunci lubangku rapat-rapat. Kalau sudah begitu, manusia ini akan mati kehabisan napas.&#8221;<br />
&#8220;Siapa bilang, aku juga bisa memasukkan oksigen. Coba saja tutup lubangmu!&#8221;, kata mulut sambil mempraktekkan pernapasan lewat mulut. <span id="more-383"></span></p>
<p>Hidung pun terdiam, sambil memikirkan fungsinya yang lain bagi manusia. Sementara yang lain juga sudah bersiap untuk melancarkan argumennya masing-masing.<br />
&#8220;Tenang, teman-teman. Lihat aku! Aku tak pernah menyombongkan sumbangsihku kepada manusia. Padahal peranku vital sekali bagi manusia. Aku adalah saluran terakhir bagi segala proses metabolisme manusia. Meskipun aku tidak kelihatan dari luar, tetapi sistem ekskresi tidak akan berjalan tanpa adanya diriku. Coba bayangkan kalau limbah yang kalian hasilkan itu tertimbun di dalam tubuh manusia selama berhari-hari. Kalian akan teracuni dan tidak bisa bekerja dengan benar. Selain itu, biosfir secara keseluruhan akan ikut terganggu, karena jasad-jasad renik pengurai yang mengambil makanan dari kotoran akan kehilangan perannya.&#8221;.<br />
Lubang rektum mulai mendapat angin. Bagian tubuh yang lain pun mulai kelihatan gerah dan harus berpikir ekstra agar bisa mengimbangi.<br />
&#8220;Tapi ingat, tum!&#8221;, kaki mulai ikut-ikutan. &#8220;Memangnya selama ini siapa yang bersedia memikul dirimu kalau bukan aku. Dan siapa pula yang ikut-ikutan repot kalau kamu sedang bekerja kalau bukan aku. Aku memposisikan diri sedemikian rupa sehingga kamu bisa melaksanakan tanggung jawabmu. Kalau aku tidak mau menekuk diri, memangnya bisa keluar kotoran yang kamu bangga-banggakan itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh, ngomong-ngomong soal sistem pembuangan, sebenarnya yang paling capek pada saat proses pembuangan berlangsung itu aku.&#8221;, perut mulai mendapat ide dan melontarkan argumennya sambil memamerkan pusarnya.<br />
&#8220;Perhatikan saja! Selama proses pembuangan berlangsung, aku harus melakukan kontraksi sekuat-kuatnya. Aku harus menekan tubuhku kuat-kuat supaya kotoran yang berada di dalam bisa keluar. Intinya aku harus menciptakan ketegangan. Seperti yang kelak akan diucapkan oleh Alexander Dumas, kedamaian atau ketenangan akan dicapai jika terdapat ketegangan-ketegangan yang terkontrol. Seperti dawai gitar, ketegangannya harus bisa dikendalikan secara pas agar bisa menciptakan nada yang stem. Terlalu kendor, nada bisa sumbang, apalagi kalau terlalu kencang, dawai bisa putus dan terjadi chaos. Dan yang lebih penting lagi, kelak calon anak-anak manusia ketika masih berada di dalam ovarium dan masih mengandalkan induknya untuk mendapat suplai nutrisi akan memanfaatkan pusarku sebagai penghubung langsung dengan induknya. Bisakah calon-calon manusia itu tetap hidup tanpa adanya tali pusar?&#8221;, perut menutup argumennya dengan retorika.</p>
<p>Bagian tubuh yang lain pun tak mau kalah dan menyatakan pendapatnya dengan menggebu-gebu. Setiap bagian tubuh menjabarkan kelebihannya masing-masing dan mencari-cari kelemahan bagian tubuh yang lain.<br />
Perdebatan itu terus berlangsung dan mungkin takkan ada habisnya. Bahkan sampai beribu-ribu keturunan dari generasi manusia pertama, perdebatan itu masih berlanjut dan belum menghasilkan titik temu. Yang lebih bahkan lagi, perdebatan itu mulai menjalar ke manusia itu sendiri sebagai satu kesatuan. Setiap manusia sibuk mencari cara-cara untuk menguasai manusia yang lain dan melupakan tugas pokoknya sebagai manusia. Setiap manusia berusaha mencari taktik jitu agar bisa menjadi pemimpin atas manusia yang lain, sampai ras manusia itu sendiri mendapat gelar “<em>homo homini lupus</em>”.</p>
<p>Sementara kebanyakan manusia dipenuhi ambisi untuk menguasai manusia lain, ada segelintir manusia yang sama sekali tidak tertarik untuk terjun ke arena itu. Dan seringkali segelintir manusia itu dianggap sebagai elemen masyarakat tidak penting yang harus dibasmi karena dianggap tidak memiliki optimisme dalam menjalani hidup, dianggap tidak memiliki kontribusi dalam kehidupan bernegara, seperti nyamuk yang harus di-fogging tanpa permisi. Tukang becak dan ojek yang berbaris rapi mangkal di sudut pengkolan, PKL (bukan Pejuang Kaki Lima) yang selalu jadi kambing hitam keruwetan lalu lintas dan tata ruang kota, gepeng yang bergerilya di traffic light, di dekat baliho besar bertuliskan “KEPADA PENGGUNA JALAN MOHON UNTUK TIDAK MEMBERIKAN UANG KEPADA PENGEMIS”, atau nenek minah yang dipenjara hanya karena telah mengambil 3 biji kakao. Dan masih banyak lagi manusia-manusia yang menjadi korban penyalahgunaan kutipan “leadership is action, not position”. Mentang-mentang harus ada aksi, yang kecil tak berdaya dan tak bisa mendatangkan keuntungan bagi kepemimpinannya harus dipaksa minggir. Mereka adalah bakteri, <em>Escherichia coli</em> yang ngendon di kolon manusia yang mendapat makanan dari sisa-sisa organ lain. Keberadaan dan perannya seringkali diabaikan, meski sebenarnya kontribusinya cukup besar. Seseorang mungkin berdalih, mereka adalah korban dari teori seleksi alam-nya Darwin. Bukan, mereka adalah korban dari teori dalam ilmu psikologi yang mengatakan, “manusia cenderung menjalin hubungan dengan manusia lain yang menurut dia bisa mendatangkan manfaat bagi dirinya”. Mereka adalah korban dari pemimpin yang tidak memahami bahwa “leadership is an opportunity to serve, it is not a trumpet call to self-importance”. Mereka adalah korban dari kerakusan manusia seperti yang digambarkan dengan gamblang oleh James Cameron di film “Avatar”.</p>
<p>Semoga umat manusia bisa mencapai tingkat kesadaran yang tertinggi, dimana setiap orang hidup dalam kesatuan dan harmonis dengan Ilahi, tidak akan ada kebutuhan akan pemerintahan yang merupakan ego bangsa untuk mengatur orang melalui berbagai minat dan kebutuhan yang berbenturan. Semoga umat manusia kelak akan hidup dalam kebebasan, kesenangan dan perdamaian sejati, seperti yang diramalkan Carl Johan Calleman.</p>
<p>[tulisan ini pernah dimuat di <a href="http://www.pengkolan.net" target="_blank">pengkolan</a>, tapi ada revisi sedikit]</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/09/mental-pengemis/" title="Mental pengemis">Mental pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/terbiasa-korupsi/" title="Terbiasa korupsi">Terbiasa korupsi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2010/02/bakteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaset, riwayatmu kini</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[angkasa luar]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[joe satriani]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka. Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cukup lama aku terlena oleh buaian empetri dan kroni-kroni digitalnya, sampai akhirnya aku tersadar, ternyata kini eksistensi kaset yang single fighter sudah sangat langka.</p>
<p>Mulanya, seorang teman menanyakan di mana aku biasanya membeli kaset. Aku menyebutkan beberapa tempat di denpasar yang koleksi kasetnya lumayan banyak. Tapi temanku ternyata mengetahui tempat yang aku sebutkan, dan malah ngasih tahu kalau tempat yang aku sebutkan tadi sudah nggak menyediakan kaset. Aku mengernyitkan dahi tanda kurang percaya. Dan keesokan harinya, langsung kutuju 3 tempat yang setahuku dulu menyediakan tempat buat kaset untuk mejeng. Dan ucapan temanku benar, bahkan salah dua dari toko kaset itu sudah tutup sama sekali. Kalau pantas aku menangis, mungkin aku sudah menangisi kepergianmu, kaset….</p>
<p>Tapi bukannya sama sekali menghilang, di beberapa toko kecil ternyata masih menjual kaset, meski bukan kaset hasil produksi major label nasional atau mancanegara, melainkan hasil produksi label lokal yang ada di <a href="http://www.62-361.com/" target="_blank" title="all about bali">bali</a>, yang hampir semua lagu-lagunya mebasa bali atau berbahasa bali. Aku masih ingat terakhir kalinya aku membeli kaset, yaitu album <a href="http://manikarum.com/2009/08/tears-in-the-rain/" title="Joe Satriani - Tears in The Rain">Joe Satriani</a> yang diberi judul ‘Is there love in space?’ bulan oktober tahun 2004. </p>
<p>Kalau iseng-iseng dipikir, judul album itu memang cukup menggambarkan kondisi kaset yang mulai tercampakkan. ‘Space’ atau angkasa luar, bisa dianalogikan sebagai kemajuan teknologi manusia yang sekarang ini memang sudah bisa menjangkau <a href="http://manikarum.com/2009/10/gambar-alam-semesta-yang-diintip-teleskop-hubble/" title="Gambar Alam Semesta yang Diintip Teleskop Hubble">angkasa luar</a>, meski baru se-upil (permisi ya…..aku mau ngupil dulu). Semakin maju teknologi kita untuk meracik audio dalam format digital, semakin kaset ditinggalkan, semakin pudar juga cinta kita terhadap hal-hal yang berbau analog. Seperti memudarnya cinta kita terhadap utusan Tuhan ketika nabi-nabi semu mulai bermunculan dengan ajaran digitalnya. Kita lebih suka menengok isi facebook, twitter, youtube dan sekutunya daripada kitab suci yang kita anggap udah nggak jaman dan nggak up to date. Dan Joe Satriani pun bertanya lewat albumnya, is there love in space?</p>
<p>Ooh…kaset, riwayatmu kini………</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat (bag 2)</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 07:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari setelah saya menulis bertemu malaikat, seorang teman yang belum terlalu lama saya kenal datang berkunjung. Di satu momen teman saya bercerita tentang ustadz yusuf mansur yang secara tidak sengaja dia tonton di salah satu kanal TV. Di situ si ustadz ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Ustadz pernah dipenjara sampai dua kali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/bertemu-malaikat2-300x221.jpg" alt="bertemu-malaikat2" title="bertemu-malaikat2" width="300" height="221" class="alignleft size-medium wp-image-303" />
<p>Beberapa hari setelah saya menulis <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat">bertemu malaikat</a>, seorang teman yang belum terlalu lama saya kenal datang berkunjung. Di satu momen teman saya bercerita tentang ustadz yusuf mansur yang secara tidak sengaja dia tonton di salah satu kanal TV. Di situ si ustadz ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Ustadz pernah dipenjara sampai dua kali, dan ketika berada di penjara itulah dia mendapatkan pengalaman yang mungkin menjadi sebuah titik balik baginya. Suatu saat ketika ustadz merasa sangat lapar, dia mendapatkan sepotong roti. Sebelum disantapnya roti itu, ustadz melihat segerombolan semut berparade di lantai. Ustadz mengira kalau semut-semut itu pasti sangat kelaparan, sehingga roti itu pun tidak jadi dimakan dan malah ditaruh di lantai supaya semut-semut itu bisa mengganyangnya. Ustadz yang masih lapar ini telah memberikan rejekinya untuk makhluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia, dan yang ustadz pikir mungkin lebih kelaparan daripada dirinya sendiri. Ternyata tidak lama setelah itu, seorang penjaga datang dan bertanya kepada ustadz, “udah makan belum lo?”. Ustadz pun menjawab belum. Penjaga tadi langsung menyodori ustadz dengan makanan yang nikmatnya mungkin melebihi nikmat dalam sepotong roti. Dan dari situ, pandangan sang ustadz tentang kehidupan mulai berubah.</p>
<p><span id="more-302"></span></p>
<p><a href="http://manikarum.com/about-2/" Tentang Manik Arum">Saya</a> sendiri tidak menonton acara di TV itu, tapi kira-kira seperti itulah yang diceritakan oleh teman saya yang notabene bukan seorang muslim. Pak adel di <a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat">tulisan saya sebelumnya</a> juga sempat menceritakan masa lalu ustadz yusuf mansur yang kelam.</p>
<p>Dan sepulang teman saya, saya yang memang suka berpikir jadi kepikiran lagi, “Mungkinkah malaikat menjelma menjadi binatang?”. Cicak yang nangkring di dinding kamar langsung menyahut, “Ya nggak mungkin laahh…binatang kan gak punya kehendak bebas. ngapain juga tuhan repot-repot ngutus malaikat menjelma jadi binatang. tinggal kasih memo, disuruh apa aja mau tu semut, lain ama lo…”.</p>
<p>“Oo iya yaa…kadang-kadang pinter juga lo cak”. Cicak menyambung lagi, “Jadi manusia itu repot, memiliki kehendak bebas yang luar biasa besar tanggung jawabnya. Dengan kehendak bebas, manusia bisa berkata ‘tidak’ kepada tuhan, dan dengan kehendak bebas pula manusia bisa berkata ‘ya’ kepada tuhan.” <a href="http://manikarum.com" title="Blog e Manik Arum">Saya</a> hanya manggut-manggut mendengarkan cicak berkicau. “Jangan manggut-manggut aja lo…kayak orang-orangan sawah aja. Nih ada sepenggal <a href="http://manikarum.com/category/petuah/" title="Kategori Petuah">petuah</a> bagus dari seorang sastrawan inggris, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/C._S._Lewis" target="_blank" title="C.S. Lewis di Wikipedia">C.S. Lewis</a>, <em><strong>free will is what made evil possible. why then did God give creatures free will? Because free will, though it made evil possible, is the only thing that made possible any love or goodness or joy worth having.</strong></em>”. “Busyet! Bisa ngoceh inggris juga lo cak… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/bug-eyes.png' alt='Eek!' title='Eek!' class='tse-smiley' />”</p>
<p>Belum puas juga cicak yang satu ini berceramah. “Makanya kamu jangan bersikap baik ama atasan aja, ato calon mertua, ato warung sebelah yang sering lo ngutang. Kamu gak pernah nyangka kapan kamu bakalan ketemu malaikat. So, perlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti kamu mengharapkan orang lain memperlakukanmu.”</p>
<p>Selesai berceramah, si cicak buang hajat di atas kasurku, warnanya hitam seperti bubur ketan hitam yang baru masak. Dalam hati dongkolnya bukan main, pingin banget nonjok mukanya. Sambil berlari menjauh, si cicak berteriak “awas lo… gak boleh marah, gue kan makhluk ciptaan tuhan juga.” <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/alien.png' alt='Alien' title='Alien' class='tse-smiley' /></p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/" title="Bertemu Malaikat?">Bertemu Malaikat?</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Malaikat?</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 13:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman di facebook pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali. Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-298 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="malaikat-spongebob" src="http://manikarum.com/wp-content/uploads/2009/09/malaikat-spongebob.jpg" alt="bertemu-malaikat" width="114" height="81" />Seorang teman di <a href="http://manikarum.com/2009/07/facebook-berubah/" title="Facebook Berubah">facebook</a> pernah menulis sebuah note berjudul “Keajaiban”. Saya yakin pengalaman teman saya ini tidak sependek note-nya. Dan dengan seijin yang punya note, di bawah ini saya sajikan note-nya tanpa melalui proses editting sama sekali.</p>
<blockquote><p>Nyaris terdampar lebih lama di Labuan Bajo Flores karena tiket di bandar udara Komodo habis sampe tgl 2 September, sementara cek di pelabuhan kapal tidak ada yang jalan. Kepasrahan adalah satu-satunya jalan untuk meredam semuanya padahal galau di hatiku tak bisa kusembunyikan karena hari itu sebenarnya harus segera tiba di denpasar.</p>
<p>Airmataku rasanya udah mau jatuh ketika tiba-tiba seorang kontributor salah satu TV swasta yang tidak pernah kenal sebelumnya mampu menawarkan solusi dan mampu menembus ke pimpinan bandara hanya untuk mendapatkan tiket agar aku bisa segera keluar dr pulau itu. Benar-benar suatu keajaiban yang tak pernah terlupakan dalam sejarah hidupku.</p>
<p>Bahkan sampe sekarang pun masih belum percaya klo udah tiba kembali di denpasar karena sebelumnya terbayang pasti awal september baru tiba&#8230;</p>
<p>Ternyata setelah ditelusuri tiket pesawat udah dibooking jauh-jauh hari oleh para turis yang mau ke pulau Komodo&#8230;</p>
<p>Tuhan ternyata Kau ulurkan tangan-Mu lewat dia. Terima kasih Tuhan,</p>
<p>Terima kasih Sahabatku, Lanjutkan karya dan perjuanganmu.</p></blockquote>
<p>Itulah pengalaman teman saya. Sekarang giliran saya. Saya juga punya pengalaman yang mungkin senada, meski tidak seseru dan sedramatis dengan cerita di atas.<span id="more-296"></span></p>
<p>Di suatu siang yang panas mengganas (sengaja pake majas hiperbola…biar waahh gitu… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /> ), saya berkunjung ke sebuah toko obat kecil di Buduk yang berada di daerah sub-urban Badung <a href="http://www.62-361.com/" target="_blank" title="Seputar Bali">Bali</a>. Di situ, saya dilayani oleh seorang bapak (sebut saja pak adel) yang menurut perkiraan saya umurnya sekitar 50-55 tahun. Sebelumnya saya sering ke sana paling tidak dua minggu sekali, tapi selama sekian kali saya tidak pernah menjumpai pak adel, dan di akhir perjumpaan saya baru tahu kalau pak adel itu ternyata owner dari toko obat itu.</p>
<p>Karena saya tidak pernah bertemu beliau sebelumnya, di awal perjumpaan saya memperkenalkan diri sebagai ‘duta’ dari sebuah perusahaan farmasi. Pak adel menyambut ramah dan bersikap open-minded ketika proses interaksi antara saya dan beliau lebih didasari atas kepentingan saya yang ingin melaksanakan tugas. Setelah saya bicara panjang tambah lebar dikali dua sama dengan keliling, subjek pembicaraan sekarang beralih mengenai pribadi pak adel. Beliau bercerita banyak tentang pengalamannya semasa masih hidup di Jakarta dan setelah hijrah ke Denpasar. Sewaktu masih muda, beliau ternyata juga seorang detailer dan beberapa kali pindah perusahaan sebelumnya akhirnya hinggap di Denpasar dan membangun ‘kerajaan kecil’-nya sendiri. Meski usia sudah lanjut, tapi beliau ……(uppsss….penting ya ngomongin yang ini? Kayaknya nggak deeh…. <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/neutral.png' alt='Neutral' title='Neutral' class='tse-smiley' />).</p>
<p>Baiklah. Setelah beliau sedikit mem-biografi-kan dirinya, beliau kemudian bertanya pada saya apakah saya ini seorang pemeluk islam. Saya menjawab ya, setidaknya itu yang tertulis di KTP. Beliau bertanya lagi, “Kalau hari jum’at biasanya sholat jum’at di mana dik?”. Saya menjawab tidak tentu (maksudnya ya nggak tentu,….kadang sholat kadang enggak…). Beliau berkata lagi, “Sebentar dik, saya mau menawarkan sesuatu.”, setelah itu beliau masuk ke ruangan bagian dalam. Dalam hati saya berkata “#*&amp;@%$”, saya berkunjung ke sini mau menawarkan sesuatu, lha kok sekarang beliau yang berbalik menawarkan sesuatu pada saya. Saya menduga kalau beliau itu mau menawarkan bisnis sampingan semacam MLM, viral marketing atau mungkin asuransi.</p>
<p>Tidak sampai lama menunggu, pak adel keluar sambil membawa semacam bulletin yang dikemas seadanya. Bulletin yang terdiri dari 10 halaman itu ditunjukkan pada saya. Di sampul depannya, ada gambar ustadz yusuf mansur (dengan gaya yang itu-itu aja..pokoknya gak banget deh… <img src='http://manikarum.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' />, &#8211; piss pak ustadz -). Di atas gambar, tertulis judul bulletin “NIKMATNYA SEDEKAH Bersama Ustadz Yusuf Mansur”. Saya mulai berimajinasi, “wah…jangan-jangan ustadz yusuf ni mau bikin perusahaan buat nyaingi manajemen qalbu-nya aa gym”. Saya berpikir untuk mencari alasan supaya bisa cepat menghindar dari situasi yang genting ini. Tapi sebelum saya mendapatkan alasan, pak adel mulai bicara. Beliau bercerita tentang sedekah, sejauh apa sedekah mempunyai kekuatan untuk mengubah hidup kita, sejauh apa sedekah bisa mengangkat hidup seseorang, bagaimana sedekah secara ajaib bekerja menyelesaikan masalah seseorang, bagaimana keinginan bisa mudah dicapai dengan bersedekah, dsb. Tidak terasa saya sudah mendengarkan ceramah pak adel sampai selesai. Dan dari semua yang diucapkan beliau, tidak sekalipun mengandung ajakan untuk daftar ini itu, ikut pertemuan ini itu, atau membeli ini itu. Beliau cuma mengajak untuk bersedekah, jangan ditunda. Saya sadar kalau saya ini sering menunda untuk bersedekah. Saya sering merasa penghasilan saya belum cukup untuk disedekahkan, sehingga menunggu penghasilannya naik dulu baru bersedekah. Setelah penghasilan naik, tetap saja selalu ada alasan untuk menunda, untuk bayar tagihan kk dulu atau bayar utang ke teman dulu, dan begitu terus.</p>
<p>Waktu itu saya tidak membaca semua isi bulletin. Saya cuma membaca halaman depan dan halaman paling belakang. Di halaman terakhir bulletin tersebut, tercantum nama penyusunnya. Saya sedikit kaget ketika membacanya, ternyata yang menyusun adalah pak adel sendiri. Untuk memastikan, saya bertanya langsung ke beliau, “ini yang bikin bapak sendiri?”. Pak adel membenarkan. Saya tanya lagi, “terus kenapa di covernya yang ditempel gambar yusuf mansur, apa hubungannya ma dia?”. “saya pinjam nama dan fotonya aja. kalau saya kasih gambar saya, orang-orang pasti banyak yang gak percaya. tapi saya banyak mengutip dari ceramah-ceramahnya dia di tv”. Ooo…</p>
<p>Akhirnya, saya merasa sudah terlalu lama berada di situ, padahal kerja saya belum selesai. Setelah saya berujar mau pamit, pak adel meminta saya untuk menyimpan bulletin tersebut dan berpesan untuk tidak menunda-nunda sedekah. Sudah, begitu saja. Titik.  Selama perjalanan, saya terus bertanya-tanya, “apa iya orang ini malaikat?”. Saya baru bertemu dan mengenal orang ini, tapi orang ini langsung mengajak saya untuk berbuat sesuatu yang menurut saya seharusnya disampaikan oleh orang tua, saudara, guru atau sahabat. Dan yang perlu dicatat, orang ini tidak mendapatkan keuntungan apapun dari apa yang sudah dia perbuat dan sampaikan pada saya.</p>
<p>Memang Tuhan selalu bekerja dengan cara yang sangat misterius, dan saya tidak tahu apakah pak adel ini malaikat kiriman Tuhan atau orang yang lagi serius latihan untuk mengikuti kontes dai kondang. Tapi kalau beliau ini memang malaikat, saya jadi teringat berapa banyak pengemis-pengemis yang pernah saya cueki, jangan-jangan salah satu diantara mereka adalah jelmaan malaikat.</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/12/postingan-nggak-jelas-blas/" title="Postingan nggak jelas blas">Postingan nggak jelas blas</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/11/kaset-riwayatmu-kini/" title="Kaset, riwayatmu kini">Kaset, riwayatmu kini</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat-bag-2/" title="Bertemu Malaikat (bag 2)">Bertemu Malaikat (bag 2)</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/lebih-baik-menyalakan-lilin/" title="Lebih baik menyalakan lilin">Lebih baik menyalakan lilin</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/09/hari-raya-cicak/" title="Hari raya cicak">Hari raya cicak</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/08/cita-cita-saya-ingin-jadi-pengemis/" title="Cita-cita saya ingin jadi pengemis">Cita-cita saya ingin jadi pengemis</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/01/indonesian-please/" title="Indonesian please!">Indonesian please!</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/09/bertemu-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?</title>
		<link>http://manikarum.com/2009/07/apa-yang-tidak-mungkin-bagi-tuhan/</link>
		<comments>http://manikarum.com/2009/07/apa-yang-tidak-mungkin-bagi-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 15:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manik arum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bale bengong]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan iseng]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manikarum.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Ketika ada orang bertanya, &#8220;Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?&#8221;, maka kebanyakan orang mungkin akan menjawab, &#8220;Tak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, karena Tuhan dengan 99 asma&#8217;ul husna-Nya tidak memiliki keterbatasan seperti yang dimiliki oleh makhluk-Nya.&#8221;. Bagaimana kalau ketika orang yang bertanya tadi menanyakan, &#8220;Bagaimana dengan pengingkaran janji Tuhan? Kalau memang tak ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika ada orang bertanya, &#8220;Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?&#8221;, maka kebanyakan orang mungkin akan menjawab, &#8220;Tak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, karena Tuhan dengan 99 asma&#8217;ul husna-Nya tidak memiliki keterbatasan seperti yang dimiliki oleh makhluk-Nya.&#8221;. Bagaimana kalau ketika orang yang bertanya tadi menanyakan, &#8220;Bagaimana dengan pengingkaran janji Tuhan? Kalau memang tak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, berarti ada kemungkinan kalau Tuhan akan mengingkari janji-Nya.&#8221;?<span id="more-53"></span></p>
<p>Kalau kita bersikukuh dengan jawaban &#8220;tak ada yang tak mungkin bagi Tuhan&#8221;, berarti kita terpaksa harus menyetujui kalau Tuhan mungkin saja mengingkari janji-janji-Nya seperti yang tertulis di kitab-kitab manapun. Dan kalau kita mengakui bahwa Tuhan mungkin saja mengingkari jani-Nya, kita bisa mempertanyakan kebijakan Tuhan tentang janji-Nya yang kurang tegas dan terkesan hanya menakut-nakuti saja. Perintah-perintah untuk beribadah dan larangan-larangan melakukan sesuatu dibuat hanya untuk menyeragamkan pola pikir dan tindakan manusia, tetapi tetap ada azas toleransinya. Pahala dan surga mungkin cuma sekedar sebagai iming-iming agar manusia mau menuruti perintah-Nya. Sedangkan dosa dan neraka mungkin bisa dianalogikan dengan &#8216;monster-monster ganas yang bersembunyi di sela-sela gigi&#8217; yang diciptakan oleh seorang ibu agar si kecil mau menyikat giginya sebelum tidur. Keduanya, pahala dan dosa atau surga dan neraka, mungkin sama-sama semu, tidak pernah benar-benar ada. Seperti notasi &#8216;j&#8217; yang ditambahkan pada bilangan imajiner, yang sengaja diciptakan untuk membantu otak manusia agar lebih mudah melakukan penghitungan.</p>
<p>Kalau ternyata sebagian dari kita ada yang menjawab bahwa &#8220;Tuhan tidak mungkin mengingkari janji-Nya&#8221;, sekali lagi kita bisa mempertanyakan tentang kekuasaan Tuhan yang ternyata tidak semutlak seperti yang digambarkan di kitab-kitab dan ungkapan &#8220;tak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan&#8221; akan lapuk dan menjadi bahan anekdot. Asma&#8217;ul husna akan menjadi bahan dongeng pengantar tidur.</p>
<p>&#8220;Pada zaman dahulu, ketika umat manusia masih memiliki keyakinan terhadap agama lengkap beserta atributnya, Tuhan itu disembah-sembah, diserukan nama-Nya sepanjang hari. Di dalam kitab manapun Tuhan selalu menegaskan tentang kekuasaan-Nya yang mutlak. Sampai suatu ketika, mereka sadar bahwa mereka telah dibohongi oleh Tuhannya sendiri, sehingga salah satu dari mereka berteriak dengan lantang, &#8216;Tuhan, Tuhan, . . loe toe yee, sok banget . . .!&#8217;&#8221;</p>
<p>Satu paragraf cuplikan yang terakhir ada baiknya kalau tidak diseriusi. Kembali lagi ke pertanyaan paradoks awal, &#8220;apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?&#8221; atau &#8220;apakah mungkin Tuhan mengingkari janji-Nya?&#8221;. Mungkin pertanyaan tersebut hanya akan kita ketahui jawabannya dengan menanyakannya langsung kepada Tuhan. Tapi menurut opini saya, Tuhan cuma menginginkan kehidupan manusia menjadi lebih teratur dan terarah dengan diterapkannya ajaran agama (tidak peduli agama apapun), seperti seni yang membuat hidup menjadi lebih indah dan ilmu yang membuat hidup menjadi lebih mudah. (ma/070106)</p>
<h2  class="related_post_title">Baca juga ya...</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/bukan-dejavu/" title="Bukan Dejavu">Bukan Dejavu</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/krisis-pemikiran/" title="Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran">Karang Paci eps 0: Krisis Pemikiran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2012/01/bersyukur-adalah-doa-yang-mustajab/" title="Bersyukur adalah doa yang mustajab">Bersyukur adalah doa yang mustajab</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/12/konspirasi-malaikat/" title="Konspirasi Malaikat">Konspirasi Malaikat</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/nyemplung-ke-gorong-gorong/" title="Nyemplung ke gorong-gorong">Nyemplung ke gorong-gorong</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/04/sedikit-keajaiban-matematis-al-quran/" title="Sedikit keajaiban matematis Al-Quran">Sedikit keajaiban matematis Al-Quran</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/03/hibakusha/" title="Hibakusha">Hibakusha</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/02/masalah/" title="Masalah">Masalah</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2011/01/oleh-oleh-ala-kadarnya-dari-banyuwangi/" title="Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi">Oleh-oleh ala kadarnya dari Banyuwangi</a></li><li><a href="http://manikarum.com/2010/12/tuhan-itu-tahu-tapi-menunggu/" title="Tuhan itu tahu tapi menunggu">Tuhan itu tahu tapi menunggu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manikarum.com/2009/07/apa-yang-tidak-mungkin-bagi-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

